Modul 1 Pendidikan IPS di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK 4106
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 1
HAKIKAT,
LANDASAN DAN KURIKULUM PENDIDIKAN IPS SD
Kegiatan Belajar 1
HAKIKAT DAN TUJUAN
PENDIDIKAN IPS
Hakikat IPS, adalah
telaah tentang manusia dan
dunianya. Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan
sesamanya. Dengan kemajuan teknologi pula sekarang ini orang dapat
berkomunikasi dengan cepat di manapun mereka berada melalui handphone dan
internet. Kemajuan Iptek
menyebabkan cepatnya komunikasi antara orang yang satu dengan lainnya, antara
negara satu dengan negara lainnya. Dengan demikian maka arus informasi akan
semakin cepat pula mengalirnya. Oleh karena itu diyakini bahwa “orang yang menguasai informasi
itulah yang akan menguasai dunia”.
Suatu tempat atau
ruang dipermukaan bumi, secara alamiah dicirikan oleh kondisi alamnya yang
meliputi iklim dan cuaca, sumber daya air, ketinggian dari permukaan laut, dan
sifat-sifat alamiah lainnya. Jadi bentuk muka bumi seperti daerah pantai, dataran rendah, dataran
tinggi, dan daerah pegunungan akan mempengaruhi terhadap pola kehidupan penduduk yang menempatinya.
Lebih jelasnya Anda dapat mencermati contoh berikut ini.
• Corak kehidupan
masyarakat di tepi pantai
utara Jawa yang bentuknya landai dengan laut yang tenang dan tidak begitu tinggi
serta arus angin yang tidak begitu kencang, sangat menguntungkan bagi
masyarakat untuk mencari ikan. Hal ini disebabkan ikan banyak berkumpul di
kawasan laut yang dangkal yang masih tertembus sinar matahari. Oleh karena itu
mayoritas masyarakatnya bermata
pencaharian sebagai nelayan. Hampir semua pelabuhan-pelabuhan besar di
pulau Jawa sebagian besar terletak di pantai utara Jawa.
• Dataran rendah yang meliputi daerah pantai sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut
merupakan kawasan yang cadangan
airnya cukup, didukung oleh iklimnya yang cocok, merupakan potensi alam
yang cocokuntuk dikembangkan sebagai areal pertanian, misalnya Karawang, Bekasi, Indramayu, Subang
dan sebagainya.
Dataran tinggi yang beriklim sejuk, dengan
cadangan air yang sudah semakin berkurang maka sistem pertanian yang
dikembangkan adalah pertanian
lahan kering dan holtikultura seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias.
• Lain dengan daerah pegunungan yang memiliki
corak tersendiri. Karena sedikitnya
persediaan air tanah,
mengakibatkan pemukiman penduduk terpusat di lembah-lembah atau mendekati alur
sungai. Hal ini dikarenakan mereka berusaha untuk mendapatkan sumber air yang
relatif mudah. Ladang
yang mereka usahakan biasanya terletak di lembah pegunungan.
Aspek pengaturan dan
kebijakan ini termasuk aspek politik
Marilah kita cermati
kembali apa yang sudah kita pelajari di atas. Setelah kita pelajari ternyata
kehidupan itu banyak aspeknya, meliputi aspek-aspek:
v hubungan sosial: semua hal yang berhubungan dengan interaksi
manusia tentang proses, faktor-faktor, perkembangan, dan permasalahannya
dipelajari dalam ilmu sosiologi.
v ekonomi: berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan
manusia, perkembangan, dan permasalahannya dipelajari dalam ilmu ekonomi.
v psikologi: dibahas dalam ilmu psikologi.
v budaya: dipelajari dalam ilmu antropologi.
v sejarah: berhubungan dengan waktu dan perkembangan
kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu sejarah.
v geografi: hubungan ruang dan tempat yang sangat berpengaruh
terhadap kehidupan manusia dipelajari dalam ilmu geografi.
v politik: berhubungan dengan norma, nilai, dan kepemimpinan untuk
mencapai kesejahteraan masyarakat dipelajari dalam ilmu politik
Tujuan
Pendidikan IPS
Berdasarkan pada
falsafah negara tersebut, maka telah dirumuskan tujuan pendidikan nasional,
yaitu:
membentuk manusia pembangunan yang
ber-Pancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rokhaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan,
dapat mengembangkan kreativitas
dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang
tinggi dan disertai budi
pekerti yang luhur, mencintai
bangsanya, dan mencintai
sesama manusia sesuai ketentuan yang termaksud dalam UUD 1945.
Berkaitan dengan
tujuan pendidikan di atas, kemudian apa tujuan dari pendidikan IPS yang akan
dicapai? Tentu saja tujuan harus
dikaitkan dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan tantangan-tantangan kehidupan
yang akan dihadapi anak. Berkaitaan dengan hal tersebut, kurikulum 2004
untuk tingkat SD menyatakan bahwa, Pengetahuan Sosial (sebutan IPS dalam
kurikulum 2004), bertujuan untuk:
1) mengajarkan
konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan,
pedagogis, dan psikologis.
2) mengembangkan
kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri, memecahkan masalah, dan
keterampilan social.
3) membangun
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4) meningkatkan
kemampuan bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang
majemuk, baik secara nasional maupun global.
Sejalan dengan tujuan
tersebut tujuan pendidikan IPS menurut (Nursid Sumaatmadja. 2006) adalah “membina anak didik menjadi warga
negara yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian
social yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat dan negara”
Sedangkan secara rinci Oemar
Hamalik merumuskan tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku para siswa, yaitu : (1) pengetahuan dan pemahaman, (2)
sikap hidup belajar, (3) nilai-nilai sosial dan sikap, (4) keterampilan
(Oemar hamalik. 1992 : 40-41).
Untuk lebih jelasnya
akan dibahas satu persatu.
Pengetahuan dan
Pemahaman
Salah satu fungsi pengajaran IPS
adalah mentransmisikan
pengetahuan dan pemahaman tentang masyarakat berupa fakta-fakta dan ide-ide kepada anak.
Sikap belajar
IPS juga bertujuan untuk mengembangkan
sikap belajar yang baik. Artinya dengan belajar IPS anak memiliki
kemampuan menyelidiki
(inkuiri) untuk menemukan
ide-ide, konsep-konsep baru sehingga mereka mampu melakukan perspektif untuk
masa yang akan datang.
Nilai-nilai sosial dan
sikap
Anak membutuhkan nilai-nilai untuk menafsirkan fenomena
dunia sekitarnya, sehingga mereka mampu melakukan perspektif.
Nilai-nilai sosial merupakan
unsur penting di dalam pengajaran IPS. Berdasar nilai-nilai sosial yang
berkembang dalam masyarakat, maka akan berkembang pula sikap-sikap sosial anak.
Faktor keluarga, masyarakat, dan pribadi/tingkah laku guru sendiri besar
pengaruhnya terhadap perkembangan nilai-nilai dan sikap anak. Nilai-nilai
tersebut, meliputi nilai
edukatif, nilai praktis, nilai teoretis, nilai filsafat, dan nilai ketuhanan.
Dengan pengembangan nilai-nilai tersebut diharapkan sumber daya manusia
Indonesia diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, kesadaran,
dan tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan
negaranya, bagi pengembangan
kini dan mendatang. Selanjutnya mari kita jelaskan satu per satu tentang
nilai-nilai tersebut seperti dikemukakan oleh Nursid Sumaatmadja (1997), yaitu
sebagai berikut:
a.
Nilai Edukatif
Salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan pendidikan IPS, yaitu
adanya perubahan perilaku
sosial peserta didik ke arah yang lebih baik. Perilaku tersebut,
meliputi aspek-aspek kognitif,
afektif, dan psikomotor. Peningkatan
kognitif disini tidak hanya terbatas makin meningkatnya pengetahuan sosial, melainkan pula peningkatan nalar sosial dan kemempuan
mencari alternatif-alternatif
pemecahan masalah sosial. Oleh karena itu, materi ang dibahas pada
pendidikan IPS ini, jangan hanya terbatas pada kenyataan, fakta dan data
sosial, melainkan juga mengangkat
masalah sosial yang terjadi sehari-hari.
Dalam proses peningkatan perilaku sosial melalui
pembinaan nilai edukatif, tidak hanya terbatas pada perilaku kognitif,
melainkan lebih mendalam lagi berkenaan dengan perilaku afektifnya. Justru perilaku inilah yang lebih mewarnai afpek
kemanusiaan. Melalui pendidikan IPS, perasaan, kesadaran, penghayatan,
sikap, kepedulian, dan tanggung jawab sosial peserta didik ditingkatkan. Masalh
sebagai fakta sosial diprases melalui berbagai metode dan pendekatan sampai
betul-betul membangkitkan kepedulian serta tanggung jawab peserta didik.
b.
Nilai Praktis
Pembelajaran dan pendidikan apa pun, nilainya tidak berarti apabila tidak dapat
diterapkan secara praktis dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dengan
kata lain, pembelajaran dan pendidikan dianggap tidak memiliki makna yang baik,
jika tidak memiliki nilai praktis. Oleh karena itu, pokok bahasan IPS itu
jangan hanya tentang pengetahuan yang konseptual-teoretis belaka, melainkan
digali dari kehidupan sehari-hari, misalnya mulai dari lingkungan terkecil
keluarga, di pasar, di jalan, di tempat-tempat bermain dan seterusnya. Dalam
hal ini nilai praktis itu disesuaikan dengan tingkat usia dan
kegiatan peserta didik sehari-hari. Pengetahuan IPS yang praktis tersebut bermanfaat dalam mengikuti
berita, mendengarkan radio, membaca buku cerita, menghadapi permaslahan
kehidupan sehari-hari sampai dengan pengetahuan IPS yang berguna melaksanakan
pekerjaan sebagai wartawan, pejabat daerah, dan demikian selanjutnya.
Pembelajaran pada pendidikan IPS tersebut diproses secara menarik, tidak
terlepas dari kehidupn sehari-hari, dan secara langsung memiliki nilai praktis
serta strategis dalam membina SDM sesuai dengan kenyataan hidup hari ini, terutama untuk masa-masa yang akan
datang.
c.
Nilai Teoretis
Membina peserta didik hari ini pada proses perjalanannya diarahkan menjadi SDM untuk hari esok.
Oleh karena itu, pendidikan IPS tidak hanya menyajikan dan membahas kenyataan,
fakta dan data yang terlepas-lepas, melainkan lebih jauh dari pada itu menelaah keterkaitan aspek kehidupan
sosial dengan yang lain-lainnya. Peserta didik dibina dan dikembangkan
daya nalarnya ke arah dorongan
mengetahui sendiri kenyataan (sense of reality) dan dorongan menggali sendiri di lapangan (sense of discovery).
Kemampuan menyelidiki dan meneliti dengan mengajukan berbagai pernyataan (sense of inquiry) mereka dibina
serta dikembangkan. Dengan demikian, kemampuan mereka mengajukan
hipotesis dan dugaan-dugaan terhadap suatu persoalan, juga berkembang. Dalam
menghadapi kehidupan sosial yang berkembang dengan cepat dan juga cepat berubah,
kemampuan berteori ini sangat berguna serta strategis. Melalui pendidikan IPS,
nilai teoretis ini dibina dan dikembangkan.
d.
Nilai Filsafat
Pembahasan ruang lingkup IPS secara bertahap dan keseluruhan sesuai dengan
perkembangan kemampuan peserta didik, dapat mengembangkan kesadaran mereka selaku anggota masyarakat atau sebagai
makhluk sosial. Melalui proses yang demikian, peserta didik dikembangkan
kesadaran dan penghayatannya terhadap keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, bahkan juga di tengah-tengah
alam raya ini. Dari kesadaran terhadap keberadaannya tadi, mereka
disadarkan pula tentang peranannya masing-masing terhadap masyarakat, bahkan
terhadap alam lingkungan secara keseluruhan. Dengan kata lain, kemampuan mereka
merenungkan keberadaan dan peranannya di masyarakat ini, makin dikembangkan.
Atas kemampuan mereka berfilsafat, tidak luput dari jangkauan pendidikan IPS.
Dengan demikian, nilai
filsafat yang demikian sangat berfaedah dalam kehidupan bermasyrakat, tidak
luput dari perhatian pendidikan IPS ini.
e.
Nilai Ketuhanan
Pendidikan IPS dengan ruang lingkup dan aspek kehidupan
sosial yang demikian luas cakupannya, menjadi landasan kuat bagi penanaman dan pengembangan
nilai ketuhanan yang menjadi kunci kebahagiaan kita baik lahir maupun batin.
Nilai ketuhanan ini menjadi landasan moralitas Sumber Daya Manusia (SDM) hari
ini dan terutama masa yang akan datang. Hal ini wajib menjadi perhatian Anda
dan semua selaku guru IPS bahwa materi dan proses pembelajaran apa pun pada
pendidikan IPS, wajib berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan.
Keterampilan dasar IPS
Anak belajar
menggunakan keterampilan dan alat-alat studi sosial, misalnya mencari bukti
dengan berpikir ilmiah, keterampilan mempelajari data masyarakat,
mempertimbangkan validitas dan relevansi data, mengklasifikasikan dan
menafsirkan data-data sosial, dan merumuskan kesimpulan.
Kegiatan Belajar 2
Perkembangan kurikulum Pendidikan IPS SD
A. Perkembangan kurikulum
Pendidikan IPS SD
Kurikulum IPS SD tahun 2006 ditetapkan berdasarkan Keputusan
Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 22 tahun 2006 tanggal 23 mei 2006,
memiliki karakteristik tersendiri karena kurikulum IPS ini tidak menganut
istilah pokok bahasan, namun cukup simpel, yakni Standar isi dan Kompetensi
Dasar.
B. Perbedaan Penekanan Antara Kurikulum SD tahun 1994 dengan
Kurikulum 2006
1. Kurikulum SD 1994
Ø Membaca, menulis, dan berhitung Ø Muatan
Lokal
Ø IPTEK
Ø Wawasan lingkungan
Ø Pengembangan nilai
Ø Pengembangan keterampilan
2. Kurikulum 2006
Ø Kerangka dasar kurikulum
(kelompok mata pelajaran)
Ø Prinsip pengembangankurikulum
Ø Prinsip pelaksanaan kurikulum
Ø Stuktur kurikulum pendidikan umum
dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan
Ø Stuktur
kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu
pendidikan selama enam tahun mulai kelas 1sapai kelas 6
A.Latar Belakang Pendidikan IPS di SD
1. Pancasila
2. UUD 1945
3. Pembukaan UUD 1945
4. Pasal 31
5. Undang-undang no 30 tahun 2003 tentang pendidikan dasar
6. Keputusan mendikdas n 023/U/2006 tentang kurikulum 2006
B.Pengertian Pendidikan IPS
Pengertian Ilmu Sosial
1. Norma Maekenzie (1975)
Ilmu Sosial adalah semua bidang ilmu yang berkenaan dengan
manusia dalam konteks sosialnya/semua bidang ilmu yang mempelajari manusia
sebagai anggota masyarakat.
2. Sanusi (1993)
Studi social adalah semua pengetahuan dan penelaaahan gejala
masalah social di masyarakat yang ditinjau dari berbagai aspek kehidupan
social, dalam usaha mencari jalan dari masalah-masalah tersebuut.
C. Tujuan dan Manfaat Pendidikan IPS di SD
a) Tujuan kulikuler
b) Kurikulum IPS tahun 2006
c)Ruang lingkup
· Tujuan Pendidikan
IPS di SD
1. Membekali anak didik
dengan pengetahuan sosial yang berguna bagi kehidupannya kelak di masyarakat.
2. Membekali anak didik
dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun alternatif
3. Membekali anak didik
dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dengan berbagai
bidang keilmuan serta bidang keahlian.
4. Membekali anak didik
dengan kesadaran, sikap mental yang positif dan keterampilan terhadap
pemanfaatan lingkungan hidup yang menjadi bagian bagi kehidupan tersebut.
5. Membekali anak didik
dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan keilmuan IPS sesuai dengan
perkembangan kehidupan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kurikulum IPS tahun 2006
Agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
1) Mengenal konsep-konsep
yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan.
2) Memiliki kemampuan dasar
untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, memecahkan masalah dan
keterampilan dalam kehidupan sosial
3) Memiliki komitmen dan
kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4) Memiliki kemampuan
berkomunikasi, bekerjasama dan berkomunikasi dalam masyarakat yang majemuk,
ditingkat local, nasional, global.
· Ruang
Lingkup
Pada ruang lingkup mata pelajaran IPS SD meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1) Manusia, tempat dan
lingkungan
2) Waktu, berkelanjutan dan
perubahan
3) Sistem Sosian dan Budaya
4) Perilaku Ekonomi dan
Kesejahteraan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar