Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 7.2 LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG | PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR
KERJA
PRAKTIKUM
KONSEP DASAR IPA DI SD
KEGIATAN PRAKTIKUM
JUDUL PERCOBAAN
Lensa Cembung dan Cermin
Cekung
A.
TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan kegiatan dalam percobaan ini
diharapkan anda dapat:
1. Menetukan jarak titik api (f) lensa cembung.
2. Menentukan kekuatan lensa cembung (P).
3. Menentukan jarak titik api (f) cermin cekung.
B.
ALAT DAN BAHAN
1.
Meja optik lengkap
2.
Lensa cembung
3.
Cermin cekung
4.
Layar
5.
Sumber cahaya (lilin atau lampu)
C.
LANDASAN TEORI
Dalam kehidupan sehari-hari
dua alat optik yaitu cermin dan lensa banyak kita jumpai, baik itu lensa
cembung, lensa cekung, cermin datar, cermin cembung, maupun cermn cekung.
Cermin merupakan benda optik yang tidak dapa embus cahaya yang memantulkan
hampir semua cahaya yang datang. Sedangkan lensa adalah piranti optis yang
dibatasi oleh dua permukaan bidang bola atau salah satu bidang batasnya bidang
datar. Pada percobaan ini digunakan lensa cembung dan cermin cekung.
Titik api lensa positif
(cembung) merupakan titik potong berkas sinar bias jika sumber cahaya berada
jauh takhingga. Sedangkan titik api cermn cekung merupakan titik potong berkas
sinar pantul, jika sumber cahaya berada jauh takterhingga.
Persyaratan “jauh
takterhingga” dapat juga dipenuhi asalkan berkas sinar yang menuju ke lensa
atau cermin merupakan berkas yang sejajar. Jarak titik api (f) dapat ditentukan
dari hubungan:
dengan:
f adalah jarak titik api (m)
s adalah jarak benda (m)
s’ adalah jarak bayangan (m)
sedangkan keakuratan
lensa (P) dinyatakan dengan:
P =
Dalam hal ini f harus
dinyatakan dalam satuan meter dan satuan kekuatan lensa adalah dioptri.
D.
PROSEDUR PERCOBAAN
1. Percobaan Lensa Cembung
a. Susunlah lensa pada dudukannya dan
letakkan di antara layar dan sumber cahaya (Gambar 7.7)
Gambar 7.7
Susunan
Percobaan Lensa Cembung
b.
Nyalakanlah sumber cahaya, kemudian aturlah posisi benda dan lensa agar pada
layar
terbentuk bayangan yang paling tajam.
c. ukurlah
jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)
d. ulangi
percobaan beberapa kali dengan kedudukan benda yang berbeda.
2. Percobaan Cermin Cekung
a. Susunlah
alat seperti gambar 7.8
Gambar 7.8
Susunan Percobaan Cermin Cekung
b.
Nyalakanlah sumber cahaya dan aturlah kedudkan benda dan layar agar pada layar terbentuk bayangan paling tajam.
c. Ukurlah
jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’)
d. Ulangi
percobaan beberpa kali dengan kedudukan benda yang berbeda.
E.
HASIL PENGAMATAN
1.
Lensa Cembung
|
No |
Jarak benda s (cm) |
Jarak bayangan s’ (cm) |
|
1. |
10 |
61 |
|
2. |
12 |
48 |
|
3. |
14 |
31 |
|
4. |
16 |
27 |
|
5. |
18 |
20 |
2.
Cermin Cekung
|
No |
Jarak benda s (cm) |
Jarak bayangan s’ (cm) |
|
1. |
25 |
48 |
|
2. |
27 |
41 |
|
3. |
29 |
38 |
|
4. |
31 |
29 |
|
5. |
33 |
27 |
F.
PERTANYAAN-PERTANYAAN
1. Tentukan jarak fokus (f) lensa
cembung yang Anda gunakan dalam percobaan!
Jarak fokus lensa cembung : = 0,1054 cm
2. Tentukan kekuatan lensa (P) yang
Anda pergunakan dalam percobaan!
Kekuatan lensa (P) : P =
3. Tentukan jarak focus (f) cermin
cekung yang Anda gunakan dalam percobaan!
Jarak fokus cermin cekung : = 0,0628 cm
G.
PEMBAHASAN
Seperti yang dikatakan di atas
bahwa semakin dekat jarak benda semakin jauh jarak bayangan dan sifat bayangan
yang dibentuk adalah diperbesar, sebaliknya semakin jauh jarak benda semakin
dekat jarak bayangan dan sifat bayangan yang dibentuk adalah
diperkecil.
H.
KESIMPULAN
Dari prcobaan-percobaan yang dapat diketahui melalui
5 kali percobaan, bahwa Semakin dekat jarak benda maka semakin
jauh jarak bayangan benda dengan cermin, sebaliknya semakin jauh jarak benda
dengan cermin maka semakin dekat jarak bayangan benda.Meskipun jarak benda
diubah menjadi beberapa pun fokusnya (Titik apinya) tidak akan berubah dan
sifat bayangan benda yang terbentuk tergantung dengan jarak benda dan jarak
bayangan.
Pada praktikum ini titik
fokus yang dihasilkan antara lima variasi tidak sama (tidak akurat).
Faktor-faktor yang mempengarui ketidak
akuratan hasil yaitu :
- Kurang akurat dalam pengukuran
- Dalam lensa cembung tidak mendapatkan bayangan yang
fokus
- Kurang akurat dalam penghitungan data
- Terdapat cahaya yang terang sehingga
tidak
mendapatkan bayangan yang fokus
I.
DAFTAR PUSTAKA
I Made Padri
(2000). Petunjuk Praktikum Konsep Dasar
IPA I, Modul 5. Jakarta : Universitas Terbuka.
Al Maryanto,
dkk, (2000). Petunjuk Praktikum Fisika
Dasar II. Yogyakarta: FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
Resnick, R.,
Halliday, D., Krane, K.S., (1992). Fisika
Dasar 1 (terjemah Silaban). Jakarta:
Erlangga.
Soejoto
& Sustini, Euis. (1993). Petunjuk
Praktikum Fisika Dasar. Jakarta: Depdikbud.
Sumardjono,
dkk. (2000). Fisika Dasar 1.
Universitas Negeri Malang.
Tim penyusun
Kamus Besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1995). Kamus Besar
Indonesia Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka, Depdikbud.
Kimbal JW.
(1983). Biology. 5th Ed. Massachusetts:
Addison-Wesley Publ. Co.
Mackean, DG.
(1988). Eperimental Work in Biology.
London: Combined. Ed. John Murray Ltd.
Martin, J.
(2002). Biology. 2nd Ed.
New York: Cambridge University Press.
J.
KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN
DAN
MASUKAN
Hati-hati saat melakukan percobaan, usahakan teliti dalam mengamati
bayangan agar mendapat hasil yang fokus dan baik. Sebaiknya percobaan tersebut
diulangi beberapa kali agar hasilnya lebih tepat.
K.
FOTO/VIDEO PRAKTIKUM
|
ALAT DAN BAHAN |
|
|
LENSA CEMBUNG |
|
|
CERMIN CEKUNG |
|
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar