Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 1.1 Ciri-ciri Makhluk Hidup l PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM KONSEP DASAR
IPA DI SD
CIRI – CIRI MAKHLUK
HIDUP
v KEGIATAN
PRAKTIKUM 1 : CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP
A. Judul
Percobaan 1 : Ciri – Ciri Umum Makhluk Hidup
B. Tujuan
Mengamati
ciri – ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat tinggal.
C. Alat
dan Bahan
1. Alat
– alat tulis
2. Tabel
Pengamatan
3. Alam
Sekitar
D. Landasan
Teori
Makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri –
ciri kehidupan dan merupakan suatu organisme
yang dapat mempertahankan dirinya dari berbagai perubahan lingkungan serta
dapat berkembang biak untuk melestarikan jenisnya. Makhluk hidup memiliki
ciri-ciri atau proses yang diperlukan untuk kehidupan. Diantara beberapa ciri
tersebut adalah bergerak, bernapas, membutuhkan makanan, tumbuh dan berkembang.
Berikut penjelasan Ciri – Ciri Makhluk Hidup :
1.
Bergerak
Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cara tertentu tanpa bantuan dari luar atau pihak lain. Gerakan itu ada yang pasif, ada juga yang aktif. Tumbuhan melakukan gerak pasif (tidak berpindah tempat), sedangkan hewan dapat melakukan gerak aktif (dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain).
2.
Bernapas
Bernapas merupakan
proses penghirupan. Contohnya manusia yang bernapas dengan O2 dan pengeluaran
CO2 dari dalam tubuh. Oksigen yang diambil digunakan untuk proses pembakaran
sari-sari makanan di dalam tubuh makhluk hidup, sedangkan sisa hasil
pernapasan, yaitu karbon dioksida dibuang melalui hidung.
Mamalia, aves, reptilia dan amfibi
bernapas dengan menggunakan paru-paru; Ikan bernapas dengan menggunakan insang;
sedangkan tumbuhan bernapas dengan menggunakan stomata dan lentisel.
3.
Membutuhkan Makanan
Semua
makhluk hidup memerlukan makanan untuk menghasilkan energi yang mendukung
segala kegiatannya.
4. Tumbuh
Berkembang
Semua
makhluk hidup mengalami pertumbuhan, dari kecil menjadi besar. Sebagai contoh,
bayi akan terus berkembang menjadi manusia dewasa. Pertumbuhan adalah proses
pertambahan volume makhluk hidup karena jumlah dan ukuran sel bertambah.
5. Berkembang
Berkembang adalah
proses pertumbuhan menuju dewasa yang ditandai dengan berfungsinya organ
reproduksi.
E. Prosedur
Percobaan
1.
Siapkan alat –
alat tulis dan tabel pengamatan yang diperlukan.
2.
Pergilah ke
lingkungan yang ada disekitar tempat tinggal anda, seperti kebun, sawah, hutan,
atau lingkungan lainnya. Sesuai tempat tinggal anda.
3.
Temukan lebih
kurang 10 makhluk hidup (5 hewan dan 5 tumbuhan) yang anda kenal jenisnya.
4.
Mencatat
kesepuluh jenis makhluk hidup tersebut dalam lembar pengamatan.
5.
Mengamati ciri
– ciri dari setiap makhluk hidup yang telah anda catat tersebut, dengan cermat.
6.
Bubuhkan tanda
cek sesuai dengan ciri – ciri yang anda amati, pada tabel dalam lembar kerja
yang telah disediakan. ( Tabel 1.1)
F. Hasil
pengamatan
Tabel 1.1
Hasil Pengamatan Ciri – ciri Makhluk Hidup
|
No. |
Nama
Makhluk Hidup |
Ciri
– ciri Makhluk Hidup |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
||
|
1 |
Anjing |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
2 |
Ikan Koi Merah |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
3 |
Nila |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
4 |
Burung |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
5 |
Semut |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
6 |
Bayam Merah |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
7 |
Pepaya |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
8 |
Bunga Kenikir |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
9 |
Selada |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
|
10 |
Belimbing |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
*)
Keterangan:
1. bergerak
dan bereaksi terhadap rangsang;
2. bernapas;
3. perlu
makan (nutrisi);
4. tumbuh;
5. berkembang.
G.
Pertanyaan
1.
Apakah
tumbuhan memenuhi ciri – ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsang? Jelaskan!
ü Ya, Tumbuhan
juga bergerak dan bereaksi terhadap rangsang. Gerak tumbuhan yaitu gerak taksis (gerak pindah tempat
seluruh tubuh pada tumbuhan bersel satu), gerak nasti (gerak sebagian tubuh,
tidak ditentukan arah datangnya rangsang), gerak tropisme (gerak sebagian
tubuh, dipengaruhi arah datangnya rangsang)
2.
Jelaskan
persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan!
ü Persamaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan
yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan,
serta dapat tumbuh dan berkembang
ü Perbedaan ciri kehidupan hewan dan tumbuhan:
Tumbuhan :
1. Reaksi
terhadap rangsang lambat/terbatas, umumnya menetap atau bergerak sebagian tubuh
2. Tidak
memiliki alat pernafasan khusus.
3. Menyusun
zat-zat makanan sendiri
4. Tumbuh kembang berlangsung selama hidupnya, ada daerah
tumbuh tertentu. Bentuk tubuh menyebar dan bercabang. Jumlah bagian tubuh tak
tentu
Hewan :
1. Memiliki alat pernafasan khusus.
2. Reaksi terhadap rangsang cepat, simultan, aktif
dan dapat berpindah tempat
3. Makan makhluk hidup lain
H. Pembahasan
Tumbuhan maupun hewan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan
bereaksi terhadap rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang.Semua
tumbuhan melakukan gerak yaitu gerak tumbuh akar dan batang. Gerak pada hewan
dan tumbuhan berbeda. Hewan dan tumbuhan sama-sama melakukan pernafasan. Jika
Pada tumbuhan oksigen masuk melalui stomata dan lentisel, sedangkan oksigen
masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ pernafasan. Hewan dan tumbuhan
memerlukan makan dan air, hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya.
Tumbuhan makan dengan melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan bentuk
yang sudah jadi. Hewan dan tumbuhan sama-sama tumbuh dan berkembang, bertambah
ukuran tinggi dan besar maupun beratnya.
I. Kesimpulan
Semua makhluk hidup mempunyai
ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas,
memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang. Kelima ciri ini pasti
melekat pada makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan meskipun ada sedikit
perbedaan misalnya proses bergerak dan bernafas
J. Daftar
Pustaka
Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta : PT
Prata Sejati Mandiri
K. Kesulitan
yang dialami: Saran dan masukan
-
L. Foto/video
praktikum
![]() | ||||||||
Ket: beberapa dokumentasi saya saat sedang mengamati
hewan dan tumbuhan di taman Hidroponik dan Kolam Gurame. Saya juga mencoba
memberi makan pada beberapa hewan.
v KEGIATAN
PRAKTIKUM 1 : CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP
A. Judul
Percobaan 2 : Gerak pada Tumbuhan
B. Tujuan
1. Mengamati
gerak seismonasti.
2. Mengamati
gerak niktinasti.
3. Mengamati
gerak geotropisme negatif pada tumbuhan.
C. Alat
dan Bahan
1.
Seismonasti dan Niktinasi
a)
Tanaman putri malu dalam 1 pot buah.
b)
Kotak dari karton warna hitam atau
kardus dilapisi kertas hitam 1 buah.
c)
Stop wacth atau jam tangan 1 buah.
d)
Alat – alat tulis dan penggaris.
2.
Geotropisme
a)
Pot berukuran kecil 2 buah.
b)
Tanah yang subur secukupnya.
c)
Biji kacang merah secukupnya.
d)
Air secukupnya.
D. Landasan
Teori
Tumbuhan
sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh
tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Gerakan pada
tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan
pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun
pada bagian lembar daun tertentu (Ferdinand, 2003 dalam Rumanta, 2019).
Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karena
gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah
gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut
geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat
bumi disebut geotropisme negatif (Campbell, 2004 dalam Rumanta, 2019). Nasti
adalah gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh rangsang. Gerak ini
disebabkan oleh adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang.
Karena tidak dipengaruhi oleh arah sehingga tidak ada nasti positif atau
negatif.
Ø Macam-macam gerak nasti:
a) Niktinasi
Niktinasti (rangsang berupa gelap), merupakan gerak
tidur pada tumbuhan yang disebabkan karena keadaan gelap. Proses niktinasti
banyak terjadi pada tumbuhan berdaun majemuk. Niktinasti terjadi karena sel-sel
motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa
ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan
tekanan turgor. Contoh niktinasti adalah pada daun lamtoro dan Cassia
corymbosa yang melipat kebawah pada saat malam hari.
b) Seismonasti
Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya
rangsangan berupa getaran. Daun putri malu saat disentuh akan menutup, reaksi
menutupnya daun putri malu dikarenakan adanya perubahan tekanan turgor akibat
pemberian rangsang. Dengan jenis sentuhan yang berbeda, maka reaksi daun putri
malu pun berbeda-beda. Jika disentuh secara halus, daun putri malu menutup
secara perlahan mulai dari pangkal daun sampai ujung daun. Saat disentuh dengan
sentuhan sedang, daun langsung menutup dari pangkal daun hingga tengah disusul
dengan bagian ujung. Sedangkan jika disentuh dengan sentuhan kasar, daun dan
tangkai langsung menutup sekaligus.
E. Prosedur
Percobaan
1.
Seismonasti dan Niktinasi
a)
Seismonasti
(1)
Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
seperti pot yang berisi tanaman putri malu, lembar kerja, alat – alat tulis,
dna penggaris.
(2)
Pot putri malu, sebaiknya Anda siapkan
beberapa hari sebelumnya, sehingga ketika akan dilakukan percobaan pot tersebut
dalam keadaan segar. Caranya carilah tanaman putri malu ukuran sedang
selanjutnya Anda ambil tanaman tersebut dengan menyodoknya dengan skop atau
alat lainnya sehingga tanaman tersebut dapat Anda pindahkan kedalam pot tanpa
mengganggu bagian akarnya.
(3)
Letakkan pot putri malu yang telah Anda
siapkan diatas meja, selanjutnya lakukan sentuhan halus hingga sentuhan yang paling kasar terhadap daun – daun putri
malu tersebut dengan menggunakan penggaris.
(4)
Catatlah hasil pengamatan Anda pada
Lembar Kerja. (Tabel 1.2)
b.
Niktinasti
(1)
Sediakan dua
buah pot putri malu.
(2)
Berilah tanda
A pada pot pertama dan tanda B pada pot kedua.
(3)
Letakkan pot A
ditempat terang terbuka.
(4)
Simpanlah pot
B diatas meja dan tutuplah dengan menggunakan kotak karton atau kardus yang
kedap cahayadengan hati – hati tidak agar tidak menyentuhnya.
(5)
Biarkan pot B
tertutup selama lebih kurang setengah jam.
(6)
Setelah
ditutup lebih kurang setengah jam, bukalah dengan hati – hati (tidak menyentuh
tanamannya).
(7)
Amati apa yang
terjadi dengan daun putri malu tersebut dan bandingkan dengan daun putri malu
pada pot A.
(8)
![]() |
Catatlah hasil pengamatan Anda dan tuangkan hasilnya pada Lembar Kerja. (Tabel 1.3)
Gambar
1.1.
Percobaan
niktinasti. (1) Tanaman pada pot A dan B keadaan mula-mula.
(2)
tanaman pada pot B ditutup dengan kardus kedap cahaya dengan alas hitam.
2.
Gerak Tropisme (Geotropisme negatif)
(a)
Buatlah dua buah pot tanaman kacang
merah. Caranya tanamlah 3 biji kacang merah dalam setiap pot ukuran kecil (atau
botol air kemasan yang dipotong dan
diberi lubang di bagian alasnya) 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai. Pembuatan
pot tanaman kacang merah ini sebaiknya di lakukan di tempat terbuka sehingga
tanaman yang dihasilkan berdiri dengan tegak.
(b)
Jika Anda sudah mendapatkan dua pot
tanaman kacang merah yang cukup baik dan berdiri dengan tegak, selanjutnya beri label
A untuk pot pertama dan label B untuk pot yang
lainnya.
(c)
letakkan pot B secara horizontal (arah
mendatar), sedangkan pot A dibiarkan berdiri (vertikal) dan simpanlah keduanya
di tempat terbuka.
(d)
Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore
selama 1 minggu.
(e)
Tuangkan hasil pengamatan Anda pada
Lembar Kerja (Tabel 1.4) di bagian akhir modul
ini.
![]() |
Gambar
1.2.
Perangkat
percobaan geotropisme negatif.
F. Hasil
pengamatan
1.
Seismonasti
dan Niktinasti
Tabel 1.2
Hasil Pengamatan Seismonasti
|
No. |
Jenis sentuhan
pada daun putri malu |
Reaksi daun
putri malu |
Keterangan |
|
1. |
Halus |
Reaksi
lambat |
Lambat.
Sedang, dan cepat dalam menutup daunnya tergantung pada sentuhan |
|
2. |
Sedang |
Reaksi
menutup sedang |
|
|
3. |
Kasar |
Reaksi
menutup cepat |
Tabel 1.3
Hasil Pengamatan Niktinasti
|
No. |
Pot putri malu |
Reaksi daun
putri malu |
|
|
Mula - mula |
½jam kemudian |
||
|
1. |
Disimpan di
tempat terang |
Daun terbuka |
Daun tetap
terbuka |
|
2. |
Ditutup
dengan penutup yang kedap cahaya |
Daun terbuka |
Daun menutup |
2.
Geotropisme
Tabel 1.4
Hasil Pengamatan Geotropisme Negatif
|
Jenis pot |
Pengamatan hari ke |
Keterangan |
||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
||
|
A |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
Terbuka ke atas (vertikal) |
|
B |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
√ |
Terbuka ke ata (vertikal) |
G.
Pertanyaan
1.
Sebutkan dua
jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti!
Jelaskan alasan Anda
memilihnya!
ü
Dua jenis tanaman yang melakukan gerak niktisari adalah pohon turi dan
lamtoro, karena keduanya memiliki struktur daun yang sama dengan putri malu.
Selain itu saat malam saya amati kedua dau pada pohon tersebut menutup daunnya.
2.
Apa
perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah Anda
lakukan? Jelaskan!
ü
Perbedaan gerak niktinasti dan seismonasti adalah :
-
Gerak niktinasti adalah gerak daun putri malu yang dipengaruhi oleh
cahaya
-
Gerak seismionasti adalah gerak daun putri malu yang dipengaruhi oleh
sentuhan
3.
Pada percobaan
geotropisme yang telah Anda lakukan, sebenarnya Anda juga sekaligus telah
membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang
terjadi? Jelaskan!
ü pada percobaan gerak
geotropismejuga membuktikan adanya gerak fototropisme karena membuktikan bahwa
tumbuhan tumbuh dan bergerak mengikuti arah cahaya. Jenis fototropisme negative
karena kacang tanah tumbuh mendekati arah cahaya matahari
H. Pembahasan
ü Gerak
seismonasti
Jenis sentuhan pada putri malu
(lambat, sedang, kasar) berimbas pada reaksi daun putri malu tersebut. Semakin
cepat (kasar) sentuhan, maka daun putri malu akan cepat bereaksi.
ü Gerak
Niktinasi
Selain sentuhan, putri malu juga
bereaksi terhadap cahaya. Daun putri malu akan menutup saat keadaan gelap.
ü Gerak
Geotropisme
Tanaman kacang merah selalu tumbuh
ke atas / secara vertikal meskipun pot dalam keadaan horizontal
I. Kesimpulan
Seismonasti
adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan yaitu sentuhan /
getaran. Niktinasti adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan
tanpa cahaya (gelap). Sedangkan geotropism adalah gerak pada tumbuhan yang
dipengaruhi oleh gravitasi bumi.
J. Daftar
Pustaka
Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta : PT
Prata Sejati Mandiri
K. Kesulitan
yang dialami: Saran dan masukan
-
L. Foto/video
Praktikum
![]() |
![]() |
![]() |
|||
Ket: Proses pengambilan tanaman Putri Malu di semak belukar,
saya juga mencoba mempraktikan menyentuh tanaman denga mistar di lapangan.
a. Gerak
Seismonasti
|
Sentuhan
lembut |
|
|
Sentuhan
sedang |
|
|
Sentuhan
kasar |
|
b. Gerak
Niktinsti
|
Sebelum
ditutup |
|
|
Saat
ditutup |
|
c. Gerak
Geotropisme
|
Pot A dan B posisi
vertikal |
|
|
Pot B posisi
horizontal |
|
v KEGIATAN
PRAKTIKUM 1 : CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP
A. Judul
Percobaan 3 : Resprasi pada Makhluk Hidup
B. Tujuan
1. Membuktikan
bahwa respirasi memerlukan udara (oksigen).
2. Membuktikan
bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida.
C. Alat
dan Bahan
1.
Untuk membuktikan respirasi perlu udara (oksigen).
a)
Botol ukuran kecil 3 buah.
b)
Sedotan air kemasan gelas (aqua gelas) 3 buah.
c)
Plastisin secukupnya.
d)
Vaselin secukupnya.
e)
Kapur sirih secukupnya.
f)
Kapas
secukupnya.
g)
Kacang merah/kedelai yang sedang
berkecambah secukupnya.
h)
Kecoa atau belalang 1 ekor.
i)
Pipet tetes 1 buah.
j)
Air yang diberi pewarna merah secukupnya.
2.
Untuk membuktikan respirasi menghasilkan karbondioksida
a)
Kapur tohor atau kapur sirih secukupnya.
b)
Air suling, bila tidak ada bisa
digunakan air tawar secukupnya.
c)
Botol selai atau botol lain yang
bermulut agak lebar 3 buah.
d)
Plastisin secukupnya.
e)
Sedotan limun 6 buah.
f)
Spidol 1 buah.
g)
Selang plastik kecil 1 meter.
h)
Kertas saring (jika perlu) 2 lembar.
i)
Corong plastik ukuran kecil 1 buah.
D. Landasan
Teori
Salah satu ciri makhluk hidup
adalah bernapas/melakukan respirasi. Bernapas berarti memasukkan oksigen dan
mengeluarkan karbondioksida. Oksigen diangkut oleh darah ke sel-sel tubuh. Di
dalam sel terjadi proses pembakaran bahan-bahan makanan oleh oksigen dan
menghasilkan karbondioksida.
Ketika melakukan respirasi/pernapasan, makhluk hidup
mengambiloksigen dari lingkungannya dan mengeluarkan karbondioksida serta uap
air ke dalam lingkungannya. Oksigen di dalam tubuh makhluk hidup digunakan
untuk proses pembakaran (oksidasi). Dari proses ini akan dihasilkan energi yang
akan digunakan untuk aktivitas hidup.
E. Prosedur
Percobaan
1.
Respirasi
Memerlukan Udara (Oksigen)
a)
Siapkan
alat dan bahan yang diperlukan.
b)
Masukkan
sedikit kapur sirih ke dalam dasar botol, selanjutnya masukkan kapas secukupnya.
c)
Masukkan
kacang merah/kedelai yang sedang berkecambah ke dalam botol yang telah diberi
alat kapas pada langkah (b).
d)
Lapisi
bagian dekat pangkal sedotan air kemasan dengan segumpal plastisin, kira-kira dapat menyumbat mulut botol, selanjutnya masukkan pangkal
sedotan air kemasan yang dilapisi gumpalan plastisin tersebut hingga plastisin
menutup mulut botol, sedotan air kemasan menghubungkan udara luar dengan udara
di dalam botol (lihat Gambar 1.3 E-F)
e)
Rapikan
plastisin pada mulut botol hingga mulut botol tertutup dengan rapat dan rapi.
f)
Olesi
dengan vaselin celah yang terjadi di antara plastisin dengan sedotan air
kemasan gelas agar tidak terjadi kebocoran udara yang bisa menghambat jalannya percobaan.
g)
Respirometer
buatan ini selanjutnya diberi label A dengan menggunakan spidol, kemudian
letakkan secara horizontal (lihat Gambar 1.4A).
h)
Lakukan
langkah a-g, dengan cara yang sama,
namun kecambah diganti dengan kecoa atau belalang dan diberi label B
(Gambar 1.4B).
i)
Lakukan
langkah a-g, hanya tanpa menggunakan makhluk hidup (sebagai kontrol) dan diberi
label C (Gambar 1.4C).
j)
Dalam
waktu yang hampir bersamaan, dengan menggunakan pipet tetes, tetesilah ujung
sedotan air kemasan gelas pada setiap respirometer dengan air yang
diberi pewarna merah.
k)
Amatilah
tetesan air berwarna pada setiap respirometer, dengan selang waktu 5 menit
selama 5 kali pengamatan.
l)
Tuangkan
hasil pengamatan Anda pada Lembar Kerja (Tabel 1.5) yang terdapat di bagian
akhir modul ini.
![]() |
Gambar 1.3.
Cara penyiapan respirometer sederhana.

Gambar
1.4.
Perangkat
Percobaan Pernapasan Aerob memerlukan Udara (Oksigen).
2. Respirasi
Menghasilkan Karbondioksida (CO2)
a) Membuat
air kapur jenuh
(1)
Larutkan kapur tohor (jenis kapur yang
apabila kena air mengeluarkan panas) atau kapur sirih ke dalam lebih kurang 250
ml hingga jenuh (sebagian ada yang tidak melarut).
(2)
Biarkan air kapur mengendap semalaman
hingga diperoleh air yang jernih.
(3)
Sedotlah air kapur yang jernih dengan
selang plastik kecil, hati-hati agar endapan kapur tidak ikut tersedot (Gambar 1.5 D).
(4)
![]() |
Bila Anda ceroboh, maka endapan kapur akan ikut tersedot dan air kapur menjadi keruh. Bila hal ini terjadi lakukan penyaringan dengan menggunakan kertas saring yang diletakkan pada corong plastik (Gambar 1.5E), hingga diperoleh air kapur yang benar-benar jernih.
Gambar
1.5. Perangkat penyiapan air kapur untuk percobaan
b)
Tuangkan air kapur jenuh pada botol
selai (A), (B), dan (C) dengan ukuran yang sama, lebih kurang 50 ml.
c)
![]() |
Pasanglah perangkat percobaan lainnya, yaitu sedotan limun dan plastisin, seperti pada Gambar 1.6 berikut.
Gambar
1.6.
Perangkat percobaan
respirasi menghasilkan karbondioksida. Pada botol (A), sedotan limun (1) tidak
menyentuh air kapur, sedangkan sedotan (2) terendam dalam air kapur; botol (B),
sedotan limun (1) terendap air kapur, sedangkan sedotan limun (2) tidak
menyentuh air kapur; pada botol (C), posisi sedotan limun (1) dan (2) sama
dengan (B).
d)
Hisaplah udara dari botol A, melalui
sedotan limun (1), gunakan untuk
bernapas. Selanjutnya hembuskan napas Anda pada
botol (B) melalui sedotan limun (1).
e)
Lakukan langkah (4) berkali-kali hingga
air kapur di botol (B) menjadi keruh.
f)
Amati kedudukan air berwarna dalam pipa
dari sedotan aqua gelas pada setiap respirometer.
g)
Tuangkan hasil pengamatan Anda pada
Lembar Kerja (Tabel 1.6) yang tertera di bagian akhir modul ini.
F. Hasil
pengamatan
1)
Respirasi memerlukan udara (oksigen)
Tabel 1.5
Hasil pengamatan respirasi memerlukan udara (oksigen)
|
Respirometer |
Keadaan air berwarna pada
respirometer, 5 menit |
||||
|
Pertama |
Kedua |
Ketiga |
Keempat |
Kelima |
|
|
A |
tetap |
tetap |
Sedikit mendekat |
Sedikit mendekat |
Mendekat (3 cm) |
|
B |
tetap |
Sedikit mendekat |
Mendekat |
Mendekat |
Semakin mendekat (7 cm) |
|
C |
tetap |
tetap |
tetap |
tetap |
tetap |
2)
Respirasi menghasilkan karbondioksida
Tabel 1.6
Hasil pengamatan
respirasi menghasilkan karbon dioksida
|
Botol percobaan |
Kondisi mula - mula |
Kondisi akhir percobaan |
|
A |
Jernih |
Jernih |
|
B |
Jernih |
Keruh |
|
C |
Jernih |
Jernih |
G.
Pertanyaan
1.
Apa guna kapur sirih dalam percobaan
respirasi memerlukan oksigen?
ü Kegunaan kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen adalah
untuk mengidentifikasi bahwa dalam respirasi benar-benar memerlukan oksigen,
selain itu kapur sirih juga dapat mengikat karbondioksida
2.
Apa yang terjadi pada
pergerakan tetesan pewarna (eosin) pada alat respirometer (A), (B), dan (C)?
Mengapa hal itu terjadi? Jelaskan!
ü Pergerakan tetesan pewarna pada respirometer
A. Pada respirometer A tetesan pewarna (eosin) berjalan pelan karena makhluk
hidup (kecambah) respirasinya lamban. Kecambah tidak memerlukan oksigen, namun
justru menghasilkan oksigen dari proses fotosintesisnya
B. Pada respirometer B tetesan pewarna (eosin) berjalan lebih cepat karena
belalang memerlukan oksigen lebih banyak dalam respirasi
C. Pada respirometer C tetesan pewarna (eosin) tidak berjalan karena dalam
respirometer tidak terdapat makhluk hidup jadi tidak ada respirasi
3.
Pada akhir percobaan respirasi
menghasilkan karbondioksida, air kapur pada botol manakah yang paling keruh?
Mengapa demikian?
ü Pada akhir percobaan respirasi menghasilkan karbondioksida. Air kapur sirih
yang paling keruh pada botol B. Hal ini disebabkan respirasi menghasilkan karbondioksida
yang ditandai keruhnya air setelah diberi hembusan nafas.
H. Pembahasan
Dari kedua percobaan
tersebut dapat kita ketahui bahwa :
ü Percobaan
1 è
Pada
proses respirasi memerlukan oksigen, hal tersebut terbukti bahwa dalam botol B
air berwarna pada respirator lebih cepat bergerak mendekati hewan yang ada di
dalam botol tersebut dibandingkan dengan botol A. Pada botol A yaitu tanaman
kecambah tidak memerlukan oksigen karena justru menghasilkan oksigen dari
proses fotosintesis. Di dalam botol C tidak terjadi pergerakan karena tidak
terdapat makhluk hidup di dalamnya.
ü Percobaan
2 è
Dalam
proses respirasi akan menghasilkan karbondioksida hal ii terbukti dari hasil
percobaan yaitu pada botol B airnya berubah menjadi keruh setelah kita
menghembuskan nafas pada botol tersebut.
I. Kesimpulan
ü Respirasi pada makhluk hidup memerlukan
oksigen
ü Pada hewan respirasi terjadi lebih cepat
dan aktif, sedangkan pada tumbuhan respirasi terjadi lambat dan pasif
ü Hasil respirasi dari makhluk hidup adalah karbondioksida,
hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan air kapur sirih yang dihembuskan
nafas berubah dari jernih menjadi keruh.
J. Daftar
Pustaka
Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta : PT
Prata Sejati Mandiri
K. Kesulitan
yang dialami: Saran dan masukan
-
Mencari hewan untuk sampel praktikum
L. Foto/video
praktikum
ü Alat
dan Bahan

ü Percobaan
1

ü Percobaan
2

Ketiga
botol kondisi awal Botol B berubah lebih keruh
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
















Komentar
Posting Komentar