Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 4. 3 PESAWAT SEDERHANA | PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD
PESAWAT SEDERHANA
KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PESAWAT SEDERHANA
Judul percobaan: Katrol
a.
Tujuan Percobaan
Menjelaskan manfaat
dari katrol dan menentukan keuntungan mekanik pada katrol.
b.
Alat dan
bahan
1. Katrol tetap.
2. Katrol bergerak.
3. Neraca pegas 0-500 gram.
4.
Beban 200 gram, 100 gram, 50 gram, 20 gram (masing-masing
dua buah)
5. Statif atau penggantung katrol
c.
Landasan teori
Katrol adalah sebuah roda diatas
sebuah as roda atau penggerak roda yang dirancang untuk mendukung pergerakan dan mengubah arah dari kabel atau sabuk yang dipasang, atau
mentransfer kekuatan antara penggerak
roda dan kabel atau sabuk.
f.
Cara Kerja
1)
Melakukan kalibrasi untuk beban yang akan digunakan (200gr, 100gr,
50gr, dan 20gr) denganmenggunakan
neraca pegas. Kemudian memeriksa apakah skala
pada pegas menunjukkan keterbacaan yang sama dengan nilai beban yang tertera dan memasukkan
hasil kalibrasi ke dalam tabel pada lembar pengamatan.
2)
Susun alat dan bahan percobaan seperti gambar berikut. Setelah beban A tergantung, catat skala yang terdapat pada
pegas. Kemudian bandingkan dengan masa beban A.
3)
Kemudian melakukan langkah kedua dengan mengganti beban pada A secara berurutan dari 100gr sampai
dengan 400gr.
4)
Selanjutnya lakukan kegiatan praktikum menggunakan katrol bergerak dan
katrol tetap.
5)
Catatlah skala pegas pada B untuk setiap beban yang digantungkan pada
katrol bergerak di A.
6)
Lakukan kegiatan pada langkah keemapat
dan lima dengan mengganti beban A dari
100 gram sampai 400 gram.
g.
Hasil Pengamatan
Data hasil kalibrasi
![]() |
Skala pada pegas: 0-8 N
Perbandingan dengan
massa A berdasarkan dengan data hasil pengamatan dapat
dibandingkan antara beban dengan hasil kalibrasi yaitu 100 : 1
h.
Pembahasan
Dilakukan kalibrasi untuk beban
20 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, dan 200 gram dengan menggunakan neraca pegas skala 0,8 N. Hasil kalibrasi
seperti pada data hasil pengamatan
kemudian pada beban A diganti secara berurutan
mulai dari 100 gram hingga 400
gram, lalu dicatat perubahan skala pegas pada B untuk setiap beban yang digantungkan pada katrol bergerak
di A secara bergantian sesuai urutan
beban.
i. Kesimpulan
Semakin jauh jarak beban dengan katrol semakin kecil gaya yang diperlukan.
j. Pertanyaan dan Jawaban
1.
Jika saat kalibrasi
beban 100 gram, skala pegas menunjukkan 20 skala kecil,
maka satu skala
kecil sama dengan massa beban
. . . gram
Jawab : 100 gram = 20 skala kecil
1 skala kecil =
100 : 20
1 skala kecil =5 gram
Jadi satu skala kecil sama dengan
massa beban seberat 5 gram
2.
Dari langkah kedua
(2), keuntungan mekanik dari
pengguna katrol tetap adalah. . . .
Jawab :
Keuntangan mekanik yang didapat dari katrol tetap adalah dalam menarik Beban keatas menggunakan katrol tetap
lebih mudah dan lebih ringan dibandingkan jika menarik
beban secara langsung.
3. Pada langkah keemapat (4), keuntungan mekanik
dari penggunaan katrol
bergerak adalah. . . .
Jawab : Keuntungan mekanik dari penggunaan katrol bergerak adalah
kuasa yang diperlukan pada katrol
bergerak untuk mengangkat beban lebih kecil dari pada kuasa yang
diperlukan pada katrol tetap.
4.
Mana yang lebih mengntungkan penggunaan katrol tetap atau katrol bergerak?
Berikan alasan Anda dengan singkat dan jelas mengapa hal ini terjadi?
Jawab : Yang lebih menguntungkan adalah
kartol tetap karena
katrol ini dapat
selalu
berubah-ubah posisinya.
k.
foto praktikum dan foto katrol
![]() |

Referensi:
Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati
Mandiri.
Semoga postingan
Laporan Praktikum Katrol
(Praktikum IPA di SD)ini bisa memberi manfaat.
Amiin YRA.
Penulis: Vindy Vramita Viana Devi (S1 PGSD UT-POKJAR Jombang)
Judul percobaan 2 : TUAS
![]() |
a.
TUJUAN
Setelah melakukan
kegiatan dalam percobaan ini diharapkan anda dapat:
1) Menjelaskan manfaat dari tuas
2) Menentukan keuntungan mekanik (KM) pada tuas.
b. DASAR TEORI
Tuas adalah
sebuah batang yang dapat diputar di sekitar titik tumpu. Jika ujung tuas yang satu diungkit
ke bawah, maka ujung yang lain akan memberikan dorongan ke atas.
Tuas berfungsi
sebagai alat pembesar
gaya sehingga keuntungan menggunakan tuas adalah gaya yang dihasilkan lebih besar
daripada gaya yang dikeluarkan. Besarnya gaya
yang dihasilkan bergantung pada panjang lengan gaya dan panjang lengan
beban. Makin besar perbandingannya, makin besar pula gaya ungkit yang
dihasilkan menggunakan tuas.
c. ALAT DAN BAHAN
1) Penggaris ukuran panjang 30 – 100 cm
2)
Statif atau penyangga untuk menggantung penggaris
3)
Benang secukupnya
4)
Beban antara 10 gram
sampai dengan 200 gram masing masing satu buah.
5)
Klip kertas sebagai
pengganti beban.
d. CARA KERJA
Susunlah penggaris dan statif atau
penyangga seperti gambar
4.16 berikut ini:
![]() |
Gantungkan
penggaris dengan lengan-lengan yang panjang, sehingga dalam keadaan seimbang. Dalam hal ini anggaplah titik
nol (0) berada ditengah-tengah penggaris ( misal, jika panjang penggaris
30 cm, maka titik tumbu nol pada
angka 15)
1)
Gantungkan beban
100 gram pada lengan kiri (A) dan 20
gram pada lengan (B). atur kedudukan penggaris supaya tetap
dalam keadaan seimbang.
2)
Catatlah jarak OR dan OE pada tabel
4.8 di Lembar pengamatan diakhir modul ini.
3)
Ulangi langkah (1) dan
(2) untuk melengkapi tabel 4.8 tersebut.
e. HASIL PENGAMATAN
Tabel 4.8 Tuas
![]() |
f.
PEMBAHASAN
Kami menyetel
alat seperti tuas agar dalam keadaan setimbang. Mula-mula kami menggantungkan beban seberat 100 gram pada lengan A (sebelah kiri)
dan pada lengan
B
seberat 20 gram.
Kemudian digeser-geser posisinya agar dalam keadaan setimbang, lalu kami mengukur jarak OR (antara lengan
beban kanan / B ketitik O / titik tumpu). Jarak OE (antara lengan
beban kanan / B ketitik O / titik tumpu). Kegiatan ini diulangi hingga
3 kali seperti terlihat pada tabel diatas (Tabel 4.8.)
g.
KESIMPULAN
Jika massa A lebih besar
dari pada massa di B maka panjang
OR dan OE tidak akan
seimbang.
h. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1)
Jika massa di A lebih besar dari
massa di B, maka panjang OR dibandingkan
OE akan
… (berikan alasan anda dengan
singkat dan jelas mengapa hal ini terjadi) ?
Akan lebih pendek
OR dikarenakan beban yang digantung lebih berat.
2)
Berdasarkan hasil percobaan yang anda lakukan,
maka: Beban x Lengan beban = 10 x 20 = 200 gram
3)
Sebutkan 2 contoh
persawat sederhana yang menggunakan asas tuas!
- Golongan 1 : jungkit-jungkit, gunting, palu, linggis, pencabut
paku
- Golongan 2 :
alat pemecah buah / biji, saat kita mendorong gerobak pasir.
- Golongan 3 : saat kita
menggunakan sekop.
i.
FOTO ALAT DAN
BAHAN DAN PRAKTIKUM
Referensi:
Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Prata Sejati
Mandiri.
Semoga postingan
Laporan Praktikum Tuas (Praktikum IPA di SD) ini bisa memberi manfaat. Amiin YRA.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya





Komentar
Posting Komentar