Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Modul 3 Pendidikan IPS di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK 4106

 


 

MODUL 3

ESENSI KURIKULUM IPS SD BERDASARKAN KTSP 2006 KELAS TINGGI

Kegiatan Belajar 1

Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Kurikulum SD 2005 Kelas Tinggi

Peristiwa dan fakta harus diletakkan dalam hubungannya dengan konsep dan generalisasi. Peristiwa dan fakta memberikan bahan baku utama bagi pembentukkan konsep dan generalisasi.

Konsep dan generalisasi membantu kita untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang kerangka berfikir IPS, agar kita memiliki cara yang teratur untuk menerjemahkan apa yang terjadi didunia kita ini, didalam kehidupan manusia ini.

Dari gambaran diatas jelas bahwa suatu peristiwa merupakan dasar dari kegiatan belajar mengajar IPS dimulai. Guru dan siswa harus aktif menjemput peristiwa ini dan mengolahnya menjadi content, isi bahan pengajaran. Dalam proses pengolahan menjadi bahan pengajaran itulah berfungsinya fakta, konsep, dan generalisasi sehingga guru dapat mengorganisasikan bahan pengajaran IPS. Jadi skkenario dari alur pengembangan peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi sehingga guru dapat mengorganisasikan bahan pengajaran IPS. Jadi scenario dari alur pengembangan fakta, konsep, dan generalisasi, sesungguhnya sudah ditangan guru, dan dijadikan sebahai bahan dalam perencanaan kegiatan belajar mengajar dikelas.

Contohnya sebagai berikut:

Topik: Zaman Pendudukan Jepang

PERISTIWA yang dapat kita ungkapkan adalah Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

FAKTA nya melalui gambar Soekarno-Hatta, foto bersejarah dll.

KONSEP nya Imperialisme, Penindasan, Ampera

GENERALISASI nya penjajahan selalu menimbulkan penderitaan bagi rakyat, tidak ada bangsa yang senang dijajah dll.

Nilai dan Sikap, Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis, Personal, dan Sosial dalam Kurikulum IPS SD 2006 Kelas 5 dan 6

Nilai mempengaruhi perilaku seseorang terhadap jumlah objek dan terhadap orang, tidak berkenaan dengan sesuatu yang khusus. Inilah yang membedakan nilai dan sikap. Suatu nilai merupakan ukuran untuk menentukan apakah itu baik atau buruk, nilai juga menilik kelakuan seseorang. Orang mendapatkan nilai dan orang lain dalam lingkungannya.

Nilai yang dianut seseorang tercermin dari sikapnya. Nilai bersifat utuh, merupakan sistem dimana semua jenis nilai terpadu saling mempengaruhi. Dengan kuat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Nilai juga bersifat abstrak. Oleh karena itu, yang dapat dikaji hanya indicator-indikatornya saja yang meliputi cita-cita, tujuan yang dianut seseorang, aspirasi yang dinyatakan, sikap yang ditampilkan atau tampak, perasaan yang diutarakan, perubahan yang dilakukan serta kekuatiran yang dikemukakan (Kosasih Djahiri, 1985: 18)

·         Nilai Material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia

·         Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan.

·         Nilai Kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

SIKAP

Sikap memiliki pengertian yang rumit karena itu tedapat berbagai rumusan tentang sikap yang dikemukakan para ahli, disebabkan adanya latar belakang pemikiran dan konsep yang berbeda. Menurut Thursone adalah keseluruhan dari kecenderungan perasaan, pemahaman, gagasan, dan rasa takut, perasaan terancam, dan keyakinan-keyakinan tentang sesuatu hal.

Menurut Rochman Natawijaya (1984: 20) sikap adalah kesiapan seseorang untuk memperlakukan sesuatu objek, didalam kesiapan itu ada aspek kognitif, afektif, dan kecenderungan bertindak. Kesiapan sendiri merupakan penilaian positif dan negatif dengan intensitas yang berbeda-beda untuk waktu tertentu, kesiapan itu sendiri bias berubah-ubah.

Nilai itu merupakan konsep tentang kelayakan yang dimiliki seseorang atau kelompok memiliki cara, tujuan, dan perbuatan yang dikehendakinya sesuai dengan anggapannya bahwa pilihannya adalah yang terbaik. Nilai yang dimiliki seseorang dapat mengekspresikan mana yang lebih disukai mana yang tidak. Dapat disimpulkan bahwa nilai menyebabkan sikap. Yang selalu terjadi adalah satu sikap disebabkan oleh banyak nilai (values).

Didalam sikap telah terkandung aspek-aspek kognitif, afektif, dan kecenderungan bertindak. Dapat disimpulkan terdapat kaitan antara nilai dengan aspek-aspek kognitif, aspek afektif, dan kecenderungan bertindak. Dari kajian para ahli dapat ditegaskan sebagai berikut :

·         Adanya hubungan timbal-balik antara nilai dan kognitif

·         Adanya hubungan timbal-balik antara afektif dengan kognitif

·         Nilai mempengaruhi kesiapan seseorang yang pada akhirnya akan menuju kepada terwujudnya perilaku yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan penghayatan terhadap - belief (keyakinan).

·         Nilai dan sikap yang terdapat pada mata pelajaran IPS berdasarkan

Disamping dilatih kemampuannya dalam berbagai kemampuan tersebut, yang perlu dipertimbangkan guru adalah bagaimana guru mendorong siswa untuk lebih gemar membaca, mencari dan mengolah informasi sesuai dengan kemampuan siswa agar memiliki kebiasaan untuk memahami struktur bahan pengajaran, mengerti istilah-istilah yang sulit/baru, mengikuti perkembangan jaman, dan sebagainya.

Diharapkan akan tumbuh kesadaran dari mereka, tujuan mereka membaca/mempelajari materi kajian. Bersikap kritis terhadap bahan kajian. Bersikap kritis terhadap apa yang sudah dipelajarinya, sehimggaia merasa memiliki kemampuan untuk memberikan kesimpulan dan keputusan.

Kegiatan Belajar 3

Contoh keterkaitan antara Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi, Nilai, Sikap dan Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis, Personal, Sosial dalam Konteks Pendidikan IPS SD kelas 5 dan 6

Peristiwa, fakta,konsep dan generalisasi itu ada keterkaitan hubungan yang tidak mungkin dipisahkan. Kesempatannya terpadu didalam struiktur IPS. Melalui proses belajar mengajar IPS yang demilkian itu, juga dikembangkan kemampuan siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik (keterampilan) dalam KBM secara jelas kemampuan guru sebagai pengembangan kurikulum di lapangan direalisasikan dan dapat diamati seara faktual.

Contoh KBM yang dapat mmenunjukan adanya keterkaitan antara peristiwa, fakta, konsep, generalisasi, nilai, dan keterampilan siswa.

Topik 1 : perjuangan para pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang.

KD : mendeskripsikan perjuang penjajahan Belanda dan Jepang.

Indikator : siswa mengenal arti pergerakan nasional dan arti Sumpah Pemuda bagi

persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ranah kognitif, setelah mempelajari topiK ini siswa diharapkan dapat:

1.      Menceritakan latar belakang timbulnya penrgerakan national, serta tokoh-tokohnya.

2.      Menerangkan peristiwa sumpah pemuda.

3.      Menceritakan tokoh-tokoh yang berperan dalam sumpah pemuda.

4.      Menunjukan arti pergerakkan nasional dan sumpah pemuda bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ranah afektif

1.    Menghayati jasa para pelopor pergerakkan nasional.

2.    Mengapresiasi jiwa sumpah pemuda.

Ranah psikomotor

1.      Mencoba melakukan wawancara untuk memahami makna zaman pergerakkan nasional dan tokoh-tokoh tertentu.

2.      Memahami makna sumpah pemuda melalui proses diskusi kelas.

Peristiwa sebagai bahan kajian:

Peristiwa hari kebangkitan nasional dan sumpah pemuda

Fakta-fakta sebagai bahan kajian:

1.Gambar-gambardari tokoh-tokoh bersejarah

2.Naskah sumpah pemuda

3.Gambar gedung-gedung bersejarah bagi pergerakkan nasional

4.Gambaran suasana kota Jakarta pada zaman penjajahan.

Konsep:

1. Nasionalisme, imperialism, dan konolialisme

2. Kaum pergerakan, persatuan bangsa, kemerdekaan, dominasi asing, patriotism, organisasi politik, HAM, dan seterusnya.

Generalisasi:

1. Setiap masyarakat manusia pasti mengalami perubahan

2. Penjajahan selalu menimbulkan konflik dan kesengsaraan.

Nilai:

Nilai material

Siswa merasa telah menikmati hasil kemerdekaan.

Nilai Vital:

1. Cermat dalam meneliti ulasan sejarah

2. Objektif dalam menilai informasi

3. Kreatif dalam memprediksi

Nilai Kerohanian

1. Bersyukur kepada Tuhan YME atas rahmat-Nya dan seterusnya

2. Rasional dalam berargumentasi.

3. Memiliki empati terhadap pengorbanan para pahlawan

4. Rasa tanggung jawab atas nikmat kemerdekaan dan seterusnya.

Sikap:

1. Bersyukur kepada Tuhan YME disertai rasa tanggung jawab

2. Tanggap terhadap perkembangan zaman

3. Bersikap terbuka dan toleransi terhadap pendapat orang lain

4. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan mencintai bangsa dan tanah airnyadan seterusnya

Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis:

1.      Melukiskan, menyimpulkan, menganalisis informasi, konseptualisasi, generalisasi dan membuat keputusan.

2.      Memperoleh informasi, membentuk konsep, generalisasi, mengorganisasikan informasi, mengkritik informasi, mengambil keputusan, menafsirkan fakta, menyusun laporan.

Keterampilan personal:

1.      Membaca peta, membuat denah, membuat peta, mengenal waktu, dan kronologis, menterjemahkan konsep waktu, bekerja dalam kelompok

2.      Keterampilan praktis (membuat peta dan lain-lain), belajar mandiri, memimpin dalam diskusi, mengendalikan emosi dan lain-lain

Keterampilan sosial:

Berkontribusi memberikan gagasan, menjadi pendengar yang baik, mampu menjelaskan, mampu mengadakan wawancara, mampu berperan dengan baik, mampu bertanya dengan baik, dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407