Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 3. 2 UJI MAKANAN | PGSD BI UT PDGK4107


LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

UJI MAKANAN


v  KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : UJI MAKANAN

Judul Percobaan 1 : Uji karbohidrat

A.    Tujuan

Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung karbohidrat.

B.     Alat dan Bahan

1.         Piring plastik 1 buah

2.         Pipet 1 buah

3.         Pisang 1 diiris kecil

4.         Apel 1 diiris kecil

5.         Nasi 2-3 butir

6.         Telur rebus (bagian putihnya) 1 iris kecil

7.         Tahu putih 1 iris kecil

8.         Margarin seujujng sendok

9.         Biskuit 1 potong kecil

10.     Tepung terigu 1 sendok kecil

11.     Gula pasir 1 sendok kecil

12.     Kentang 1 iris kecil

13.     Kalium Iodide 0,1 M 10 Ml / Betadhine

C.    Landasan Teori

Untuk memiliki tubuh sehat dan tumbuh normal, setiap orang memerlukan zat makanan seperti: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Kandungan zat dalam makanan dapat diidentifikasi dalam suatu pengujian sederhana namun jumlah kandungan setiap zat makanan dalam bahan makanan hanya dapat diidentifikasi dengan cara yang kompleks. Karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri atas  unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) yang umumnya dikenal sebagai senyawa gula.

Ada 3 (tiga) golongan karbohidrat yaitu :

a) Golongan Monosakarida

Merupakan golongan karbohidrat yang terdiri dari satu satuan gula, rumus kimia: C6H12O6. Contoh: glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Contoh pada makanan adalah: madu dan rasa manis pada air buah.

b) Golongan Disakarida

Merupakan golongan karbohidrat yang terdiri dari dua satuan gula, rumus kimia: (C6H12O6)2.

c) Golongan Polisakarida

Merupakan golongan karbohidrat yang terdiri dari banyak satuan gula, rumus kimia: (C6H12O6)n. Contoh: amilium (pati/zat tepung). Contoh pada bahan makanan adalah: semua makanan yang mengandung zat tepung (amilium), misalnya nasi (beras), roti (terigu), ubu, keladi, sagu.  Pada buah-buahan  misalnya : alpukat, durian, nangka, mangga manalagi (harum manis).

Untuk mengetahui amilum dalam bahan makanan dapat diuji dengan pemberian larutan lugol. Amilium yang ditetesi larutan lugol akan memperlihatkan perubahan warna larutan lugol dalam bahan makanan menjadi berwarna biru tua (biru ke hitam-hitaman). Jadi bahan makanan yang mengandung amilium jika ditetesi dengan larutan lugol, maka bagian yang ditetesi akan berwarna biru-ungu atau biru ke hitam-hitaman.Untuk membantu agar warna dapat diidentifikasi secara jelas, maka usahakan memilih bahan makanan yang berwarna putih.

 

D.    Prosedur Percobaan

1.      Semua pengamatan harus dicatat dan atau digambar langsung dalam lembar kerja yang diperuntukkan bagi percobaan ini

2.      Susun semua makanan dan beri nama bahan-bahan makanan yang akan diuji diatas piring plastik

3.      Tetesi satu-persatu bahan makanan dengan dua sampai tiga tetes larutan yodium dalam KI/lugol. Perhatikan dan catat perubahan warna pada bagian makanan yang ditetesi larutan yodium (betadhine). Catatlah bahan yang diuji manakah yang menunjukkan warna ungu-biru-hitam setelah ditetesi larutan. 

4.      Catat semua hasil pengamatan ke dalam lembar kerja dan buatlah kesimpulan tentang zat-zat manakah yang mengandung amilum.

 

E.     Hasil pengamatan

Tabel Hasil Pengamatan

 

No.

 

Bahan Makanan

Warna

 

Keterangan

Sebelum diberi

Yodium

Sesudah diberi

Yodium

1.

Pisang

Krem/kuning

Kuning kecoklatan

X

2.

Apel

Krem/kuning

Kuning kecoklatan

X

3.

Nasi

Putih

Hitam

4.

Putih Telor

Putih

Putih kecoklatan

X

5.

Tahu Putih

Putih

Putih kecoklatan

X

6.

Margarin

Krem/kuning

Kuning kecoklatan

X

7.

Biskuit

Coklat

Hitam

8.

Tepung terigu

Putih

Hitam

9.

Gula Pasir

Putih

Kuning kecoklatan

X

10.

Kentang

krem/kuning

Hitam

Keterangan simbol :

√        =  mengandung karbohidrat

X       =  tidak mengandung karbohidrat

 

F.     Pertanyaan

1.    Perhatikan bahan makanan nasi, tepung terigu, kentang dan gula pasir, setelah diberi larutan yodium, apakah semuanya menunjukan warna biru ungu? Jika tidak, mengapa. Bukankah semua bahan makanan tersebut termasuk golongan karbohidrat? Jika ya, jelaskan mengapa?

Jawaban :

Ø  Tidakkarena dari bahan-bahan  makanan tersebut di atas setelah ditetesi dengan larutan yodium (betadhine) tidak semuanya berubah warna menjadi biru, ungu, atau hitam. Ada beberapa yang coklat, putih kekuningan, dan ada pula yang tetap seperti warna semula.

2.    Mengapa ada bahan makanan yang berwarna ungu biru hitam dan ada pula yang tidak setelah ditetesi larutan yodium?

Jawaban :

Ø  Karena dari bahan makanan terssebut ada yang mengandungkarbohidrat dan ada pula yang tidak mengandung karbohidrat.

3.    Berdasarkan uji yang telah dilakukan bahan makanan manakah yang termasuk sumber karbohidrat ?

Jawaban :

Ø  Nasi, biskuit, tepung terigu, dan kentang.

4.    Apa simpulan dari kegiatan praktikum di atas? 

Jawaban :

Ø  Setelah melakukan uji karbohidrat dengan menggunakan contoh bahan-bahan  makanan  ( pisang, apel, nasi, telur rebus(putihnya), tahu, margarine, biskuit, tepung terigu, gula pasir, dan kentang) yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)maka ada beberapa bahan yang teridentifikasi mengandung karbohidrat dan ada pula yang tidak mengandung karbohidrat seperti sebagai berikut :

-          Yang mengandung karbohidrat: nasi, biskuit, tepung terigu,dan kentang.

-          Yang tidak mengandung karbohidrat:pisang, apel,telur rebus (putihnya), tahu,margarin, dan gula pasir.

 

 

G.    Pembahasan

Pada kegiatan praktikum kali ini menggunakan larutan yodium (betadhine) yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan.

Ø  Betadhine digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi betadhine menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Sesuai pernyataan di atas di peroleh hasil pengujian sebagai berikut :

-          Pisang

Pada uji karbohidrat (amilum), pisang yang diiris kecil di tetesi dengan larutan yodium (betadhine) dan tidak menghasilkan warna hitam.Hal itu berarti pisang tidak mengandung karbohidrat (amilum).

-          Apel

Pada uji karbohidrat (amilum), Apel yang diiris kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi cokelat.Hal itu menunjukkan bahwa apel tidak mengandung karbohidrat (amilum).

-          Nasi

Uji karbohidrat (amilum), 2-3 butir nasi  yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi kehitaman. Hal itu menunjukkan bahwa nasi mengandung karbohidrat (amilum).

-          Telur Rebus (bagian putihnya)

Uji karbohidrat (amilum), putih telur yang diiris kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)menghasilkan warna putih kekuning-kuniangan.Hal itu menunjukkan bahwa putih telur tidak mengandung karbohidrat (amilum), karena bila memiliki karbohidrat (amilum), setelah di uji seharusnya memiliki warna biru kehitaman / hitam / ungu.

-          Tahu Putih

Uji karbohidrat (amilum), tahu yang diiris kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi putih kecokelatan.Hal itu menunjukkan bahwa tahu tidak mengandung karbohidrat (amilum).

-          Margarine

Uji karbohidrat (amilum), margarin yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)tidak berubah warna.Hal itu menunjukkan bahwa margarin tidak mengandung karbohidrat (amilum).

-          Biskuit

Uji karbohidrat (amilum), biskuit yang dipotong kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi hitam.Hal itu menunjukkan bahwa biskuit mengandung karbohidrat (amilum).

-          Tepung terigu

Uji karbohidrat (amilum), tepung yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi biru kehitaman.Hal itu menunjukkan bahwa tepung kanji mengandung karbohidrat (amilum).

-          Gula pasir

Uji karbohidrat (amilum), gula pasir yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi cokelat.Hal itu menunjukkan bahwa gula pasir tidak mengandung karbohidrat (amilum).

-          Kentang

Uji karbohidrat (amilum), kentang yang diiris kecil ditetesi dengan betadhine berubah warna menjadi hitam .Hal itu menunjukkan bahwa kentang mengandung karbohidrat (amilum).

 

H.    Kesimpulan

Setelah melakukan uji karbohidrat dengan menggunakan contoh bahan-bahan  makanan  ( pisang, apel, nasi, telur rebus(putihnya), tahu, margarine, biskuit, tepung terigu, gula pasir, dan kentang) yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine) maka ada beberapa bahan yang teridentifikasi mengandung karbohidrat dan ada pula yang tidak mengandung karbohidrat. Bahan – bahan tersebut yaitu :

Ø   Yang mengandung karbohidrat:nasi, biskuit, tepung terigu,dan kentang.

Ø   Yang tidak mengandung karbohidrat:pisang, apel,telur rebus (putihnya), tahu,margarin, dan gula pasir.

 

I.       Daftar Pustaka

Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.

Carola, R,. Et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd. New York

      McGraw Hill Inc.

Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New York.

      Harper & Row Publising.

Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP Kelas 1, 2, 3. Surabaya

      Gitamedia Press.

Ichsan, M. Dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.

Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas

Terbuka, Jakarta.

Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.

Riyadi, H. (1999). Gizi dan kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas

Terbuka, Jakarta.

Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka, Jakarta.

Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT

      Mandira.

 

J.      Kesulitan yang dialami: Saran dan masukan

-

 

K.    Foto/video praktikum

Sebelum ditetesi larutan yodium (betadhine)

 

Setelah ditetesi larutan yodium (betadhine)

 

Foto Bahan Makanan Setelah Ditetesi Larutan Iodium (betadhine)

No.

Bahan Makanan

Foto

1.

Pisang

 

2.

Apel

 

3.

Nasi

 

4.

Putih Telor

 

5.

Tahu Putih

 

6.

Margarin

 

7.

Biskuit

 

8.

Tepung terigu

 

9.

Gula Pasir

 

10.

Kentang

 

 

Judul Percobaan 2: Uji Lemak

A.    Tujuan

Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung lemak.

B.     Alat dan Bahan

1.    Piring  plastik 1 buah

2.    Pipet 2 buah

3.    Kertas coklat sampul buku ukuran10 x 10 cm 12 lembar

4.    Lampu senter 1 buah

5.    Lilin 1 buah

6.    Sendok 1 buah

7.    Kemiri 2 butir

8.    Margarine 1 sendok kecil

9.    Wortel 1 buah

10.                        Seledri 1 tangkai

11.                        Biji jagung kering 1 genggam

12.                        Singkong kering 1 iris

13.                        Kacang tanah yang dikupas kering 3-5 butir

14.                        Pepaya 1 potong kecil

15.                        Santan 1-3 sendok teh

16.                        Minyak goreng 5 mL

17.                        Susu 1-3 sendok teh

18.                        Air 5 ml

C.    Landasan Teori

Seperti juga karbohidrat, lemak merupakan senyawa yang terdiri atas unsur karbon, hidrogen dan oksigen dengan struktur yang berbeda dari karbohidrat.Lemak dapat dijumpai pada berbagai bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. 

Bahan makanan yang berasal dari hewan yang mengandung lemak adalah daging, jerohan, krim, susu, mentega dan sebagainya. Sedangkan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung lemak adalah minyak goreng, margarine, kacang tanah, kemiri dan lain-lain. Bahan makanan sumber lemak jika dipegang terasa licin dan jika ditempelkan pada kertas akan terlihat meninggalkan bekas minyak pada kertas tersebut.

Apabila bekas air pada kertas akan hilang setelah beberapa saat karena air akan menguap sehingga kertas akan kering kembali maka bekas minyak tidak akan hilang dari kertas karena minyak tidak menguap

1)      Struktur Kimia Lemak

Lemak atau lipida tersusun oleh C, H, dan O, dan kadang-kadang fosforus (P) serta nitrogen (N).Lemak merupakan ester dari asam lemak dengan gliserin yang membentuk trigliserida, yaitu zat yang tersusun oleh satu senyawa gliserol dan tiga senyawa asam lemak.Berdasar komposisi kimianya, lemak dibedakan menjadi tiga macam yaitu lemak sederhana, lemak campuran, dan derivat lemak.Berdasarkan ikatan kimianya, asam lemak dibedakan menjadi dua, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.

2)      Sumber Lemak

Lemak nabati adalah lemak tumbuhan yang dapat diperoleh dari kelapa, zaitun, kemiri, berbagai jenis tanaman kacang, dan buah avokado. Lemak hewani adalah lemak hewan yang dapat diperoleh dari keju, lemak daging, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur.

3)      Fungsi Lemak

Di dalam tubuh kita lemak berfungsi penting antara lain:

a. Sebagai pelindung tubuh dari pengaruh suhu rendah

b. Sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K

c. Sebagai pelindung alat-alat tubuh yang vital ( antra lain jantung dan lambung), yaitu sebagai bantalan lemak

d. Sebagai penghasil energi tertinggi

e. Sebagai salah satu bahan penyusun membran sel

f. Sebagai salah satu bahan penyusun hormon dan vitamin (khusus untuk sterol)

g. Sebagi salah satu bahan penyusun garam empedu, asam kholat dan hormon seks

4) Metabolisme Lemak

Asam lemak bersenyawa kembali dengan gliserol membentuk lemak, dan selanjutnya diangkut oleh pembuluh getah bening usus atau pembuluh kil menuju ke pembuluh getah bening kiri pembuluh dada terus ke pembuluh balik bawah selangka. Selanjutnya lemak disimpan dijaringan adiposa ( jaringan lemak). Hal ini terjadi apabila masih ada glukosa yang dipergunakan sebagi sumber energi. Jika dibutuhkan, lemak akan diangkut ke hati dalam bentuk senyawa lesitin

 

D.    Prosedur Percobaan

1.    Buatlah 2 buah kertas coklat sampul buku yang telah dipotong-potong dengan ukuran 10 x 10 cm 2.

2.    Ambil pipet, isap minyak goreng dengan pipet dan teteskan di atas salah satu kertas coklat.

3.    Ambil Pipet yang lain, isap minyak goreng dengan pipet dan teteskan diatas kertas coklat yang lainya.

4.    Biarkan kedua kertas tersebut tersebut selama sekitar 10 menit. Sesudah itu periksa keduanya dengan menghadap cahaya. Amatilah dan catat keadaan permukaan kertas tersebut. Manakah kertas yang meninggalkan bekas? Catatan: gunakan hasil ini sebagai pembanding untuk bahan yang mengandung minyak atau tidak.

5.    Ambilah sepuluh kertas coklat yang sama seperti, 1)Berilah nomor dan nama, jenis bahan makanan yang diuji. (1) kemiri, (2) Margarine, (3) Seledri, (4) wortel, (5) biji jagung, (6) singkong kering, (7) kacang tanah kering, (8) pepaya, (9) santan,

6.    Haluskanlah kemiri, usap-usap di atas kertas coklat kira-kira sepuluh kali dan bersihkan sisa kemiri. Biarkanlah sekitar 5-10 menit.

7.    Sambil menunggu waktu, kerjakan hal serupa untuk kesembilan bahan makanan lain. Cairkan margarine diatas sendok dengan menggunakan panas dari nyala lilin. Teteskan margarine diatas kertas coklat. Biarkan sekitar sepuluh menit.

8.    Usapkan seledri diatas kertas coklat kira-kira sepuluh kali. Potonglah wortel dan usap-usapkan biji jagung kering diatas kertas coklat berulang-ulangatau sebanyak sepuluh kali. Lakukan hal yang sama untuk singkong kering dan kacang tanah kering. Potong-potong pepaya dan usap-usapkan diatas kertas coklat sebanyak sepuluh kali. Teteskan air santan pada kertas coklat. Tetskan pula susu pada kertas coklat yang terakhir. Biarkan kesepuluh kertas coklat ini selama sepuluh menit.

9.    Setelah 10 menit, amati kertas cokelat satu persatu. Pergunakanlah lampu atau senter ka arah bekas usapan dari bahan-bahan makanan yang diuji. Kertas manakah yang meninggalkan bekas noda minyak? Catatlah hasil pengamatan pada tabel di lembar kerja.

 

E.       Hasil Pengamatan

 

Tabel Hasil Pengamatan

 

No.

Bahan yang diuji

Meninggalkan bekas noda minyak

Keterangan

Ya

Tidak

1.

Kemiri

 

Mengandung lemak

2.

Margarine

 

Mengandung lemak

3.

Seledri

 

Tidak mengandung lemak

4.

Wortel

 

Tidak mengandung lemak

5.

Jagung

 

Tidak mengandung lemak

6.

Singkong

 

Tidak mengandung lemak

7.

Kacang

 

Mengandung lemak

8.

Pepaya

 

Tidak mengandung lemak

9.

Santan

 

Mengandung lemak

10.

Susu

 

Tidak mengandung lemak

11.

Minyak goreng

 

Mengandung lemak

12.

Air

 

Tidak mengandung lemak

 

F.     Pertanyaan

1.      Rabalah/usaplah tetesan bahan makanan kemiri, seledri, dan papaya. Bagaimanakah terasanya bekas usapan/tetesan tersebut di tangan anda?

Jawaban :

Ø Bekas usapan kemiri di tangan terasa licin dan halus karena mengandung minyak, sedangkan bekas usapan seledri dan papaya terasa kasar karena mengandung air.

2.      Ketika bekas usapan/tetesan tersebut diterangi atau disorot dengan lampu/senter, bagaimana terlihatnya?

Jawaban :

Ø Setelah 10 menit didiamkan bekas kemiri terlihat transparan, sedangkan bekas seledri dan papaya tidak terlihat transparan dan kertas kembali kering.

3.      Berdasarkan uji yang telah dilakukan manakah bahan makan sumber lemak?

Jawaban :

Ø Bahan yang mengandung lemak :kemiri, margarine, kacangtanah kering, santan, dan minyak goreng.

Ø  Bahan yang tidak mengandung lemak :wortel, seledri, bijijagung kering,  singkongkering, pepaya, dan susu.

 

G.    Pembahasan

Pada kegiatan praktikum uji lemak kali ini dapat di ketahui bahwa :

Ø  Kemiri

Pada uji lemak, kemiri yang di haluskan dan di usap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit dan kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas. Hal itu menunjukkan bahwa kemiri mengandung lemak.

Ø  Margarin

Pada uji lemak, margarin yang di oleskan/diusapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa margarin mengandung lemak.

Ø  Wortel

Pada uji lemak, wortel yang diiris halus kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa wortel tidak mengandung lemak.

Ø  Seledri

Pada uji lemak, seledri yang diiris halus kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa seledri tidak mengandung lemak.

Ø  Biji Jagung kering

Pada uji lemak, biji jagung kering yang diiris halus kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa biji jagung kering tidak mengandung lemak.

Ø  Singkong

Pada uji lemak, singkong kering  yang diiris halus kemudian di usap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa singkong kering tidak mengandung lemak.

Ø  Kacang tanah kering

Pada uji lemak, kacang tanah kering yang diiris halus kemudian di usap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa kacang tanah kering mengandung lemak.

Ø  Pepaya

Pada uji lemak, pepaya yang diiris kecil kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa papaya tidak mengandung lemak.

Ø  Santan

Pada uji lemak, santan yang diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa santan mengandung lemak.

Ø  Susu

Pada uji lemak, susu yang diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa susu tidak mengandung lemak.

 

Ø  Minyak goreng

Pada uji lemak, minyak goreng diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa minyak goreng mengandung lemak.

Ø  Air

Pada uji lemak, air yang diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa air tidak mengandung lemak.

 

H.    Kesimpulan

Setelah melakukan uji lemak dengan menggunakan contoh bahan-bahan  makanan  ( kemiri, margarine, wortel, seledri, biji jagung kering, singkong kering, kacang tanah kering,  pepaya, santan, susu,minyak goring, dan air) maka ada beberapa bahan yang teridentifikasi mengandung lemak dan ada pula yang teridentifikasi tidak mengandung lemak, bahan – bahan tersebut yaitu :

Ø   Bahan yang mengandung lemak:kemiri, margarine, kacangtanah kering, santan,minyak goreng.

Ø  Bahan yang tidak mengandung lemak:wortel, seledri, biji jagungkering, singkong kering, pepaya, susu dan air.

 

I.       Daftar Pustaka

Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.

Carola, R,. Et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd. New York

      McGraw Hill Inc.

Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New York.

      Harper & Row Publising.

Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP Kelas 1, 2, 3. Surabaya

      Gitamedia Press.

Ichsan, M. Dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.

Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas

Terbuka, Jakarta.

Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.

Riyadi, H. (1999). Gizi dan kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas

Terbuka, Jakarta.

Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka, Jakarta.

Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT

      Mandira.

 

J.      Kesulitan yang dialami

-

K.    Foto/video praktikum

Persiapan alat dan bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Pengamatan

 

 

 

 

 

 

 

Minyak goreng dan kemiri meninggalkan bekas noda setelah 10 menit

 

Margarine dan kacang meninggalkan bekas noda setelah 10 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

Judul Percobaan 3 : Uji Protein

A.    Tujuan

Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung protein.

B.     Alat dan Bahan

1.    Piring plastik 1 buah

2.    Pipet 2 buah

3.    Lilin 1 buah

4.    Alas galas/tempat lilin 1 buah

5.    Cangkir plastik 1 buah

6.    Jepitan jemuran/penjepit

7.    Tabung reaksi 1 buah

8.    Korek api 1 dus

9.    Sendok makan 1 buah

10.                        Air kapur 10 ml

11.                        Air 10 ml

12.                        Gula pasir 1 sendok

13.                        Putih telur (direbus) 1 iris kecil

14.                        Roti 1 iris kecil

15.                        Tempe 1 iris kecil

16.                        Ikan 1 iris kecil

17.                        Tepung terigu 1 sdm

18.                        Tembaga sulfat 1 sdm

19.                        Bulu ayam 1 helai

20.                        Seledri 1 batang

21.                        Kangkung 1 batang

 

C.    Landasan Teori

Protein merupakan zat makanan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, mengganti bagian yang rusak dan sebagainya. Protein terdapat dalam bahan makanan seperti susu, daging, kacang-kacangan dan lain-lain. Perlu diketahui protein tidak dapat dibuat atau disimpan sebagai bahan cadangan tubuh.Jadi, harus dikonsumsi secara teratur.

Secara sederhana, keberadaan protein dapat diuji dengan cara pembakaran bahan yang diuji atau dengan cara pemberian larutan tembaga sulfat. Perlu diingat bahwa larutan tembaga sulfat adalah racun.Jadi hati-hati, jangan sampai tertelan. Bahan makanan yang mengandung protein jika dibakar akan menghasilkan bau seperti bau bulu ayam yang terbakar.

Dalam pemakaian larutan penguji tembaga sulfat, terhadap bahan makanan yang diuji sebelumnya diberi larutan air kapur dulu.Baru kemudian diberi larutan tembaga sulfat. Dengan pemberian air kapur dan larutan tembaga sulfat akan terbentuk warna ungu. Semakin gelap warna ungu yang terjadi semakin tinggi kadar protein dalam bahan uji tersebut.

1.      Struktur Kimia Protein

Protein adalah suatu senyawa organik yang tersusun oleh unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang juga mengandung unsur P dan belerang (S).Komponen dasar dari senyawa protein adalah asam amino. Protein adalah ikatan asam-asam amino yng membentuk rantai panjan

2.      Sumber Protein

Protein nabati adalah biji kacang-kacangan, gandum, kelapa, dan beberapa jenis sayuran seperti daun melinjo.Protein hewani adalah protein yang terkandung dalam tubuh hewan.

3.      Fungsi Protein

Protein berfungsi sebagai pengembang tubuh, sebagai enzim, antibodi, dan hormon.Protein pembangun tubuh disebut protein struktural.Protein sebagai enzim, antibodi, atau hormon dikenal sebagai protein fungsional.

4.       Metabolisme Protein

Protein diserap tubuh dalam bentuk asam amino.Asam amino tersebut merupakan hasil pembongkaran protein oleh enzim tertentu.Penyerapan asam amino terjadi di dalam usus halus dan berlangsung secara osmosis. Selain itu terdapat pula protein yang masuk  ke dalam usus melalui pinositosis atau faogositosis.

 

 

 

D.    Prosedur Percobaan

1)        Nyalakan lilin, berdirikan di atas gelas (piring kecil). Jepitlah bulu ayam dengan penjepit jemuran atau tabung reaksi, kemudian bakarlah di atas nyala lilin. Amati dan jelaskan bau yang ditimbulkannya. Gunakanlah bulu ayam terbakar ini sebagai kontrol.

2)        Jepitlah satu per satu bahan yang akan diuji, kemudian bakarlah di atas nyala lilin. Bahan yang diuji adalah seledri, kangkung, putih telur, roti, tempe, dan daging ayam. Amati bau yang ditimbulkannya. Manakah yang baunya seperti bau bulu yang terbakar!

3)        Buatlah kesimpulan, manakah bahan makanan yang mengandung protein berdasarkan uji pembakaran!

4)        Selanjutnya lakukanlah dengan cara uji dengan menggunakan tenaga sulfat sebagai berikut: (1) larutkan dua sendok makan tembaga sulfat kedalam 1 cangkir air. (2) aturlah bahan makanan yang akan diuji diatas piring plastik. Bahan makanan yang akan diuji meliputi gula pasir, roti, tempe, daging ayam, dan tepung terigu.

5)        Siapkan pipet sebanyak dua buah, berikan label satu untuk mengisap air dan yang lainya untuk mengisap larutan tembaga sulfa. Harus diingat bahwa kedua pipet tersebut jangan saling tertukar, artinya jika sejak pertama dipakai untuk mengisap air kapur seterusnya dipakai untuk mengisap air kapur, demikian juga jika pertama dipakai untuk mengisap larutan tembaga sulfat maka seterusnya untuk larutan tembaga sulfat.

6)        Berikan dua tetes larutan kapur untuk setiap bahan makanan yang diuji. Pada daerah bekas tetesan air kapur, berikan pula dua tetes tembaga sulfat. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi kedalam lembar kerja yang sudah tersedia.

 

 

 

 

 

 

 

 

E.     Hasil Pengamatan

Data Hasil Pengamatan Uji Protein Melalui Pembakaran

NO

BAHAN YANG DIUJI

WAKTU DIBAKAR BERBAU

SEPERTI BULU AYAM TERBAKAR

AROMA LAIN

1

Seledri

 

2

Kangung

 

3

Putih Telur

 

4

Roti

 

5

Tempe

 

6

Daging Ayam

 

 

 

Kesimpulan:

  1. Yang berbau seperti bulu ayam berarti mengandung protein, yaitu: putih telur dan daging ayam.
  2. Yang berbau aroma lain, tidak atau kurang mengandung protein, yaitu: sledri, kangkung dan sledri.

 

Tabel Hasil Pengamatan Uji Protein Menggunakan Tembaga Sulfat

 

NO

BAHAN MAKANAN

WARNA YANG TERJADI SETELAH DITETESI AIR KAPUR DAN LARUTAN TEMBAGA SULFAT

SEBELUM

SESUDAH

1

Gula Pasir

Putih

Putih

2

Putih Telur

Putih

Ungu

3

Roti

Putih

Putih

4

Tempe

Putih

Ungu

5

Daging Ayam

Cokelat

Ungu

6

Tepung Terigu

Putih

Ungu

 

 

Kesimpulan:

  1. Bahwa semua jenis makanan yang mengandung protein jika ditetesi larutan tembaga sulfat dan air kapur akan berubah menjadi ungu.
  2. Semua jenis makanan yang tidak mengandung protein jika ditetesi larutan tembaga sulfat dan air kapur tidak berubah menjadi ungu.

 

F.     Pertanyaan

1.    Apakah semua bahan makanan yang diuji menunjukan warna yang sama?

Jawaban :

Tidak

2.    Perhatikan putih telur rebus, roti, tempe waktu dibakar. Indentifikasi bau yang ditimbulkannya, jelaskan kira-kira bau apa dari masing-masing bahan makanan yang di bakar tersebut!

Jawaban :

Ø  Putih telur setelah di bakar baunya seperti/sama dengan bau yang ditimbulkan oleh bulu ayam yang dibakar.

Ø  Roti setelah di bakar baunya tidak seperti/tidak sama dengan bau yang ditimbulkan oleh bulu ayam yang dibakar.

Ø  Tempe setelah di bakar baunya seperti/sama dengan bau yang ditimbulkan oleh bulu ayam yang dibakar.

3.    Pada saat diberi air kapur dan larutan tembaga sulfat terhadap putih telur rebus, tempe, dan daging ayam, manakah yang menunjukkan warna ungu? Apakah keunggulannya sama? Manakah yang ungunya lebih muda dan yang paling tua? Mengapa demikian?

Jawaban :

Yang berwarna ungu adalah putih telur rebus, tempe, dan daging ayam. Keunggulannya tidak sama. Warna ungu lebih muda pada  daging ayam dan tempe sedangkan umgu yang lebih tua pada putih telur rebus. Karena Putih telur rebus kandungan proteinnya lebih besar daripada pada daging ayam dan tempe yang ditunjukkan dengan warna ungu lebih muda pada kedua bahan tersebut.

4.    Berdasarkan uji yang telah dilakukan manakah bahan makanan sumber protein?

Jawaban :

Ø Bahan yang mengandung sumber protein : Putih telur, tempe, daging ayam, dan seledri.

Ø Bahan yang tidak mengandung protein : Roti dan kangkung.

 

G.     Pembahasan

Setelah kami melakukan pengamatandalam uji protein, kami menyiapkan berbagai bahan makanan seperti seledri, kangkung, putih telur yang telah direbus, roti, tempe, dan daging ayam sebagai bahan makanan yang akan di ujikan melalui proses pembakaran. Bahan makanan seperti gula pasir, putih telur yang telah direbus, roti, tempe,daging ayam, dan tepung terigu kami uji melalui proses penetesan dengan larutan kapur dan asam sulfat. 

Dalam proses pembakaran, kami terlebih dahulu mengambil sampel bahan makanan dan  menyalakan lilin kemudian kami menyiapkan bulu ayam untuk kemudian dibakar sebagai kontrol dalam percobaan ini. Kami pun membakar bulu ayam tersebut dan mengamati/mencium aroma bulu ayam yang dibakar tersebut. 

Kami membakar seledri kemudian mencium aroma seledri yang telah dibakar dan membandingkan aromanya dengan aroma bulu ayam yang dibakar, kami membakar kangkung kemudian mencium aroma kangkung yang telah dibakar dan membandingkan aromanya dengan aroma bulu ayam yang dibakar, kami membakar putih telur yang telah direbus kemudian mencium aroma putih telur yang telah dibakar dan membandingkannya dengan aroma bulu ayam yang dibakar.

Kami membakar roti kemudian mencium aroma roti yang telah dibakar dan membandingkannya dengan aroma bulu ayam yang dibakar, kami membakar tempe kemudian mencium aroma tempe yang telah dibakar dan membandingkannya dengan aroma bulu ayam yang telah dibakar, dan kami membakar daging ayam kemudian mencium aroma daging ayam yang telah dibakar dan membandingkannya dengan aroma bulu ayam yang dibakar.

Hasil pembakaran tersebut kami mengamati adanya perubahan aroma-aroma tertentu. Seledri yang dibakar ternyata menghasilkan seperti aroma bulu ayam yang dibakar, kangkung yang dibakar menghasilkan aroma seperti aroma bulu ayam yang dibakar, putih telur yang dibakar menghasilkan aroma seperti aroma bulu ayam yang dibakar, roti yang dibakar menghasilkan aroma lain, tempe yang dibakar menghasilkan aroma seperti aroma bulu ayam yang dibakar, dan daging ayam menghasilkan aroma seperti aroma bulu ayam yang dibakar.

Dalam uji protein melalui proses penetesan dengan larutan kapur dan tembaga sulfat, kami menyiapkan bahan-bahan makanan tersebut ke dalam plate tetes. Gula pasir, putih telur yang telah di rebus, roti, tempe, daging ayam, dan tepung terigu kami ambil sampelnya ke dalam plate tetes.  

Kami meneteskan larutan kapur sebanyak 2-3 tetes ke dalam gula pasir, putih telur yang telah direbus, roti, tempe, daging ayam, dan tepung terigu kemudian dilanjutkan dengan meneteskan larutan tembaga sulfat kedalam sampel bahan makanan yang telah ditetesi larutan kapur tersebut. Kami mengamati adanya perubahan warna pada beberapa bahan makanan tersebut. 

Sebelum di beri lerutan kapur dan tembaga sulfat warna bahan makanan tersebut masih berupa warna dasar bahan makanan semula akan tetapi setelah diberi larutan kapur dan tembaga sulfat menunjukkan adanya perubahan warna. Gula pasir tidak berubah dari warna putih tetap berwarna putih. Putih telur yang telah direbus berubah warna dari putih menjadi ungu. 

Roti tidak berubah dari warna putih tetap berwarna putih. Tempe berubah warna dari putih menjadi ungu. Daging ayam berubah warna dari cokelat menjadi ungu. Tepung terigu berubah warna dari putih menjadi ungu.

 

H.    Kesimpulan

Setelah kami melakukan praktikum dari hasil pengamatan diatas, bahwa bahan makanan yang berbau seperti bau bulu ayam yang terbakar diantaranya seledri, kangkung, putih telur, tempe dan daging ayam. Sedangkan bahan makanan yang tidak berbau seperti bau bulu ayam yang terbakar yaitu roti. Berdasarkan hasil pengamatan diatas bahwa bahan makanan yang tidak berbau seperti bau bulu ayam yang terbakar menunjukkan bahan makanan tersebut mengandung protein sedangkan bahan makanan yang tidak berbau seperti bau bulu ayam yang terbakar tidak mengandung protein.

Adapun bahan makanan yang ditetesi larutan kapur disertai larutan tembaga sulfat yang mengalami perubahan warna menjadi ungu diantaranya putih telur (telur yang di rebus), tempe, daging ayam, dan tepung terigu. Sedangkan bahan makanan yang tidak mengalami perubahan warna menjadi ungu yaitu roti dan gula.

 

I.       Daftar Pustaka

Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.

Carola, R,. Et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd. New York

      McGraw Hill Inc.

Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New York.

      Harper & Row Publising.

Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP Kelas 1, 2, 3. Surabaya

      Gitamedia Press.

Ichsan, M. Dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.

Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas

Terbuka, Jakarta.

Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.

Riyadi, H. (1999). Gizi dan kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas

Terbuka, Jakarta.

Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka, Jakarta.

Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT

      Mandira.

 

 

 

 

 

J.      Kesulitan yang dialami

-       Pastikan sebelum mencium bau, hidung dalam kondisi baik dan tidak mampet karena flu.

 

K.    Foto/video Praktikum

Persiapan Alat dan Bahan Uji Protein Melalui Pembakaran

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Hasil Pengamatan Uji Protein Melalui Pembakaran (Dokumentasi)

NO

Bahan Makanan yang Diuji

Keterangan

Dokumentasi

1

Bulu Ayam

Digunakan sebagai perbandingan bau  dengan makanan yang diuji.

2

Seledri

Bau seperti bulu ayam terbakar.

3

Kangkung

Bau seperti bulu ayam terbakar.

4

Putih Telur

Bau seperti bulu ayam terbakar.

5

Roti

Aroma lain

6

Tempe

Bau seperti bulu ayam terbakar.

7

Daging Ayam

Bau seperti bulu ayam terbakar.

 

 

 

 

 

 

Persiapan Alat dan Bahan Uji Protein Melalui Tembaga Sulfat

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Hasil Pengamatan Uji Protein Melalui Tembaga Sulfat (Dokumentasi)

No

Nama Bahan Makanan

Keterangan

Dokumentasi

1

Gula Pasir

Tidak berubah warna

2

Putih Telur

Berubah warna

3

Roti

Tidak berubah warna

4

Tempe

Berubah warna

5

Daging Ayam

Berubah warna

6

Tepung Terigu

Berubah warna

 

Dokumentasi hasil Uji Protein Melalui Tembaga Sulfat


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407