Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Modul 8 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407

 


Modul 8

(Pendidikan Anak Berkesulitan Belajar) Kegiatan Belajar 1

Definisi, Penyebab, dan Jeis-jenis Kesulitan Belajar

A.       Definisi Kesulitan Belajar

Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademiknya, yang disebabkan adanya ketidakfungsian sistem persarafan yang minimal diotak, atau gangguan dalam psikologis dasar, sehingga mengakibatkan terhambatnya dalam melaksanakan tugas-tugas akademik dan berdampak terhadap prestasi belajar rendah.

B.        Klasifikasi Kesulitan Belajar

Kirk da Gallagher (1987:187) menjelaskan bahwa kesulitan belajar dibedakan dalam 2 kategori besar, yaitu:

1.      Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learning disabilities)

2.      Kesulitan belajar akademik (academic learning disabilities)

C.       Penyebab Kesulitan Belajar

Menurut Roos (1976), Siegel dan Gold (1982) serta Painting (1983), bahwa kesulitan belajar khusus disebabkan oleh disfungsi sistem saraf yang disebabkan oleh:

1.        Cedera otak pada masa perkembangan otak

2.        Ketidakseimbangan zat-zat kimiawi didalam otak

3.        Ganngguanperkembangan saraf

4.        Kelamabatan proses perkembangan individu

Ahli lain Hallahan dan Kauffan (1991: 127-128) mengemukakan tiga faktor penyebab kesulitan belajar, yaitu : organis/biologis, genetik, lingkungan



Kegiatan Belajar 2 

Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar


A.       Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar Secara Umum

Menurut Clement yang dikutip oleh Hallahan dan Kauffan (1991:133) terdapat sepuluh gejala yang sering dijumpai pada anak berkesulitan belajar, yaitu: hiperaktif, gangguan persepsi motoric, emosi yang labil, kurang koordinasi, gangguan perhatian, impulsive, gangguan memori berpikir, kesulitan pada akademik khusus, gangguan dalam berbicara dan mendengarkan, hasil electroencephalogram (EEG) tidak teratur serta tanda neurologis yang tidak jelas.

B.        Karakteristik Khusus Anak Berkesulitan Membaca

Kesulitan khusus dalam membaca berdasarkan hasil-hasil penelitian sebagai berikut:

1.        Gangguan membaca lisan

2.        Ganggua ingatan jangka pendek

3.        Gangguan pemahaman


C.       Karakteristik Khusus Anak Berkesulitan Menulis

Lovitt (1989:225) mengemukakan bahwa pelajaran menulis meliputi menulis dengan tangan, mengeja, dan menulis ekspresif. Oleh karena itu dalam membahas karakteristik khusus mengenai anak berkesulitan menulis mengacu pada pendapat tersebut.

D.       Karakteristik Khusus Anak Berkesulitan Matematika/Berhitung

Anak berkesulitan belajar matematika/berhitun, memiliki masalah dalam memahami istilah matematika dasar atau belajar operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, serta symbol-simbol dala matematika.



 Kegiatan Belajar 3 Intervensi Anak Berkesulitan Belajar

A.       Intervensi terhadap Anak Berkesulitan Membaca

1.      Tipe (bentuk) Kesulitan Belajar

Secara umum, M. Monroe (dalam Permanarian, 1992:7) membagi kesulitan membaca menjadi 8 bagian, yaitu:

a.       Kurang mengenal huruf

b.      Bingung urutan letak huruf

c.       Menambah suara yang tidak ada

d.      Menghilangkan huruf yang ada

e.       Mengganti kata

f.       Mengulang kata

g.      Menabah kata yang tidak ada dalam bacaan

h.      Menghilangkan kata yang ada dalam bacaan

2.      Asesmen Kemampuan Membaca

a.       Asesmen formal

Tes yang digunakan untuk melakukan asesmen secara formal meliputi: tes survey, tes diagnostic, dan tes prestasi

b.      Asesmen Informal

Tes yang digunakan meliputi: Informal Reading Inventories, Cloze procedure.

3.      Prosedur Intervensi Kesulitan Membaca

Intervensi kesulitan membaca dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah, Diagnosis, Penyusunan Program layanan, Evaluasi.

4.      Pendekatan dan Teknik daam Intervensi Kesulitan Membaca

Carnine & Silbert dalam Mercer & Mercer (1989:366) mengemukakan 2 pendekatan pokok dalam mengajar membaca permulaan. Kedua pendekatan tersebut adalah, pendekatan dengan penekanan pada lambing atau yang menekankan pada bunyi huruf dan pendekatan dengan penekanan pada makna, atau yang menekankan pada penggunaan kata.Teknik yang diklasifikasikan ke dalam pendekatan dengan penekanan pada lambing anatara lain adalah teknik Gillingham dan Stilman serta teknik Fernald.


B.        Intervensi Terhadap Anak Berkesulitan Menulis

1.      Tipe-tipe Kesulitan Menulis

Ada berbagai tipe kesulitan menulis, diantaranya:

a.       Kesalahan dalam menuliskan bentuk huruf

b.      Ukuran huruf yang tidak normal

c.       Ukuran huruf tidak proporsional

d.      Bentuk huruf yang tidal menentu

e.       Menulis tidak lancar

f.       Kesalahan dalam menuliskan angka

g.      Tulisan terlalu miring

h.      Kesulitan menentukan besarnya jarak perhuruf

i.        Berantakan

j.        Ketidakmampuan unuk menulis tepat pada garis horizontal

k.      Pensil terlalu ditekan

l.        Kotor

2.      Asesmen Kesulitan Menulis

Asesmen terhadap kesulitan menulis dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen formal dan informal.

3.      Diagnostik dan Remidiasi

Pembahasan mengenai diagnostic dan remidiasi kesulitan menulis, mencakup menulis dengan tangan, mengeja, dan menulis ekspresif.

 

C.       Intervensi terhadap Anak Berkesulitan Belajar Matematika

Intervensi terhadap Anak Berkesulitan Belajar Matematika terdiri dari:

1.      Pola-pola Kekeliruan khusus

2.      Asesmen Kesulitan Belajar Matematika

a.       Teknik wawancara diagnostic

b.        Teknik test survey yang dibuat guru

3.      Pengajaran Remidi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407