Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 7.3 MATA | PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR
KERJA
PRAKTIKUM
KONSEP DASAR IPA DI SD
MODUL
7.3 MATA
KEGIATAN PRAKTIKUM I : PERCOBAAN BINTIK
BUTA
JUDUL PERCOBAAN
Percobaan Bintik Buta
A.
TUJUAN PERCOBAAN
Ø Mengetahui bagaimana bayangan benda jika mengenai bintik buta;
Ø Menentukan jarak benda yang anda lihat yang bayangannya tepat mengenai
bintik buta
B.
ALAT DAN BAHAN
1.
Gambar A dan B
2.
Tabel
Pengamatan
3.
Alat Tulis dan
Penggaris
C.
LANDASAN TEORI
Mata merupakan salah satu organ tubuh kita yang sangat
penting. Mata dapat kita ibaratkan sebagai sebuah kamera, dimana untuk
mendapatkan gambar yang baik diperlukan adanya cahaya, diafragma untuk mengatur
pencahayaan, dan fokus untuk memusatkan gambar agar terlihat dengan jelas.
Seperti halnya kamera, untuk dapat melihat dengan jelas, mata kita perlu
melakukan hal yang sama, yaitu perlu adanya cahaya, disaring dengan adanya iris
yang terlihat dari membesar atau mengecilnya pupil mata, serta difokuskan
dengan adanya akomodasi lensa. Denga demikian kita dapat melihat sekitar dengan
baik. Berdasarkan teori (Martin, 2002). Perjalanan cahaya (bayangan benda)
melalui mata, dapat di simpulkn bahwa pada retina terdapat lokasi di mana sel
kerucut jauh lebih banyak daripada sel batang yang disebut sebagai fovea
(bintik kuning). Selain itu terdapat suatu titik di mana retina tersebut tidak
mempunyai sel batang maupun sel kerucut, dan juka bayangan bendamengenainya,
maka mata kita tidak akan melihat benda tersebut. Lokasi demiakian pada retina
disebut blind spot (bintik buta)
D.
PROSEDUR PERCOBAAN
1.
Bintik Buta 1
a.
Siapkan alat
dan bahan yang diperlukan, yaitu Gambar 7.13A, tabel pengamatan dan alat tulis
b.
Tutup mata kiri
anda dengan jari-jari tangan
c.
Peganglah
Gambar 7.13A dengan jarak lebih kurang 60 cm dari mata anda.
d.
Pusatkan
pandangan mata kanan anda pada tanda positif (+), selanjutnya secara
perlahan-lahan dekatkan gambar gambar tersebut ke bagian muka anda dengan
pandangan mata kanan anda tetap terfokus pada tanda (+) tersebut.
e.
Pada jarak
berapa dari mata anda tanda bundaran hitam (●) pada gambar tersebut tidak
tampak dalam pandangan mata anda?
f.
Catat hasil
pengamatan anda pada lembar pengamatan, tabel pengamatan di bagian akhir modul
ini.
2.
Bintik Buta 2
a.
Perhatikan
Gambar 7.13 B
b.
Tutup mata kiri
dengan jari tangan anda, dan dengan mata kanan anda, pandanglah tanda positif
(+) secara tajam, jarak gambar mulai dengan 60 cm dari mata anda.
c.
Secara
perlahan-lahan, dekatkanlah gambar tersebut ke arah muka anda, sementara
pandangan anda tetap tertuju pada tanda (+).
d.
Pada jarak
berapa dari mata, garis pendek tampak menghilang dari pandangan anda?
e.
Lanjutkan
gerakan gambar 7.13 B tersebut, selanjutnya pada jarak berapa garis pendek
tersebut terlihat kembali? Apa yang anda lihat antara garis panjang dengan
garis pendek?
f.
Catat hasil
pengamatan anda pada lembar pengamatan, tabel ..., di bagian akhir modul ini.
E.
HASILPENGAMATAN
Tabel
Hasil Pengamatan Bintik Buta 1
|
No |
Jarak gambar A dari mata Anda |
Dengan fokus pada tanda positif (+) maka tanda
bundaran hitam |
Ket |
|
1 |
60 cm |
Tampak
Jelas |
PANDANGAN
MATA |
|
2 |
59 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
3 |
58 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
4 |
57 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
5 |
56 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
6 |
55 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
7 |
54 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
8 |
53 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
9 |
52 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
10 |
51 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
11 |
50 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
12 |
49 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
13 |
48 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
14 |
47 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
15 |
46 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
16 |
45 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
17 |
44 cm |
Tampak menghilang |
|
|
18 |
43 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
19 |
42 cm |
Tampak Jelas |
|
Tabel
Hasil Pengamatan Bintik Buta 2
|
No |
Jarak gambar A dari mata Anda |
Dengan fokus pada tanda positif (+) maka : |
|
|
Garis pendek |
Garis pendek tampak menyatu dengan garis panjang*) |
||
|
1 |
60 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
2 |
59 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
3 |
58 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
4 |
57 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
5 |
56 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
6 |
55 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
7 |
54 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
8 |
53 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
9 |
52 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
10 |
51 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
11 |
50 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
12 |
49 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
13 |
48 cm |
Tampak
Jelas |
|
|
14 |
47 cm |
|
√ |
*) Beri tanda (√) jika tanda garis pendek menyatu dengan garis
panjang
F.
PERTANYAAN-PERTANYAAN
1.
Pada percobaan
bintik buta (1), mengapa tanda (●) menghilang dari pandangan Anda pada jarak
tertentu?
2.
Pada percobaan
bintik buta (2) mengapa kedua garis (pendek dan panjang ) tampak menyatu? Pada
jarak beberapa dari mata anda? Jelaskan mengapa hal itu terjadi!
Jawaban :
1.
Karena pada
percobaan (1), mata terfokuskan pada tanda (+) sehingga semakin dekat pada
jarak pandang tertentu tanda (●) semakin tidak tampak.
2.
Pada percobaan
bintik buta (2), antara
garis panjang dan garis pendek tampak menyatu pada jarak tertentu, karena focus mata sangat tertuju pada (+). kemudian pada jarak dekat garis panjang dan garis pendek
tampak kembali seperti semula.
G.
PEMBAHASAN
Pada
percobaan bintik buta ke-1 di
bagian A dari jarak 60 cm hingga 45 cm tanda
titik (●) masih terlihat jelas, namun pada jarak 44 cm tanda (●) sudah tidak
terlihat karena pandangan mata terfokus pada tanda ( + ). Inilah yang dimaksud
dengan bintik buta pada mata.
H.
KESIMPULAN
Jarak bintik buta pada mata kanan kiri manusia rata-rata
adalah sama. Benda
tidak terlihat pada jarak tertentu, karena pandangan mata terfokus
pada satu titik, sehingga pada titik pandang yang lain terlihat kabur atau
bahkan tidak terlihat.
I.
DAFTAR PUSTAKA
I Made Padri (2000). Petunjuk Praktikum Konsep Dasar IPA I, Modul
5. Jakarta : Universitas Terbuka
Al Maryanto, dkk, (2000). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II.
Yogyakarta : FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
Resnick, R, Halliday, D, Krane,
K.S, (1992), Fisika Dasar I (Terjemah
Silaban). Jakarta : Erlangga.
Soejito & Sustini, Euis.
(1993). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar,
Jakarta. Depdikbud
Sumardjono, dkk. (2000). Fisika Dasar I. Universitas Negeri
malangTim penyusun Kamus Besar Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa. (1995).
Kamus Besar Indonesia Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka, Depdikbud.
Kimbal JW. (1983). Biology. 5th Ed. Masschusetts
: Addison-Wesley Publ. Co
Mackean, DG (1988). Experimental Work in Biology. London :
Combined Ed. John Murray Ltd.
Martin, J. (2002). Biology. 2nd
Ed. New York : Cambridge University Press
J.
KESULITAN
YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN
Pada percobaan bintik buta 1 dan 2 saya merasa
kesulitan saat mengukur jarak untuk menentukan dimana titik buta berada, pada
awalnya selalu berubah-ubah, sehingga harus mengulangi beberapa kali percobaan
baru bisa mendapatkan hasil yang benar.
K.
FOTO/VIDEOPRAKTIKUM
(Isikan foto-foto/link video
berseri hasil praktikum minimal
memuat 3 kegiatan yaitu pendahuluan, proses dan hasil. Untuk jumlah foto berseri boleh lebih dari 3)
|
TahapAwal
/Pembukaan |
Deskripsifoto/video |
|
Proses Kegiatan |
Deskripsifoto/video |
|
|
|
KEGIATAN PRAKTIKUM II :PERCOBAAN IRIS (PUPIL) MATA
JUDUL PERCOBAAN
Percobaan Iris (Pupil) Mata
A.
TUJUAN PERCOBAAN
Ø Untuk mengetahui reaksi pupil mata manusia pada cahaya redup dan terang
Ø Mengetahui reaksi pupil mata kucing pada cahaya redup dan terang
B.
ALAT DAN BAHAN
1.
Lilin
2.
Korek api
3.
Senter
4.
Kucing
5.
Tabel
pengamatan
6.
Alat tulis
C.
LANDASAN TEORI
Mata merupakan salah satu organ tubuh kita yang sangat
penting. Mata dapat kita ibaratkan sebagai sebuah kamera, dimana untuk
mendapatkan gambar yang baik diperlukan adanya cahaya, diafragma untuk mengatur
pencahayaan, dan fokus untuk memusatkan gambar agar terlihat dengan jelas.
Seperti halnya kamera, untuk dapat melihat dengan jelas, mata kita perlu
melakukan hal yang sama, yaitu perlu adanya cahaya, disaring dengan adanya iris
yang terlihat dari membesar atau mengecilnya pupil mata, serta difokuskan
dengan adanya akomodasi lensa. Denga demikian kita dapat melihat sekitar dengan
baik. Berdasarkan teori (Martin, 2002). Perjalanan cahaya (bayangan benda)
melalui mata, dapat di simpulkn bahwa pada retina terdapat lokasi di mana sel
kerucut jauh lebih banyak daripada sel batang yang disebut sebagai fovea
(bintik kuning). Selain itu terdapat suatu titik di mana retina tersebut tidak
mempunyai sel batang maupun sel kerucut, dan juka bayangan bendamengenainya,
maka mata kita
D.
PROSEDUR PERCOBAAN
Isilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk!
1.
Iris (pupil)
Mata pada manusia
a.
Mintalah teman
anda untuk bekerja berpasangan
b.
Masuklah ke
dalam suatu ruangan yang teduh (cahaya redup).
c.
Mintalah teman
anda untuk duduk berhadapan, kemudian suruhlah menutup mata dengan kedua
tangannya, ambil dan nyalakan lilin lebih kurang 10 cm dari mata kawan anda
tersebut. Selanjutnya mintalah kawan anda untuk membuka mata kiri. Selanjutnya
amati pupil matanya dengan cermat dan gambarkan hasilnya.
d.
Matikan lilin
dan suruhlah kawan anda membuka mata kanan, kemudian perhatikan pula bagaimana
bentuk dan keadaan pupil mata teman anda tersebut dengan cermat dan gambaran
hasilnya. Tuangkan hasil pengamatan anda pada lembar kerja.
2.
Iris (pupil)
Mata pada Kucing
a.
Ambillah seekor
kucing, dan bawalah ke ruangan yang teduh.
b.
Amati pupil
mata kucing tersebut, selanjutnya gambarkan hasil pengamatan anda.
c.
Ambillah sebuah
senter, kemudian sorotkan senter tersebut ke mata kucing! Coba anda perhatikan
pupil mata kucing tersebut, baik bentuk maupun ukurannya. Selanjutnya gambarlah
hasil pengamatan anda. Tuangkan setiap hasil pengamatan abda dalam tabel pada
Lembar Kerja.
E.
HASILPENGAMATAN
|
A.
Bentuk pupil
ketika lilin dinyalakan
B.
Pupil mata
ketika lilin dipadamkan |
Gambar Bentuk pupil mata manusia ketika melihat
dalam keadaan cahaya terang dan cahaya redup.
F.
PERTANYAAN-PERTANYAAN
1.
Iris (pupil)
mata
a.
Dari hasil
pengamatan anda tersebut, mana yang lebih besar, apakah pupil mata ketika lilin dinyalakan ataukah
ketika lilin dipadamkan? Jelaskan
b.
Apa fungsi
pupil mata tersebut bagi penglihatan? Jelaskan!
2.
Iris (pupil)
mata pada kucing
a.
Dari hasil
pengamatan anda tersebut, bagaimana bentuk pupil mata kucing ketika di dalam ruangan yang agak gelap? Mengapa demikian?
Jelaskan!
b.
Bagaimana
bentuk pupil mata kucing ketika disorot dengan senter? Jelaskan mengapa hal itu
terjadi!
Jawaban :
1.
a). pada
percobaan ketika lilin nyalakan pupil pada mata manusia terlihat lebih kecil,
sedangkan ketika lilin di padamkan pupil mata terlihat lebih besar.
b). Fungsi pupil adalah untuk mengatur berapa banyak
cahaya yang masuk ke dalam mata.
2. a). Bentuk pupil mata kucing pada ruangan
yang agak gelap terlihat
lebih besar, karena intensitas cahaya rendah. dan
kembali mengecil
pada tempat yang terang karena intensitas tinggi.
b).Pada saat mata kucing
mendapat cahaya yang lebih terang, sistem bekerjaberlawanan untuk melindungi
retina dan itu bisa membuat pupil mata kucing mengecil
dan berubah menjadi garis tipis.
PEMBAHASAN
1. Pupil
adalah celah lingkaran yang dibentuk oleh iris, yang dapat mengecil dan
membesar, tergantung pada besarnya sinar cahaya atau intensitas cahaya yang
masuk ke dalam mata.
2. Pupil
dapat melebar pada tempat yang gelap atau redup (intensitas cahaya rendah) dan
mengecil pada tempat yang terang (intensitas cahaya tinggi).
3. Refleks
pupil adalah peristiwa mengecil dan membesarnya pupil karena diberikan
rangsangan cahaya, baik intensitasnya tinggi ataupun rendah.
G.
KESIMPULAN
1. Pupil mata kiri yang terkena cahaya
senter dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba langsung mengecil dengan cepat
begitu juga dengan iris mata akan mendekat dengan cepat. Untuk mata sebelah
kanan, bagian pupilnya mengecil perlahan dan iris mendekat dengan lambat.
2. Pupil adalah bagian dari iris mata.
Iris akan mendekati pupil jika sinar cahaya yang masuk terlalu terang dan
berlaku sebaliknya, iris akan menjauhi pupil jika sinar cahaya yang masuk
terlalu redup. Apabila mata tidak siap saat terken sinar cahaya maka pupil akan
mengecil secara langsung. kalau dalam kondisi siap maka pupil akan mengecil
secara perlahan.
H.
DAFTAR PUSTAKA
I Made Padri (2000). Petunjuk Praktikum Konsep Dasar IPA I, Modul
5. Jakarta : Universitas Terbuka
Al Maryanto, dkk, (2000). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II.
Yogyakarta : FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
Resnick, R, Halliday, D, Krane,
K.S, (1992), Fisika Dasar I (Terjemah
Silaban). Jakarta : Erlangga.
Soejito & Sustini, Euis.
(1993). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar,
Jakarta. Depdikbud
Sumardjono, dkk. (2000). Fisika Dasar I. Universitas Negeri
malangTim penyusun Kamus Besar Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa. (1995).
Kamus Besar Indonesia Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka, Depdikbud.
Kimbal JW. (1983). Biology. 5th Ed. Masschusetts
: Addison-Wesley Publ. Co
Mackean, DG (1988). Experimental Work in Biology. London :
Combined Ed. John Murray Ltd.
Martin, J. (2002). Biology. 2nd Ed. New York :
Cambridge University Press
I.
KESULITAN
YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN
Sebaiknya percobaan dilakukan sekali, karena
melakuka percobaan berulang-ulang dapat menyebabkan mata lelah dan perih. Dan
saat percobaan menggunakan kucing, sebaiknya kucing peliharaan sendiri, karena
jika menggunakan kucing liar akan kesulitan dalam pengambilan gambar untuk
kebutuhan dokumentasi.
J.
FOTO/VIDEO PRAKTIKUM
(Isikan foto-foto/link video
berseri hasil praktikum minimal
memuat 3 kegiatan yaitu pendahuluan, proses dan hasil. Untuk jumlah foto berseri boleh lebih dari 3)
|
TahapAwal
/Pembukaan |
Deskripsifoto/video |
|
Proses Kegiatan |
Deskripsifoto/video |
|
TahapAkhir |
Deskripsifoto/video |
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar