Modul 9 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 9
MENDIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
DI SD BIASA
KEGIATAN BELAJAR 1
IDENTIFIKASI DAN ASESMEN
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
A.
IDENTIFIKASI ABK
Identifikasi adalah proses untuk menemukan adanya gejala
kelainan pada siswa. Tujuan utama identifikasi adalah mengenal atau menemukan anak yang menyandang kelainan dan jenis kelainan yang disandangnya.Identifikasi didasarkan pada pada asumsi bahwa anak-anak
yang menyandang kelainan
menunjukkan penampilan atau perilaku yang sedikit banyak berbeda dari
yang semestinya. Beberapa perilaku
tampak sangat nyata berbeda, misalnya pada anak yang menyandang gangguan penglihatan, tuna daksa dan ganngguan
pendengaran. Guru harus mampu
mengamati anak secara cermat, dan menguasai jenis perilaku yang ditampilkan oleh masing-masing jenis
ABK. Perilaku atau penampilan inilah harus diamati sebagai dasar untuk melakukan dekteksi atau diidentifikasi.
Untuk
mencapai tujuan ini berbagai teknik dapat diterapkan. Adapun teknik – teknik tersebut yaitu.
1.
Teknik Observasi
Teknik observasi
merupakan teknik yang paling banyak digunakan dalam
melakukan identifikasi. Agar observasi yang kita lakukan dapat membantu munculnya dugaan (jika memang ada) bahwa
seorang anak menderita kelainan kita
perlu melengkapi diri dengan lembar observasi meskipun sifatnya sangat informal.
Lembar observasi ini dapat dibuat sendiri dengan cara mencantumkan karakteritik fisik ABK dari semua jenis sebagai
indikator perilaku.
2.
Teknik Wawancara
Setelah
melakukan observasi, ada kemungkinan kita belum dapat membuat dugaan apakah anak tersebut mempunyai
kelainan atau tidak karena data yang kita
kumpulkan kurang lengkap. Untuk melengkapinya kita dapat melakukan wawancara dengan orang tua siswa,
teman-teman anak tersebut atau dengan guru lain. Untuk memudahkan wawancara orang tua siswa, guru dapat
menggunakan
lembar observasi sebagai acuan bahkan guru dapat memberikan lembar observasi tersebut pada orang tua
siswa sehingga orang tua menyadari kelainan yang mungkin muncul pada anaknya.Wawancara tentu saja difokuskan pada data yang telah diperoleh
karena tujuan memang untuk menguji
apakah dugaan kita benar atau salah.
3.
Tes Sederhana
Tes Sederhana
yang dibuat sendiri
oleh guru, baik berupa tes perbuatan maupun tes tertulis
dapat digunakan untuk mengidentifikasi munculnya
kelainan pada anak-anak di kelas.
Misalnya kita melihat anak sering memimiringkan kepalanya ke arah
sumber suara, kita dapat memberikan
beberapa perintah lisan dan melihat reaksi anak tersebut. Kita dapat pula memberikan tes membaca singkat
untuk mengidentifikasikan
apakah anak mempunyai kesulitan belajar membaca atau kita dapat menyuruh
siswa menulis sesuatu
untuk melihat apakah dia mempunyai
kesulitan belajar menulis.
Dari
berbagai teknik identifikasi di atas, tentu sudah dapat kita simpulkan bahwa indentifikasi atau sering disebut
deteksi adanya kelainan
dapat dilakukan guru jika guru mempunyai wawasan
yang memadai tentang
karakteristik ABK.
B ASESMEN
Asesman
berasal dari bahasa inggris yaitu assessment,
yang secara harfiah berarti penafsiran
atau penilaian. Dalam kaitannya dengan ABK, asesmen dapat diartikan sebagai penilai atau menaksir kemampuan
yang dimiliki oleh anak sehingga hasil asesmen dapat digunakan untuk menaksir bantuan
yang diperlukan oleh anak tersebut.
McLaughlin
& Lewis (1985 :5), mengutip definisi dari Wallace & McLaughlin sebagai
berikut.
Education assessment of the handicapped is a “systematic process of asking educational
relevant questions about a student’s learning behaviour for the purpose of placement and instruction”.
Secara
lengkap definisi diatas menyatakan bahwa asesmen pendidikan bagi ABK adalah satu proses yang yang sistematis dalam mengajukan pertanyaan
pendidikan
yang
relevan tentang perilaku belajar seorang siswa dengan tujuan penempatan dan pembelajaran.
Informasi
yang diperoleh dari asesmen digunakan untuk menempatkan anak pada sekolah atau kelas yang sesuai, serta
mengembangkan program pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan anak tersebut.
Ada
5 butir Kode Etik yang harus dipegang teguh dalam melakukan asesmen, sebagaimana yang diungkapkan oleh McLaughlin &
Lewis (1985 : 608) yaitu :
1.
Tidak ada kecerobohan dalam pengadministrasian.
Ini berarti,
pengadministrasian dilakukan secara cermat dan akurat, yang antara
lain meliputi proses pengumpulan informasi, pencatatan hasil tes, dan identitas
siswa.
2.
Tidak ada jalan pintas dalam merancang rencana asesmen
seorang siswa.
Ini
berarti langkah-langkah dalam melakukan asesmen harus diikuti secara cermat
sehingga tidak ada langkah
yang dilampaui / dilewati.
3.
Tidak ada kecurangan dalam pemberian skor.
Skor
harus diberikan secara objektif sehingga benar-benar menggambarkan perilaku/kemampuan anak yang sesungguhnya.
4.
Dalam pertemuan, anggota tim tidak
boleh diwakili. Anggota tim wajib ikut dalam
pertemuan yang membahas berbagai aspek asesmen. Dengan demikian, hasil pembahasan akan sesuai dengan persepsi anggota
tim yang sesungguhnya.
5.
Tidak ada tindakan
yang bersifat diskriminatif.
Semua siswa harus diperlakukan sama dalam asesmen.
Dengan demikian, tidak
ada pilih kasih.
Dengan menyimak kode etik di atas, tentu kita dapat memahami betapa ketatnya
asesmen tersebut harus dilakukan. Keketatan ini kita pahami kita kaitkan dengan pemanfaatan hasil asesmen.
Hasil yang keliru akan membawa bencana bagi anak.
Asesmen merupakan
tindak lanjut dari identifikasi. Jika identifikasi menghasilkan dugaan bahwa seorang siswa menyandang kelainan tertentu, misalnya
kesulitan belajar menulis
untuk mengetahui kejelasan
dugaan tersebut, kita perlua melakukan asesmen. Dari asesmen
yang dilakukan
tersebut diharapkan mendapatkan informasi yang akurat tentang
perilaku/kemampuan anak tersebut
yang sekaligus merupakan
informasi tentang tingkat
kelainan yang disandang yang selanjutnya mengacu kepada kebutuhan siswa akan bantuan khusus.
Inilah yang merupakan
tujuan asesmen.
KEGIATAN BELAJAR
2
TINDAK LANJUT PELAYANAN PENDIDIKAN BAGI ABK
A. Mengidentifikasi Jenis Layanan
Pendidikan Yang di Butuhkan ABK
Kebutuhan layanan bagi ABK tentu berbeda-beda dan bersifat
sangat unik, artinya kebutuhan antara
satu ABK dengan ABK lain hamper tidak ada yang sama. Hasil asesmen merupakan
rujukan utama untuk menentukan kebutuhan
layana pendidikan bagi ABK. Hasil asesmen haruslah
ditafsirkan oleh tim asesmen.Penafsiran
hasil asesmen dapat dilakukan bersama dengan kolega (tim guru lain), kepala sekolah
atau dengan teman guru Pendidikan
Untuk melakukan penafsiran hasil asesmen, rambu-rambu berikut dapat kita jadikan
acuan yaitu :
1.
Tujuan asesmen adalah mengukur atau
menafsirkan kemampuan yang dimiliki oleh
siswa dalam bidang yang kita duga ia mengalami masalah/kelainan. Oleh karena itu, penafsiran hasil asesmen
harus selalu mengacu kepada tujuan tersebut.
2.
Hasil asesmen akan digunakan untuk mengembangkan program
bantuan/program pembelajaran bagi anak
tersebut.
3.
Penafsiran terutama didasarkan pada informasi yang relevan, sedangkan
informasi lain hanya digunakan sebagai penunjang.
Dari penafsiran hasil asesmen, kita kemudian dapat
memperkirakan atau menfasirkan kebutuhan
layanan pendidikan yang diperlukan oleh siswa bersangkutan.Agar perkiran atau penafsiran
dapat berlangsung terarah, langkah- langkah pertimbangan dalam penafsiran kebutuhan layanan pendidikan adalah :
1.
Tetapkan kemampuan yang semestinya dikuasai
oleh Anak.
2.
Deskripsikan kemampuan yang dimiliki anak berdasarkan hasil asesmen.
3.
Bandingkan kemampuan yang dimiliki
anak dengan kemampuan
yang seharusnya dia dikuasai.
4.
Gambarkan kesenjangan antara kemampuan
yang dimiliki anak dengan kemampuan
yang dia miliki.
5.
Berdasarkan kesenjangan tersebut, tafsiran
kebutuhan program layanan
pendidikan untuk mencapai
kemampuan yang semestinya.
Berdasarkan rambu-rambu dan langkah-langkah tersebut,
kita coba melakukan penafsiran terhadap hasil
asesmen dan penafsiran kebutuhan layanan dari 4 kasus / contoh yang dikaji.
Contoh 1.
Hasil asesmen menunjukan bahwa Tedi :
a.
Mengalami kesulitan dalam memenggal
kata sehingga dia mengucapkan kata yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dengan penggalan yang salah.
b.
Mempunyai kesulitan membaca vocal ganda, seperti
baik, biak dan bua sehingga kata-kata tersebut dibaca dengan yang salah
c.
Mendapat kesulitan dalam memahami
isi bacaan dan menebak kata dari konteks
sehingga hanya dapat menjawab lima kata dari 36 kata yang ditebaknya,
Siswa kelas 3 semestinya sudah mampu membaca
kata dengan lancar dan pemenggalan yang benar, mengucapkan vocal ganda dengan benar, serta semestinya sudah mampu memahami
isi bacaan sederhana
sehingga dia dapat
menebak kata-kata tertentu
dari konteks bacaan atau kalimat.
Berdasarkan kesenjangan ini, Tedi memerlukan bantuan atau layanan
khusus dalam :
a.
Memenggal kata, terutama untuk kata-kata yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih.
b.
Membaca vocal ganda atauu dua vocal yang tidak diselengi
oleh konsonan.
c.
Memahami isi bacaan serta menebak
kata dari konteks. Contoh 2.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa Rita mendapat
kesulitan belajar menulis,
a.
kesulitan membedakan bentuk huruf sehingga ia menuliskan huruf a, u dan o dengan bentuk
yang hamper sama, demikian pula bentuk huruf e dan l.
b.
kesulitan dalam memelihara jarak huruf dan jarak kata sehingga tulisan
yang dibuatnya menunjukkan jarak huruf dan jarak kata yang tidak
teratur.
c.
kesulitan dalam ejaan sehingga
banyak kata yang salah eja, termasuk menambah dan mengurangi atau menukar huruf
sehingga tulisannya banyak yang salah eja.
Siswa
Kelas 1 SD Cawu 3 semestinya sudah mampu menulis huruf dengan bentuk yang benar serta mampu memelihara jarak
huruf dan jarak kata, tapi kenyataannya Rita belum mampu menguasai kemampuan tersebut.
Rita memerlukan bantuan layanan pendidikan seperti :
a.
Rita memerlukan bantuan dalam membedakan bentuk huruf serta menggambar huruf.
b.
Rita memerlukan bantuan dalam membuat jarak
yang tetap antar
huruf dan antarkata
c.
Rita memerlukan bantuan dalam mengeja kata dan membedakan bunyi yang dibandingkan oleh setiap huruf.
Contoh 3.
Irman mengalami
gangguan pendengaran yang diakibatkan oleh masuknya binatang
ke dalam telinganya, akibat gangguan tersebut
Irman sangat lamban menangkap perinta
lisan, tetapi ia tidak mengalami
kesulitan dengan perintah
tertulis.
Anak
normal seusia Irman semestinya mampu memahami perintah lisan dengan cepat dan tidak menunjukan gerak-gerak yang mencurigakan. Namun kenyataannya
Irman sering menunjukan gerak-gerak yang mencurigakan dan tidak mampu memahami
perintah lisan secara cepat.
Berdasarkan
tafsiran dan fakta-fakta tersebut, kita dapat memperkirakan bahwa bantuan
layanan yang dibutuhkan oleh Irman adalah layanan yang berkaitan dengan asesmen untuk gangguan pendengarannya dan upaya untuk mengatasinya.
Contoh 4
Trini
mendapat kesulitan dalam mengisi waktu luang setelah selesai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sehingga ia
menjadi pengganggu teman-temannya. Hal ini disebabkan kemampuan intelektual Trini yang melebihi
teman-temannya. Padahal untuk
ukuran anak normal, tugas-tugas yang diberikan oleh guru sesuai dengan
waktu yang disediakan untuk menyelesaikannya. Berdasarkan hasil
asesmen
dan kesenjangan tersebut kita dapat menafsirkan bahwa Trini memerlukan bantuan
dalam mengisi waktu luang.
Tafsiran yang kita buat di atas merupakan acuan bagi kita untuk merancang
program.
B.
MENGEMBANGKAN PROGRAM
LAYANAN PENDIDIKAN
Hasil
asesmen dan segala usaha untuk menafsirkan kebutuhan layanan pendidikan bagi ABK yang ada di kelas tidak aka ada
artinya, jika tidak kita tindak lanjuti dengan
pengembangan program. Idealnya pengembangan program ini dilakukan oleh sebuah tim yang menangani anak ini sejak
tahap identifikasi. Program yang disusun adalah Program Pengajaran Individual (PPI) karena memang program
tersebut diperuntukan bagi anak secara individual. Keputusan
untuk mengembangkan PPI bagi anal tertentu haruslah
benar-benar didasarkan pada kebutuhan
anak yang tidak mungkin akan terpenuhi jika tidak diberikan layanan pendidikan secara individual.
C.
PELAKSANAAN PROGRAM
Sebelum pelaksanaan program, ada beberapa
hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program perlu dipersiapkan, antara lain :
1.
Jadwal pelaksanaan harus
disiapkan sesuai dengan
rencana pada PPI.
2.
Materi pelajaran serta
media yang akan digunakan.
3.
Pemberitahuan kepada orang tua.
4.
Jika guru akan dibantu oleh anggota
tim lain, misalnya guru lain, tim harus menetapkan
langkah-langkah pelaksanaan dan peran masing-masing anggota tim.
Selama pelaksanaan program, guru melakukan penilaian
kemajuan dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan.
Oleh karena itu, guru jangan sampai
lupa mengisi lembar observasi tersebut, segera setiap latihan selesai dan menuliskan catatan yang penting untuk
setiap latihan. Hasil observasi dan catatan
ini hendaknya dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki atau melakukan perubahan
pada latihan berikutnya.
Selama pelaksanaan program, guru melakukan penilaian
kemajuan dengan menggunakan lembar
observasi yang telah dipersiapkan.
Oleh karena itu, guru jangan sampai
lupa mengisi lembar observasi tersebut, segera setiap latihan selesai dan menuliskan catatan yang penting untuk
setiap latihan. Hasil observasi dan catatan
ini hendaknya dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki atau melakukan perubahan pada latihan berikutnya. Pada
akhir program serta dua bulan setelah latihan diberikan tes akhir untuk melihat pencapaian
pada akhir latihan.
D.
PENILAIAN PROGRAM PELAYANAN PENDIDIKAN
Program yang telah dilaksanakan haruslah dinilai
keefektifannya misalnya pada Tedi.
Penilaian terutama ditekankan pada dampak program terhadap Tedi, berdasarkan hasil observasi /
catatan setiap latihan dan hasil tes akhir.
Kemungkinan penilaian / pertimbangan yang dapat kita
lakukan untuk setiap komponen program, antara lain :
1. Barangkali tujuan yang kita tetapkan terlalu
tinggi bagi Tedi
2. Barangkali materi
yang kita siapkan
kurang menarik.
3.
Bagaimana kesulitan latihan
atau kegiatan belajar
dengan kemampuan.
4.
Bagaimana kualitas
test yang kita berikan.
Dengan mengajukan pertimbangan seperti diatas dan menelaah hasil observasi dan catatan pada setiap latihan, kita dapat menetapkan keefektifan
program.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar