Modul 3 Pendidikan IPS di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK 4106
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 3
ESENSI KURIKULUM IPS SD BERDASARKAN KTSP 2006 KELAS TINGGI
Kegiatan Belajar 1
Peristiwa, Fakta, Konsep, Generalisasi Ilmu-Ilmu Sosial Dalam
Kurikulum SD 2005 Kelas Tinggi
Peristiwa dan fakta harus diletakkan dalam hubungannya dengan
konsep dan generalisasi. Peristiwa dan fakta memberikan bahan baku utama bagi
pembentukkan konsep dan generalisasi.
Konsep dan generalisasi membantu kita untuk memperoleh pemahaman
yang komprehensif tentang kerangka berfikir IPS, agar kita memiliki cara yang
teratur untuk menerjemahkan apa yang terjadi didunia kita ini, didalam
kehidupan manusia ini.
Dari gambaran diatas jelas bahwa suatu peristiwa merupakan dasar
dari kegiatan belajar mengajar IPS dimulai. Guru dan siswa harus aktif
menjemput peristiwa ini dan mengolahnya menjadi content, isi bahan pengajaran.
Dalam proses pengolahan menjadi bahan pengajaran itulah berfungsinya fakta,
konsep, dan generalisasi sehingga guru dapat mengorganisasikan bahan pengajaran
IPS. Jadi skkenario dari alur pengembangan peristiwa, fakta, konsep, dan
generalisasi sehingga guru dapat mengorganisasikan bahan pengajaran IPS. Jadi
scenario dari alur pengembangan fakta, konsep, dan generalisasi, sesungguhnya
sudah ditangan guru, dan dijadikan sebahai bahan dalam perencanaan kegiatan
belajar mengajar dikelas.
Contohnya sebagai berikut:
Topik: Zaman Pendudukan Jepang
PERISTIWA yang dapat kita ungkapkan adalah Peringatan Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia.
FAKTA nya melalui gambar Soekarno-Hatta, foto bersejarah dll.
KONSEP nya Imperialisme, Penindasan, Ampera
GENERALISASI nya penjajahan selalu menimbulkan penderitaan bagi
rakyat, tidak ada bangsa yang senang dijajah dll.
Nilai dan Sikap, Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis,
Personal, dan Sosial dalam Kurikulum IPS SD 2006 Kelas 5 dan 6
Nilai mempengaruhi perilaku seseorang terhadap jumlah objek dan
terhadap orang, tidak berkenaan dengan sesuatu yang khusus. Inilah yang
membedakan nilai dan sikap. Suatu nilai merupakan ukuran untuk menentukan
apakah itu baik atau buruk, nilai juga menilik kelakuan seseorang. Orang mendapatkan
nilai dan orang lain dalam lingkungannya.
Nilai yang dianut seseorang tercermin dari sikapnya. Nilai
bersifat utuh, merupakan sistem dimana semua jenis nilai terpadu saling
mempengaruhi. Dengan kuat sebagai satu kesatuan yang utuh.
Nilai juga bersifat abstrak. Oleh karena itu, yang dapat dikaji
hanya indicator-indikatornya saja yang meliputi cita-cita, tujuan yang dianut
seseorang, aspirasi yang dinyatakan, sikap yang ditampilkan atau tampak,
perasaan yang diutarakan, perubahan yang dilakukan serta kekuatiran yang
dikemukakan (Kosasih Djahiri, 1985: 18)
· Nilai Material, yaitu
segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia
· Nilai Vital, yaitu segala
sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan.
· Nilai Kerohanian, yaitu
segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
SIKAP
Sikap memiliki pengertian yang rumit karena itu tedapat berbagai
rumusan tentang sikap yang dikemukakan para ahli, disebabkan adanya latar
belakang pemikiran dan konsep yang berbeda. Menurut Thursone adalah keseluruhan
dari kecenderungan perasaan, pemahaman, gagasan, dan rasa takut, perasaan
terancam, dan keyakinan-keyakinan tentang sesuatu hal.
Menurut Rochman Natawijaya (1984: 20) sikap adalah kesiapan
seseorang untuk memperlakukan sesuatu objek, didalam kesiapan itu ada aspek
kognitif, afektif, dan kecenderungan bertindak. Kesiapan sendiri merupakan
penilaian positif dan negatif dengan intensitas yang berbeda-beda untuk waktu
tertentu, kesiapan itu sendiri bias berubah-ubah.
Nilai itu merupakan konsep tentang kelayakan yang dimiliki
seseorang atau kelompok memiliki cara, tujuan, dan perbuatan yang
dikehendakinya sesuai dengan anggapannya bahwa pilihannya adalah yang terbaik.
Nilai yang dimiliki seseorang dapat mengekspresikan mana yang lebih disukai
mana yang tidak. Dapat disimpulkan bahwa nilai menyebabkan sikap. Yang selalu
terjadi adalah satu sikap disebabkan oleh banyak nilai (values).
Didalam sikap telah terkandung aspek-aspek kognitif, afektif,
dan kecenderungan bertindak. Dapat disimpulkan terdapat kaitan antara nilai
dengan aspek-aspek kognitif, aspek afektif, dan kecenderungan bertindak. Dari
kajian para ahli dapat ditegaskan sebagai berikut :
· Adanya hubungan
timbal-balik antara nilai dan kognitif
· Adanya hubungan
timbal-balik antara afektif dengan kognitif
· Nilai mempengaruhi
kesiapan seseorang yang pada akhirnya akan menuju kepada terwujudnya perilaku
yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan penghayatan terhadap - belief‖
(keyakinan).
· Nilai dan sikap yang
terdapat pada mata pelajaran IPS berdasarkan
Disamping dilatih kemampuannya dalam berbagai kemampuan
tersebut, yang perlu dipertimbangkan guru adalah bagaimana guru mendorong siswa
untuk lebih gemar membaca, mencari dan mengolah informasi sesuai dengan
kemampuan siswa agar memiliki kebiasaan untuk memahami struktur bahan
pengajaran, mengerti istilah-istilah yang sulit/baru, mengikuti perkembangan
jaman, dan sebagainya.
Diharapkan akan tumbuh kesadaran dari mereka, tujuan mereka
membaca/mempelajari materi kajian. Bersikap kritis terhadap bahan kajian.
Bersikap kritis terhadap apa yang sudah dipelajarinya, sehimggaia merasa
memiliki kemampuan untuk memberikan kesimpulan dan keputusan.
Kegiatan Belajar 3
Contoh keterkaitan antara Peristiwa, Fakta, Konsep,
Generalisasi, Nilai, Sikap dan Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis,
Personal, Sosial dalam Konteks Pendidikan IPS SD kelas 5 dan 6
Peristiwa, fakta,konsep dan generalisasi itu ada keterkaitan
hubungan yang tidak mungkin dipisahkan. Kesempatannya terpadu didalam struiktur
IPS. Melalui proses belajar mengajar IPS yang demilkian itu, juga dikembangkan
kemampuan siswa dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik (keterampilan)
dalam KBM secara jelas kemampuan guru sebagai pengembangan kurikulum di
lapangan direalisasikan dan dapat diamati seara faktual.
Contoh KBM yang dapat mmenunjukan adanya keterkaitan antara
peristiwa, fakta, konsep, generalisasi, nilai, dan keterampilan siswa.
Topik 1 : perjuangan para pejuang pada masa penjajahan Belanda
dan jepang.
KD : mendeskripsikan perjuang penjajahan Belanda dan Jepang.
Indikator : siswa mengenal arti pergerakan nasional dan arti
Sumpah Pemuda bagi
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Ranah kognitif, setelah mempelajari topiK ini siswa diharapkan
dapat:
1. Menceritakan latar
belakang timbulnya penrgerakan national, serta tokoh-tokohnya.
2. Menerangkan peristiwa
sumpah pemuda.
3. Menceritakan tokoh-tokoh
yang berperan dalam sumpah pemuda.
4. Menunjukan arti
pergerakkan nasional dan sumpah pemuda bagi persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia.
Ranah afektif
1. Menghayati jasa para
pelopor pergerakkan nasional.
2. Mengapresiasi jiwa sumpah
pemuda.
Ranah psikomotor
1. Mencoba melakukan
wawancara untuk memahami makna zaman pergerakkan nasional dan tokoh-tokoh
tertentu.
2. Memahami makna sumpah
pemuda melalui proses diskusi kelas.
Peristiwa sebagai bahan kajian:
Peristiwa hari kebangkitan nasional dan sumpah pemuda
Fakta-fakta sebagai bahan kajian:
1.Gambar-gambardari tokoh-tokoh bersejarah
2.Naskah sumpah pemuda
3.Gambar gedung-gedung bersejarah bagi pergerakkan nasional
4.Gambaran suasana kota Jakarta pada zaman penjajahan.
Konsep:
1. Nasionalisme, imperialism, dan konolialisme
2. Kaum pergerakan, persatuan bangsa, kemerdekaan, dominasi
asing, patriotism, organisasi politik, HAM, dan seterusnya.
Generalisasi:
1. Setiap masyarakat manusia pasti mengalami perubahan
2. Penjajahan selalu menimbulkan konflik dan kesengsaraan.
Nilai:
Nilai material
Siswa merasa telah menikmati hasil kemerdekaan.
Nilai Vital:
1. Cermat dalam meneliti ulasan sejarah
2. Objektif dalam menilai informasi
3. Kreatif dalam memprediksi
Nilai Kerohanian
1. Bersyukur kepada Tuhan YME atas rahmat-Nya dan seterusnya
2. Rasional dalam berargumentasi.
3. Memiliki empati terhadap pengorbanan para pahlawan
4. Rasa tanggung jawab atas nikmat kemerdekaan dan seterusnya.
Sikap:
1. Bersyukur kepada Tuhan YME disertai rasa tanggung jawab
2. Tanggap terhadap perkembangan zaman
3. Bersikap terbuka dan toleransi terhadap pendapat orang lain
4. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan mencintai bangsa dan
tanah airnyadan seterusnya
Keterampilan Intelektual/Kemampuan Analisis:
1. Melukiskan, menyimpulkan,
menganalisis informasi, konseptualisasi, generalisasi dan membuat keputusan.
2. Memperoleh informasi,
membentuk konsep, generalisasi, mengorganisasikan informasi, mengkritik
informasi, mengambil keputusan, menafsirkan fakta, menyusun laporan.
Keterampilan personal:
1. Membaca peta, membuat
denah, membuat peta, mengenal waktu, dan kronologis, menterjemahkan konsep
waktu, bekerja dalam kelompok
2. Keterampilan praktis
(membuat peta dan lain-lain), belajar mandiri, memimpin dalam diskusi,
mengendalikan emosi dan lain-lain
Keterampilan sosial:
Berkontribusi memberikan gagasan, menjadi pendengar yang baik,
mampu menjelaskan, mampu mengadakan wawancara, mampu berperan dengan baik,
mampu bertanya dengan baik, dll.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar