Modul 3 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 3
PENDIDIKAN KHUSUS BAGI ANAK BERBAKAT
Kegiatan Belajar 1
Definisi dan Dampak
Anak Berbakat
A.
Definisi
Definisi versi Amerika
Anak berbakat adalah anak yang menunjukkan kemampuan atau
penampilan yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif,
seni, kapasitas kepemimpinaan, atau bidang bidang akademik khusus dan yang memerlukan pelayanan-pelayanan atau aktivitas-aktivitas yang tidak biasa disediakan oleh sekolah agar tiap kemampuan berkembang secara penuh.
Definisi versi
Indonesia
Anak berbakat adalah mereka yang didefinisikan oleh
orang-orang profesional mampu
mencapai prestasi yang tinggi karena memiliki kemampuan-kemampuan luar biasa. Mereka menonjol secara
konsisten dalam salah satu atau beberapa bidang
meliputi bidang intelektual umum, bidang kreatifitas, bidang seni atau kinetik,
dan bidang politik
sosial atau kepemimpinan. Mereka memerlukan program pendidikan yang berdiferensiasi
dan atau pelayanan diluar jangkauan program sekolah
biasa agar dapat merealisasikan urusan mereka terhadap
masyarakat maupun terhadap
diri sendiri.
B.
Dampak Keberbakatan Aspek
akademik
Kecepatan perkembangan kognitif
yang tidak sesuai dengan perkembangan dan kekuatan
fisik sehingga terjadi
kesenjangan di antara
keduanya dapat menimbulkan perasaan tidak dekat pada diri anak. Perasaan semacam ini
dapat mendorong anak tidak peduli
terhadap kegiatan kelompok sehingga dapat menimbulkan frustrasi kecewa dan
tidak puas terhadap kehidupan kelompok sebaya.
Aspek sosial
atau emosi
Kemampuan anak berbakat untuk menyerap dan menghimpun
Informasi yang tidak diimbangi dengan
perkembangan emosi dan kesadaran dapat menimbulkan ketidakstabilan perkembangan emosi. Kondisi perkembangan seperti ini akan
membuat individu rawan terhadap
kritik bersikap sinis
dan menantang menentukan nilai sendiri dan
tujuan yang mungkin tidak
realistik.
Dampak keberbakatan terhadap fisik atau kesehatan
Anak berbakat secara
umum mempunyai tiga ciri yaitu
kemampuan kecerdasan jauh di atas rata-rata kreativitas tinggi tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas.
Kegiatan Belajar
2
Kebutuhan Pendidikan dan Jenis
Layanan bagi Anak Berbakat
A.
Kebutuhan pendidikan
anak berbakat
1. Kebutuhan pendidikan dari segi anak berbakat itu sendiri
Oleh karena potensi yang dimiliki anak berbakat sedemikian hebatnya jika dibandingkan dengan anak biasa maka
untuk mengembangkan potensinya mereka membutuhkan hal-hal berikut ini :
a.
Anak berbakat membutuhkan peluang
untuk mencapai aktualisasi potensinya Melalui penggunaan fungsi otak yang efektif dan efisien. Mereka tetap membutuhkan pengembangan fungsi otaknya
walaupun telah memiliki
otak yang hebat.
Apalagi penggunaan kapasitas
otak itu hanya
5% dari fungsi
keseluruhannya. Melalui pendidikan terjadi interaksi antara potensi
bawaan individu dengan
lingkungannya.
b.
Membutuhkan peluang untuk dapat
berinteraksi dengan anak-anak lainnya sehingga mereka tidak menjadi
manusia yang memiliki
superioritas intelektual saja tetapi merupakan
manusia yang mempunyai
tingkat penyesuaian yang tinggi pula.
c.
Membutuhkan peluang untuk
mengembangkan kreativitas dan motivasi internal untuk belajar berprestasi karena usaha pengembangan anak berbakat tidak semata-mata hanya pada aspek kecerdasan
saja.
2. Kebutuhan
pendidikan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Pendidikan anak berbakat
membutuhkan dukungan dari masyarakat
antara lain sebagai berikut:
a.
Membutuhkan kepedulian dari masyarakat terhadap pengembangan potensi
anak berbakat. Apabila kepedulian ini kurang atau tidak ada maka potensi anak tersebut menjadi mubazir Maksudnya
anak berbakat berada di bawah potensi kemampuannya.
b.
Membutuhkan pengembangan sumber daya manusia berbakat.
Usaha pengembangan sumber daya
manusia berbakat merupakan akomodasi and serta
pengembangan aset bangsa Karena anak berbakat ini dapat menjadi penopang
dan pendorong kemajuan
bangsa Karena potensi
yang dimilikinya berkembang secara optimal.
c.
Anak berbakat membutuhkan
keserasian antara kemampuannya dengan pengalaman belajar.
d.
Membutuhkan usaha untuk mewujudkan kemampuan anak berbakat
secara nyata melalui latihan
yang sesuai dengan segi keberbakatan anak berbakat itu sendiri.
B.
Jenis-jenis layanan bagi anak berbakat
Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam memberi
layanan kepada anak berbakat adalah sebagai berikut:
1. Komponen sebagai
persiapan penentuan jenis
layanan
a. Pengidentifikasian anak berbakat
Karakteristik anak berbakat diharapkan dapat memperlancar usaha penemuan dan penempatan anak berbakat. Alat-alat yang digunakan dalam identifikasi
berfokus pada beberapa hal yaitu kelancaran kelenturan dan pemurnian.
b. Tujuan umum pendidikan anak berbakat
Tujuan program
pendidikan anak berbakat
adalah
1)
anak-anak berbakat harus menguasai
sistem konseptual yang penting ada pada tingkat Kemampuan
mereka dalam berbagai
bidang mata pelajaran.
2)
anak-anak berbakat harus
mengembangkan keterampilan dan strategi yang memungkinkan mereka menjadi mandiri
kreatif dan memenuhi
kebutuhan dirinya.
3)
anak-anak berbakat harus mengembangkan suatu kesenangan dan kegairahan tentang
belajar yang akan membawa mereka melalui kerja keras dan kerutinan yang merupakan bagian proses yang tidak dapat dihindarkan.
c.
Kebutuhan pendidikan anak berbakat
baik itu kepentingan individu anak berbakat itu sendiri maupun untuk kepentingan masyarakat.
2.
Komponen sebagai alternatif implementasi jenis layanan
Ciri khas layanan yang sesuai dengan kebutuhan anak berbakat
1) adaptasi lingkungan belajar
Hampir semua anak mengadaptasi lingkungan belajar dirancang untuk membawa anak-anak berbakat bersama-sama dengan teman seusianya dalam jangka waktu tersebut. Hubungan dengan adaptasi lingkungan belajar ini ada beberapa cara sebagai berikut.
a) kelas pengayaan, guru kelas melaksanakan suatu program tanpa bantuan petugas dari luar.
b)
guru konsultan, pelaksanaan program pengajaran dalam kelas bisa dengan bantuan
konsultan khusus yang terlatih.
c) ruangan sumber belajar, siswa berbakat
meninggalkan ruang kelas biasa ke ruangan sumber
untuk menerima pengajaran dari
guru yang terlatih.
d) studi mandiri,
siswa memilih proyek-proyek dan mengerjakannya Di bawah pengawasan seorang guru yang berwenang.
e)
kelas khusus, siswa berbakat
dikelompokkan bersama-sama di sekolah dan diajar oleh guru yang dilatih
khusus.
f) sekolah khusus, siswa berbakat menerima pengajaran di sekolah khusus dengan staf guru yang dilatih secara khusus.
2) Adaptasi program
Adaptasi program dilakukan dalam beberapa cara diantaranya sebagai berikut. melalui percepatan atau akselerasi siswa.
b) melalui pengayaan.
c) melalui pencapaian materi pelajaran
d) pembaruan
e) modifikasi kurikulum sebagai alternatif. Strategi pembelajaran dan model layanan
1) Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak berbakat sangat mendorong anak tersebut untuk berprestasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan strategi pembelajaran adalah sebagai berikut.
a) pembelajaran anak berbakat harus diwarnai dengan kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai dengan kemampuan yang lebih tinggi dari anak normal.
b) pembelajaran pada anak berbakat tidak saja mengembangkan kecerdasan intelektual semata tetapi pengembangan kecerdasan emosional juga patut mendapat perhatian.
c) pembelajaran anak berbakat berorientasi pada modifikasi proses isi dan produk.
2) Model-model layanan
a) model layanan kognitif afektif
b) model layanan perkembangan moral
c) model perkembangan nilai
d) layanan berbagai bidang khusus. Bidang-bidang khusus ini adalah kepemimpinan seni rupa dan seni pertunjukan.
Layanan perkembangan kreativitas.
Pengembangan kreativitas terdiri dari beberapa tingkat seperti berikut.
1) Tingkat kreativitas pertama, ditandai oleh fleksibilitas organel it is serta keterbukaan terhadap masalah yang disertai keberanian mengambil resiko.
2)
Tingkat kreativitas kedua, ditandai
oleh adanya pemetaan masalah dengan mencari pemecahan masalah secara teratur atau terorganisasi.
3)
Tingkat kreativitas ketiga, dengan mengadakan perumusan
masalah berdasarkan asumsi
tertentu seperti mencari berbagai informasi tentang hal tertentu analisis desain yang sistemik serta meramalkan sesuatu
atau hipotesis kemudian membuktikan kebenaran suatu ramalan
dan membuat proyek Mandiri tentang
topik tersebut.
Stimulasi imajinasi dan proses inkubasi.
Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan stimulasi imajinasi kreatif dalam proses inkubasi.
Desain pembelajaran
Kita perlu merencanakan desain pembelajaran yang khusus. Langkah-langkah penting untuk diperhatikan dalam mendesain pembelajaran adalah
sebagai berikut seleksi dan latihan
guru pengembangan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan
belajar dalam segi akademik maupun seni Prosedur identifikasi jamak pematokan sasaran
program orientasi kerja samapersonal rencana
evaluasi dan peningkatan administratif.
Evaluasi
Proses evaluasi pada anak berbakat tidak berbeda dengan anak pada umumnya Namun karena kurikulum atau program pelajaran anak berbakat berbeda dalam cakupan dan tujuannya maka dibutuhkan penerapan evaluasi yang sesuai dengan keadaan tersebut. Instrumen dan prosedur yang digunakan mengacu pada ketentuan belajar adalah pengejawantahan dari keputusan layanan pendidikan anak berbakat hasil umpan balik untuk keperluan tertentu pemantulan tingkat kemantapan penguasaan suatu materi sesuai dengan sifat keterampilan dan kemampuan maupun kecepatan belajar seseorang. Model pengukuran sepatu tersebut adalah pengukuran acuan kriteria. Sebaliknya ada pengukuran acuan norma yang membandingkan keberbakatan seseorang dengan temannya. Kedua cara tersebut tidak selalu menunjuk hasil akhir yang diinginkan melainkan merupakan petunjuk bidang mana yang sudah dikuasai individu sehingga memberikan keterangan mengenai Tara kemampuan yang dicapai tanpa tergantung pada kinerja. Penting untuk diperhatikan bahwa sebaiknya disertai dengan saran mengenai model evaluasi yang perlu diterapkan Apakah tes atau non tes.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar