Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 1.1 Ciri-ciri Makhluk Hidup l PGSD BI UT PDGK4107

 


LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP

         

v  KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP

A.    Judul Percobaan 1 : Ciri – Ciri Umum Makhluk Hidup

B.     Tujuan

Mengamati ciri – ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat tinggal.

C.    Alat dan Bahan

1.      Alat – alat tulis      

2.      Tabel Pengamatan

3.      Alam Sekitar

D.    Landasan Teori

Makhluk hidup adalah makhluk yang memiliki ciri – ciri kehidupan dan merupakan suatu organisme yang dapat mempertahankan dirinya dari berbagai perubahan lingkungan serta dapat berkembang biak untuk melestarikan jenisnya. Makhluk hidup memiliki ciri-ciri atau proses yang diperlukan untuk kehidupan. Diantara beberapa ciri tersebut adalah bergerak, bernapas, membutuhkan makanan, tumbuh dan berkembang.

Berikut penjelasan Ciri – Ciri Makhluk Hidup :

1.      Bergerak

Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cara tertentu tanpa bantuan dari luar atau pihak lain. Gerakan itu ada yang pasif, ada juga yang aktif. Tumbuhan melakukan gerak pasif (tidak berpindah tempat), sedangkan hewan dapat melakukan gerak aktif (dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain).

2.      Bernapas

Bernapas merupakan proses penghirupan. Contohnya manusia yang bernapas dengan O2 dan pengeluaran CO2 dari dalam tubuh. Oksigen yang diambil digunakan untuk proses pembakaran sari-sari makanan di dalam tubuh makhluk hidup, sedangkan sisa hasil pernapasan, yaitu karbon dioksida dibuang melalui hidung.

Mamalia, aves, reptilia dan amfibi bernapas dengan menggunakan paru-paru; Ikan bernapas dengan menggunakan insang; sedangkan tumbuhan bernapas dengan menggunakan stomata dan lentisel.

3.      Membutuhkan Makanan

Semua makhluk hidup memerlukan makanan untuk menghasilkan energi yang mendukung segala kegiatannya.

4.      Tumbuh  Berkembang

Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan, dari kecil menjadi besar. Sebagai contoh, bayi akan terus berkembang menjadi manusia dewasa. Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume makhluk hidup karena jumlah dan ukuran sel bertambah.

5.      Berkembang

Berkembang adalah proses pertumbuhan menuju dewasa yang ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi.

E.     Prosedur Percobaan

1.      Siapkan alat – alat tulis dan tabel pengamatan yang diperlukan.

2.      Pergilah ke lingkungan yang ada disekitar tempat tinggal anda, seperti kebun, sawah, hutan, atau lingkungan lainnya. Sesuai tempat tinggal anda.

3.      Temukan lebih kurang 10 makhluk hidup (5 hewan dan 5 tumbuhan) yang anda kenal jenisnya.

4.      Mencatat kesepuluh jenis makhluk hidup tersebut dalam lembar pengamatan.

5.      Mengamati ciri – ciri dari setiap makhluk hidup yang telah anda catat tersebut, dengan cermat.

6.      Bubuhkan tanda cek sesuai dengan ciri – ciri yang anda amati, pada tabel dalam lembar kerja yang telah disediakan. ( Tabel 1.1)

 

F.     Hasil pengamatan

Tabel 1.1

Hasil Pengamatan Ciri – ciri Makhluk Hidup

No.

Nama Makhluk Hidup

Ciri – ciri Makhluk Hidup

1

2

3

4

5

1

Anjing

2

Ikan Koi Merah

3

Nila

4

Burung

5

Semut

6

Bayam Merah

7

Pepaya

8

Bunga Kenikir

9

Selada

10

Belimbing

 

*) Keterangan:

1.      bergerak dan bereaksi terhadap rangsang;

2.      bernapas;

3.      perlu makan (nutrisi);

4.      tumbuh;

5.      berkembang.

 

G.    Pertanyaan

1.      Apakah tumbuhan memenuhi ciri – ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsang? Jelaskan!

ü  Ya, Tumbuhan juga bergerak dan bereaksi terhadap rangsang. Gerak tumbuhan yaitu gerak taksis (gerak pindah tempat seluruh tubuh pada tumbuhan bersel satu), gerak nasti (gerak sebagian tubuh, tidak ditentukan arah datangnya rangsang), gerak tropisme (gerak sebagian tubuh, dipengaruhi arah datangnya rangsang)

2.      Jelaskan persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan!

ü  Persamaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang

ü  Perbedaan ciri kehidupan hewan dan tumbuhan:

 

Tumbuhan :

1.  Reaksi terhadap rangsang lambat/terbatas, umumnya menetap atau bergerak sebagian tubuh

2.  Tidak memiliki alat pernafasan khusus.

3.  Menyusun zat-zat makanan sendiri

4.  Tumbuh kembang berlangsung selama hidupnya, ada daerah tumbuh tertentu. Bentuk tubuh menyebar dan bercabang. Jumlah bagian tubuh tak tentu

Hewan :

1.      Memiliki alat pernafasan khusus.

2.      Reaksi terhadap rangsang cepat, simultan, aktif dan dapat berpindah tempat

3.      Makan makhluk hidup lain

H.    Pembahasan

Tumbuhan maupun hewan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang.Semua tumbuhan melakukan gerak yaitu gerak tumbuh akar dan batang. Gerak pada hewan dan tumbuhan berbeda. Hewan dan tumbuhan sama-sama melakukan pernafasan. Jika Pada tumbuhan oksigen masuk melalui stomata dan lentisel, sedangkan oksigen masuk ke dalam tubuh hewan melalui organ pernafasan. Hewan dan tumbuhan memerlukan makan dan air, hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya. Tumbuhan makan dengan melakukan fotosintesis, sedangkan hewan memakan bentuk yang sudah jadi. Hewan dan tumbuhan sama-sama tumbuh dan berkembang, bertambah ukuran tinggi dan besar maupun beratnya.

 

I.       Kesimpulan

Semua makhluk hidup mempunyai ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang. Kelima ciri ini pasti melekat pada makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan meskipun ada sedikit perbedaan misalnya proses bergerak dan bernafas

J.      Daftar Pustaka

Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta : PT Prata Sejati Mandiri

 

K.    Kesulitan yang dialami: Saran dan masukan

-

L.     Foto/video praktikum


Ket: beberapa dokumentasi saya saat sedang mengamati hewan dan tumbuhan di taman Hidroponik dan Kolam Gurame. Saya juga mencoba memberi makan pada beberapa hewan.

 

v  KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP

A.    Judul Percobaan 2 : Gerak pada Tumbuhan

B.     Tujuan

1.      Mengamati gerak seismonasti.

2.      Mengamati gerak niktinasti.

3.      Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan.

C.    Alat dan Bahan

1.      Seismonasti dan Niktinasi

a)      Tanaman putri malu dalam 1 pot buah.

b)      Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam 1 buah.

c)      Stop wacth atau jam tangan 1 buah.

d)     Alat – alat tulis dan penggaris.

 

 

2.      Geotropisme

a)      Pot berukuran kecil 2 buah.

b)      Tanah yang subur secukupnya.

c)      Biji kacang merah secukupnya.

d)     Air secukupnya.

D.    Landasan Teori

Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu (Ferdinand, 2003 dalam Rumanta, 2019). 


Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut geotropisme negatif (Campbell, 2004 dalam Rumanta, 2019).  Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh rangsang. Gerak ini disebabkan oleh adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Karena tidak dipengaruhi oleh arah sehingga tidak ada nasti positif atau negatif.

 

Ø  Macam-macam gerak nasti:

a)      Niktinasi

 

Niktinasti (rangsang berupa gelap), merupakan gerak tidur pada tumbuhan yang disebabkan karena keadaan gelap. Proses niktinasti banyak terjadi pada tumbuhan berdaun majemuk. Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor. Contoh niktinasti adalah pada daun lamtoro dan Cassia corymbosa yang melipat kebawah pada saat malam hari.

b)      Seismonasti

 

Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa getaran. Daun putri malu saat disentuh akan menutup, reaksi menutupnya daun putri malu dikarenakan adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Dengan jenis sentuhan yang berbeda, maka reaksi daun putri malu pun berbeda-beda. Jika disentuh secara halus, daun putri malu menutup secara perlahan mulai dari pangkal daun sampai ujung daun. Saat disentuh dengan sentuhan sedang, daun langsung menutup dari pangkal daun hingga tengah disusul dengan bagian ujung. Sedangkan jika disentuh dengan sentuhan kasar, daun dan tangkai langsung menutup sekaligus.

 

E.     Prosedur Percobaan

1.      Seismonasti dan Niktinasi

a)      Seismonasti

(1)   Sediakan alat dan bahan yang diperlukan seperti pot yang berisi tanaman putri malu, lembar kerja, alat – alat tulis, dna penggaris.

(2)   Pot putri malu, sebaiknya Anda siapkan beberapa hari sebelumnya, sehingga ketika akan dilakukan percobaan pot tersebut dalam keadaan segar. Caranya carilah tanaman putri malu ukuran sedang selanjutnya Anda ambil tanaman tersebut dengan menyodoknya dengan skop atau alat lainnya sehingga tanaman tersebut dapat Anda pindahkan kedalam pot tanpa mengganggu bagian akarnya.

(3)   Letakkan pot putri malu yang telah Anda siapkan diatas meja, selanjutnya lakukan sentuhan halus hingga sentuhan  yang paling kasar terhadap daun – daun putri malu tersebut dengan menggunakan penggaris.

(4)   Catatlah hasil pengamatan Anda pada Lembar Kerja. (Tabel 1.2)

 

 

b.      Niktinasti

(1)   Sediakan dua buah pot putri malu.

(2)   Berilah tanda A pada pot pertama dan tanda B pada pot kedua.

(3)   Letakkan pot A ditempat terang terbuka.

(4)   Simpanlah pot B diatas meja dan tutuplah dengan menggunakan kotak karton atau kardus yang kedap cahayadengan hati – hati tidak agar tidak menyentuhnya.

(5)   Biarkan pot B tertutup selama lebih kurang setengah jam.

(6)   Setelah ditutup lebih kurang setengah jam, bukalah dengan hati – hati (tidak menyentuh tanamannya).

(7)   Amati apa yang terjadi dengan daun putri malu tersebut dan bandingkan dengan daun putri malu pada pot A.

(8)  


Catatlah hasil pengamatan Anda dan tuangkan hasilnya pada Lembar Kerja. (Tabel 1.3)

 

Gambar 1.1.

Percobaan niktinasti. (1) Tanaman pada pot A dan B keadaan mula-mula.

(2) tanaman pada pot B ditutup dengan kardus kedap cahaya dengan alas hitam.

 

2.      Gerak  Tropisme (Geotropisme negatif)

(a)    Buatlah dua buah pot tanaman kacang merah. Caranya tanamlah 3 biji kacang merah dalam setiap pot ukuran kecil (atau botol  air kemasan yang dipotong dan diberi lubang di bagian alasnya) 1-2 minggu sebelum percobaan dimulai. Pembuatan pot tanaman kacang merah ini sebaiknya di lakukan di tempat terbuka sehingga tanaman yang dihasilkan berdiri dengan tegak.

(b)   Jika Anda sudah mendapatkan dua pot tanaman kacang merah yang cukup baik dan berdiri dengan tegak, selanjutnya  beri label A untuk pot pertama dan label B untuk pot yang lainnya.

(c)    letakkan pot B secara horizontal (arah mendatar), sedangkan pot A dibiarkan berdiri (vertikal) dan simpanlah keduanya di  tempat terbuka.

(d)   Lakukan pengamatan setiap pagi dan sore selama 1 minggu.

(e)    Tuangkan hasil pengamatan Anda pada Lembar Kerja (Tabel 1.4) di bagian akhir modul ini.


Gambar 1.2.

Perangkat percobaan geotropisme negatif.

 

F.     Hasil pengamatan

1.      Seismonasti dan Niktinasti

Tabel 1.2

Hasil Pengamatan Seismonasti

No.

Jenis sentuhan pada daun putri malu

Reaksi daun putri malu

Keterangan

1.

Halus

Reaksi lambat

Lambat. Sedang, dan cepat dalam menutup daunnya tergantung pada sentuhan

2.

Sedang

Reaksi menutup sedang

3.

Kasar

Reaksi menutup cepat

 

 

 

 

Tabel 1.3

Hasil Pengamatan Niktinasti

No.

Pot putri malu

Reaksi daun putri malu

Mula - mula

½jam kemudian

1.

Disimpan di tempat terang

Daun terbuka

Daun tetap terbuka

2.

Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya

Daun terbuka

Daun menutup

 

2.      Geotropisme

Tabel 1.4

Hasil Pengamatan Geotropisme Negatif

Jenis pot

Pengamatan hari ke

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

A

Terbuka ke atas (vertikal)

B

Terbuka ke ata (vertikal)

 

G.    Pertanyaan

1.      Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti!

Jelaskan alasan Anda memilihnya!

ü  Dua jenis tanaman yang melakukan gerak niktisari adalah pohon turi dan lamtoro, karena keduanya memiliki struktur daun yang sama dengan putri malu. Selain itu saat malam saya amati kedua dau pada pohon tersebut menutup daunnya.

2.      Apa perbedaan antara niktinasti dengan seismonasti pada percobaan yang telah Anda lakukan? Jelaskan!

ü  Perbedaan gerak niktinasti dan seismonasti adalah :

-          Gerak niktinasti adalah gerak daun putri malu yang dipengaruhi oleh cahaya

-          Gerak seismionasti adalah gerak daun putri malu yang dipengaruhi oleh sentuhan

3.      Pada percobaan geotropisme yang telah Anda lakukan, sebenarnya Anda juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!

ü  pada percobaan gerak geotropismejuga membuktikan adanya gerak fototropisme karena membuktikan bahwa tumbuhan tumbuh dan bergerak mengikuti arah cahaya. Jenis fototropisme negative karena kacang tanah tumbuh mendekati arah cahaya matahari

 

 

 

H.    Pembahasan

ü  Gerak seismonasti

Jenis sentuhan pada putri malu (lambat, sedang, kasar) berimbas pada reaksi daun putri malu tersebut. Semakin cepat (kasar) sentuhan, maka daun putri malu akan cepat bereaksi.

ü  Gerak Niktinasi

Selain sentuhan, putri malu juga bereaksi terhadap cahaya. Daun putri malu akan menutup saat keadaan gelap.

ü  Gerak Geotropisme

Tanaman kacang merah selalu tumbuh ke atas / secara vertikal meskipun pot dalam keadaan horizontal

 

I.       Kesimpulan

Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan yaitu sentuhan / getaran. Niktinasti adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan tanpa cahaya (gelap). Sedangkan geotropism adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi.

 

J.      Daftar Pustaka

Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta : PT Prata Sejati Mandiri

 

K.    Kesulitan yang dialami: Saran dan masukan

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

L.     Foto/video Praktikum

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Ket: Proses pengambilan tanaman Putri Malu di semak belukar, saya juga mencoba mempraktikan menyentuh tanaman denga mistar  di lapangan.

 

a.      Gerak Seismonasti

Sentuhan lembut

Sentuhan sedang

                 

Sentuhan kasar

                

 

b.      Gerak Niktinsti

Sebelum ditutup

     

Saat ditutup

     

 

c.       Gerak Geotropisme

Pot A dan B posisi vertikal

      

Pot B posisi horizontal

    

 

v  KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI – CIRI MAKHLUK HIDUP

 

A.    Judul Percobaan 3 : Resprasi pada Makhluk Hidup

B.     Tujuan

1.      Membuktikan bahwa respirasi memerlukan udara (oksigen).

2.      Membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida.

C.    Alat dan Bahan

1.      Untuk membuktikan respirasi perlu udara (oksigen).

a)      Botol ukuran kecil 3 buah.

b)      Sedotan air kemasan gelas (aqua gelas) 3 buah.

c)      Plastisin secukupnya.

d)     Vaselin secukupnya.

e)      Kapur sirih secukupnya.

f)       Kapas secukupnya.

g)      Kacang merah/kedelai yang sedang berkecambah secukupnya.

h)      Kecoa atau belalang 1 ekor.

i)        Pipet tetes 1 buah.

j)        Air yang diberi pewarna merah secukupnya.

2.      Untuk membuktikan respirasi menghasilkan karbondioksida

a)      Kapur tohor atau kapur sirih secukupnya.

b)      Air suling, bila tidak ada bisa digunakan air tawar secukupnya.

c)      Botol selai atau botol lain yang bermulut agak lebar 3 buah.

d)     Plastisin secukupnya.

e)      Sedotan limun 6 buah.

f)       Spidol 1 buah.

g)      Selang plastik kecil 1 meter.

h)      Kertas saring (jika perlu) 2 lembar.

i)        Corong plastik ukuran kecil 1 buah.

D.    Landasan Teori

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas/melakukan respirasi. Bernapas berarti memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Oksigen diangkut oleh darah ke sel-sel tubuh. Di dalam sel terjadi proses pembakaran bahan-bahan makanan oleh oksigen dan menghasilkan karbondioksida. 

Ketika melakukan respirasi/pernapasan, makhluk hidup mengambiloksigen dari lingkungannya dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air ke dalam lingkungannya. Oksigen di dalam tubuh makhluk hidup digunakan untuk proses pembakaran (oksidasi). Dari proses ini akan dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktivitas hidup.

E.     Prosedur Percobaan

1.      Respirasi Memerlukan Udara (Oksigen)

a)      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

b)      Masukkan sedikit kapur sirih ke dalam dasar botol, selanjutnya masukkan kapas secukupnya.

c)      Masukkan kacang merah/kedelai yang sedang berkecambah ke dalam botol yang telah diberi alat kapas pada langkah (b).

d)     Lapisi bagian dekat pangkal sedotan air kemasan dengan segumpal plastisin, kira-kira dapat menyumbat mulut botol, selanjutnya masukkan pangkal sedotan air kemasan yang dilapisi gumpalan plastisin tersebut hingga plastisin menutup mulut botol, sedotan air kemasan menghubungkan udara luar dengan udara di dalam botol (lihat Gambar 1.3 E-F)

e)      Rapikan plastisin pada mulut botol hingga mulut botol tertutup dengan rapat dan rapi.

f)       Olesi dengan vaselin celah yang terjadi di antara plastisin dengan sedotan air kemasan gelas agar tidak terjadi kebocoran udara yang bisa menghambat jalannya percobaan.

g)      Respirometer buatan ini selanjutnya diberi label A dengan menggunakan spidol, kemudian letakkan secara horizontal  (lihat Gambar 1.4A).

h)      Lakukan langkah a-g, dengan cara yang sama,  namun kecambah diganti dengan kecoa atau belalang dan diberi label B (Gambar 1.4B).

i)        Lakukan langkah a-g, hanya tanpa menggunakan makhluk hidup (sebagai kontrol) dan diberi label C (Gambar 1.4C).

j)        Dalam waktu yang hampir bersamaan, dengan menggunakan pipet tetes, tetesilah ujung sedotan air kemasan gelas pada  setiap respirometer dengan air yang diberi pewarna merah.

k)      Amatilah tetesan air berwarna pada setiap respirometer, dengan selang waktu 5 menit selama 5 kali pengamatan.

l)        Tuangkan hasil pengamatan Anda pada Lembar Kerja (Tabel 1.5) yang terdapat di bagian akhir modul ini.


Gambar 1.3.

Cara penyiapan respirometer sederhana.

 

Gambar 1.4.

Perangkat Percobaan Pernapasan Aerob memerlukan Udara (Oksigen).

2.      Respirasi Menghasilkan Karbondioksida (CO2)

a)      Membuat air kapur jenuh

(1)   Larutkan kapur tohor (jenis kapur yang apabila kena air mengeluarkan panas) atau kapur sirih ke dalam lebih kurang 250 ml hingga jenuh (sebagian ada yang tidak melarut).

(2)   Biarkan air kapur mengendap semalaman hingga diperoleh air yang jernih.

(3)   Sedotlah air kapur yang jernih dengan selang plastik kecil, hati-hati agar endapan kapur tidak ikut tersedot (Gambar 1.5 D).

(4)  


Bila Anda ceroboh, maka endapan kapur akan ikut tersedot dan air kapur menjadi keruh. Bila hal ini terjadi lakukan penyaringan dengan menggunakan kertas saring yang diletakkan pada corong plastik (Gambar 1.5E), hingga diperoleh air kapur yang benar-benar jernih.

Gambar 1.5. Perangkat penyiapan air kapur untuk percobaan

b)      Tuangkan air kapur jenuh pada botol selai (A), (B), dan (C) dengan ukuran yang sama, lebih kurang 50 ml.

c)     


Pasanglah perangkat percobaan lainnya, yaitu sedotan  limun dan plastisin, seperti pada Gambar 1.6 berikut.

Gambar 1.6.

Perangkat percobaan respirasi menghasilkan karbondioksida. Pada botol (A), sedotan limun (1) tidak menyentuh air kapur, sedangkan sedotan (2) terendam dalam air kapur; botol (B), sedotan limun (1) terendap air kapur, sedangkan sedotan limun (2) tidak menyentuh air kapur; pada botol (C), posisi sedotan limun (1) dan (2) sama dengan (B).

d)     Hisaplah udara dari botol A, melalui sedotan limun (1),  gunakan untuk bernapas. Selanjutnya hembuskan napas Anda pada botol (B) melalui sedotan limun (1).

e)      Lakukan langkah (4) berkali-kali hingga air kapur di botol (B) menjadi keruh.

f)       Amati kedudukan air berwarna dalam pipa dari sedotan aqua gelas pada setiap respirometer.

g)      Tuangkan hasil pengamatan Anda pada Lembar Kerja (Tabel 1.6) yang tertera di bagian akhir modul ini.

 

F.     Hasil pengamatan

1)      Respirasi memerlukan udara (oksigen)

Tabel 1.5

Hasil pengamatan respirasi memerlukan udara (oksigen)

Respirometer

Keadaan air berwarna pada respirometer, 5 menit

Pertama

Kedua

Ketiga

Keempat

Kelima

A

tetap

tetap

Sedikit mendekat

Sedikit mendekat

Mendekat (3 cm)

B

tetap

Sedikit mendekat

Mendekat

Mendekat

Semakin mendekat

(7 cm)

C

tetap

tetap

tetap

tetap

tetap

 

2)      Respirasi menghasilkan karbondioksida

 

Tabel 1.6

Hasil pengamatan respirasi menghasilkan karbon dioksida

 

Botol percobaan

Kondisi mula - mula

Kondisi akhir percobaan

A

Jernih

Jernih

B

Jernih

Keruh

C

Jernih

Jernih

G.    Pertanyaan

1.        Apa guna kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen?

ü  Kegunaan kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan oksigen adalah untuk mengidentifikasi bahwa dalam respirasi benar-benar memerlukan oksigen, selain itu kapur sirih juga dapat mengikat karbondioksida

 

2.        Apa yang terjadi pada pergerakan tetesan pewarna (eosin) pada alat respirometer (A), (B), dan (C)? Mengapa hal itu terjadi? Jelaskan!

ü  Pergerakan tetesan pewarna pada respirometer

A.    Pada respirometer A tetesan pewarna (eosin) berjalan pelan karena makhluk hidup (kecambah) respirasinya lamban. Kecambah tidak memerlukan oksigen, namun justru menghasilkan oksigen dari proses fotosintesisnya

B.     Pada respirometer B tetesan pewarna (eosin) berjalan lebih cepat karena belalang memerlukan oksigen lebih banyak dalam respirasi

C.     Pada respirometer C tetesan pewarna (eosin) tidak berjalan karena dalam respirometer tidak terdapat makhluk hidup jadi tidak ada respirasi

 

3.        Pada akhir percobaan respirasi menghasilkan karbondioksida, air kapur pada botol manakah yang paling keruh? Mengapa demikian?

ü  Pada akhir percobaan respirasi menghasilkan karbondioksida. Air kapur sirih yang paling keruh pada botol B. Hal ini disebabkan respirasi menghasilkan karbondioksida yang ditandai keruhnya air setelah diberi hembusan nafas.

 

H.    Pembahasan

Dari kedua percobaan tersebut dapat kita ketahui bahwa :

ü  Percobaan 1 è Pada proses respirasi memerlukan oksigen, hal tersebut terbukti bahwa dalam botol B air berwarna pada respirator lebih cepat bergerak mendekati hewan yang ada di dalam botol tersebut dibandingkan dengan botol A. Pada botol A yaitu tanaman kecambah tidak memerlukan oksigen karena justru menghasilkan oksigen dari proses fotosintesis. Di dalam botol C tidak terjadi pergerakan karena tidak terdapat makhluk hidup di dalamnya.

ü  Percobaan 2 è Dalam proses respirasi akan menghasilkan karbondioksida hal ii terbukti dari hasil percobaan yaitu pada botol B airnya berubah menjadi keruh setelah kita menghembuskan nafas pada botol tersebut.

 

I.       Kesimpulan

ü  Respirasi pada makhluk hidup memerlukan oksigen

ü  Pada hewan respirasi terjadi lebih cepat dan aktif, sedangkan pada tumbuhan respirasi terjadi lambat dan pasif

ü  Hasil respirasi dari makhluk hidup adalah karbondioksida, hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan air kapur sirih yang dihembuskan nafas berubah dari jernih menjadi keruh.

 

J.      Daftar Pustaka

Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta : PT Prata Sejati Mandiri

 

K.    Kesulitan yang dialami: Saran dan masukan

-          Mencari hewan untuk sampel praktikum

 

L.     Foto/video praktikum

ü  Alat dan Bahan

                     

 

ü  Percobaan 1

                       

 

 

 

ü  Percobaan 2

                       

     Ketiga botol kondisi awal                                 Botol B berubah lebih keruh

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407