Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 2. 2 PENCEMARAN LINGKUNGAN | PGSD BI UT PDGK4107


LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

PENCEMARAN LINGKUNGAN

 


A.    KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : PENCEMAERAN LINGKUNGAN

a.       Judul Percobaan 1 :

Pengaruh Deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah (allium cepa)

b.       Tujuan

      Mengamati pengaruh detergen terhadap pertumbuhan akar bawang merah.

 

 c.    Alat dan bahan

1)    Neraca analitik 1 buah

2)    Tabung reaksi 14 buah

3)    Rak tabung reaksi 1 buah

4)    Gelas kimia 1000 mL 7 buah

5)    Pengaduk 7 buah

6)    Mistar dengan skala mm 1 buah

7)    Kertas untuk label secukupnya

8)    Bawang merah 14 siung

9)    Detergen serbuk 1 gram

 

d.      Landasan Teori

        Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/ atau          komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. 

 

Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan menjadi pencemaran air, udara, tanah, logam berat, dan suara. Salah satu pencemaran air adalah penggunaan deterjen. Sedangkan deterjen sendiri adalah pembersih sintetis yang terbuat dari bahan- bahan turunan minyak bumi, yang terdiri dari bahan kimia yang dapat memberikan dampak negatif.

 

     E.   Cara Kerja

1)                  Sediakan larutan deergen serbuk 100%, pengencer 50%, pengencer 25%, pengencer 12,5%, pengencer 6,25%, pengencer 3,1% serta control yang berupa air ledeng/air PDAM saja. Lalu simpan larutan yang telah diberi label sebagai berikut.

Label 1 : 100%

Label 2 : 50%

Label 3 : 25%

Label 4 : 12,5%

Label 5 : 6,25%

Label 6 : 3,10%

Label kontrol : air ledeng/air PDAM saja.

 

2)                  Cara menyediakan larutan

a)         Larutkan, satu gram detergen serbuk ke dalam air ledeng/PDAM hingga 1000 mL. kemudian beri label 100%

b)         Ambil 500 mL larutan detergen 100%, lalu tambahkan air ledeng/air PDAM hingga 1000 mL. Kemudian beri label 100%.

c)         Ambil 500 mL larutan detergen 50%, lalu tambahkan air ledeng/air PDAM hingga 1000 mL. Kemudian beri label 25%.

d)         Ambil 500 mL larutan detergen 25%, lalu tambahkan air ledeng/air PDAM hingga 1000 mL. Kemudian beri label 12,50%.

e)         Ambil 500 mL larutan detergen 12,50%, lalu tambahkan air ledeng/air PDAM hingga 1000 mL. Kemudian beri label 6,25%.

f)          Ambil 500 mL larutan detergen 6,25%, lalu tambahkan air ledeng/air PDAM hingga 1000 mL. Kemudian beri label 3,10%.

 

3)                  Sediakan bawang merah berukuran sama yang memiliki diameter hampir sama dengan diameter lubang tabung reaksi sejumlah 14 buah. Kupas kulit epidemis untuk menghindari bahan kimia tersisa yang terdapat di kulit epidermis tersebut. Kupas juga bagian akar primordial yang berwarna kecoklatan dari bawang merah tersebut. Hati-hati agar lingkaran primordial itu tetap tersisa untuk pertumbuhan akar.

 

4)                  Isikan larutan detergen yang sudah disediakan ke dalam tabung reaksi hingga penuh.

  Setiap konsentrasi larutan yang sama diisikan ke dalam dua tabung reaksi.

 

5)                  Letakkan bawang merah dengan posisi calon akar primordial terletak di bawah hingga menyentuh larutan detergen.

 

6)                  Letakkan pula bawang merah dengan posisi yang sama dengan bawang merah lain di atas tabung control (yang hanya berisi air ledeng/PDAM).

 

7)         Amati pertumbuhan akarnya setiap 24 jam, bila larutannya tampak berkurang.

     Tambahkan lagi hingga penuh.

 

8)                  Setelah 72 jam, angkat bawang merah tersebut, lalu hitung panjang akarnya. Rata-ratakan panjang akar yang diperoleh untuk setiap perlakuan. Bila ada panjang akar yang mencolok perbedaannya diabaikan (tidak usah dirata-ratakan). Tuliskan hasil pengamatan Anda pada Tabel 2.9 dalam Lembar Kerja.

 

 

9)                  

                 rata-rata Panjang akar control-rata-rata -anjang altar konsentrasi x

IG =                                        rata-rata Panjang akar control                     X 100%

Hitung hambatan pertumbuhannya untuk setiap konsentrasi larutan dengan menggunakan rumus :

 

.            F.      Hasil Pengamatan

Tabel 2.9.

Pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah

No.

Konsentrasi

Rata-rata panjang akar

IG (%)

1

Kontrol

5

0

2

3,1 %

2

25

3

6,25 %

1,5

50

4

12,5 %

1

75

5

25 %

0

100

6

50 %

0

100

7

100 %

0

100

 

Rumus :

                 rata-rata Panjang akar control-rata-rata -anjang altar konsentrasi x

IG =                                        rata-rata Panjang akar control                     X 100%

 

 

 

G. Pertanyaan-Pertanyaan

    1. Berapa cm Panjang akar jika konsentrasi 50 % ? Tidak tumbuh sama sekali.

    2.Mengapa pada control dan ig 0% pertumbuhan akan dapat terlihat jelas ? Karena air sebagai media pertumbuhan tidak mengalami pencemaran yang dpaat menghambat pertumbuhan akar bawang merah.

 

H.              Pembahasan

Untuk meningkatkan kualitas hidupnya manusia berusaha memanfaatkan kekayaan alam. Melalui pikiran dan akal manusia menciptakan alat dan bahan yang digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun dalam kenyataannya kualitas hidup yang hendak dicapai, karena ada dampak negative yang dihasilkan dari usaha manusia itu sendiri. Dampak negative tersebut dapat disebut dengan pencemaran.

Definisi pencemaran yaitu sebagai masuknya bahan atau energi ke dalam lingkungan yang menyebabkan timbulnya perubahan yang tidak diharapkan baik yang bersifat fisik, kimiawi maupun biologi, sehingga menganggu kesehatan, eksistensi manusia dan aktivitas manusia serta organisme lainnya.

 

I.              Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpilkan bahwa hasil usaha manusia dengan contoh deterjen mempunyai dampak negative terhadap organisme/makhluk hidup lain yaitu ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan atau jika semakin parah akan berakibat tidak hidupnya makhluk hidup tersebut.

 

J.      Daftar Pustaka

Andrew,W.A.et Al. (1983).Discovering Biological Science.

Tresna Sastrawijaya, Pencemaran Lingkungan, Rineka Cipta, Jakarta, 2009.

Daud Silalahi, Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakkan Hukum Lingkungan Indonesia, Edisi Ke-3, 2001, Alumni, Bandung.

Daud Silalahi, Pengaturan Hukum Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup di Indonesia, Alumni, Bandung, 2003.

Daud Silalahi & Kristianto, Hukum Lingkungan Dalam Perkembangan Di Indonesia, Cv Keni Media, Bandung, 2015.

Djatmoko, Margono, Wahyono, Pendayagunaan Industrial Waste Management (Kajian Hukum Lingkungan Indonesia).

 

 

 

 

K.                  Kesulitan Yang dialami

 

    Selama penelitian kesulitan yang kami alami adalah alat yang tidak memadai. Karena percobaan ini dilakukan di rumah karena kondisi pandemic covid 19 yang tidak kunjung ada habisnya.

 

L. FOTO / VIDEO PRAKTIKUM

 

 

1.      ALAT DAN BAHAN


                            ( ALAT PRAKTIKUM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

             

 

 

 

 

 

 

( BAHAN PRAKTIKUM )

2.      PEMBAGIAN KONSETRASI CAIRAN

 

( GAMBAR 1)

 

                       

 

              ( GAMBAR 2 )                                                                                             ( GAMBAR 3 )

 

 

 

 

 

3.      HASIL PENGAMATAN SETELAH 72 JAM

 

( AKAR BAWAH MERAH TERLIHAT TUMBUH MEMANJANG SAMPAI 5 CM PADA KONTROL 0 ( AIR BIASA )  )

 

 

               

          6,25%                                          50%                                             12,50%

 

 

PADA KONSETRASI 100% AKAR BAWANG MERAH TIDAK TUMBUH SAMA SEKALI

 

 

 

AIR CAMPURAN DETERJEN 100%

 

 


 

LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

PENCEMARAN LINGKUNGAN PENGARUH DETERJEN TERHADAP PERKECAMBAHAN

 



 

v  KEGIATAN PRAKTIKUM PENCERMARAN LINGKUNGAN PENGARUH DETERJEN TERHADAP PERKECAMBAHAN

A. Tujuan

Mengamati pengaruh deterjen terhadap perkecambahan kacang hijau

B. Alat dan bahan

 

  1. Neraca analitik/ sendok teh 1 buah
  2.  Gelas kimia 600 ml 10 buah
  3. Kertas saring / tissue secukupnya
  4. Kertas timah secukupnya
  5.  Mistar dengan sekala mm 1 buah
  6.  Kertas untuk label secukupnya
  7. Gelas kimia 1000 ml 1 buah
  8. Air ledeng secukupnya
  9.  Deterjen serbuk 1gram.

 

 Cara kerja

  • Sediakan larutan deterjen 100%, 50%, 25%, 12,50%, 6,25%, 3,10%, serta control air ledeng. Lalu simpan cairan dengan gelas kimia beri label.
  • Masukkan kacang hijau ke dalam air pada gelas kimia. Buanglah kacang yang mengapung.
  • Ambil 10 butir lalu rendam dalam larutan I, 10 butir dalam larutan II,10 butir dalam larutan III, 10 butir dalam larutan IV, 10 butir dalam larutan V, 10 butir dalam larutan VI dan 10 butir dalam larutan control
  • Aturlah kacang hijau dalam gelas kimia dengan label yang sesuai.
  • Isilah gelas kimia yang telah diisi kacang hijau dengan larutan berlabel sama.
  • Tutup kelima gelas dengan kertas timah sehingga tidak ada cahaya masuk.
  • Lakukan pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Ukur panjang akar dengan mistar. Kacang hijau yang tidak tumbuh akar dianggap memiliki panjang akar = 0 mm.
  • Buatlah grafik rata-rata pertumbuhan kecambah per konsentrasi setelah 24 jam dan 48 jam.

 

v  HASIL PENGAMATAN

            Pertumbuhan kecambah selama 24 jam

 

 


            Pertumbuhan kecambah selama 48 jam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hasil Pengamatan

 

 

Tabel 2.10.

Pengaruh deterjen terhadap tumbuhan

 

 

 

 

 

Pembahasan



  1. Pencemaran lingkungan menimbulkan banyak kerugian bagi manusia serta lingkungan. Ada 4 tahap pencemaran
  2. Pencemaran tidak menimbulkan kerugian, dilihat dari kadar dan waktu.
  3. Pencemaran yang mulai menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem
  4. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi yang fatal.
  5. Pencemaran yang menimbulkan kematian, dari kadar yang tinggi.




F. Kesimpulan

 

Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa kecambah pada kadar konsentrasi tertentu (rendah) masih bisa mengalami pertumbuhan walaupun ada hambatan, tetapi pada konsentrasi tinggi kecambah tumbuh namun tidak mengalami pertumbuhan dan pada akhirnya akan mati.

 

 

G. Jawaban Pertanyaan

  1. Fungsi larutan 0 (control) : Sebagai pembanding dengan konsentrasi larutan deterjen dan sebagai bukti bahwa larutan 0 (kontrol) adalah larutan yang paling baik dalam pertumbuhan karena tidak mengandung deterjen.
  2. Jika pada larutan 0 (control) ada kacang hijau yang mati, mungkin kacang hijau tersebut bukan bibit unggul (mandul).

 

F . Refrensi

 

Andrew . W.A . et Al . ( 1983 ) . Discovering Biological Science . Ontario: Prentice- Hall Canada Inc .

Murray , J . ( 1983 ) . Experimental work in Biologi . USA : D.G.Mackean .

Nurdin , I dkk ( 1991 ) Penuntun IPA 2 . Jakarta : Universitas Terbuka

Ratnaningsih , A . ( 1986 ) . Petunjuk praktikum Biologi . Jakara : Karunika Universitas Terbuka

Salim,E. ( 1989 ) . Lingkungan Hidup dan Pembangunan . Jakarta : Muatan Sumber Wijaya

Salim,E ( 1986 ) . Pembangunan Berwawasan Lingkungan . Jakarta : LP3ES

Soemarwoto , O . ( 1989 ) . Ekologi Lingkungan hidup dan Pembangunan . Jakarta: Djambatan .

Subagja , Y . Dkk . ( 2001 ) . Ekologi .Jakarta : Universitas Terbuka .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407