Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 3. 2 UJI MAKANAN | PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD
v KEGIATAN
PRAKTIKUM 1 : UJI MAKANAN
Judul
Percobaan 1 : Uji
karbohidrat
A.
Tujuan
Mengidentifikasi bahan-bahan
makanan yang mengandung karbohidrat.
B.
Alat dan Bahan
1.
Piring plastik 1 buah
2.
Pipet
1 buah
3.
Pisang
1 diiris kecil
4.
Apel
1 diiris kecil
5.
Nasi
2-3 butir
6.
Telur
rebus (bagian putihnya) 1 iris kecil
7.
Tahu
putih 1 iris kecil
8.
Margarin
seujujng sendok
9.
Biskuit
1 potong kecil
10. Tepung terigu 1 sendok kecil
11. Gula pasir 1 sendok kecil
12. Kentang 1 iris kecil
13. Kalium Iodide 0,1 M 10 Ml / Betadhine
C.
Landasan Teori
Untuk memiliki tubuh sehat dan tumbuh normal, setiap orang
memerlukan zat makanan seperti: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral
dan air. Kandungan zat dalam makanan dapat diidentifikasi dalam suatu pengujian
sederhana namun jumlah kandungan setiap zat makanan dalam bahan makanan hanya
dapat diidentifikasi dengan cara yang kompleks. Karbohidrat merupakan senyawa
yang terdiri atas unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) yang
umumnya dikenal sebagai senyawa gula.
Ada
3 (tiga) golongan karbohidrat yaitu :
a)
Golongan Monosakarida
Merupakan golongan karbohidrat yang terdiri dari satu satuan
gula, rumus kimia: C6H12O6. Contoh: glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Contoh
pada makanan adalah: madu dan rasa manis pada air buah.
b) Golongan Disakarida
Merupakan
golongan karbohidrat yang terdiri dari dua satuan gula, rumus kimia:
(C6H12O6)2.
c) Golongan Polisakarida
Merupakan
golongan karbohidrat yang terdiri dari banyak satuan gula, rumus kimia:
(C6H12O6)n. Contoh: amilium (pati/zat tepung). Contoh pada bahan makanan
adalah: semua makanan yang mengandung zat tepung (amilium), misalnya nasi
(beras), roti (terigu), ubu, keladi, sagu. Pada buah-buahan
misalnya : alpukat, durian, nangka, mangga manalagi (harum manis).
Untuk
mengetahui amilum dalam bahan makanan dapat diuji dengan pemberian larutan
lugol. Amilium yang ditetesi larutan lugol akan memperlihatkan perubahan warna
larutan lugol dalam bahan makanan menjadi berwarna biru tua (biru ke
hitam-hitaman). Jadi bahan makanan yang mengandung amilium jika ditetesi dengan
larutan lugol, maka bagian yang ditetesi akan berwarna biru-ungu atau biru ke
hitam-hitaman.Untuk membantu agar warna dapat diidentifikasi secara jelas, maka
usahakan memilih bahan makanan yang berwarna putih.
D.
Prosedur Percobaan
1.
Semua pengamatan harus dicatat dan atau
digambar langsung dalam lembar kerja yang diperuntukkan bagi percobaan ini
2.
Susun semua makanan dan beri nama
bahan-bahan makanan yang akan diuji diatas piring plastik
3.
Tetesi satu-persatu bahan makanan dengan
dua sampai tiga tetes larutan yodium dalam KI/lugol. Perhatikan dan catat
perubahan warna pada bagian makanan yang ditetesi larutan yodium (betadhine). Catatlah bahan yang
diuji manakah yang menunjukkan warna ungu-biru-hitam setelah ditetesi larutan.
4.
Catat semua hasil pengamatan ke dalam
lembar kerja dan buatlah kesimpulan tentang zat-zat manakah yang mengandung
amilum.
E.
Hasil pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan
|
No. |
Bahan
Makanan |
Warna |
Keterangan |
|
|
Sebelum
diberi Yodium |
Sesudah
diberi Yodium |
|||
|
1. |
Pisang |
Krem/kuning |
Kuning kecoklatan |
X |
|
2. |
Apel |
Krem/kuning |
Kuning kecoklatan |
X |
|
3. |
Nasi |
Putih |
Hitam |
√ |
|
4. |
Putih Telor |
Putih |
Putih kecoklatan |
X |
|
5. |
Tahu Putih |
Putih |
Putih kecoklatan |
X |
|
6. |
Margarin |
Krem/kuning |
Kuning kecoklatan |
X |
|
7. |
Biskuit |
Coklat |
Hitam |
√ |
|
8. |
Tepung terigu |
Putih |
Hitam |
√ |
|
9. |
Gula Pasir |
Putih |
Kuning kecoklatan |
X |
|
10. |
Kentang |
krem/kuning |
Hitam |
√ |
Keterangan
simbol :
√
= mengandung karbohidrat
X
= tidak mengandung karbohidrat
F.
Pertanyaan
1.
Perhatikan
bahan makanan nasi, tepung terigu, kentang dan gula pasir, setelah diberi
larutan yodium, apakah semuanya menunjukan warna biru ungu? Jika tidak,
mengapa. Bukankah semua bahan makanan tersebut termasuk golongan karbohidrat?
Jika ya, jelaskan mengapa?
Jawaban :
Ø Tidak, karena dari
bahan-bahan makanan tersebut di atas
setelah ditetesi dengan larutan yodium (betadhine) tidak
semuanya berubah warna menjadi biru, ungu, atau hitam. Ada beberapa yang
coklat, putih kekuningan, dan ada pula yang tetap seperti warna semula.
2. Mengapa ada bahan makanan yang
berwarna ungu biru hitam
dan ada pula yang tidak setelah ditetesi larutan yodium?
Jawaban :
Ø Karena
dari bahan makanan terssebut ada yang mengandungkarbohidrat dan ada pula yang
tidak mengandung karbohidrat.
3. Berdasarkan uji yang telah dilakukan
bahan makanan manakah yang termasuk sumber karbohidrat ?
Jawaban :
Ø Nasi,
biskuit, tepung terigu, dan kentang.
4. Apa simpulan dari kegiatan praktikum
di atas?
Jawaban :
Ø Setelah
melakukan uji karbohidrat dengan menggunakan contoh bahan-bahan
makanan ( pisang, apel, nasi,
telur rebus(putihnya), tahu,
margarine, biskuit, tepung terigu, gula pasir, dan kentang) yang ditetesi
dengan larutan yodium (betadhine)maka ada beberapa bahan yang
teridentifikasi mengandung karbohidrat dan ada pula yang tidak mengandung
karbohidrat seperti sebagai berikut :
-
Yang mengandung karbohidrat: nasi,
biskuit, tepung terigu,dan kentang.
-
Yang tidak mengandung karbohidrat:pisang, apel,telur rebus (putihnya), tahu,margarin, dan gula
pasir.
G.
Pembahasan
Pada
kegiatan praktikum kali ini menggunakan larutan yodium (betadhine) yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan.
Ø
Betadhine digunakan untuk menguji apakah
suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum) atau tidak. Bila makanan yang
kita tetesi betadhine
menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti
makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Sesuai pernyataan di
atas di peroleh hasil pengujian sebagai berikut :
-
Pisang
Pada
uji karbohidrat (amilum), pisang yang diiris kecil di tetesi dengan larutan
yodium (betadhine) dan
tidak menghasilkan warna hitam.Hal itu berarti pisang tidak mengandung karbohidrat (amilum).
-
Apel
Pada
uji karbohidrat (amilum), Apel yang diiris kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi cokelat.Hal itu menunjukkan
bahwa apel tidak mengandung karbohidrat (amilum).
-
Nasi
Uji
karbohidrat (amilum), 2-3 butir nasi yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi kehitaman. Hal itu menunjukkan
bahwa nasi mengandung karbohidrat (amilum).
-
Telur Rebus (bagian putihnya)
Uji
karbohidrat (amilum), putih telur yang diiris kecil ditetesi dengan larutan
yodium (betadhine)menghasilkan
warna putih kekuning-kuniangan.Hal itu menunjukkan bahwa putih telur tidak
mengandung karbohidrat (amilum), karena bila memiliki karbohidrat (amilum),
setelah di uji seharusnya memiliki warna biru kehitaman / hitam / ungu.
-
Tahu Putih
Uji
karbohidrat (amilum), tahu yang diiris kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi putih kecokelatan.Hal itu
menunjukkan bahwa tahu tidak mengandung karbohidrat (amilum).
-
Margarine
Uji
karbohidrat (amilum), margarin yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)tidak berubah warna.Hal itu menunjukkan bahwa margarin
tidak mengandung karbohidrat (amilum).
-
Biskuit
Uji
karbohidrat (amilum), biskuit yang dipotong kecil ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi hitam.Hal itu menunjukkan bahwa
biskuit mengandung karbohidrat (amilum).
-
Tepung terigu
Uji karbohidrat
(amilum), tepung yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi biru kehitaman.Hal itu
menunjukkan bahwa tepung kanji mengandung karbohidrat (amilum).
-
Gula pasir
Uji
karbohidrat (amilum), gula pasir yang ditetesi dengan larutan yodium (betadhine)berubah warna menjadi cokelat.Hal itu menunjukkan
bahwa gula pasir tidak mengandung karbohidrat (amilum).
-
Kentang
Uji
karbohidrat (amilum), kentang yang diiris kecil ditetesi dengan betadhine berubah warna menjadi hitam .Hal itu menunjukkan
bahwa kentang
mengandung karbohidrat (amilum).
H.
Kesimpulan
Setelah melakukan uji karbohidrat dengan
menggunakan contoh bahan-bahan makanan ( pisang, apel, nasi,
telur rebus(putihnya), tahu,
margarine, biskuit, tepung terigu, gula pasir, dan kentang) yang ditetesi
dengan larutan yodium (betadhine) maka
ada beberapa bahan yang teridentifikasi mengandung karbohidrat dan ada pula yang
tidak mengandung karbohidrat. Bahan – bahan
tersebut yaitu :
Ø Yang
mengandung karbohidrat:nasi, biskuit, tepung terigu,dan kentang.
Ø Yang
tidak mengandung karbohidrat:pisang, apel,telur
rebus (putihnya), tahu,margarin, dan gula pasir.
I.
Daftar Pustaka
Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.
Carola, R,. Et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd. New York
McGraw
Hill Inc.
Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New
York.
Harper
& Row Publising.
Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP
Kelas 1, 2, 3. Surabaya
Gitamedia
Press.
Ichsan, M. Dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.
Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas
Terbuka, Jakarta.
Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.
Riyadi, H. (1999). Gizi dan kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas
Terbuka, Jakarta.
Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka, Jakarta.
Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT
Mandira.
J.
Kesulitan yang dialami: Saran dan
masukan
-
K.
Foto/video praktikum
Sebelum ditetesi
larutan yodium (betadhine)
Setelah ditetesi
larutan yodium (betadhine)
Foto Bahan Makanan Setelah
Ditetesi Larutan Iodium (betadhine)
|
No. |
Bahan Makanan |
Foto |
|
1. |
Pisang |
|
|
2. |
Apel |
|
|
3. |
Nasi |
|
|
4. |
Putih Telor |
|
|
5. |
Tahu
Putih |
|
|
6. |
Margarin |
|
|
7. |
Biskuit |
|
|
8. |
Tepung
terigu |
|
|
9. |
Gula
Pasir |
|
|
10. |
Kentang |
|
Judul
Percobaan 2: Uji Lemak
A.
Tujuan
Mengidentifikasi bahan-bahan
makanan yang mengandung lemak.
B.
Alat dan Bahan
1. Piring plastik 1 buah
2.
Pipet
2 buah
3.
Kertas coklat sampul buku ukuran10 x 10
cm 12 lembar
4.
Lampu senter 1 buah
5.
Lilin 1 buah
6.
Sendok 1 buah
7.
Kemiri
2 butir
8.
Margarine 1 sendok kecil
9.
Wortel 1 buah
10.
Seledri
1 tangkai
11.
Biji
jagung kering 1 genggam
12.
Singkong
kering 1 iris
13.
Kacang
tanah yang dikupas kering 3-5 butir
14.
Pepaya
1 potong kecil
15.
Santan
1-3 sendok teh
16.
Minyak
goreng 5 mL
17.
Susu
1-3 sendok teh
18.
Air
5 ml
C.
Landasan Teori
Seperti juga karbohidrat, lemak merupakan senyawa yang
terdiri atas unsur karbon, hidrogen dan oksigen dengan struktur yang berbeda
dari karbohidrat.Lemak dapat dijumpai pada berbagai bahan makanan yang berasal
dari tumbuhan.
Bahan makanan yang berasal dari hewan yang mengandung lemak
adalah daging, jerohan, krim, susu, mentega dan sebagainya. Sedangkan bahan
makanan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung lemak adalah minyak goreng,
margarine, kacang tanah, kemiri dan lain-lain. Bahan makanan sumber lemak jika
dipegang terasa licin dan jika ditempelkan pada kertas akan terlihat
meninggalkan bekas minyak pada kertas tersebut.
Apabila bekas
air pada kertas akan hilang setelah beberapa saat karena air akan menguap
sehingga kertas akan kering kembali maka bekas minyak tidak akan hilang dari
kertas karena minyak tidak menguap
1) Struktur Kimia Lemak
Lemak atau lipida tersusun oleh C,
H, dan O, dan kadang-kadang fosforus (P) serta nitrogen (N).Lemak merupakan
ester dari asam lemak dengan gliserin yang membentuk trigliserida, yaitu zat
yang tersusun oleh satu senyawa gliserol dan tiga senyawa asam lemak.Berdasar
komposisi kimianya, lemak dibedakan menjadi tiga macam yaitu lemak sederhana,
lemak campuran, dan derivat lemak.Berdasarkan ikatan kimianya, asam lemak
dibedakan menjadi dua, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
2) Sumber Lemak
Lemak nabati adalah lemak tumbuhan
yang dapat diperoleh dari kelapa, zaitun, kemiri, berbagai jenis tanaman
kacang, dan buah avokado. Lemak hewani adalah lemak hewan yang dapat diperoleh
dari keju, lemak daging, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur.
3) Fungsi Lemak
Di dalam tubuh kita lemak berfungsi
penting antara lain:
a. Sebagai pelindung tubuh dari
pengaruh suhu rendah
b. Sebagai pelarut vitamin A, D, E,
dan K
c. Sebagai pelindung alat-alat tubuh
yang vital ( antra lain jantung dan lambung), yaitu sebagai bantalan lemak
d. Sebagai penghasil energi
tertinggi
e. Sebagai salah satu bahan penyusun
membran sel
f. Sebagai salah satu bahan penyusun
hormon dan vitamin (khusus untuk sterol)
g. Sebagi salah satu bahan penyusun
garam empedu, asam kholat dan hormon seks
4) Metabolisme Lemak
Asam lemak bersenyawa kembali dengan
gliserol membentuk lemak, dan selanjutnya diangkut oleh pembuluh getah bening
usus atau pembuluh kil menuju ke pembuluh getah bening kiri pembuluh dada terus
ke pembuluh balik bawah selangka. Selanjutnya lemak disimpan dijaringan adiposa
( jaringan lemak). Hal ini terjadi apabila masih ada glukosa yang dipergunakan
sebagi sumber energi. Jika dibutuhkan, lemak akan diangkut ke hati dalam bentuk
senyawa lesitin
D.
Prosedur Percobaan
1. Buatlah 2 buah kertas coklat sampul
buku yang telah dipotong-potong dengan ukuran 10 x 10 cm 2.
2. Ambil pipet, isap minyak goreng dengan pipet dan teteskan di atas
salah satu kertas coklat.
3. Ambil Pipet
yang lain, isap minyak goreng dengan pipet dan teteskan diatas kertas coklat
yang lainya.
4. Biarkan kedua kertas
tersebut tersebut selama sekitar 10 menit.
Sesudah itu periksa keduanya dengan
menghadap cahaya. Amatilah dan catat keadaan permukaan kertas tersebut. Manakah kertas
yang meninggalkan bekas? Catatan:
gunakan hasil ini sebagai pembanding untuk bahan yang mengandung minyak atau
tidak.
5. Ambilah sepuluh kertas coklat yang
sama seperti, 1)Berilah
nomor dan nama, jenis
bahan makanan yang diuji. (1) kemiri, (2) Margarine, (3)
Seledri, (4) wortel, (5) biji jagung, (6) singkong kering, (7) kacang tanah
kering, (8) pepaya, (9) santan,
6. Haluskanlah kemiri, usap-usap di
atas kertas coklat kira-kira sepuluh kali dan bersihkan sisa kemiri. Biarkanlah
sekitar 5-10 menit.
7. Sambil
menunggu waktu, kerjakan hal serupa untuk kesembilan bahan makanan lain. Cairkan margarine diatas sendok dengan menggunakan panas
dari nyala lilin. Teteskan margarine diatas kertas coklat. Biarkan sekitar
sepuluh menit.
8. Usapkan seledri
diatas kertas coklat kira-kira sepuluh kali. Potonglah wortel dan usap-usapkan
biji jagung kering diatas kertas coklat berulang-ulangatau sebanyak sepuluh
kali. Lakukan hal yang sama untuk singkong kering dan kacang tanah kering.
Potong-potong pepaya dan usap-usapkan diatas kertas coklat sebanyak sepuluh
kali. Teteskan air santan pada kertas coklat. Tetskan pula susu pada kertas
coklat yang terakhir. Biarkan kesepuluh kertas coklat ini selama sepuluh menit.
9. Setelah
10 menit, amati kertas cokelat satu persatu. Pergunakanlah lampu atau senter ka
arah bekas usapan dari bahan-bahan makanan yang diuji. Kertas manakah yang
meninggalkan bekas noda minyak?
Catatlah hasil pengamatan pada tabel di lembar kerja.
E.
Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan
|
No. |
Bahan yang diuji |
Meninggalkan bekas noda minyak |
Keterangan |
|
|
Ya |
Tidak |
|||
|
1. |
Kemiri |
√ |
|
Mengandung lemak |
|
2. |
Margarine |
√ |
|
Mengandung lemak |
|
3. |
Seledri |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
|
4. |
Wortel |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
|
5. |
Jagung |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
|
6. |
Singkong |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
|
7. |
Kacang |
√ |
|
Mengandung lemak |
|
8. |
Pepaya |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
|
9. |
Santan |
√ |
|
Mengandung lemak |
|
10. |
Susu |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
|
11. |
Minyak goreng |
√ |
|
Mengandung lemak |
|
12. |
Air |
|
√ |
Tidak mengandung lemak |
F.
Pertanyaan
1. Rabalah/usaplah tetesan bahan
makanan kemiri, seledri, dan papaya. Bagaimanakah terasanya bekas
usapan/tetesan tersebut di tangan anda?
Jawaban :
Ø Bekas
usapan kemiri di tangan terasa licin dan halus karena mengandung minyak, sedangkan bekas usapan seledri dan papaya terasa kasar karena mengandung air.
2. Ketika bekas usapan/tetesan tersebut
diterangi atau disorot dengan lampu/senter, bagaimana terlihatnya?
Jawaban :
Ø Setelah
10 menit didiamkan bekas kemiri terlihat transparan, sedangkan bekas seledri
dan papaya tidak terlihat transparan dan kertas kembali kering.
3. Berdasarkan uji yang telah dilakukan
manakah bahan makan sumber lemak?
Jawaban :
Ø Bahan
yang mengandung lemak :kemiri, margarine, kacangtanah kering,
santan, dan minyak
goreng.
Ø Bahan
yang tidak mengandung lemak :wortel,
seledri, bijijagung kering, singkongkering, pepaya, dan susu.
G.
Pembahasan
Pada kegiatan praktikum uji lemak kali ini dapat di
ketahui bahwa :
Ø Kemiri
Pada uji lemak, kemiri yang di haluskan dan di
usap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit dan kertas
dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan pada
kertas. Hal itu menunjukkan bahwa kemiri mengandung
lemak.
Ø Margarin
Pada uji lemak, margarin yang di oleskan/diusapkan
pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian setelah 10 menit
kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan
pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa margarin mengandung lemak.
Ø
Wortel
Pada uji lemak, wortel yang diiris halus kemudian
diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian,
setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak
meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa wortel
tidak mengandung lemak.
Ø
Seledri
Pada uji lemak, seledri yang diiris halus kemudian
diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian,
setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak
meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa seledri
tidak mengandung lemak.
Ø
Biji Jagung kering
Pada uji lemak, biji jagung kering yang diiris halus
kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian,
setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak
meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa biji jagung
kering tidak mengandung lemak.
Ø
Singkong
Pada uji lemak, singkong kering yang diiris
halus kemudian di usap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit
kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata
tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa
singkong kering tidak mengandung lemak.
Ø
Kacang tanah kering
Pada uji lemak, kacang tanah kering yang diiris halus
kemudian di usap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit
kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata
meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa kacang
tanah kering mengandung lemak.
Ø
Pepaya
Pada uji lemak, pepaya
yang diiris kecil kemudian diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan
sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter
ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan
bahwa papaya tidak mengandung lemak.
Ø
Santan
Pada uji lemak, santan yang diteteskan/diusap-usapkan
pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit
kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata meninggalkan noda transparan
pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa santan mengandung lemak.
Ø
Susu
Pada uji lemak, susu yang diteteskan/diusap-usapkan
pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit
kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda
transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa susu tidak mengandung lemak.
Ø
Minyak goreng
Pada uji lemak, minyak goreng
diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan didiamkan sampai 10 menit
kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan lampu/senter ternyata
meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu menunjukkan bahwa minyak
goreng mengandung lemak.
Ø
Air
Pada uji lemak, air yang
diteteskan/diusap-usapkan pada kertas coklat dan
didiamkan sampai 10 menit kemudian, setelah 10 menit kertas dilihat menggunakan
lampu/senter ternyata tidak meninggalkan noda transparan pada kertas, hal itu
menunjukkan bahwa air tidak mengandung lemak.
H.
Kesimpulan
Setelah melakukan uji lemak dengan menggunakan contoh
bahan-bahan makanan ( kemiri, margarine,
wortel, seledri, biji jagung kering, singkong kering, kacang tanah
kering, pepaya, santan, susu,minyak goring, dan air) maka ada beberapa bahan yang teridentifikasi
mengandung lemak dan ada pula yang teridentifikasi tidak mengandung lemak, bahan – bahan tersebut yaitu :
Ø Bahan
yang mengandung lemak:kemiri, margarine, kacangtanah kering, santan,minyak
goreng.
Ø Bahan
yang tidak mengandung lemak:wortel, seledri, biji jagungkering, singkong kering,
pepaya, susu dan air.
I.
Daftar Pustaka
Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.
Carola, R,. Et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd. New York
McGraw
Hill Inc.
Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New
York.
Harper
& Row Publising.
Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP
Kelas 1, 2, 3. Surabaya
Gitamedia
Press.
Ichsan, M. Dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.
Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas
Terbuka, Jakarta.
Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.
Riyadi, H. (1999). Gizi dan kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas
Terbuka, Jakarta.
Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka, Jakarta.
Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT
Mandira.
J.
Kesulitan yang dialami
-
K.
Foto/video praktikum
Minyak goreng dan kemiri meninggalkan bekas noda setelah
10 menit
Margarine dan kacang meninggalkan bekas noda setelah 10
menit
Judul Percobaan 3 : Uji Protein
A. Tujuan
Mengidentifikasi
bahan-bahan makanan yang mengandung protein.
B. Alat
dan Bahan
1. Piring plastik 1 buah
2. Pipet 2 buah
3. Lilin 1 buah
4. Alas galas/tempat lilin 1 buah
5. Cangkir plastik 1 buah
6. Jepitan jemuran/penjepit
7. Tabung reaksi 1 buah
8. Korek api 1 dus
9. Sendok makan 1 buah
10.
Air
kapur 10 ml
11.
Air
10 ml
12.
Gula
pasir 1 sendok
13.
Putih
telur (direbus) 1 iris kecil
14.
Roti
1 iris kecil
15.
Tempe
1 iris kecil
16.
Ikan
1 iris kecil
17.
Tepung
terigu 1 sdm
18.
Tembaga
sulfat 1 sdm
19.
Bulu
ayam 1 helai
20.
Seledri
1 batang
21.
Kangkung
1 batang
C. Landasan
Teori
Protein merupakan zat
makanan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, mengganti bagian yang rusak
dan sebagainya. Protein terdapat dalam bahan makanan seperti susu, daging,
kacang-kacangan dan lain-lain. Perlu diketahui protein tidak dapat dibuat atau
disimpan sebagai bahan cadangan tubuh.Jadi, harus dikonsumsi secara teratur.
Secara sederhana,
keberadaan protein dapat diuji dengan cara pembakaran bahan yang diuji atau
dengan cara pemberian larutan tembaga sulfat. Perlu diingat bahwa larutan
tembaga sulfat adalah racun.Jadi hati-hati, jangan sampai tertelan. Bahan
makanan yang mengandung protein jika dibakar akan menghasilkan bau seperti bau
bulu ayam yang terbakar.
Dalam pemakaian larutan
penguji tembaga sulfat, terhadap bahan makanan yang diuji sebelumnya diberi
larutan air kapur dulu.Baru kemudian diberi larutan tembaga sulfat. Dengan
pemberian air kapur dan larutan tembaga sulfat akan terbentuk warna ungu.
Semakin gelap warna ungu yang terjadi semakin tinggi kadar protein dalam bahan
uji tersebut.
1.
Struktur Kimia Protein
Protein adalah suatu senyawa organik yang tersusun oleh
unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang juga mengandung unsur P dan belerang
(S).Komponen dasar dari senyawa protein adalah asam amino. Protein adalah
ikatan asam-asam amino yng membentuk rantai panjan
2.
Sumber
Protein
Protein nabati adalah biji kacang-kacangan, gandum, kelapa,
dan beberapa jenis sayuran seperti daun melinjo.Protein hewani adalah protein
yang terkandung dalam tubuh hewan.
3.
Fungsi
Protein
Protein berfungsi sebagai pengembang tubuh, sebagai enzim,
antibodi, dan hormon.Protein pembangun tubuh disebut protein struktural.Protein
sebagai enzim, antibodi, atau hormon dikenal sebagai protein fungsional.
4. Metabolisme Protein
Protein
diserap tubuh dalam bentuk asam amino.Asam amino tersebut merupakan hasil
pembongkaran protein oleh enzim tertentu.Penyerapan asam amino terjadi di dalam
usus halus dan berlangsung secara osmosis. Selain itu terdapat pula protein
yang masuk ke dalam usus melalui pinositosis atau faogositosis.
D. Prosedur
Percobaan
1)
Nyalakan
lilin, berdirikan di atas gelas (piring kecil). Jepitlah bulu ayam dengan
penjepit jemuran atau tabung reaksi, kemudian bakarlah di atas nyala lilin.
Amati dan jelaskan bau yang ditimbulkannya. Gunakanlah bulu ayam terbakar ini
sebagai kontrol.
2)
Jepitlah
satu per satu bahan yang akan diuji, kemudian bakarlah di atas nyala lilin.
Bahan yang diuji adalah seledri, kangkung, putih telur, roti, tempe, dan daging
ayam. Amati bau yang ditimbulkannya. Manakah yang baunya seperti bau bulu yang
terbakar!
3)
Buatlah kesimpulan, manakah bahan
makanan yang mengandung protein berdasarkan uji pembakaran!
4)
Selanjutnya
lakukanlah dengan cara uji dengan menggunakan tenaga sulfat sebagai berikut:
(1) larutkan dua sendok makan tembaga sulfat kedalam 1 cangkir air. (2) aturlah
bahan makanan yang akan diuji diatas piring plastik. Bahan makanan yang akan
diuji meliputi gula pasir, roti, tempe, daging ayam, dan tepung terigu.
5)
Siapkan
pipet sebanyak dua buah, berikan label satu untuk mengisap air dan yang lainya
untuk mengisap larutan tembaga sulfa. Harus diingat bahwa kedua pipet tersebut
jangan saling tertukar, artinya jika sejak pertama dipakai untuk mengisap air
kapur seterusnya dipakai untuk mengisap air kapur, demikian juga jika pertama
dipakai untuk mengisap larutan tembaga sulfat maka seterusnya untuk larutan
tembaga sulfat.
6)
Berikan
dua tetes larutan kapur untuk setiap bahan makanan yang diuji. Pada daerah
bekas tetesan air kapur, berikan pula dua tetes tembaga sulfat. Amati dan catat
perubahan warna yang terjadi kedalam lembar kerja yang sudah tersedia.
E. Hasil
Pengamatan
Data Hasil Pengamatan Uji Protein Melalui Pembakaran
|
NO |
BAHAN YANG DIUJI |
WAKTU DIBAKAR BERBAU |
|
|
SEPERTI BULU AYAM
TERBAKAR |
AROMA LAIN |
||
|
1 |
Seledri |
√ |
|
|
2 |
Kangung |
√ |
|
|
3 |
Putih Telur |
√ |
|
|
4 |
Roti |
|
√ |
|
5 |
Tempe |
√ |
|
|
6 |
Daging Ayam |
√ |
|
Kesimpulan:
- Yang
berbau seperti bulu ayam berarti mengandung protein, yaitu: putih telur
dan daging ayam.
- Yang
berbau aroma lain, tidak atau kurang mengandung protein, yaitu: sledri,
kangkung dan sledri.
Tabel Hasil Pengamatan Uji Protein Menggunakan
Tembaga Sulfat
|
NO |
BAHAN MAKANAN |
WARNA YANG TERJADI SETELAH DITETESI AIR
KAPUR DAN LARUTAN TEMBAGA SULFAT |
|
|
SEBELUM |
SESUDAH |
||
|
1 |
Gula Pasir |
Putih |
Putih |
|
2 |
Putih Telur |
Putih |
Ungu |
|
3 |
Roti |
Putih |
Putih |
|
4 |
Tempe |
Putih |
Ungu |
|
5 |
Daging Ayam |
Cokelat |
Ungu |
|
6 |
Tepung Terigu |
Putih |
Ungu |
Kesimpulan:
- Bahwa
semua jenis makanan yang mengandung protein jika ditetesi larutan tembaga
sulfat dan air kapur akan berubah menjadi ungu.
- Semua
jenis makanan yang tidak mengandung protein jika ditetesi larutan tembaga
sulfat dan air kapur tidak berubah menjadi ungu.
F. Pertanyaan
1. Apakah semua bahan makanan yang diuji menunjukan warna yang sama?
Jawaban :
Tidak
2. Perhatikan putih telur rebus, roti, tempe waktu dibakar. Indentifikasi
bau yang ditimbulkannya, jelaskan kira-kira bau apa dari masing-masing bahan
makanan yang di bakar tersebut!
Jawaban :
Ø Putih telur setelah di bakar baunya seperti/sama dengan bau yang
ditimbulkan oleh bulu ayam yang dibakar.
Ø Roti setelah di bakar baunya tidak seperti/tidak sama dengan bau
yang ditimbulkan oleh bulu ayam yang dibakar.
Ø Tempe setelah di bakar baunya seperti/sama dengan bau yang
ditimbulkan oleh bulu ayam yang dibakar.
3. Pada saat diberi air kapur dan larutan tembaga sulfat terhadap
putih telur rebus, tempe, dan daging ayam, manakah yang menunjukkan warna ungu?
Apakah keunggulannya sama? Manakah yang ungunya lebih muda dan yang paling tua?
Mengapa demikian?
Jawaban :
Yang berwarna ungu adalah putih telur
rebus, tempe, dan daging ayam. Keunggulannya tidak sama. Warna ungu lebih muda
pada daging ayam dan tempe sedangkan umgu yang lebih tua pada putih telur
rebus. Karena Putih telur rebus kandungan proteinnya lebih besar daripada pada
daging ayam dan tempe yang ditunjukkan dengan warna ungu lebih muda pada kedua
bahan tersebut.
4. Berdasarkan uji yang telah dilakukan manakah bahan makanan sumber
protein?
Jawaban :
Ø Bahan yang mengandung sumber protein : Putih telur, tempe, daging
ayam, dan seledri.
Ø Bahan yang tidak mengandung protein : Roti dan kangkung.
G. Pembahasan
Setelah kami melakukan pengamatandalam uji protein, kami
menyiapkan berbagai bahan makanan seperti seledri, kangkung, putih telur yang
telah direbus, roti, tempe, dan daging ayam sebagai bahan makanan yang akan di
ujikan melalui proses pembakaran. Bahan makanan seperti gula pasir, putih telur
yang telah direbus, roti, tempe,daging ayam, dan tepung terigu kami uji melalui
proses penetesan dengan larutan kapur dan asam sulfat.
Dalam proses pembakaran, kami terlebih dahulu mengambil sampel
bahan makanan dan menyalakan lilin kemudian kami menyiapkan bulu ayam
untuk kemudian dibakar sebagai kontrol dalam percobaan ini. Kami pun membakar
bulu ayam tersebut dan mengamati/mencium aroma bulu ayam yang dibakar tersebut.
Kami membakar seledri kemudian mencium aroma seledri yang telah
dibakar dan membandingkan aromanya dengan aroma bulu ayam yang dibakar, kami
membakar kangkung kemudian mencium aroma kangkung yang telah dibakar dan
membandingkan aromanya dengan aroma bulu ayam yang dibakar, kami membakar putih
telur yang telah direbus kemudian mencium aroma putih telur yang telah dibakar
dan membandingkannya dengan aroma bulu ayam yang dibakar.
Kami membakar roti kemudian mencium aroma roti yang telah dibakar
dan membandingkannya dengan aroma bulu ayam yang dibakar, kami membakar tempe
kemudian mencium aroma tempe yang telah dibakar dan membandingkannya dengan
aroma bulu ayam yang telah dibakar, dan kami membakar daging ayam kemudian
mencium aroma daging ayam yang telah dibakar dan membandingkannya dengan aroma
bulu ayam yang dibakar.
Hasil pembakaran tersebut kami mengamati adanya perubahan
aroma-aroma tertentu. Seledri yang dibakar ternyata menghasilkan seperti aroma
bulu ayam yang dibakar, kangkung yang dibakar menghasilkan aroma seperti aroma
bulu ayam yang dibakar, putih telur yang dibakar menghasilkan aroma seperti
aroma bulu ayam yang dibakar, roti yang dibakar menghasilkan aroma lain, tempe
yang dibakar menghasilkan aroma seperti aroma bulu ayam yang dibakar, dan daging
ayam menghasilkan aroma seperti aroma bulu ayam yang dibakar.
Dalam uji protein melalui proses penetesan dengan larutan kapur
dan tembaga sulfat, kami menyiapkan bahan-bahan makanan tersebut ke dalam plate
tetes. Gula pasir, putih telur yang telah di rebus, roti, tempe, daging ayam,
dan tepung terigu kami ambil sampelnya ke dalam plate tetes.
Kami meneteskan larutan kapur sebanyak 2-3 tetes ke dalam gula
pasir, putih telur yang telah direbus, roti, tempe, daging ayam, dan tepung
terigu kemudian dilanjutkan dengan meneteskan larutan tembaga sulfat kedalam
sampel bahan makanan yang telah ditetesi larutan kapur tersebut. Kami mengamati
adanya perubahan warna pada beberapa bahan makanan tersebut.
Sebelum di beri lerutan kapur dan tembaga sulfat warna bahan makanan
tersebut masih berupa warna dasar bahan makanan semula akan tetapi setelah
diberi larutan kapur dan tembaga sulfat menunjukkan adanya perubahan warna.
Gula pasir tidak berubah dari warna putih tetap berwarna putih. Putih telur
yang telah direbus berubah warna dari putih menjadi ungu.
Roti tidak berubah dari warna putih tetap berwarna putih. Tempe
berubah warna dari putih menjadi ungu. Daging ayam berubah warna dari cokelat
menjadi ungu. Tepung terigu berubah warna dari putih menjadi ungu.
H. Kesimpulan
Setelah kami melakukan
praktikum dari hasil pengamatan diatas, bahwa bahan makanan yang berbau seperti
bau bulu ayam yang terbakar diantaranya seledri, kangkung, putih telur, tempe
dan daging ayam. Sedangkan bahan makanan yang tidak berbau seperti bau bulu
ayam yang terbakar yaitu roti. Berdasarkan hasil pengamatan diatas bahwa bahan
makanan yang tidak berbau seperti bau bulu ayam yang terbakar menunjukkan bahan
makanan tersebut mengandung protein sedangkan bahan makanan yang tidak berbau
seperti bau bulu ayam yang terbakar tidak mengandung protein.
Adapun bahan makanan yang ditetesi larutan kapur
disertai larutan tembaga sulfat yang mengalami perubahan warna menjadi ungu
diantaranya putih telur (telur yang di rebus), tempe, daging ayam, dan tepung
terigu. Sedangkan bahan makanan yang tidak mengalami perubahan warna menjadi
ungu yaitu roti dan gula.
I. Daftar
Pustaka
Burton, I. J. (2001). Biology. United Kingdom: Cambridge University Press.
Carola, R,. Et al. (1992). Human Anatomy & Physiology, 2nd. New York
McGraw
Hill Inc.
Guyer, MY, & Charles. E.L. (1964). Animal Biology, 5th Ed. New
York.
Harper
& Row Publising.
Idel, A. & A. Halim. Pintar Biologi Untuk SMP
Kelas 1, 2, 3. Surabaya
Gitamedia
Press.
Ichsan, M. Dkk. (2001). Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Martin, J. (2002). Biology. London: Cambridge University Press.
Muchtadi, D. (2003). Pangan dan Gizi. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas
Terbuka, Jakarta.
Rifai M.A. (2002). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.
Riyadi, H. (1999). Gizi dan kesehatan Keluarga. Jakarta: Universitas
Terbuka, Jakarta.
Wahyuningsih, T. (2002). Praktikum Biologi III. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka, Jakarta.
Ward, B.R. (1982). Makanan & Pencernaan. Semarang: Penerbit PT
Mandira.
J. Kesulitan
yang dialami
-
Pastikan sebelum mencium bau, hidung dalam kondisi
baik dan tidak mampet karena flu.
K. Foto/video
Praktikum
Tabel Hasil Pengamatan
Uji Protein Melalui Pembakaran (Dokumentasi)
|
NO |
Bahan Makanan yang Diuji |
Keterangan |
Dokumentasi |
|
1 |
Bulu Ayam |
Digunakan sebagai perbandingan bau dengan makanan yang diuji. |
|
|
2 |
Seledri |
Bau seperti bulu ayam terbakar. |
|
|
3 |
Kangkung |
Bau seperti bulu ayam terbakar. |
|
|
4 |
Putih Telur |
Bau seperti bulu ayam terbakar. |
|
|
5 |
Roti |
Aroma lain |
|
|
6 |
Tempe |
Bau seperti bulu ayam terbakar. |
|
|
7 |
Daging Ayam |
Bau seperti bulu ayam terbakar. |
|
Tabel Hasil
Pengamatan Uji Protein Melalui Tembaga Sulfat (Dokumentasi)
|
No |
Nama Bahan Makanan |
Keterangan |
Dokumentasi |
|
1 |
Gula Pasir |
Tidak berubah warna |
|
|
2 |
Putih Telur |
Berubah warna |
|
|
3 |
Roti |
Tidak berubah warna |
|
|
4 |
Tempe |
Berubah warna |
|
|
5 |
Daging Ayam |
Berubah warna |
|
|
6 |
Tepung Terigu |
Berubah warna |
|
Dokumentasi hasil Uji Protein Melalui Tembaga Sulfat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar