Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 7.1 JENIS DAN BENTUK GELOMBANG | PGSD BI UT PDGK4107



LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

JENIS DAN BENTUK GELOMBANG

 

Percobaan 1 : Jenis - jenis Gelombang

 

A.    Tujuan

Mengamati bentuk dan jenis gelombang transversal dan gelombang longitudinal.

 

B.     Alat dan Bahan

Praktikum IPA kali ini memiliki alat dan bahan antara lain:

1.

Slinki

2.

Kabel liatrik, panjang 5m, ϕ = 0,5 cm

3.

Benang kasur panjang 3 m

4.

Karet gelang

 

C.    Landasan Teori

Gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu medium dengan membawa energi, yang dapat di kelompokkan berdasarkan arah rambat dan medium perambatannya. Gelombang yang merambat hanya getarannya saja tanpa memindahkan partikel. Partikel hanya bergerak di sekitar titik kesetimbangan.

Gelombang berdasarkan medium terbagi menjadi dua yaitu Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang membutuhkan medium. Contoh: getaran tali, gelombang laut, gelombang bunyi, dan Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang tidak butuh medium. Contoh: gelombang cahaya, gelombang inframerah.

Berdasarkan arah rambatnya, gelombang di bedakan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal. Gelombang transversal, yaitu gelombang yang tegak lurus dengan arah rambat. Contoh: gelombang cahaya. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang searah dengan arah rambat. Contoh: gelombang permukaan, gelombang bunyi, pegas.

Sedangkan gelombang berdasarkan amplitudo terbagi menjadi dua yaitu Gelombang berjalan, yaitu gelombang yang memiliki amplitudo tetap dan Gelombang stasioner/diam, yaitu gelombang yang memiliki amplitudo berubah-ubah. Selain itu sifat-sifat umum gelombang dapat di bedakan menjadi 5 yaitu dapat di biaskan, dapat di pantulkan, dapat di lenturkan, dapat di padukan dan dapat di kutubkan. Sedangkan karakteristik gelombang dapat di bedakan yaitu periodik, terjadi karena getaran, merambat dan dapat di nyatakan dalam bentuk persamaan

 

D.    Prosedur Percobaan

Percobaan bentuk dan jenis gelombang :

1.      Ambil slinki, rentangkan diatas lantai yang licin. Kemudian ikat salah satu ujung slinki pada tiang yang cukup kokoh untuk menahannya atau dipegang oleh salah satu teman atau anggota kelompok. Ujung yang lainnya di pegang sendiri.

2.      Usiklah ujung slinki yang sedang di pegang dengan cara menggerakan ujung slinki dengan cepat ke kiri dan ke kanan seperti gambar.

 

 

 

 

 

 

Amati gelombang yang terjadi pada slinki. Apa yang terjadi pada ujung slinki? Apa yang merambat pada slinki? Apa gelombang itu?

3.      Usik lagi ujung slinki berulang-ulang seperti langkah (2). Mengamati arah getar (arah usikan) dan arah rambat gelombang. Gelombang yang terjadi ini disebut gelombang tranversal.  Kemudian mengamati bagaimana arah getar dan arah rambat gelombang tranversal tersebut.

4.      Mengikatkan karet gelang ditengah-tengah slinki. Lalu mengusikkan lagi ujung slinki yang sedang dipegang secara berulang-ulang. Kemudian mengamati karet gelang tersebut ketika gelombang berjalan. Ikut berpindahkan karet gelang tersebut? Adakah energi yang merambat melalui pegas? Jika ada, dari manakah asalnya?

5.      Melakukan percobaan dari langkah (1) sampai dengan langkah (4) sekali lagi. Kemudian slinki diganti kabel listrik. Menyamakan hasilnya dengan menggunakan slinki. Menyebutkan perbedaannya jika ada.

6.      Ambil slinki, rentangkan di atas lantai yang licin ikat salah satu ujung pada tiang yang cukup kokoh atau dipegang dengan Anda. Ujung yang lain dipegang sendiri. Usiklah ujung slinki yang Anda pegang berulang-ulang dengan cara menggerakan ujung slinki dengan cepat ke belakang lain ke depan seperti gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 


Amati arah getar (arah usikan) dan arah rambat gelombang-geombang yang terjadi disebut gelombang longitudinal. Bagaimanakah arah getar dan arah rambat gelombang longitudinal tersebut?

7.      Apa perbedaan antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal?


 

 

E.     Hasil Pengamatan

Berikut merupakan hasil pengamatan percobaan bentuk dan jenis gelombang :

Description: WhatsApp Image 2020-10-31 at 20.51.26.jpeg 

 

 

 

 

 

 


Mengusik ujung slinki

Terbentuk gelombang pada slinki

 

 

 

 

 

 

Karet gelang diikatkan ditengah-tengah slinki

Karet gelang berpindah

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 


Karet gelang diikatkan ditengah-tengah kabel

Karet gelang berpindah

 

 

 

 

 

 

Ujung slinki digerakan ke belakang ke depan

Terjadi gelombang longitudinal

 

F.     Pertanyaan - Pertanyaan

1.       Jika ujung slinki yang sedang di pegang dengan cara menggerakan ujung slinki dengan cepat ke kiri dan ke kanan. Apa yang terjadi dengan ujung slinki ?  Apa yang merambat pada slinki ?  Apa gelombang itu ?

2.       Bagaimanakah arah getar dan arah rambat gelombang transversal itu? 

3.      Jika karet gelang diikat ditengah-tengah slinki. Lalu mengusikkan lagi ujung slinki yang sedang dipegang secara berulang-ulang. Apakah karet tersebut ikut berpindah? Adakah energi yang merambat malalui pegas?

4.      Jika menggunakan kabel listrik samakah hasilnya dengan slinki ?

5.      Bagaimanakah arah getar dan arah rambat gelombang longitudinal itu? 

6.      Apa perbedaaan antara gelombang longitudinal dan gelombang transversal?

 

 

 

G.    Pembahasan

1.      Slinki direntangkan diatas lantai yang licin, salah satu ujungnya dipegang sendiri dan ujung yang lain dipegang teman. Lalu slinki diusik/ digetarkan ujungnya dengan cara menggerakkan ujung slinki dengan cepat kekiri lalu kekanan sehingga terjadi rambatan pada slinki berupa getaran yang membentuk gelombang. Gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu medium yang membawa energi.

2.      Gelombang transfersal adalah gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatannya.

3.      Percobaan kedua diberi karet gelang ditengah-tengah slinki lalu ujung slinki yang dipegang diusik secara berulang-ulang, ternyata karet gelang tersebut ikut berpindah bersama gelombang, dan juga karet gelang berpindah karena adanya energi yang merambat melalui slinki. Energi ini berasal dari usikan slinki (pada saat ujung slinki digerakkan ).

4.      Percobaan ketiga, slinki diganti dengan kabel listrik. Langkahnya sama yaitu diberi usikan diujung kabel, sedang ujung yang lain diikatkan pada tiang atau dipegang salah seorang teman.Ternyata hasilnya sama dengan slinki.

5.      Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya searah dengan arah rambatannya.

6.      Perbedaan antara gelombang transfersal dan gelombang longitudinal terletak pada arah rambatannya yaitu bila transfersal tegak lurus sedangkan longitudinal searah rambatannya.

 

H.    Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1.      Gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu medium dengan membawa energy.

2.      Berdasarkan arah rambatnya, gelombang di bedakan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal. Gelombang transversal, yaitu gelombang yang tegak lurus dengan arah rambat. Contoh: gelombang cahaya. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang searah dengan arah rambat. Contoh: gelombang permukaan, gelombang bunyi, pegas.

3.      Perbedaan antara gelombang transfersal dan gelombang longitudinal terletak pada arah rambatannya yaitu bila transfersal tegak lurus sedangkan longitudinal searah rambatannya.

 

I.       Foto Praktikum

Berikut merupakan dokumentasi praktikum

Description: WhatsApp Image 2020-10-31 at 20.51.26.jpeg 

 

 

 

 

 

 


Percobaan gelombang  transfersal

Percobaan gelombang  longitudinal

 

 

 

 

 

 

 

Percobaan perpindahan karet gelang pada slinki yang digetarkan

Percobaan perpindahan karet gelang pada kabel yang digetarkan

 

 

 


Judul Percobaan 2 :Sifat Pemantulan Gelombang

 

A.    Tujuan

Mengamati sifat pemantulan gelombang

 

B.     Alat dan Bahan

Praktikum IPA kali ini memiliki alat dan bahan antara lain:

1.

Slinki

2.

Benang kasur

3.

Kerikil

 

C.    Landasan Teori

Gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu medium dengan membawa energi, yang dapat di kelompokkan berdasarkan arah rambat dan medium perambatannya. Gelombang yang merambat hanya getarannya saja tanpa memindahkan partikel. Partikel hanya bergerak di sekitar titik kesetimbangan.

Gelombang berdasarkan medium terbagi menjadi dua yaitu Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang membutuhkan medium. Contoh: getaran tali, gelombang laut, gelombang bunyi, dan Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang tidak butuh medium. Contoh: gelombang cahaya, gelombang inframerah.

Berdasarkan arah rambatnya, gelombang di bedakan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal. Gelombang transversal, yaitu gelombang yang tegak lurus dengan arah rambat. Contoh: gelombang cahaya. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang searah dengan arah rambat. Contoh: gelombang permukaan, gelombang bunyi, pegas.

Sedangkan gelombang berdasarkan amplitudo terbagi menjadi dua yaitu Gelombang berjalan, yaitu gelombang yang memiliki amplitudo tetap dan Gelombang stasioner/diam, yaitu gelombang yang memiliki amplitudo berubah-ubah. Selain itu sifat-sifat umum gelombang dapat di bedakan menjadi 5 yaitu dapat di biaskan, dapat di pantulkan, dapat di lenturkan, dapat di padukan dan dapat di kutubkan. Sedangkan karakteristik gelombang dapat di bedakan yaitu periodik, terjadi karena getaran, merambat dan dapat di nyatakan dalam bentuk persamaan.

Gelombang pada permukaan air merupakan contoh gelombang bidang (2 dimensi), seperti halnya gelombang yang lain, gelombang ini seharusnya memiliki beberapa sifat diantaranya :

a.       Gelombang dapat mengalami pemantulan

Semua gelombang dapat dipantulkan jika mengenai penghalang. Contohnya seperti gelombang stationer pada tali. Gelombang datang dapat dipantulkan oleh penghalang. Contoh lain kalian mungkin sering mendengar gema yaitu pantulan gelombang bunyi. Gema dapat terjadi di gedung-gedung atau saat berekreasi ke dekat tebing.

b.      Gelombang dapat mengalami pembiasan

Pembiasan dapat diartikan sebagai pembelokan gelombang yang melalui batas dua medium yang berbeda. Pada pembiasan ini akan terjadi perubahan cepat rambat, panjang gelombang dan arah. Sedangkan frekuensinya tetap.

c.       Gelombang dapat mengalami interferensi

Interferensi adalah perpaduan dua gelombang atau lebih. Jika dua gelombang dipadukan maka akan terjadi dua kemungkinan yang khusus, yaitu saling menguatkan dan saling melemahkan. Interferensi saling menguatkan disebut interferensi kontruktif dan terpenuhi jika kedua gelombang sefase. Interferensi saling melemahkan disebut interferensi distruktif dan terpenuhi jika kedua gelombang berlawanan fase.

d.      Gelombang dapat mengalami difraksi

Difraksi disebut juga pelenturan yaitu gejala gelombang yang melentur saat melalui lubang kecil sehingga mirip titik pusat baru.

 

D.    Prosedur Percobaan

Percobaan Sifat Pemantulan Gelombang:

1.      Bak air diisi air hampir penuh lalu dijatuhkan kerikil pada permukaan air, ternyata terjadi gelombang dipermukaan yang bentuknya searah dengan arah rambatannya. Jika diperhatikan gelombang yang mengenai sisi bak air maka dipantulkan kearah datangnya gelombang

2.      Slinki direntangkan sejauh 1.5 m salah satu ujungnya diikatkan pada tiang (dijaga tetap dan tidak bergeser) ujung yang lain dipegang.

3.      Lalu digetarkan satu kali sehingga membentuk gelombang. Slinki membentuk setengah panjang gelombang. Seperti pada gambar 6.9 berikut.

 

 

 

 

 

 

Diamati perambatan setengah gelombang sampai gelombang tersebut menghilang. Jika belum dapat diamati, getarkan lagi ujung slinki. Ternyata yang terjadi adalah gelombang  tersebut dipantulkan kembali. Dan fase gelombang pantul tidak sama dengan gelombang asalnya.

4.      Percobaan dengan slinki yang terikat-ikat dengan benang yang panjangnya ± 1,5 m. Ikatkan ujung benang yang jauhnya 1,5 m dari ujung slinki ke tiang, ternyata ujung slinki dapat bergerak bebas. Oleh karena itu disebut slinki ujung besar.

5.      Getarkan ujung slinki yang dipegang satu kali sehingga membentuk setengah panjang gelomban seperti percobaan 2 langkah 2. Amati perambatan setengah panjang gelombang ini. Dengan ujung bebas ini, bagaimanakah fase gelombang pantul dibandingkan dengan gelombang asalnya?


 

 

E.     Hasil Pengamatan

Berikut merupakan hasil pengamatan sifat pemantulan gelombang

 

 

 

 

 

 

 

 


Terjadi gelombang pada permukaan air

Terjadi gelombang transfersal

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Diamati perambatan setengah gelombang sampai gelombang tersebut menghilang

fase pantul lebih kecil dari fase gelombang asalnya

 

F.     Pertanyaan – Pertanyaan

1.      Jika bak air diisi air hampir penuh lalu dijatuhkan kerikil pada permukaan air, ternyata terjadi gelombang dipermukaan yang bentuknya searah dengan arah rambatannya. Bagaimanakah bentuk gelombangnya?  Adakah gelombang yang dipantulkan ?

2.      Diamati perambatan setengah gelombang sampai gelombang tersebut menghilang. Jika belum dapat diamati, getarkan lagi ujung slinki.

Dapatkah gelombang dipantulkan ? Bagaimanakah fase gelombang pantul dibandingkan dg fase gelombang asalnya ?

3.      Dengan ujung bebas ini, bagaimanakah fase gelombang pantul dengan gelombang asalnya?

 

G.    Pembahasan

1.      Bak air diisi air hampir penuh lalu dijatuhkan kerikil pada permukaan air, ternyata terjadi gelombang dipermukaan yang bentuknya searah dengan arah rambatannya (gelombang transfersal), ada gelombang yang dipantulkan dan yang dipantulkan gelombang transfersal ternyata lebih kecil.

2.      Slinki direntangkan sejauh 1.5 m salah satu ujungnya diikatkan pada tiang (dijaga tetap dan tidak bergeser) ujung yang lain dipegang. Lalu digetarkan satu kali sehingga membentuk gelombang. Diamati perambatan setengah gelombang sampai gelombang tersebut menghilang. Jika belum dapat diamati, getarkan lagi ujung slinki. Ternyata yang terjadi adalah gelombang  tersebut dipantulkan kembali. Dan fase gelombang tidak sama dan berlawanan arah.

3.      Percobaan dengan slinki yang terikat-ikat dengan benang yang panjangnya +1,5 m. Ikatkan ujung benang yang jauhnya 1,5 m dari ujung slinki ke tiang, ternyata ujung slinki dapat bergerak bebas. Gelombang berdiri pada ujung bebas memiliki fase gelombang datang sama dengan gelombang pantul.

 

H.    Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1.      Gelombang berdasarkan medium terbagi menjadi dua yaitu Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang membutuhkan medium. Contoh: getaran tali, gelombang laut, gelombang bunyi, dan Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang tidak butuh medium. Contoh: gelombang cahaya, gelombang inframerah.

2.      Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan.

3.      Gelombang yang terjadi di air dapat dipantulkan kembali

4.      Ujung slinki yang terikat kuat, gelombang asal dan gelombang pantulnya fase gelombang tidak sama dan berlawanan arah.

5.      Ujung slinki yng terikat bebas, fase gelombang datang sama dengan gelombang pantulnya.


 

 

I.       Foto Praktikum

Berikut merupakan dokumen praktium sifat pemantulan gelombang

 

 

 

 

 

 

 

 


Fase pantul lebih kecil dari fase gelombang asalnya

Terdapat gelombang yang dipantulkan

 


 

 

Judul Percobaan 3: Gelombang Stasioner

 

A.    Tujuan

Beberapa tujuan dari percobaan ini adalah:

1.      Mengamati gelombang stasioner;

2.      Menjelaskan pengertian gelombang stasioner;

3.      Menjelaskan hal-hal yang menimbulkan gelombang stasioner;

4.      Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap panjang gelombang;

 

B.     Alat dan Bahan

Praktikum IPA kali ini memiliki alat dan bahan antara lain:

1.

Catu daya

2.

Pewaktu ketik atau bel listrik

3.

Benang kasur, panjang 1,5 m

4.

Beban gantung 75 gram, 10 gram, 125 gram

 

C.    Landasan Teori

Gelombang adalah getaran yang merambat melalui suatu medium dengan membawa energi, yang dapat di kelompokkan berdasarkan arah rambat dan medium perambatannya. Gelombang yang merambat hanya getarannya saja tanpa memindahkan partikel. Partikel hanya bergerak di sekitar titik kesetimbangan.

Gelombang berdasarkan amplitudo terbagi menjadi dua yaitu Gelombang berjalan, yaitu gelombang yang memiliki amplitudo tetap dan Gelombang stasioner/diam, yaitu gelombang yang memiliki amplitudo berubah-ubah. Selain itu sifat-sifat umum gelombang dapat di bedakan menjadi 5 yaitu dapat di biaskan, dapat di pantulkan, dapat di lenturkan, dapat di padukan dan dapat di kutubkan. Sedangkan karakteristik gelombang dapat di bedakan yaitu periodik, terjadi karena getaran, merambat dan dapat di nyatakan dalam bentuk persamaan.

Gelombang stasioner adalah hasil perpaduan dua buah gelombang yang amplitudonya selalu berubah. Artinya, tidak semua titik yang dilalui gelombang ini memiliki amplitudonya sama. Saat membahas gelombang stasioner, Quipperian akan bertemu dengan istilah perut dan simpul. Perut adalah titik amplitudo maksimum, sedangkan simpul adalah titik amplitudo minimum. Gelombang stasioner dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a)      Gelombang stasioner ujung bebas

Gelombang stasioner ujung bebas tidak mengalami pembalikan fase. Artinya, fase gelombang datang dan pantulnya sama. Dengan demikian, beda fasenya sama dengan nol.

 

 

 

 

 

 

 

 

Perpaduan antara gelombang datang dan gelombang pantul pada ujung bebas menghasilkan persamaan berikut.

Keterangan :

Ap = amplitudo gelombang stasioner (m);

Yp = simpangan gelombang stasioner (m);

Ω  = kecepatan sudut gelombang (rad/s);

t   = lamanya gelombang beretar (s);

k  = bilangan gelombang; dan

x  = jarak titik ke sumber getar (m).

 

Untuk menentukan letak perut dari ujung bebas, gunakan persamaan berikut.

Untuk menentukan letak simpul dari ujung bebas, gunakan persamaan berikut.

b)      Gelombang stasioner ujung tetap

Berbeda halnya dengan gelombang stasioner ujung bebas, pada ujung tetap terjadi pembalikan fase sebesar  sehingga beda fasenya menjadi sebesar .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara matematis, persamaan simpangan gelombang stasioner ujung tetap dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan :

Ap = amplitudo gelombang stasioner (m);

Yp = simpangan gelombang stasioner (m);

ω  = kecepatan sudut gelombang (rad/s);

t   = lamanya gelombang beretar (s);

k  = bilangan gelombang; dan

x  = jarak titik ke sumber getar (m).

Untuk menentukan letak simpul dari ujung tetap, gunakan persamaan berikut.

Untuk menentukan letak perut dari ujung tetap, gunakan persamaan berikut.

 

Gelombang berdasarkan medium terbagi menjadi dua yaitu Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang membutuhkan medium. Contoh: getaran tali, gelombang laut, gelombang bunyi, dan Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang tidak butuh medium. Contoh: gelombang cahaya, gelombang inframerah.

Berdasarkan arah rambatnya, gelombang di bedakan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal. Gelombang transversal, yaitu gelombang yang tegak lurus dengan arah rambat. Contoh: gelombang cahaya. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang searah dengan arah rambat. Contoh: gelombang permukaan, gelombang bunyi, pegas.

 

D.    Prosedur Percobaan

Percobaan Percobaan Gelombang Stasioner:

1.      Rangkaian alat dan bahan seperti Gambar 6.6 di atas (Percobaan Melde).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

1. Catu Daya

2. Pewaktu Ketik

3. Tali

4. Katrol Meja

5. Beban Gantung

Catu daya dipasang pada tegangan 6 Volt AC. Massa beban gantung yang digunakan 75 gram

2.      Hidupkan catu daya, geser pewaktu ketik kearah katrol meja perlahan-lahan sampai timbul gelombang stasioner pada tali. Amati gelombang stasioner tersebut.

3.      Ukur panjang gelombang (λ1) pada tali tersebut.

4.      Matikan catu daya. Ganti atau tambahkan beban sehingga menjadi 100 gram. Hitung tegangan tali (T) dengan beban 100 gram tersebut.

5.      Hidupkan catu daya. Geser-geser pewaktu ketik sehingga timbul kembali gelombang stasioner pada tali itu. Ukur panjang gelombang (λ2) pada tali tersebut.

6.      Matikan catu daya. Ganti atau tambahkan beban (T3) sehingga menjadi 125 gram. Hitung tegangan tali dengan beban 125 gram.

7.      Hidupkan catu daya. Geser-geser pewaktu ketik sehingga timbul kembali gelombang stasioner pada tali itu. Ukur panjang gelombang pada tali tersebut.

8.      Bandigkan panjang gelombang stasioner λ1, λ2, dan λ3.  Bandingkan hubungan panjang gelombang dengan tegangan tali.


 

 

E.     Hasil Pengamatan

Pada saat rangkaian diujicobakan / dinyalakan maka akan terjadi gelombang pada tali yaitu tali bergetar naik turun.

 

 

 

 

 

 

 


Menggunakan beban gantung 75 gram

Menggunakan beban gantung 100 gram

 

 

 

 

 

 

Menggunakan beban gantung 125 gram

 

F.     Pertanyaan-pertanyaan

1.      Jika sebuah batu dilemparkan ke kolam, Anda akan melihat gelombang berjalan di permukaan air. Apakah yang berjalan di permukaan air seperti yang Anda lihat? Jelaskan !

2.      Cahaya juga merupakan gelombang; dari jenis gelombang elektromagnet. Berdasarkan sifat gelombang itu, apa yang dirambatkan oleh cahaya?

3.      Perhatikan gambar berikut

Seutas tali salah satu ujungnya diikatkan pada sebuah garputala. Ujung yang lain dari tali diikatkan pada tiang, kemudian garputala digetarkan terus-menerus. Gambarkan gelombang yang terjadi pada tali tersebut.

4.      Mengapa jika tegangan tali diubah, pewaktu ketik harus digeser untuk menimbulkan gelombang?

5.      Pada setiap penambahan beban, Anda memperoleh panjang gelombang yang berbeda panjangnya. Berubah jugakah frekuensi gelombang itu? Jelaskan jawaban Anda!

6.      Dalam percobaan Melde berlaku:

7.      Carilah frekuensi gelombang (sama dengan frekuensi pada pewaktu ketik) dari hasil Melde yang telah Anda lakukan!

 

G.    Pembahasan

1.      Yang berjalan dipermukaan air adalah Gelombang jenis gelombang tersebut adalah gelombang transversal karena gelombang tersebut arah getarannya tegak lurus terhadap arah rambatannya. Contohnya gelombang pada kolam atau air dalam bak yang dilempar batu.

2.      Cahaya merupakan jenis gelombang yaitu elektromagnetik. Sehingga, apa yang dirambatkan oleh cahaya sama dengan gelombang yaitu, energi.

3.      Gambar seutas tali salah satu ujungnya diikatkan pada sebuah garputala dan digetarkan.

 

 

 

 

 

 

 


4.      Ketika tegangan tali diubah, pewaktu ketik harus digeser untuk menimbulkan gelombang karena ;

Ssemakin besar akar tegangan tali maka semakin besar pula cepat rambat gelombang.

Karena,       maka,  

dikarenakan f bersifat konstant (getaran dari pewaktu ketik tetap) maka panjang gelombang () sebanding dengan cepat rambat gelombang (V), ikut semakin besar.

Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa ketika akar tegangan tali (F) semakin besar,  dan panjang gelombang () ikut membesar, maka akar panjang tali (L) juga secara otomatis ikut besar agar nilai f bersifat konstant.

5.      Penambahan beban mempengaruhi tegangan tali (F) yang semakin besar. Hal ini menyebabkan perubahan panjang gelombang () yang semakin besar pula. Namun perubahan ke dua besaran tersebut tidak mempengaruhi besar frekuensi gelombangnya (f). Hal ini dikarenakan frekuensi merupakan banyaknya getaran tiap detik, dan getarannya bersifat kosnstant (getaran dari pewaktu ketik tetap) maka frekuensinya juga tetap atau konstant.

6.      Mencari frekuensi gelombang dari percobaan Melde yang telah kita lakukan.

No

Massa Beban (gr)

Tegangan Tali (N)

Panjang Tali (N)

Panjang Gelombang (m)

Frekuensi (Hz)

1

75

0,75

1,18

1,06

129,18

2

100

1

1,32

1,23

128,55

3

125

1,25

1,41

1,35

130,95

Rata-rata Frekuensi

129,56

Massa tali (m)      = 0,06 gr         = 6 x 10-5 kg

Panjang tali (L)    = 150 cm         = 1,5 m

Sehingga, akar rapat massa tali (µ)      = L / m = 0,00004

Perhitungan:

1)     

2)     

3)     

Seharusnya, nilai frekuensi selalu sama, namun di sini terdapat sedikit perbedaan kemungkinan diakibatkan karena kurang telitinya dalam mengukur panjang gelombang yang terbentuk sehingga menyebabkan perbedaan hasil hitung dan teori.

 

H.    Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1.      Gelombang tali yang terbentuk adalah gelombang stasioner. Di mana untuk memperoleh gelombang tali yang stasioner menggunakan vibrator yang dihubungkan dengan catu daya yang nantinya akan menggetarkan tali yang terpasang pada vibrator dan ujung satunya digantungkan dengan massa beban melalui katrol. Pada saat catu daya dinyalakan maka vibrator bergetar sehingga akan terbentuk gelombang. Kita perlu menggeser vibrator untuk memperoleh gelombang stasioner yang baik.

2.      Cepat rambat gelombang berbanding lurus dengan akar kuadrat gaya tegangan tali. Semakin besar tegangan talinya, maka semakin besar pula cepat rambat gelombangnya. Begitupun sebaliknya, semakin kecil tegangan talinya maka semakin kecil pula cepat rambat gelombangnya.

3.      Cepat rambat gelombang berbanding terbalik dengan akar rapat massa tali. Semakin besar akar rapat massa talinya, maka semakin kecil cepat rambat gelombang talinya. Begitupun sebaliknya, semakin kecil akar rapat massa tali maka semakin besar pula cepat rambat gelombang talinya.

4.      Cepat rambat gelombang pada tali dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

 dan

5.      Frekuensi pada tali dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:                                


 

 

I.       Daftar Pustaka

D.C. Giancoli. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Hallida, David & Resnick. 1999. Fisika Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga

Herman & Asisten LFD. 2015. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2. Makassar: Laboratorium Fisika Jurusan Fisika FMIPA UNM.

Rumanta, M. 2019. Praktikum IPA di SD. Jakarta: PT. Gramedia.

Tipler, Paul A. 1998. Fisika Untuk Sains dan teknik. Jakarta: Erlangga

 

J.       Saran dan Masukan

Diharapkan kepada praktikan agar lebih teliti dan konsentrasi pada saat pengambilan data dan tidak terburu-buru agar data yang diperoleh tidak salahsalah yang nantinya akan berpengaruh pada hasil praktikum dan semoga kegiatan praktikum selanjutnya dapat berlangsung lebih aktif agar tujuan dari praktikum terlaksana dengan baik.

 

K.    Foto Praktikum

Berikut merupakan dokumentasi percobaan gelombang stasioner

 

 

 

 

 

 


Menggunakan beban gantung 75 gram

Menggunakan beban gantung 100 gram

 

 

 

 

 

 

Menggunakan beban gantung 125 gram

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407