Modul 5 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 5
PENDIDIKAN BAGI ANAK TUNARUNGU
Anak tuna rungu merupakan anak berkebutuhan khusus yang
memiliki kelainan dalam pendengarannya, sehingga berdampak negatif bagi
perkembangannya.Oleh karena itu perlu mendapatkan layanan pendidikan khusus
pada sekolah khusus, sekolah reguler maupun pendidikan inklusi.
Kegiatan Belajar 1
Definisi, klasifikasi, Penyebab Ketunarunguan
A. Definisi
1. Definisi
Tunarungu
Istilah tunarungu diambil dari kata “tuna” dan “rungu”, tuna
artinya kurang dan rungu artinya pendengaran. Orang dikatakan tunarungu apabila
ia tidak mampu mendengar atau kurang mampu mendengar suara yang pada umumnya
ada pada ciri fisik orang tunarungu.
2. Klasifikasi
Tunarungu
a. Anak
tunarungu berdasarkan tingkat kehilangan
pendengaran
1) Anak tuna
rungu ringan
· Mengalami
kehilangan pendengaran 27 – 40 db :
· Mempunyai
kesulitan mendengar bunyi – bunyi yang jauh,
· Membutuhkan
tempat duduk yang strategis letaknya dan
· Memerlukan
terapi bicara
2) tunarungu sedang
· Mengalami
kehilangan pendengaran 41 – 55 db :
· Mengerti
bahasa percakapan,
· Tidak dapat
mengikuti diskusi kelas,
· Membutuhkan
alat bantu dengar dan terapi bicara
3) Tunarungu
berat
· Orang yang
mengalami kehilangan pendengaran 56 – 90
db :
· Hanya bisa
mendengar suara dari jarak yang dekat,
· Masih punya
sisa pendengaran untuk belajar bahasa dan bicara dengan menggunakan alat bantu
dengar serta dengan cara yang khusus
4) Tunarungu
berat sekali
· Mengalami
kehilangan pendengaran >91 db :
· Mungkin
sadar akan adanya bunyi atau suara dan getaran,
· Banyak
bergantung pada penglihatan dari pada pendengaran untuk proses menerima
informasi
b. Anak tunarungu berdasarkan saat terjadinya
1. Ketunarunguan
prabahasa, Yaitu kehilangan pendengaran yang terjadi sebelum kemampuan bicara
dan bahasa berkembang
2. Ketunarunguan
pasca bahasa, Yaitu kehilangan pendengaran yang terjadi sebelum kemampuan
bicara dan bahasa berkembang
c. Berdasarkan
letak gangguan pendengaran
1. Tunarungu tipe
konduktif , Yaitu tunarungu yang disebabkan oleh kerusakan telinga bagian luar
dan tengah
2. Tunarungu tipe
sensorineural , Yaitu tunarungu yang disebabkan oleh kerusakan telinga bagian
dalam serta syaraf pendengaran
3. Tunarungu tipe
campuran , Yaitu tunarungu yang disebabkan oleh kerusakan telinga bagian luar
dan tengah dan dalam/syaraf pendengaran
B. Penyebab
Terjadinya Tunarungu
1. Penyebab Terjadinya Tunarungu Tipe Konduktif
a. Kerusakan
pada telinga luar karena :
· Tidak
terbentuk telinga bagian luar dari lahir
· Terjadinya
peradangan pada lubang telinga luar
b. Kerusakan pada
telinga bagian tengah
Penyebab : Benturan keras pada telinga karena jatuh,
Peradangan/infeksi telingan bag tengah, Otosclerosis terjadi pertumbuhan tulang
pada kaki tulang stapes
2. Penyebab
tunarungu tipe Sensorineural
a. Ketunarunguan
disebabkan faktor genetik , Yaitu tunarungu yg disebbkan oleh keturunan dari
orang tua kepada anaknya.
b. Ketunarunguan
disebabkan faktor non genetik
· Rubela
campak jerman
·
Ketidaksesuaian darah ibu dengan anak
· Meningitis
· Trauma
akustik
C. Cara Mencegah
Tunarungu
1. Sebelum nikah
a. menghindari
pernikahan sedarah
b. melakukan
pemeriksaan darah dan konseling genetika
2. Pada saat
hamil
a. Menjaga
kesehatan dan periksa kehamilan
b. Mengkonsumsi
gizi seimbang
c. Melakukan
imunisasi anti tetanus
d. Tidak boleh
minum obat sembarangan
3. Pada saat
melahirkan
a. Tidak
menggunakan alat penyedot
b. Jika ibu ada
virus pada vagina maka lahirkan dng caesar
4. Pada saat
setelah melahirkan
a. Melakukan
imunisasi, jika anak flu berobat jangan kelamaan
b. Menjaga
telinga dari kebisingan
D. Definisi
Gangguan Komunikasi
a. Definisi
Gangguan Komunikasi :
Yaitu gangguan yang dialami seseorang dalam penyampaian
informasi baik melalui verbal,non verbal, tekanan, intonasi, kualitas suara
dsb.
E. Klasifikasi
1. Gangguan
Bicara (Gangguan artikulasi, Distorsi, Audisi)
2. Gangguan
Kelancaran (Gagap , Clutering (bicara terlalu cepat))
3. Gangguan Suara
(Kelainan kualitas suara , Kelainan pada titi nada suara , Kelainan intensitas
suara, Fleksibelitas suara)
F. Penyebab
Gangguan Komunikasi
Kehilangan pendengaran , Kelainan organ Bicara , Gagguan
emosi , Keterlambatan perkembangan , Mental Retardasi , Kerusakan otak ,
Lingkungan
Kegiatan Belajar 2
Dampak Tunarungu dan Gangguan Komunikasi bagi Anak
A. Dampak Tunarungu
Bagi Anak
1. Dampak
Tunarungu terhadap perkembangan bicara dan bahasa
Kemampuan berbicara dan berbahasa diperoleh melalui proses
peniruan bunyi-bunyi bahasa. Kemampuan berbicara tersebut diperoleh melalui
tahapan-tahapan tertentu, tahapan normal ( Robert M. Smith, & John T.
Neiswork) tersebut adalah sebagai berikut :
a. Fase Reflexive
Vocalization ( 0 – 6 bulan)
b. Fase
babbling/vocal play ( 6 minggu 6 bulan)
c. Fase lalling
(6 – 9 bulan)
d. Fase echolalic
(9 – 12 bulan)
e. Fase true
speech ( 12 -18 bulan)
Kesulitan berkomunikasi yang dialami anak tunarungu,
mengakibatkan mereka memiliki kosakata yang terbatas, sulit mengartikan
ungkapan bahasa yang mengandung kiasan, kata-kata abstrak, serta kurang
menguasai irama dan gaya bahasa.
2. Dampak
tunarungu terhadap kemampuan akdemis
Perkembangan kecerdasan anak tunarungu tidak sama cepatnya
dengan mereka yang mendengar. Disamping itu , bahasa merupakan kunci masuknya
berbagai ilmu pengetahuan sehingga keterbatasan dalam kemampuan berbahasa
menghambat anak tunarungu untuk memahami berbagai pengetahuan lainnya.
Anak tunarungu cenderung memiliki prestasi akdemik yang rendah,
disbanding anak yang mendengar seusianya pada mata pelajaran yang bersifat
verbal seperti Bahasa Indonesia, IPA, IPS PKn, Matematika dan seni rupa.
3. Dampak
tunarungu terhadap kemampuan Sosial-Emosional
Pada umumnya, keluarga yang mempunyai anak tunarungu
mengalami banyak kesulitan untuk melibatkan anak tersebut dalam keadaan dan
kejadian sehari-hari agar ia tahu dan mengerti apa yang terjadi
dilingkungannya. Apabila keluarga memberikan perhatian dan dukungan yang penuh
serta melaksanakan intervensi dini, anak tunarungu dapat lebih menyesaikan diri
dengan lingkungannya. Sikap yang dimaksud adalah :
a. Pergaulan
yang terbatas pada sesame tunarungu
b. Memliki sifat
egosentris yang melebihi anak normal
c. Memiliki
perasaan takut
d. Perhatian anak
tunarungu sulit dialihkan
e. Memiliki
sifat polos
4. Dampak
tunarungu terhadap Aspek fisik dan kesehatan
Pada aspek fisik, anak tunarungu tidak banyak mengalami
hambatan. Namun pada sebagian tunarungu ada pula yang mengalami gangguan
keseimbangan sehingga cara berjalannya kaku dan agak membungkuk.
Pada aspek kesehatan, umumnya anak tunarungu dapat merawat
diri sendiri.
B. Dampak Gangguan
Komunikasi Bagi Anak
1. Hambatan dalam
berinteraksi sosial
Seorang anak yang mengalami hambatan/gangguan dalam
kemampuan berkomunikasi, akan mengalami hambata dalam berinteraksi dengan
lingkungannya.
2. Hambatan dalam
perkembangan kemampuan akademik
Ilmu pengetahuan disampaikan melalui bahasa, sehingga untuk
memahami pengetahuan tersebut, seseorang harus memahami bahasa terlebih dahulu.
Gangguan dalam kemampuan berbahasa dapat menghambat seseorang dalam
mengembangkan kemampuan akademiknya.
Kegiatan Belajar 3
Kebutuhan Khusus dan Profil Pendidikan Anak Tunarungu dan
Anak dengan Gangguan Komunikasi
A. Kebutuhan Khusus
Anak Tunarungu dan Anak dengan Gangguan Komunikasi
1. Kebutuhan
Khusus Anak Tunarungu
Masalah utama akibat ketunarunguan bukan terletak pada
ketidskmampuannya berbicara sebagai sarana komunikasi lisan, melainkan
terhambatnya kemampuan berbahasa secara keseluruhan.oleh karena itu anak
tunarungu membutuhkan layanan untuk mengembangkan kemampuan kebahasaannya,
melalui layanan Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (BKPBI) adalah layanan
khusus yang merupakan suatu kesatuan antara pembinaan komunikasi dan
optimalisasi sisa pengendaran untuk mempersepsi bunyi dan irama.
2. Kebutuhan
Khusus Anak dengan Gangguan Komunikasi
a. Kebutuhan
khusus anak dengan gangguan artikulasi
b. Kebutuhan
khusus anak gagap
c. Kebutuhan
khusus anak yang mengalami keterlambatan dalam komunikasi verbal
d. Kebutuhan
khusus anak dengan gangguan komunikasi karena autis
B. Profil
Pendidikan Khusus Bagi Anak Tunarungu
1. Sistem
pendidikan bagi anak tunarngu
a. System
pendidikan segregasi
1) Sekolah khusus
2) Sekolah dasar
luar biasa (SDLB)
3) Kelas
jauh/kelas kunjung
b. System
integrasi
c. System
pendidikan inklusif
2. Metode
komunikasi
a. Metode
oral-aural
b. Metode manual (isyarat)
3.
Prinsip-prinsip pembelajaran siswa tuna rungu
a. Apabila anda
sedang memberikan penjelasan kepada siswa, hendaknya posisi anda selalu
berhadapan dengan siswa (face to face)
b. Siswa
tunarungu ditempatkan di bagian depan untuk mempermudah siswa membaca ujaran
guru
c. Guru harus
berbicara dengan tenang tidak boleh terlalu cepat
4. Strategi
Pembelajaran
a. Strategi
individualisasi
b. Strategi
kooperatif
c. Strategi
modifikasi perilaku
5. Media
pembelajaran
Media visual yang dapat digunakan antara lain gambar,
grafik, realita, model atau tiruan, slides.
Media audio yang dapat digunakan antara lain anata lain
seperti program kaset suara seperti membedakan suara binatang.
6. Fasilitas
pendukung
Adanya sumber yang dilengkapi dengan berbagai media, seperti
mengembangkan layanan kemampuan berkomunikasi oral.
7. Penilaian
(assessment)
Penilaian terhadap anak tunarungu dapat dilakukan dengan
cara tes, pengamatan, pemberian tugas, wawancara, portofolio,
C. Profil
Pendidikan Anak Dengan Gangguan Komunikasi
Pendidikan untuk anak dengan gangguan komunikasi tergantung
jenis gangguan komunikasi dan hambatan lain yang dialami anak tersebut, karena
banyak gangguan komunikasi yang merupakan hambatan utama yang dialami anak.
Mereka memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan hambatan utamanya serta
layanan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasinya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar