Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 9 RENCANA PEMBELAJARAN
KEGIATAN BELAJAR
1
PENGERTIAN, PRINSIP, DAN FUNGSI RENCANA PEMBELAJARAN
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan
proses sebab akibat.
Guru sebagai pengajar
merupakan penyebab utama terjadinya proses belajar. Siswa sebagai
peserta didik merupakan subjek utama dalam proses pembelajaran. Cara belajar dapat dilakukan dalam bentuk kelompok
(klasikal) ataupun perorangan (individual). Kurikulum dan pembelajaran tidak dapat dipisahkan karena kurikulum tanpa pembelajaran tidak ada bermakna
apa-apa. Pembelajaran tanpa
kurikulum juga akan salah arah, tidak ada pedoman yang memberikan arah pada pencapaian tujuan.
A.
PENGERTIAN RENCANA PEMBELAJARAN
RPP merupakan kegiatan merumuskan tujuan-tujuan atau
kompetensi-kompetensi apa yang akan dicapai
oleh suatu kegiatan
pembelajaran, cara apa yang digunakan
untuk menilai pencapaian tujuan atau kompetensi
tersebut, materi atau bahan apa yang akan disimpulkan, bagaimana cara menyampaikan bahan, serta media atau alat atau
sumber belajar apa yang diperlukan
untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran. Ada beberapa karakteristik yang dapat dijadikan pertimbangan tatkala guru menyusun suatu rencana pembelajaran, yaitu:
1.
Ditujukan untuk siswa belajar
Intinya rencana
pembelajaran yang dibuat
harus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan siswa.
2.
Memiliki tahap-tahap
Yaitu tahap persiapan, tahap
pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap tindak
lanjut
3.
Sistematis
Perencanaan tersebut harus dimulai dari hal yang diperlukan terlebih
dahulu kemudian diikuti dengan sesuatu
yang harus mengikutinya
4.
Pendekatan system
Pembelajaran itu terdiri
atas komponen-komponen yang saling berkaitan
dan saling mempengaruhi
5.
Didasarkan pada proses
belajar manusia
Mengutamakan pada proses belajar
siswa itu sendiri
sebagai manusia yang akan belajar
B.
PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN
1. memperhatikan perbedaan
individu siswa
memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan
awal (entry behavior), tingkat intelektual,
minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan social, emosi, gaya belajar, kebutuhan
khusus, kecepatan belajar,
latar belakang budaya,
norma, nilai, dan/atau
lingkungan siswa.
2. mendorong partisipasi aktif siswa
RPP yang disusun harus menciptakan suatu pembelajaran yang dapat
mendorong partisipasi aktif setiap siswa
3.
mengembangkan budaya
membaca dan menulis
RPP seharusnya menciptakan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung.
4.
memberikan umpan
balik dan tindak lanjut
MODUL
9 RENCANA PEMBELAJARAN
KEGIATAN BELAJAR 2
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN
A.
KOMPONEN RENCANA
PEMBELAJARAN
Komponen RPP terdiri
dari:
1.
Identitas mata pelajaran
2. Standar Kompetensi
Kualifikasi kemampuan
minimal peserta didik yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester
3.
Kompetensi Dasar
Kemampuan yang harus
dikuasai peserta didik
4.
Indikator Pencapaian Kompetensi
Perilaku yang dapat diukur untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu
yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran
5.
Tujuan Pembelajaran
Mengambarkan proses dan hasil belajar
yang diharapkan dicapai
oleh peserta didik sesuai dengan
kompetensi dasar
6. Materi Ajar
Fakta, konsep,
prinsip, dan prosedur
yang relevan
7.
Alokasi Waktu
8. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran disesuaikan dan kondisi
peserta didik, serta karakteristik dari setiap indicator dan kompetensi yang hendak dicapai
9.
Kegiatan Pembelajaran
a.
Pendahuluan
Merupakan kegiatan awal untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik
b.
Inti
Proses pembelajaran untuk mencapai KD dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui
proses eksplorasi, elaborasi,
dan konfirmasi
c.
Penutup
Mengakhiri aktivitas pembelajaran dalam bentuk rangkuman
atau kesimpulan, penilaian,
dan refleksi, impan balik, dan tindak lanjut
Disesuaikan dengan
indicator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada
Standar Penilaian
11. Sumber Belajar
B.
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN
Untuk menyusun rencana
pembelajaran yaitu sebagai
berikut:
1. Perumusan Tujuan
a.
Tujuan pendidikan nasional
Merupakan tujuan yang sifatnya umum dan berlaku
untuk semua pendidikan yang ada di Indonesia
b.
Tujuan intitusional/lembaga
Merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap sekolah
atau lembaga pendidikan
c.
Tujuan kurikuler
d.
Tujuan pembelajaran
Tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan
pembelajaran:
1)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
2)
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Mengacu kepada empat criteria,
yaitu ABCD: A= Audience, B=Behavior, C=Condition, dan D= Degree
TPK dikatakan baik bila memenuhi criteria
sebagai berikut:
a)
Menggunakan kata kerja operasional
b)
Harus
dalam bentuk hasil belajar
c)
Harus
berbentuk tingkah laku siswa, bukan tingkah laku guru
d)
Hanya
meliputi satu jenis
kemampuan, agar mudah
dalam menilai pencapaian tujuan
2.
Perencanaan Materi Pelajaran
a.
Materi pelajaran hendaknya
sesuai dan menunjang terhadap tercapainya tujuan pembelajaran
b.
Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya
c.
Materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematis dan berkesinambungan
d.
Materi pelajaran hendaknya mencakup
hal-hal yang bersifat
factual maupun konseptual
Hal
yang perlu diperhatikan dalam memilih
dan menetapkan materi
pelajaran, yaitu:
a.
Tujuan pembelajaran
b.
Pentingnya bahan
c.
Nilai
praktis
d.
Tingkat perkembangan peserta didik
e.
Tata
urutan
Isi kurikulum
atau bahan pembelajaran dapat dikategorikan menjadikan 6 jenis yaitu:
a.
Fakta, yaitu sesuatu yang telah terjadi
atau telah dialami/dikerjakan
b.
Konsep/teori, yaitu suatu idea atau gagasan atau suatu pengertian umum
c.
Prinsip merupakan suatu aturan/kaidah untuk melakukan sesuatu
d.
Proses adalah serangkaian
gerakan, perubahan, perkembangan atau suatu cara/prosedur
e.
Nilai
adalah suatu pola,
ukuran/norma
f.
Keterampilan adalah suatu kemampuan untuk berbuat sesuatu
3.
Perencanaan Kegiatan Pembelajaran
a.
Kegiatan guru
Bentuk kegiatan
guru tergantung kepada
jenis-jenis metode pembelajaran yang akan digunakan
Kurikulum Modul 9
KB 3
MODUL 9 RENCANA PEMBELAJARAN
KEGIATAN BELAJAR 3 KEPUTUSAN SITUASIONAL
A.
MODEL PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN
1. Model
Banathy
Langkah 1: merumuskan tujuan (formulate objectives) Langkah
2: mengembangkan tes (develop test)
Langkah 3: menganalisis tugas belajar (analyze learning
task) Langkah 4: Mendesain system
instruksional (design system)
Langkah 5: Melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil
(implement and test output) Langkah 6: mengadakan perbaikan (charge to
improve)
2.
Model
Kemp
a.
Menentukan tujuan pembelajaran umum (TPU)
b.
Membuat analisis tentang karakteristik siswa
c.
Menentukan tujuan pembelajaran secara
spesifik, operasional, dan terukur
d.
Menentukan materi/bahan pelajaran yang sesuai dengan
TPK
e.
Menetapkan penjajagan awal (pre assessment)
g. Mengkoordinasikan sarana
penunjang yang diperlukan
h.
Mengadakan evaluasi
3.
Model PPSI
PPSI adalah
singkatan dari Prosedur
Pengembangan Sistem Instruksional. Langkah- langkahnya adalah:
a.
Merumuskan tujuan instruksional
b.
Mengembangkan alat evaluasi
c.
Menentukan kegiatan belajar dan materi pelajaran
d.
Mengembangkan program kegiatan
e.
Melaksanakan program
Langkah-langkahnya:
Langkah 1: merumuskan tujuan instruksional khusus Langkah
2: mengembangkan alat
evaluasi
Langkah 3: menentukan kegiatan belajar dan materi pelajaran
Langkah 4: mengembangkan program kegiatan
Langkah 5: melaksanakan program
4.
Model
Gerlach & Ely
Model ini terdiri dari 10
unsur:
a.
Spesifikasi isi pokok bahasan
b.
Spesifikasi tujuan pembelajaran
c.
Pengumpulan dan penyaringan data tentang siswa
d.
Penentuan pendekatan
e.
Pengelompokkan siswa
f.
Penyediaan waktu
g.
Pemilihan media
h.
Evaluasi
i.
Analisis umpan balik
B.
UMPAN YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM MENYUSUN RENCANA
PEMBELAJARAN
Ada beberapa kasus yang dapat diungkapkan, yaitu:
1.
Sikap
guru dan administrator
Guru sering kali tidak membuat rancangan
pembelajaran, khususnya guru-guru yang telah
lama mengajar. Administrator yang hanya memandang
rancangan pembelajaran sebagai
sebuah dokumen untuk kenaikan pangkat
dan bukan untuk melihat apakah rancangan pembelajaran yang dibuat guru itu diimplementasikan dalam
kegiatan yang nyata
2.
Aspek-aspek yang sering
dianggap bermasalah
Antara lain rancangan pembelajaran yang terlalu
rinci, ketidaksinambungan antarunsur dalam
rancangan pembelajaran, dan ketidakjelasan evaluasi
yang dilakukan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar