Modul 5 Pembelajaran Terpadu | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4205
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Modul 5
PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN TERPADU
Kegiatan
Belajar 1
Konsep,
Prinsip, Dan Sasaran Penilaian Dalam Pembelajaran Terpadu
A.. KONSEP PENILAIAN
Sampai saat ini sistem penilaian disekolah umumnya menggunakan teknik tes.
Penilaian dengan menggunakan teknik ini disebut penilaian konvensional. Teknik
tes ini tidak selengkapnya dapat menggambarkan kemajuan belajar siswa secara
menyeluruh, sebab laporan itu berupa angka-angka atau huruf-huruf dan gambaran
maknanya sangat abstrak. Untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar siswa, guru
dapat menggunakan teknik lain yang sudah kita kenal sebagai teknik nontes.
Penilaian dengan teknik nontes ini kita sebut penilaian alternatif. Penilaian
alternatif di pakai sebagai penunjang dalam memberikan gambaran dan
kemajuan belajar siswa secara menyeluruh.
Penilaian dalam pembelajaran terpadu merupakan program penilaian yang dilakukan
secara berkesinambungan untuk keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan.
Secara umum, tujuan penilaian adalah (1) untuk menilai pembelajaran di kelas;
(2) untuk meningkatkan pembelajaran dan kualitas belajar siswa dan bukan
sekedar menentukan skor, oleh karena itu, penilaian merupakan suatu strategi
pengumpulan dan penganalisisan informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan berkaitan dengan semua aspek pembelajaran (Morrow, 1990).
B. PRINSIP-PRINSIP
PENILAIAN PEMBELAJARAN TERPADU
Dalam
melaksanakan penilaian pembelajaran terpadu, guru perlu memperhatikan
prinsip-prinsip penilaian. Penilaian harus dilakukan dengan sistematis baik
melalui pengamatan, perekaman, maupun analisis. Untuk memperoleh hasil
penilaian yang akurat, kegiatan penilaian hendaknya didasarkan pada prinsip
integral atau komprehensif, prinsip kesinambungan, dan prinsip objektif.
1. Prinsip integral atau komprehensif yakni
penilaian pengajaran yang dilakukan secara menyeluruh utuh, yang didalamnya
menyangkut masalah perilaku, sikap dan kreativitas. Dengan demikian, penilaian
pun dilakukan dalam lingkup aspek kognitif, psikomotor dan aspek emosi.
2. Prinsip berkesinambungan yakni
penilaian yang dilakukan secara berencana, terus menerus dan bertahap untuk
memperoleh gambaran tentang perkembangan tingkah laku siswa sebagai hasil dari
kegiatan belajar. Untuk memenuhi prinsip ini, kegiatan penilaian harus sudah
direncakan bersamaan dengan kegiatan penyusunan program semester dan
dilaksanakan sesuai dengan program yang telah disusun.
3. Prinsip objektif yakni
penilaian pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang handal dan
dilaksanakan secara objektif sehingga dapat menggambarkan dengan tepat
kemampuan yang diukur. Untuk memenuhi prinsip ini, kegiatan penilaian harus
dilaksanakan secara objektif dengan menggunakan alat ukur yang tepat.
Selain ketiga prinsip diatas, Mathews (1989) mengemukakan prinsip-prinsip
penilaian pembelajaran terpadu sebagai berikut.
1. Penilaian
hendaknya berbasis unjuk kerja siswa sehingga selain memanfaatkan penilain
produk, penilaian terhadap proses perlu mendapat perhatian yang lebih besar.
2. Pada
setiap langkah penilaian hendaknya siswa dilibatkan.
3. Penilaian
hendaknya, memberikan perhatian pula pada refleksi diri siswa (self
reflection).
4. Penilaian
alternatif (portofolio, catatan anecdotal, unjuk kerja, jurnal, dan lainnya)
hendaknya lebih dimanfaatkan karena kompleksnya yang harus dinilai.
5. Umpan
balik hendaknya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan anak baik
secara individual maupun social.
6. Dengan
demikian, penialain pembelajran terpadu hendaknya menggunakan Penialain Acuan
Patokan (PAP) dengan tetap memanfaatkan Penialain Acuan Normatif (PAN).
7. Penialain
pembelajaran terpadu perlu memberiakan perhatian yang cukup banyak pada
penilaian nurturant effects atau dampak pengiring seperti
kemampuan kerja sama, tenggang rasa, saling tergantung, disamping keterpaduan
persepsi siswa.
8. Penialain
pembelajaran terpadu hendaknya dilakukan dalam proses yang terus menerus (ongoing
proses), bukan kegiatan penialain yang dilakukan diawal atau diakhir
program pembelajaran siswa.
9. Penilaain
juga harus bersifat multidimensional, komprehensif, dan sistematis.
Penilaian
pembelajaran terpadu sebagaimana dikemukakan diatas mencakup penilain terhadap
proses dan produk dengan sasaran peserta didik dan guru berkaitan dengan
program pengajarannya. Penilaian ini harus dilakukan secara informal, rasional,
dan tidak rancu sebagaimana dikemukakan Mathews (1989) berikut ini.
1. Penilain
Proses
Sasaran yang
dinilai dalam penilaian proses adalah tingkat efektivitas kegitan belajar
mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses merupakan
upaya mengumpulkan informasi tantang kemajuan belajar siswa yang selanjutnya
digunakan untuk keperluan perbaiakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Penilaian proses dari:
a. Penilaain
terhadap siswa
Penilaian terhadap siswa sebagai pelajar mencakup penilaian yang
berkaitan dengan:
1) Perkembangan
konseptual anak;
2) Tingkat
kemampuan menghadapi tantangan;
3) Interaksi
siswa dengan siswa lainnya;
4) Kemampuan
anak berkomunikasi;
5) Karasionalan
argumen/alasan;
6) Kerjasama
dan kekompakan serta produktivitas kegiatan kelompok;
7) Partisipasi
siswa dalam diskusi kelompok
8) Penggunaan
bahasa dengan baik;
b. Penilain
terhadap guru
Penilaian
terhadap guru mencakup hal-hal yang berkaitan dengan:
1) Proses
pembelajaran:
2) Pendekatan
dan metode yang digunakan:
3) Materi
pembelajaran yang mencakup: pemilihan tama, topik dan unit:
4) Kelengkapan
pembelajaran yang disesuaikan guru.
2. Penilaian
terhadap produk kegiatan
Sasaran yang
dinilai dalam penilaian hasil belajar adalah tingkat penguasaan peserata didik
tentang apa yang telah dipelajarinya. Penilaian hasil belajar merupakan upaya
mengumpulkan informasi untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan
yang telah dikuasai siswa pada setiap akhir pembelajaran. Penilaian terhadap
produk meliputi:
a. Penilaian
terhadap siswa dilakukan melalui pengamatan terhadap hasil belajar anak yang
tergambarkan melalui:
1) Kemampuan
menulis laporan:
2) Kemampuan
menyatakan gagasan dalam bentuk gambar, diagram, grafik dan symbol lainnya:
3) Rekaman,
video dan kaset hasil unjuk kerja siswa.
b. Penilaian
terhadap guru dilakukan berdasarkan hasil:
1) Daftar
cek yang dilakukan oleh rekan guru lainnya terhadap strategi dan pengelolaan
belajar mengajar yang telah dilakukan:
2) Masukan
dari anak, orang tua dan rekan guru lainnya berkaitan dengan strategi dan
proses belajar mengajar yang telah dilakukan.
Berkaitan
dengan paparan diatas, penilaian yang dilakukan hendaknya valid mendidik,
berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka dan berkesinambung-an
sebagaimana disarankan dalam Penilaian Berbasis Kelas (PBK). Kuswari (2004)
mengemukakan bahwa PBK merupakan suatu penilaian berdasarkan suatu pengumpulan,
pelaporan dan pengunaan informasi tantang hasil belajar siswa yang diperoleh
melalui pengukuran dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan
berkelanjutan, bukti otentik, akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas
publik. PBK secara umum bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap
pencapaian belajar siswa dan memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran.
Sedangkan secara khusus, PBK bertujuan untuk memberikan (1) informasi tentang
kemajuan belajar siswa, (2) informasi yang dapat digunakan untuk membina
kemajuan belajar lebih lanjut, (3) motivasi belajar siswa dan melakukan
pemberian bimbingan yang lebih tepat.
Fungsi PBK bagi
siswa dan guru adalah untuk membantu siswa, (1) dalam mewujudkan dirinya dengan
mengubah atau mengembangkan perilakunya kearah yang lebih baik dan maju, (2)
siswa mendapat kepuasan atas apa yang dikerjakannya, (3) membantu guru untuk
menetapkan apakah metode mengajar yang digunakan telah memadai atau tidak dan
(4) membantu guru membuat pertimbangan dan keputusan administrasi.
Penilaian yang
dilakukan dalam pembelajaran terpadu diharapkan dapat mengidentifikasi
pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang harus dikuasai anak secara
seimbang dalam ketiga ranah yakni kognitif, afektif, dan psikomotor dengan
menggunakan berbagai bentuk model alat penilaian yang tepat.
C. BENTUK
ALAT PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN TERPADU
1. Bentuk
Penilaian Alternatif
Seperti halnya
penyelenggaraan penilaian yang lazim dilaksanakan maka perlu dirancang
instrument penilaian yang mencakup 2 tipe utama yaitu tes dan non tes. Teknik
bentuk alternatif penilaian dengan tes ada dua jenis yaitu tes essay dan tes
objektif yaitu sebagai berikut:
a. Tes
essay
Pada bentuk tes
essay menghendaki jawaban secara terurai tentang suatu masalah. Jawaban
menitikberatkan pada ingatan, daya pengenalan kembali dan kelogisan test. Dalam
hal ini tes dituntut memiliki kecakapan dan keterampilan dalam memilih
kata-kata yang tepat untuk dituangkannya kedalam uraian.
Tes yang
tingkat penguasaan bahasan dan materi ilmunya rendah, akan memberikan jawaban
yang kurang memuaskan, dalam arti jawabannya singkat dan jalan fikirannya sukar
dipahami. Sebaliknya bagi tes yang terampil dan pandai memilih kata-kata akan
memberikan yang jauh lebih baik dan relative memuaskan, apalagi didasari oleh
penguasaan materi ilmu yang baik. Walaupun tes itu lebih baik dari pada
temannya kaerna kepandaiannya memilih kata.
Pada dasarnya
ada 2 macam bentuk pertanyaan essay yaitu essay bebas dan essay terbatas.
b. Tes
Objektif
Tes objektif
terdiri dari dari benar salah, pilihan gada dan menjodohkan.
Adapun
bentuk alternatif dengan teknik nontes yang akan dibahas pada bagian ini
meliputi:
a. Catatan
sekolah
Catatan sekolah merupakan laporan tentang kemajuan belajar siswa berupa
deskripsi tentang aspek-aspek yang dialami siswa berkaitan dengan mata
pelajaran disekolah.
b. Cuplikan
kerja
Penilaian yang dilakukan dengan melihat siswa melakukan tugas/proses atau
produk yang dibuat siswa untuk selanjutnya melihat dan menilai proses dan
produk tersebut untuk menentukan tingkat pengetahuan atau skill mereka
merupakan penilaian performance (penilaian kinerja). Produk yang merupakan
cuplikan kerja siswa merupakan unjuk kerja kegiatan yang dihasilkan siswa
berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan yang sedang dipelajari.
c. Portofolio
Portofolio menilai kemajuan siswa pada suatu periode yang didasarkan pada
berbagai tugas (jurnal, kaset, karya seni, dan produk atau kreasi lain) yang
memungkinkan mengarahkan siswa pada penunjukan pemahaman tentang suatu konsep.
Portofolio merupakan berkas bukti-bukti yang disusun untuk mendapatkan
akreditasi perolehan belajar melalui pengalaman. Dalam format penilaian
portofolio dideskripsikan tentang metode, pemenuhan kriteria, dan keputusan
(diterima, ditolak, bersyarat dengan tambahan). Untuk ini lampiran berkas
bukti-bukti untuk kerja siswa harus diperhatikan. Portofolio bersifat terbuka
bagi siswa sehingga siswa dapat menilai diri sendiri (self evaluation) dan juga
bias memberi informasi tambahan untuk menilai kompetensi siswa.
d. Wawancara
Wawancara adalah teknik penilaian lisan yang digunakan untuk memperoleh jawaban
dari siswa tentang Sesuatu yang telah dipelajari. Penilaian dengan wawancara
ini dapat dipakai sebagai penunjang atau pelengkap jika dengan penilaian yang
lain belum didapatkan gambaran yang jelas tentang siswa. Wawancara ini dapat
dilakukan secara individual ataupun kelompok. Yang perlu diperhatikan pada saat
wawancara adalah memberikan rasa aman kepada siswa sehingga mereka mampu
mengungkapkan kepada guru secara nyaman dan tidak terpaksa.
e. Observasi
Observasi adalah teknik penilaian alternative yang dilakukan dengan cara
melakukan pengamatan secara teliti serta mencatat secara sistematis tentang
sesuatu yang terjadi dikelas berkaitan dengan materi yang ditargetkan guru.
Observasi ini harus selalu diusahakan dalam situasi yang alami agar mendapatkan
data yang sebenarnya. Observasi bertujuan mengungkapkan perilaku nonverbal dan
terfokus pada aspek-aspek terkait. Prosedur penilaian dengan observasi harus
memperhatikan, (1) spesifikasi tingkah laku yang akan dinilai, (2) konteks dan
metode yang akan digunakan, dan (3) alat penyimpan hasil yang digunakan.
f. Jurnal
Jurnal merupakan catatan harian siswa yang menggambarkan kegiatan siswa setiap
hari. Jurnal ini dapat berisikan hal-hal yang dilakukan siswa didalam kelas
maupun di luar jam sekolah. Selain itu dapat juga dipakai oleh guru untuk memberi
pertimbangan, motivasi, dan penguatan kepada siswa.
g. Rubrik
Hal ini dilakukan misalnya dengan jalan guru bersama siswa menyusun kriteria
penilaian tentang laporan pekerjaan anak. Dengan melibatkan anak dalam kegiatan
pembelajaran dan penilaian diharapakan anak mengetahui perkembangannya dan hal
itu dimanfaatkan untuk meningkatakan proses belajar-mengajar.
h. Catatan
Anekdotal (file Card)
Catatan anekdotal merupakan catatan pengamatan informasi yang menggambarkan
perkembangan bahasa maupun perkembangan sosial, kebutuhan, kelebihan,
kekurangan, kemajuan, gaya belajar, keterampilan, dan strategi yang digunakan
peserta didik atau yang berkaitan dengan hal apa saja yang tampak bermakna
ketika dilakukan pengamatan. Catatan ini berisi komentar singkatnyang spesifik
mengenai sesuatu yang dikerjakan dan yang perlu dikerjakan siswa yang
didokumentasikan secara terus-menerus sehingga menggambarakan kemampuan
berbahasa anak secara luas. Aktivitas anak yang memperagakan kemampuan dan
perkembangan diri anak dicatat pada kartu (setiap anak satu kartu). Catatan
tersebut mencakup juga kelebihan, kekurangan, dan kemajuan-kemajuan yang
dicapai siswa.
Sebelum guru melakukan penilaian dengan menggunakan bentuk penilaian tertentu
sebagaimana diuraikan diatas, sebaiknya diketahui terlebih dahulu kriteria
penilaian yang baik yakni:
a. Sesuainya
tugas penilaian dengan masalah yang akan dilihat (kognitif, afektif, dan
psikomotor);
b. Sesuainya
tugas penilaian dengan tujuan pengajarannya;
c. Kemampuan
tugas penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukan kemampuan
dan kemajuan siswa;
d. Tugas
penilaian bersifat menarik, menantang dan bermanfaat.
Penilaian juga perlu dilakukan secara otentik terhadap keseluruhan kompetensi
yang telah dipelajari siswa melalui kegiatan pembelajaran. Sebagaimana
dikemukakan diatas, ditinjau dari dimensi kompetensi yang ingin dicapai, ranah
yang perlu dinilai meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor (kognisi,
sikap, dan keterampilan). Oleh karena itu, dalam penilaian pembelajaran
terpadu, penilaian berkaitan dengan ketiga ranah tersebut, antara lain:
a) Ranah
kognitif
Tingkat
kemampuan kognitif dapat diukur atas dasar tingkatnya. Mulai dari tingkat yang
sederhana sampai kepada tingkat yang tinggi atau sukar, yang terdiri dari enam
tingkatan sebagai berikut:
a. Ingatan
(K1)
Pada tingkat ini pengukuran dan penilaian baru berkisar hanya pada pengetahuan
saja. Artinya baru sampai pada tingkat mengingat kan hal-hal yang sedang
dipelajari siswa. Ingatan adalah kemampuan seseorang untuk mengenal kembali
tentang nama, istilah, ide, gejala, rumurs-rumus dan sebagainya .
b. Pemahaman
(K2)
Pada tingkat ini penilaian dan pengukuran berkisar pada sampai manakah siswa
telah memahami materi. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan proses berfikir
dimana dituntut untuk memahami yang berarti mengetahui tentang sesuatu hal
serta dapat melihatnya dari berbagai segi. Misalnya kemampuan menguraikan
sesuatu rumusan kedalam kalimat atau uraian yang verbal, dapat menerangkan atau
memperluas arti dari suatu istilah
c. Penerapan
(K3)
Pada tingkat ini pengukuran dan penilaian akan kemampuan penerapan. Pada
tingkat ini siswa seharusnya dapat menggunakan hal-hal yang dipelajari untuk
situasi baru atau situasi lain pada waktu berlangsung situasi belajar mengajar.
Penerapan (aplikasi) adalah proses berfikir yang setingkat lebih tinggi dari
pemahaman. Dalam aplikasi seseorang diharapkan mampu memilih menggunakan dan
menerapkan dengan tetap sesuatu teori, hukum, metode, jika dihadapkan dengan
situasi baru. Misalnya kemampuan untuk meramalkan pengaruh yang akan terjadi,
jika diadakan suatu perubahan pada satu atau meramalkan terjadinya bahaya erosi
dan banjir akibat dari penebangan pohon secara besar – besaran pada hutan yang
ada.
d. Analisis (K4)
Pada tingkat ini pengukuran dan penilaian kita akan menganalisis. Pada tingkat
ini siswa seharusnya telah dapat memecahkan hal-hal yang telah dipelajari
menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk memudahkan mempelajarinya dan
menguasainya. Jenjang kemampuan berfikir berikutnya yang setingkat lebih tinggi
dari aplikasi adalah analisis, yaitu suatu kemampuan untuk menguraikan sesuatu
bahan atau diantara bagian atau factor yang satu dengan bagian atau faktor yang
lainnya.
e. Sintesis
(K5)
Pada tingkat ini siswa telah sampai pada kemajuan menghubungkan bagian-bagian
hal-hal yang telah dipelajari dan untuk selanjutnya dapat merumuskan atau
membentuk sesuatu yang baru.
Sintesis ialah sesuatu kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses
analisis yaitu suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur
secara logis sehingga menjelma menjadi suatu pola struktur atau bentuk baru.
f. Evaluasi
(K6)
Pada tingkat ini siswa telah mampu menilai sesuatu untuk tujuan-tujuan
tertentu. Evaluasi adalah jenjang yang tinggi dalam bentuk domain kognitif
Taksonomi Bloom. Evaluasi merupakan kemampuan seseorang untuk dapat memberikan
pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai-nilai, ide-ide, pemecahan, atau
metode tertentu berdasarkan suatu patokan atau kriteria.
Misalnya jika seseorang dihadapkan kepada beberapa pilihan ia akan mampu
memilih atau pilihan terbaik sesuai dengan patokan atau perkiraan yang ada.
Patokan atau perkiraan tersebut tersebut ditinjau dari berbagai segi seperti
ketepatgunaan, ketepatan waktu, dampak pengaruh sampingan dan sebagainya.
b) Ranah Afektif
Untuk
mengukur kemampuan afektif pun melalui tingkat-tingkat dari yang sederhana atau
rendah sampai pada tingkat atas atau tinggi adalah sebagai berikut :
1. Pada
tingkat pertama pengukuran berkisar baru pada kemampuan cara siswa menerima
sesuatu. Yang diukur baru hanya terhadap sikap menerimanya, apakah siswa mau
menerima yang diajarkan kepadanya.
2. Pada
tingkat yang kedua pengukuran pada kemampuan penanggapan siswa. Artinya pada
tingkat ini yang diukur adalah kemampuan siswa didalam berpartisipasi secara
aktif atas dasar minat yang dimilikinya terhadap sesuatu yang diajarkan.
3. Pada
tingkat ketiga pengukuran pada kemampuan siswa dalam menghargakan susuatu.
Artinya mengukur sampai dimanakah siswa telah dapat menghargakan sesuatu. Dan
hal ini akan dinyatakan dengan tingkah laku siswa terhadapnya.
4. Tingkat
keempat pengukuran pada kemampuan mengorganisasi. Yang diukur ialah kemampuan
siswa didalam membandingkan, menghubungkan dan mengsintesa nilai-nilai atas
dasar tanggung jawabnya.
5. Tingkat
kelima pengukuran pada sifat-sifat siswa. Pada tingkat ini yang diukur ialah
sifat-sifat siswa terkendali terhadap sesuatu. Dan ini akan dinyataka didalam
sikap hidup siswa.
c) Ranah
Psikomotor
Untuk mengukur
kemampuan gerak pun akan melalui tingkat-tingkat yang dimulai dari tingkat yang
sederhana sampai pada tingkat yang tinggi. Dan tingkat tersebut terdiri dari
lima tingkatan sebagai berikut :
1. Pada
tingkat pertama kemampuan yang diukur hanya berkisar pada kemampuan meniru
gerak. Jadi apakah gerakan yang dibuatnya telah dapat dilaksanakan dengan
prinsip gerak yang diajarkan.
2. Tingkat
kedua pengukuran terhadap kemampuan menggunakan yang telah diajarkan. Pada
tingkat ini yang diukur ialah sampai dimanakah siswa telah dapat menggunakan
konsep-konsep yang ada untuk melakukan gerak-gerak yang sesuai dengan konsep
itu.
3. Tingkat
ketiga pengukurann terhadap kemampuan ketelitian. Yang diteliti ialah tingkat
kesempurnaan gerak atau kebenaran daripada gerakan yang dilakukan.
4. Tingkat
keempat pengukuran akan kemampuan merangkai gerak. Yakini kemampuan melakukan
beberapa bentuk gerakan secara berangkai dan berkesinambungan.
5. Tingkat
kelima ialah pengukuran akan kemampuan naturalisasi. Yakni kemampuan siswa
melakukan gerakan secara wajar dan efisien.
Kegiatan Belajar 2
Prosedur
Pengembangan Dan Format Penilaian Pembelajaran Terpadu Di Sd
A. PROSEDUR
PENILAIAN PEMBELAJARAN TERPADU
Penilaian yang berkualitas akan
menghasilkan informasi yang reliable dan Valid, Untuk
menghasilkan informasi yang reliable dan valid, perlu ada bukti pendukung yang
meyakinkan bahwa penilaian yang menghasilkan informasi tersebut memang
berkualitas tinggi.
Berikut tahapan-tahapan penilaian
:
1. Perencanaan
Langkah-langkah pada tahapan ini sebagai berikut :
a. Merumuskan
tujuan penilaian yang ingin dicapai baik tujuan yang ingin dicapai oleh guru
maupun oleh siswa.
b. Menentukan
kriteria keberhasilan yang ingin dicapai, baik oleh siswa maupun oleh guru.
c. Menentukan
teknik dan instrument yang akan digunakan dalam proses penilaian.
2. Pelaksanaan
Dalam proses pelaksanaan
penilaian, haruslah disadari bahwa :
a. Penilaian
berlangsung sejak awal sampai akhir proses pembelajaran
b. Penilaian
harus dilihat sebagai proses yang berkelanjutan
c. Penilaian
dapat diarahkan pada proses maupun produk serta program
3. Penyusunan dan penyajian laporan
Laporan hasil penialaian disusun dengan jalan
memperhitungkan seluruh informasi yang terkumpul dan pengolahannya. Penyusunan
laporan harus dilakukan secara logis, sistematis, dan secara komprehensif yang
diakhiri dengan sejumlah rekomendasi dan saran-saran.
4. Tahap tindak lanjut
Hasil pengolahan informasi dan
saran-saran ditindaklanjuti secara operasional.
B. FORMAT PENILAIAN PEMBELAJARAN TERPADU
Beberapa bentuk model alat
penilaian yang dapat digunakan dalam pelaksanaan penilaian pembelajaran terpadu
yang dapat diaplikasi oleh guru dengan menggunakan format penilaian yang
mendukung diperolehnya informasi dari siswa. Contoh format tersebut antara lain
:
1. Format Observasi
Format observasi yang digunakan
dalam kegiatan penilaian pelaksanaan pembelajaran terpadu dilakukan baik pada
tahap perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran terpadu dengan indicator
kemampuan dan penguasaan yang telah ditetapkan. Sedangkan sasarnnya difokuskan
pada proses maupun produk pembelajaran.
2. Format Penilaian Diri Siswa
Bentuk penilaian diri siswa juga
digunakan dalam penilaian pembelajaran terpadu. Dalam hal ini siswa dapat
menyusun sendiri pertanyaan dan selanjutnya mengisi langsung jawaban dari
pertanyaan tersebut dengan mengorganisasikan gagasannya sendiri. Guru juga
dapat melakukan penilaian diri berkaitan dengan proses pembelajaran yang telah
dilakukan. Format penilaian diri dalam bentuk jurnal tulisan siswa dapat juga
digunakan sebagai masukan bagi guru untuk memberikan pertimbangan, motivasi,
dan pengutan kepada siswa
3. Format Portofolio.
Hasil penilaian proses, produk
dan penilaian program didokumentasikan dalam satu bentuk portofolio. Portofolio
ini dapat dijadikan sebagai salah satu masukan bagi guru untuk memutuskan nilai
setiap siswa serta penyusunan perencanaan pembelajaran selanjutnya.
4. Rubrik
Hasil simpulan portofolio dan
format penilaiannya, guru dapat menyusun kriteria penilaian secara kolaboratif
dengan melibatkan siswa sehingga anak dapat mengetahui criteria tersebut dan
dapat mengukur kemampuannya.
5. Cuplikan Kerja
Dalam menilai performansi belajar
siswa, guru dapat melakukan pemberian tugas yang menuntut mereka untuk
memperlihatkan hasil unjuk kerja mereka.
6. Masukan Orang Tua
Dalam penilaian pembelajaran
terpadu masukan informasi orang tua akan dapat membantu memberikan
gambaran yang menghapus penafsiran yang keliru dari pihak guru dan siswa.
7. Penilaian Berkala
Penilaian berkala pada dasarnya
terdiri atas beberapa butir aspek sifat yang dinilai. Penilaiannya diubah dari
kategori (data nominal) menjadi data interval dalam rentang 1-5. Penetapan
nilai itu dibuat berdasarkan pertimbangan yang bersangkutan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar