Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Modul 4 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407


MODUL 4
PENDIDIKAN ANAK TUNANETRA

 

Kegiatan Belajar 1

Pengertian,klasifikasi, Penyebab Serta Cara Pencegahan Terjadinya Ketunanetraan

A.    Definisi dan Klasifikasi Tunanetra

1.      Definisi legal berdasarkan Peraturan Perundang Undangan

Digunakan pada profesi Medis untuk menentukan apakah seseorang berhak memperoleh akses keuntungan tertentu seperti : asuransi tertentu, bebas bea transportasi dan untuk menentukan perangkat alat bantu yang sesuai dengan kebutuhannya. Ada 2 aspek yang diukur :

a.       ketajaman penglihatan

b.      medan pandang

Cara yang paling umum untuk mengukur ketajaman mata dengan Kartu  Snelen yg terdiri dari huruf huruf atau angka angka yang tersusun berbaris berdasarkan ukuran besarnya. Klasifikasi ketajaman penglihatan menurut WHO:

Mata normal                : 6/6 hingga 6/18

Mata kurang awas       : <6/18 hingga >3/60

Buta                             : <3/60

2.      Definisi Edukasional/Fungsional

Secara edukasional, seseorang dikatakan tunanetra apabila untuk kegiatan pembelajaran dia memerlukan alat bantu khusus, metode khusus atau teknik tertentu sehingga dia dapat belajar

Klasifikasi Ketunanetraan:

1.      Klasifikasi berdasarkan waktu

a.       Tunanetra sebelum dan sejak lahir

b.      Tunanetra setelah lahir dan atau pada usia kecil

c.       Tunenatra pada usia sekolah atau pada masa remaja

d.      Tunanetra pada usia dewasa

e.       Tunanetra dalam usia lajut.

2.      Berdasarkan kemampuan daya  penglihatan:

a.       Tunanetra ringan

b.      Tunanetra setengah berat.

c.       Tunanetra berat.

3.      Berdasarkan kelainan-kelainan pada mata

a.       Myopia, adalah penglihatan jarak dekat, bayangan tidak terfokus dan jatuh di belakang retina.

b.      Hyperopia, adalah penglihatan jarak jauh, bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan retina.

c.       Astigmatisme, adalah penyimpangan atau penglihatan kabur yang disebabkan karena ketidak beresan pada kornea mata.

 

B.     Penyebab Terjadinya Tunanetra

1.      Albinisme

Penyebabnya kekurangan pigmen

a.       Penglihatan buruk

b.      Retinanya tdk sempurna

c.       Terlalu peka terhadap cahaya

d.      Matanya terus menerus berkedip

2.      Ambiyopia

Penyebabnya bawaan dari lahir atau bisa berkembang kemudian

3.      Buta Warna

Penyebabnya bisa dari keturunan, keracunan atau penyakit retina

4.      Cedera dan radiasi

Perlu pelindung mata pada saat bekerja :

Tukang las, Karyawan pabrik , Petugas foto sinar X pada laboratorium

5.      Devisiensi Vitamin A

kekurangan vit A yg akut menyebabkan (Xerophtalmia )

 

6.      Glaukoma

Cairan pada bagian depan mata tidak mengalir ke luar.

Gejala : Sering salah lihat, Perut mual

7.      Katarak

Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata.

8.      Kelainan Mata Bawaan

Yaitu kelainan mata yang berasal dari bawaan lahir:

a.       Anirida : tidak ada iris

b.      Microphthalmos : mata yg sangat kecil

c.       Megalophthalmos : mata yg sangat besar dari lahir

d.      Anophthalmos : tidak ada bola mata

e.       Coloboma : retakan/celah pada iris

9.      Myopia

Mata Myopia adalah cacat mata tidak bisa melihat jauh, hal ini karena bayangan jatuh pada depan retaina. Dapat ditolong dng kaca mata minus

10.  Mistagmus

Yaitu gerakan mata yang menghentak hentak / gerakan bola mata yg cepat tanpa disengaja (di luar kemampuan)

11.  Ophthalmia neonatorum

Yaitu peradangan pada mata bayi yang baru lahir. Penyakit ini merupakan penyebab umum ketunanetraan Penyakit ini bukan turunan, disebabkan oleh bakteri dari rongga rahim ibu ke dalam mata bayi.

12.  Penyakit Kornea

Kornea mata merupakan bagian mata yg terdepan berfungsi sbg selaput jendela dan pelindung tempat lewatnya sinar. Bila kornea mata rusak dapat dilakukan pertolongan dengan pencakokan kornea mata

13.  Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah sederetan penyakit yang diwariskan secara genetik. Salah satu ciri dari penyakit ini adalah degenerasi retina mata. Indikasi penyakit tersebut pada awalnya adalah kesulitan melihat dengan jelas pada kondisi pencahayaan yang kurang terang (temaram). Gejala ini akan berlanjut dengan penyempitan jarak pandang hingga puncaknya adalah terjadi kebutaan pada usia paruh baya.

14.  Retinopati Diabetika

Retinopati diabetik merupakan komplikasi kronis diabetes melitus berupa mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan mikro vaskular pada retina dengan gejala penurunan atau perubahan penglihatan secara perlahan.

15.  Retinopati of Prematurity

Retina adalah selembar tipis yang semitransparan, dan multilapis yang melapisi bagian dalam dua per tiga posterior dinding bola mata. Penderita ini terjadi akibat persalinan dng pembedahan , luka pada jaringan bola mata, dapat pula karena pembesaran pembuluh darah pada mata

 

C.     Pencegahan Terjadinya ketunanetraan

Upaya WHO untuk menghindari kebutaan dapat dilakukan dengan :

a.       Memperkuat program kesehatan dasar mata

b.      Mengembangkan pelayanan terapi dan pembedahan ntuk menangani gangguan mata yang dapat disembuhkan

c.       Mendirikan pusat pelayanan optik dan pelayanan penyandang tunanetra

 

Strategi pencegahan terhadap ketunanetraan:

a.       Pencegahan primer, yaitu pencegahan terjangkitnya penyakit

b.      Pencegahan sekunder, yaitu pencegahan timbulnya komplikasi yg mengancam penglihatan.

c.       Pencegahan tersier, yaitu meminimalisir ketunanetraan

 

Sepuluh Strategi utama mencegah ketunanetraan

a.       Penggunaan prosedur yang sistematis

b.      Pemberian imunisasi

c.       Perawatan kehamilan yg tepat

d.      Perawatan bayi yg baru lahir

e.       Perbaikan gizi

f.       Pendidikan kpd masyarakat

g.      Penyuluhan genetika

h.      Perundang undangan

i.        Deteksi dini

j.        Meningkatkan higinis dan perawatan kesehatan

 

Kegiatan Belajar 2

Dampak Ketunanetraan thd kehidupan seseorang

Proses Penginderaan

Organ pengindraan berfungsi memperoleh informasi dari luar diproses dalam otak. Semua informasi yang akan diproses diotak melewati 3 prosesor dalam bentuk:

a.       Linguistik

b.      Non linguistic

c.       Afektif

B.     Latihan Keterampilan Penginderaan

1.      Indra Pendengaran

Pengembangan ketrampilan mendengarkan secara bertahab akan membantu anda sadar pola perilaku  tetangga anda dan kegiatan rutin mereka. Jika dilatih anak tunanetra akan peka bunyi bunyi kecil di dalam rumahnya, seperti tetesan air, kran bocor dsb

2.      Indra perabaan

Anak  tunanetra perlu dikenalkan indera peraba sehingga ia dapat mengenal berbagai bentuk benda : kancing baju, uang, karpet, tikar dsb. Dapat juga dibantu dengan tongkat untuk mengetahui sekitarnya: tanah becek, rumput, got, trotoar dsb.

3.      Indra Penciuman

Latihlah anak untuk membedakan barang, makanan, minuman dari baunya agar dapat diketahui barang/benda dihadapannya.

 

4.      Sisa Indra Penglihatan

C.     Visualisasi, Ingatan Kinestetik, dan Persepsi obyek

a.       Visualisasi

Perlu dilatih dalam ingatan visualisasi  agar ia dapat mengenal :

1.      Benda disekelilingnya

2.      Mengingat letak benda disekelilingnya

3.      Jika masuk ke ruangan perlu disampaikan  gambaran tentang ruangan itu.

b.      Ingatan kinestetik

Perlu dilatih gerakan mengenai jalan belok lurus  dengan tepat tanpa memakai tongkat

c.       Persepsi obyek

Yaitu kemampuan yang memungkinkan individu tunanetra itu menyadari bahwa suatu benda hadir disampingnya meskipun tidak memiliki penglihatannya.

D.    Bagaimana Membantu seorang tunanetra

1.      Cara menuntun orang tunanetra

-          Kontak pertama

-          Cara memegang

-          Posisi pegangan

-          Jalan sempit

-          Membuka/menutup pintu

-          Melewati tangga

-          Melangkahi lubang

-          Duduk di kursi

-          Naik ke dalam mobil

2.      Cara mengorientasikan

Jika anda ingin menunjukkan arah kepada seorang tunanetra, tidak bisa sekedar sambil mengatakan “kesana” atau “kesini” tetapi harus lebih spesifik, misalnya 10 meter kedepan, 5 langkah kekanan dan sebagainya.

 

 

 

Kegiatan Belajar 3

Pendidikan Bagi siswa Tunanetra di sekolah umum

1.      Kebutuhan khusus pendidikan siswa tunanetra

a.       Perlu mendapat intervensi efektif agar perkembangan sosial emosi dan akademiknya optimal

b.      Berikan cara belajar melalui media alternatif menggunakan indera lain

c.       Memerlukan pengajaran individual

d.      Membutuhkan ketrampilan khusus serta buku materi dan peralatan khusus

e.       Terbebas dalam memperoleh info melalui belajar secara insidental

 

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407