Modul 2 Evaluasi Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK 4301
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 2
KB 1. PENGEMBANGAN
TES HASIL BELAJAR
A.
Tes Objektif
Benar –Salah
Menjodohkan
Pilihan Ganda
KEUNGGULAN KELEMAHAN & UPAYA UNTUK MEMINIMALKANNYA
ü Tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir
rendah sampai dengan sedang (ingatan, pemahaman, penerapan).
ü Semua/sebagian
besar materi yang telah diajarkan dapat ditanyakan saat ujian sehingga semua
sebagian besar tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam RPP dapat diukur ketercapaiannya.
ü Pemberian skor pada setiap siswa dapat
dilakukan dengan cepat tepat, dan konsisten karena jawaban yang benar
untuk setiap butir soal sudah jelas dan pasti.
ü Memungkinkan untuk dilakukan analisis butir
soal.
ü Tingkat kesukaran soal dapat dikendalikan.
ü Informasi yang diperoleh lebih kaya
1.
Butir soal yang ditulis
cenderung mengukur proses berpikir rendah.
Upaya : agar soal yang
ditulis dapat mengukur tujuan pembelajaran yang ditetapkan penulis harus
berorintasi pada kisi-kisi soal.
2.
Membuat pertanyaan tes
objektif yang lebih baik lebih sukar sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
Upaya
: penulis sudah terlatih dengan baik dalam menulis tes objektif.
3.
Kemampuan anak dapat
terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka.
Upaya : menuliskan butir soal dengan baik sesuai kaidah penulisan
butir soal objektif yang telah ditentukan.
4.
Anak tidak dapat
mengorganisasian , menghubungkan, dan menyatakan idenya sendiri karena semua
alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh penulis soal.
Upaya: menggunakan tes uraian
B.
Tes Uraian
-Uraian Terbatas
-Uraian Terbuka
• Keunggulan :
1.
Tepat digunakan untuk mengukur
proses berpikir tinggi
2.
Tepat digunakan untuk
mengukur hasil belajar yang kompleks yang tidak dapat diukur dengan
tes objektif
3.
Waktu yang digunakan
untuk menulis satu set tes uraian lebih cepat dari pada waktu yang digunakan
untuk menulis satu set tes objektif
4.
Menulis tes uraian yang
baik relative lebih mudah dari pada menulis tes objektif.
• Kelemahan:
1.
Terbatasnya sampel
materi yang ditanyakan
2.
Sukar memeriksa jawaban
siswa
• Pemberian skor yang
kurang Objektif dan kurang konsisten dapat disebabkan karena beberapa
hal yaitu :
1.
Adanya hallo effect
2.
Adanya efek bawaan ( carry over effect)
3.
Efek urutan pemeriksaan ( order effect)
4.
Pengaruh penggunaan bahasa
5.
Pengaruh tulisan tangan
• Upaya untuk
meminimalkan kelemahan :
1.
Upaya untuk meningkatkan
jumlah sampel materi yang ditanyakan Saat Ujian Adalah Membuat tes uraian yang
dapat dijawab dengan cepat oleh siswa ( tes uraian terbatas )
2. Upaya untuk mengurangi unsur subjektivitas
pemeriksa adalah dengan memeriksa hasil ujiantanpa nama.
3.
Upaya untuk mengatasi kesulitan dalam memeriksa hasil tes siswa adalah :
a. Gunakan tes uraian
terbatas
b. Gunakan 2 pemeriksa
untuk memeriksa setiap hasil tes siswa
c. Sepakat tentang cara
pemberian skor dengan pemeriksa kedua
d. Lakukan uji
coba pemeriksaan
4. Upaya untuk
mengurangi hallo effect adalah dengan menghilangkan / menutup nama
peserta tes
5.
Upaya untuk menghindari
carry over effect adalah dengan cara memeriksa
jawaban soal no 1 untuk keseluruhan siswa baru kemudian baru memeriksa
soal no 2 juga Untuk ke seluruh Siswa begitu seterusnya sampai butir
soal terakhir
6. Upaya menghindari
order effect
adalah dengan berhenti
memeriksa jika anda sudah merasa lelah dalam memeriksa.
KB 2. MENGEMBANGKAN TES
A. Tes Objektif
1.
Tes benar salah / true
false item
Fungsi :
Ø Mengukur kemampuan siswa untuk mengidentifikasi
kebenaran suatu pernyataan mengenai fakta, definisi, prinsip, teori, hukum, dan
sebagainya.
Ø Mengukur kemampuan siswa unuk membedakan antara
fakta dengan pendapat atau opini.
Ø Mengukur hasil belajar yang lebih tinggi dari
sekedar ingatan.
Keunggulan : mudah dikonstruksikan, dapat mennanyakan banyak
sampel materi, mudah penskoran, tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir
sederhana.
Kelemahan : probabilitas siswa dalam menebak jawaban sangat tinggi
yaitu 50%, sebagian besar soal benar salah hanya digunakan untuk mengukur hasil
belajar siswa yang sederhana yaitu aspek ingatan.
2.
Tes menjodohkan /
matching exercise
Ø Yaitu tes objektif yang ditulis dalam dua kolom.
Kolom pertama adalah pokok soal/premis dan kolom kedua adalah jawaban /
respon.
Ø Keunggulan : mudah dibuat, mudah penskorannya,
dapat menguji banyak materi yang telah diajarkan pada siswa.
Ø Kelemahan : butir soal yang dibuat cenderung
mengukur hasil belajar yang sederhana.
3.
Tes pilihan ganda /
multiple choice
Ø Ragam tes pilihan ganda :
a.
Melengkapi pilihan ( ragam A)
Tersusun
atas pokok soal dengan empat / lima alternatif jawaban.
b.
Hubungan antarhal (ragam B)
Tersusun
atas pokok soal terdiri dari dua pernyataan yang independen dipisahkan dengan
kata sebab.
c.
Analisi kasus (ragam C)
d.
Ganda kompleks (ragam D)
e.
Membaca diagram , tabel, atau grafik ( ragam E )
Ø Mengkonstruksi tes objektif yang baik
a. Saran dalam mengkonstruksi tes B-S
v Kalimat / pernyataan harus dapat ditentukan dijawab benar/ salah.
Hindari
Pernyataan yang
membingungkan/ bermakna ganda.
v Hindari penulisan butir soal yang hanya mengukur hasil belajar
yang tdk mengukur kompetensi.
v Upayakan butir soal tsb menguji hasil belajar yang lebih tinggi
dari sekedar ingatan.
v Hindari penggunaan pernyataan negatif apalagi pernyataan
negatif ganda.
v Hindari penggunaan kalimat yang terlalu kompleks.
v Pernyataan benar dan salah harus dibuat seimbang dalam hal
penulisan kalimaat.
v Jumlah jawanan untuk pernyataan benar/ salah harusnya seimbang.
b. Saran dalam mengkonstruksi tes menjodohkan
v Pernyataan pernyataan dibawah kolom pertama
atau kedua harus terdiri dari pernyataan yang homogen.
v Jumlah pernyataan kolom kedua dibuat
lebih banyak dari kolom kedua.
v Penulisan kalimat pada respon hendaknya
lebih pendek dari premis.
v Jika jawaban pada respon berbentuk angka
penulisan harus diurutkan.
v Letakkan keseluruhan pernyataan premis
dan respon pada halaman yang sama.
c. Saran dalam mengkonstruksi tes pilihan
ganda
v Inti permasalahan yang ditanyakan harus
dirumuskan dengan jelas.
v Hindari pengulangan kata yang sama pada
alternatif jawaban.
v Hindari penggunaan kalimat berlebihan
pada pokok soal.
v Alternatif jawaban hendaknya logis, homogen
dari segi materi / panjang pendek kalimat
dan pengecoh menarik untuk dipilih.
v Dalam merumuskan soal hindari adanya
petunjuk ke jawaban yang benar.
v Setiap soal hanya ada satu jawaban
yang benar.
v Hindari penggunaan ungkapan
negatif dlm penulisan soal.
v Hindari alternatif jawaban yang berbunyi semua
jawaban benar / semua jawaban salah.
v Jika alternatif jawaban berupa
angka, susunlah angka tersebut berurutan.
v Dalam perumusan soal hindari
penggunaan istilah teknis.
v Upayakan agar jawaban soal tidak
tergantung jawaban soal yang lain.
B. Tes Uraian
# Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam mengkonstruksi tes uraian yaitu :
1) Tulis tes uraian
berdasarkan perencanaan tes yang dibuat.
2) Gunakan tes uraian
untuk mengukur hasil belajar yang sukar.
3) Kembangkan butir soal
dari suatu kasus.
4) Gunakan tes uraian
terbatas.
5) Usahakan pertnyaan
mengungkap pendapat siswa bukan hanya fakta.
6) Rumuskan pertanyaan
dengan jelas dan tegas.
7) Rancanglah pertanyaan
sesuai waktu yang disediakan dalam ujian.
8) Hindari penggunaan
pernyataan pilihan.
9) Tuliskan skor
maksimal yang dapat diperoleh siswa apabila ia mengerjakan soal dg benar.
# Pedoman penskoran
:
1) apa jawaban terbaik dari
pertanyaan tersebut? Jika ada jawaban lain maka jawaban tersebut harus
ditulis.
2) Tandai butir, kata
kunci / konsep penting yang harus muncul pada jawaban tersebut.
3) Adakah butir, kata
kunci / konsep yang lebih penting dari yang lain.
4) Beri skor pada setiap
butir, kata kunci / konsep yang harus muncul pada jawaban tersebut.
5) Butir , kata kunci,
atau konsep yang lebih penting dapat diberi skor lebih dari yang lain.
3. KEGIATAN BELAJAR 3 : PERENCANAAN TES
Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam membuat kisi-kisi antara lain :
a. Pemilihan sampel
materi yang akan diujikan. Pemilihan sampel materi harus diupayakan
serepresentatif mungkin.
b. Penentuan jenis tes
yang akan digunakan. Penentuan jenis tes yang akan digunakan apakah akan
menggunakan tes pilihan ganda, tes uraian, atau gabungan antara keduanya harus
diperhitungkan terutama terkait dengan materi, jumlah butir soal dan waktu tes
yang disediakan.
c. Jenjang kemampuan
berpikir yang diujikan harus sesuai dengan kemampuan berpikir yang dilatihkan
selama proses pembelajaran.
d. Sebaran tingkat
kesukaran.
e. Waktu ujian yang
disediakan
f. Jumlah butir soal
yang akan ditanyakan tergantung waktu ujian yang disediakan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar