Modul 3 Evaluasi Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK 4301
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 3
PENGEMBANGAN ASESMEN
ALTERNATIF
Kegiatan Belajar 1 : Pengembangan
Asesmen Alternatif
A. LATAR
BELAKANG
Pada penggunaan asesmen alternatif hanya
menggunakan tes tertulis (paper and pencil test) Test tertulis hanya
dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar dalam ranah
kognitif dan ketrampilan sederhan namun tidak dapat mengukur hasil
belajar yang kompleks. Namun dalam kenyataannya tes ini dilakukan tanpa
memperhatikan proses pembelajaran . Yang membuat tes ini tidak hanya guru asli
tetapi dapat dilakukan oleh guru lain asalkan guru tersebut mengethui
kompetensi dasar yang akan dicapai dan menguasai materi. Didalam tes ini
berorientasi pada pencapaia hasil belajar siswa bukan pada proses belajar.
Kelemahan yang timbul dalam proses tes ini dalam pembelajaran yang dikenal
dengan asesmen alternatif.
B. KONSEP
DASAR ASESMEN ALTERNATIF
Penilaian asesmen merupakan
kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan sistem pendidikan secara
keseluruhan. Ada beberapa istilah dalam asasmen yaitu traditional
assesment , performance assesment , authentic assesment , potofolio assesment ,
achievement assesment dan alternative assesment .
a) Traditional
assesment mengacu pada tes tulis
b) Performance
assesment yaitu siswa diminta untuk kinerja nyata dalam dalam
penyelesaian tugas.
c) Authentic Assesment
yaitu penerepan siswa diluar sekolah berdasarkan
kemampuannya.
d) Portofolio
assesment yaitu kumpulan hasil karya siswa.
e) Achivement
assesment tes yaitu tulis untuk mengukur tingkat kemampuan siswa.
f) Alternative
assesment tes yang tidak hanya dengan tes tulis namun merupakan
alternatif dari asesmen traditional.
C. LANDASAN
PSIKOLOGIS
Assesment alternatif tidak hanya menilai
hasil/produk belajar saja namun menilai proses belajarnya juga. Assesment
alternatif juga mengacu dari beberapa teori diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Teori
Fleksibilitas Koqnitif dari R.Spiro (1990)
Teori
ini menyatakan bahwa hakikat belajar adalah kompleks dan tidak terstruktur.
2. Teori
Belajar Bruner (1996)
Mengatakan
bahwa belajar ialah suatu proses aktif dilakukan siswa dengan
cara mengkontruksi sendiri gagasan baru ,pengetahuan dan kemampuan
yang dimiliki.Dalam teori ini diharapkan siswa dapat menerapkan kempuannya
kedalam hal yang lebih luas.
3. Generative
Learning Model dari Obsorne dan Ittrock (1983)
Menjelaskan
bahwa otak tidak hanya pasif menerima informasi tetapi aktif membentuk dan
menginterpretasikan sesuatu.Lebih ke fungsi otak beserta fungsinya.
4. Experiental
learning theory dari C.Rogers (1969)
Teori
yang membedakan dua jenis belajar yaitu cognitive learning (pengetahuan) dan
experiental learning (pengalaman).
5. Multiple
Intelligent Theory dari Howard Gardner (1983)
Suatu
kemampuan seseorang yang digunakan untuk memecahkan masalah atau kemampuan
untuk menunjukkan suatu produk yang dihargai oleh suatu budaya.
D. KEUNGGULAN
DAN KELEMAHAN ASESMEN ALTERNATIF
1. Keunggulan
asesmen alternatif :
a. Dapat
menilai hasil belajar yang kompleks
b. Menyajikan
hasil penilaian yang lebih kongkrit,langsung dan lengkap.
c. Meningkatkan
motivasi siswa
d. Mendorong
pembelajaran dalam situasi yang nyata.
e. Siswa
mampu mengevaluasi diri sendiri terhadap hasil karyanya sendiri.
f. Membantu
guru untuk menilai efektifitas pembelajaran yang dilakukan.
g. Membantu
memecahkan masalah yang dihadapi di kehidupan sehari hari
2. Kelemahan
asesmen alternatif :
a. Membutuhkan
banyak waktu
b. Adanya
unsur subyektif dalam penilaian
c. Ketetapan
penskoran rendah
d. Tidak
tepat untuk kelas besar
Kegiatan Belajar 2 : Asesmen Kinerja
Struktur Asesmen kinerja Terdiri dari tugas
(Task) dan kinerja penilaian (Rubric). Informasi kinerja siswa dapat diperoleh
dari berbagai jenis tugas atau tagihan antara laincomputer adaptive testing ,
tes uraian , tugas individu , tugas kelompok , dan sebagainya.
Langkah-langkah yang harus diperhatikan guru dalam
menyusun tugas adalah :
1.
Mengidentifikasi pengetahuan dan ketrampilan
yang akan dimiliki siswa setelah mereka mengerjakan tugas tersebut.
2.
Merancang tugas yang memungkinkan siswa dapat
menunjukkan kemampuan siswa dalam berpikir dan ketrampilan. Setiap tugas
hendaknya memiliki kedalaman dan keluasaan yang sesuai dengan tingkat
perkembangan siswa.
3.
Menetapkan kriteria keberhasilan. Setelah
tugas disusun dengan baik maka tugas guru selanjutnya adalah menetapkan
kriteria keberhasilan yang akan digunakan sebagai patokan untuk menilai kinerja
siswa.Kriteria keberhasilan yang dibuat sebaiknya secara rinci sehingga dapat
menilai setiap kinerja yang diharapkan. Kriteria tersebut diperlukan agar guru
dapat memberikan penilaian yang obyektif. Sebelum
tugas dan rubrik digunakan , kita perlu menilai kualitas rubrik dan tugas yang
telah kita buat.
Berdasarkan jenisnya ribrik dibedakan menjadi
dua yaitu , holistic rubric dan analytic rubric. Hoslistic rubric merupakan
rubrik yang dimensi atau aspek yang akan dinilai serta deskripsinya dibuat
secara umum. Karena sifatnya seperti itu,holistic rubric dapat digunakan untuk
menilai berbagai jenis kinerja. Sedangkan analitic rubric merupakan rubric yang
dimensi atau aspek kinerjanya serta deskripsi setiap aspeknya dibuat lebih
rinci. Karena sifatnya yang seperti itu , analythic rubric hanya dapat
digunakan untuk menilai kinerja tertentu.
Kegiatan Belajar 3 :
Asesmen Portofolio
A. Pengertian
Dan Tujuan Portofolio
Portofolio adalah kumpulan
hasil karya siswa yang disusun secara sistematis yang menunjukkan upaya,
proses, hasil dan kemajuan belajar yang dilakukan siswa dari waktu ke waktu.
Menurut Jon Mueller tujuan penggunaan
portofolio adalah sebagai berikut:
1. Menunjukkan
perkembangan hasil belajar siswa.
·
Menunjukkan perkembangan atau perubahan
kinerja siswa
·
Membantu mengembangkan proses keterampilan
seperti self evaluation (evaluasi diri) dan perumusan tujuan
2. Menunjukkan
kemampuan siswa
·
Menunjukkan kinerja siswa pada akhir semester
dan akhir tahun
·
Menyiapkan hasil kerja terbaik untuk
ditunjukkan kepada orang lain
3. Menilai
keseluruhan hasil belajar siswa
·
Menyiapakan karya siswa untuk memperoleh
nilai akhir
·
Menyimpan perkembangan karya siswa untuk
mencapai kriteria yang telah ditetapkan
Sedangkan asesmen portofolio adalah asesmen
yang menuntut adanya kerja sama antara murid dengan guru. Asesmen portofolio
tidak hanya sekedar kumpulan hasil karya siswa yang terpenting adalah proses
seleksi yang dilakukan berdasar kriteria tertentu untuk dimasukkan ke dalam
kumpulan hasil karya. Kumpulan hasil karya tersebut digunakan oleh siswa untuk
melakukan refleksi sehingga siswa mampu mengenal kelemahan dan kelebihan karya
yang dihasilkan.
B. Perencanaan
Portofolio
Menurut Shaklee (1997)
delapa pedoman yang harus diperhatikan saat merencanakan portofolio adalah:
1.
Menentukan kriteria atau standar yang
digunakan sebagai dasar asesmen portofolio.
2.
Menerjemahkan kriteria atau standar tersebut
ke dalam rumusan hasil belajar yang dapat diamati. Kriteria atau standar
tersebut harus sesuai dengan umur, kelas dan materi yang akan dinilai
3.
Menggunakan kriteria, memeriksa ruang lingkup
dan urutan materi dalam kurikulum.
4.
Menentukan orang yang berkepentingan secara
langsung (stakeholder) dengan portofolio siswa. Stakeholders yang terpenting
dalam portofolio siswa adalah guru, siswa, teman sekelas dan orang tua siswa.
5.
Menentukan jenis – jenis bukti yang harus
dikumpulkan
6.
Menentukan cara yang akan digunakan untuk
pengambilan keputusan berdasar bukti yang dikumpulkan
7.
Menetukan sistem yang akan digunakan untuk
membahas hasil portofolio, pelaporan informasi dan asesmen portofolio.
8.
Mengatur bukti – bukti portofolio berdasar
umur, kelas atau isi agar kita dapat membandingkan.
Pelaksanaan Portofilo
Berdasarkan perencanaan
yang telah dibuat dan disepakati dengan siswa maka tugas guru kemudian adalah
melaksanakan asesmen portofolio sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Dalam pelaksanaan tersebut, tugas guru adalah:
1. Mendorong
dan memotivasi siswa.
2. Memberi
dorongan, semangat dan motivasi kepada siswa untuk menghasilkan karya terbaik.
Tugas portofolio merupakan tugas yang diberikan sesuai dengan kondisi yang
nyata pada kehidupan siswa.
3. Memonitor
pelaksanaan tugas.
4. Guru
perlu melakukan pertemuan rutin dengan siswa guna mendiskusikan permasalahan
yang dihadapi siswa. Berilah komentar terhadap karya siswa. Mintalah
juga siswa untuk memberi komentar terhadap hasil karyanya sendiri. Komentar
yang diberikan oleh siswa sendiri terhadap hasil karyanya diharapkan dapat
digunakan utuk memperbaiki kelemahan dan hambatan yang dialami siswa. Hasil
monitoring yang dilakukan oleh guru akan dapat dijadikan sebagai bahan bagi
pembelajaran berikutnya. Agar guru memperoleh gambaran yang utuh mengenai
kemampuan siswa, guru perlu juga mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa.
Guru dapat meminta siswa masukkan dari orang tua siswa tentang aktivitas siswa
di rumah. Orang tua daoat memberikan masukkan tersebut secara lisan atau
tertulis.
5. Memberikan
umpan balik.
Umpan
balik dapat berupa komentar terhadap karya sswa yang bersifat kritis dengan
tujuan untuk memperbaiaki atau meningkatkan kemampuan siswa.
6. Memamerkan
hasil portofolio siswa
Pamerkanlah
hasil karya siswa yang mengundang stakeholders yang berhubungan langsung dengan
fortofolio.
Pengumpulan Bukti Portofolio
Beberapa guru memilih untuk
menyimpan dua portofolio untuk setiap siswa. Satu portofolio disimpan sebagai
bukti akhir pencapaian hasil belajar siswa dan satu lagi digunakan sebagai
portofolio yang terus dikembangakan oleh siswa. Setiap satu minggu sekali atau
dua minggu sekali, guru dan siswa mereview karya siswa kemudian memperbaikinya.
Setelah itu guru dan siswa menyeleksi atau memilih hasil perbaikan pekkerjaan
untk dikumpulkan dan disimpan ke dalam folder sebagai bukti perkembangan karya
siswa.
Tahap peilaian
1.
Penilaian dimulai dengan menetapkan kriteria
penilaian yang disepakati bersama antara guru dengan siswa pada awal
pembelajaran
2.
Kriteria penilaian yang telah disepakati
diterapkan secara konsisten. Bila ada perubahan atau ada persepsi yang berbeda
dalam menerjemahkan kriteria tersebut maka masalah tersebut harus dibicarakan
bersama – sama antara guru dengan murid pada waktu pertemuan berkala yang telah
dirancang.
3.
Hasil penilaian selanjutnya digunakan sebagai
penentuan tujuan pembelajaran berikutnya.
4.
Penilaian dalam asesmen portofolio pada
dasarnya dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Kegiatan Belajar 4 :
Penilaian Ranah Afektif
A. Konsep dasar
Kemampuan efektif
meruapakan bagian dari hasil belajar siswa yang sangat penting. Keberhasilan
pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor sangat ditentukan oleh kondisi
afektif siswa. Siswa yang memiliki minat belajar dan sikap positif terhadap
pelajaran akan merasa senang mempelajari mata pelajaran tersebut sehingga
mereka akan dapat mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Walaupun para guru
sadar akan hal ini tetapi belum banyak tindakan yang dilakukan guru untuk
meningkatakan minat dan mengembangkan sikap positif terhadap mata pelajaran.
Fakta yang ada sampai saat ini pembelajaran masih di dominasi pada pengembangan
ranah kognitif. Menurut Krathwohl (dalam Groundlund and Linn, 1990),
ranah fektif terdiri atas 5 level yaitu:
1. Receiving
merupakan keinginan siswa untuk memperhatikan suatu gejala atau stimulus
misalnya aktifvitas dalam kelas, buku atau musik.
2. Responding
merupakan partisipasi aktif siswa untuk merespon gejala yang dipelajari. Hasil
pembelajaran pada level ini menekankan pada perolahan respon, leinginan memberi
respon, atau kepuasan dalam memberi respon.
3. Valuing
merupakan kemampuan siswauntuk memberikan nilai, keyakinan atau sikap dan
menunjukkan suatu derajat internalisasi dan komitmen.
4. Organization
merupakankemampuan anaka untuk mengorganisasi nilai yang satu dengan yang lain
dan konflik antar nilai internal dan konsisten.
5. Characterization
merupakan level tertinggi dalam ranah afektif. Pada level ini siswa sudah
memiliki sistem sudah memiliki sistem nilai yang mampu mengendalikan perilaku
sampai pada waktu tertentu hingga menjadi pola hidupnya.
Karakteristik yang penting dalam ranah
afektif adalah sikap, minat, konsep diri, dan nilai.
1) Sikap
Proses pembelajaran dikatakan berhasil
apabila pihak sekolah mampu mengubah sikap siswa dari sikap negatif menjadi
sikap positif.
2) Minat
Menurut Getzel, minat adalahsuatu disposisi
yang terorganisir melaluipegalaman yang mendorong sesorang untuk memperoleh
objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan memperoleh
sesuatu.
3) Konsep
diri
Dengan mengetahui informasi konsep diri
setiap siswa, sekolah diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang
kondusif serta memotivasi siswa dengan tepat.
4) Nilai
Sekolah perlu membantu siswa untuk menentukan
dan menguatkan nilai yang bermakna bagi siswa agar siswa mampu mencapai
kebahagiaan diri dan mampu memberikan hal yang positif bagi masyarakat.
B. Beberapa
Cara Penilaian Ranah Afektif
Menurut Ericson, penilaian
afektif dapat dilakukan dengan cara:
1. Pengamatan
langasung
Yaitu dengan memperhatikan dan mencatat sikap
dan tingkah laku siswa terhadap sesuatu, benda, orang, gambar atau kejadian.
2. Wawancara
Dilakukan dengan memberikan pertanyaan
terbuka atau tertutup.
3. Angket
atau kuisioner
Merupakan suatu perangkat pertanyaan atau
isian yang sudah disediakan pilihan jawaban baik berupa pilihan petanyaan atau
pilihan bentuk angka
4. Teknik
proyektil
Merupakan tugas atau pekerjaan yang belum
pernah dikenal siswa. Para siswa diminta untuk mendiskusikan hal tersebut
menurut penafsirannnya.
5. Pengukuran
terselubung.
Merupakan pengamatan tentag sikap dan tingkah
laku sesorang dimana yang diamati tidak tahu bahwa ia sedang diamati.
C. Langkah – Langkah
Pengembangan Instrumen Afektif
Sama seperti dengan cara
pengembangan alat ukur pada umumnya, pengembangan alat ukur afektif dimulai
dengan:
1. Merumuskan
tujuan pengukuran afektif
Pengembangan
alat ukur afektif bertujuan untuk mengungkap nilai dan keyakinan siswa. Hasil
pengukuran nilai berupa nilai dan keyakinan siswa yang positif dan negatif.
Sekolah berkewajiban mengembangkan nilai dan keyakinan siswa yang positif dan
menghilangkan nilai dan keyakinan yang negatif.
2. Mencari
definisi konseptual dari afektif yang akan diukur
Pencarian
definisi konseptual dapat anda lakukan dengan mencari buku teks yang relevan.
3. Menentukan
definisi operasioan dari setiap afektif yang akan diukur
Penentuan
definisi oprasional dimaksudkan untukl menentukan cara pengukuran definisi
konseptual
4. Menjabarkan
definisi operasioan variabel sesuai dengan jumlah indikator
Ketepatan
pengukuran ranah afektif sangat ditentukan oleh kemamouan penyusun instrumen
(guru atau peneliti) dalam membuat atau merumuskan indikator
5. Menggunakan
indikator sebagai acuan menulis pertanyaan dalam instrumen
Penulisan
instrumen dapat dilakukan dengan menggunakan skla pengukuran. Skala pengukuran
yang paling banyak digunakan adalah skala pengukuran Liekert. Skala liekert
merupakan salah satu jenis skala pengukuran rafnah afektif yang terdiri dari
sejimlah pertanyaan yang diikutu dengan penilaian responden terhadap setiap
pertanyaan dengan menggnakan lima skala mulai dari yang paling sesuai sampai
dengan yang paling tidak sesuai.
6. Mengukir
kembali setiap butir pertanyaan
Penelitian
kembali instrumen yang selesai ditulis sebaiknya dilakukan oleh orang yang
telah memiliki banyak pengalaman dalam mengembangkan alat ukur afektif minimal
2 orang. Berdassarkan masukan dari kedua ahli tersebut kita
sempurnakan instrumen tersebut. Jika langkah ini selesai dilakukan maka kita
siap untk melakukan uji coba lapangan
7. Melakukan
uji coba
Tujuan
uji coba adalah untuk mengetahui apakah perangkat alat ukur tersebut sudah
dapat memberikan hasil pengukuran seperti yang kita inginkan.
8. Menyempurnakan
Instrumen
Pada
saat ini sudah banyak program analisis data yang beredar di pasaran yang dapat
kita manfaatkan untuk mengolah data. Berdasarkan data hasil uji coba kita akan
dapat memperbaiki butir 0 butur pertanyaan yang dianggap lemah.
9. Mengadministrasikan
Instrumen
Artinya
adalah pengambilan data di lapangan. Untuk mengambil data di lapangan perlu
diperhatikan beberapa hal, yaitu:
a. Kesiapan
perangkat instrumen
b. Tenaga
lapangan
c. Kesiapan
responden
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar