Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 7.3 MATA | PGSD BI UT PDGK4107

 


LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD

MODUL 7.3 MATA

 

 

KEGIATAN PRAKTIKUM I : PERCOBAAN BINTIK BUTA

 

JUDUL PERCOBAAN

Percobaan Bintik Buta

 

A.    TUJUAN PERCOBAAN

Ø Mengetahui bagaimana bayangan benda jika mengenai bintik buta;

Ø Menentukan jarak benda yang anda lihat yang bayangannya tepat mengenai bintik buta

 

B.     ALAT DAN BAHAN

1.      Gambar A dan B

2.      Tabel Pengamatan

3.      Alat Tulis dan Penggaris

 

C.    LANDASAN TEORI

Mata merupakan salah satu organ tubuh kita yang sangat penting. Mata dapat kita ibaratkan sebagai sebuah kamera, dimana untuk mendapatkan gambar yang baik diperlukan adanya cahaya, diafragma untuk mengatur pencahayaan, dan fokus untuk memusatkan gambar agar terlihat dengan jelas. Seperti halnya kamera, untuk dapat melihat dengan jelas, mata kita perlu melakukan hal yang sama, yaitu perlu adanya cahaya, disaring dengan adanya iris yang terlihat dari membesar atau mengecilnya pupil mata, serta difokuskan dengan adanya akomodasi lensa. Denga demikian kita dapat melihat sekitar dengan baik. Berdasarkan teori (Martin, 2002). Perjalanan cahaya (bayangan benda) melalui mata, dapat di simpulkn bahwa pada retina terdapat lokasi di mana sel kerucut jauh lebih banyak daripada sel batang yang disebut sebagai fovea (bintik kuning). Selain itu terdapat suatu titik di mana retina tersebut tidak mempunyai sel batang maupun sel kerucut, dan juka bayangan bendamengenainya, maka mata kita tidak akan melihat benda tersebut. Lokasi demiakian pada retina disebut blind spot (bintik buta)

 

 

D.    PROSEDUR PERCOBAAN

1.      Bintik Buta 1

a.       Siapkan alat dan bahan yang diperlukan, yaitu Gambar 7.13A, tabel pengamatan dan alat tulis

b.      Tutup mata kiri anda dengan jari-jari tangan

c.       Peganglah Gambar 7.13A dengan jarak lebih kurang 60 cm dari mata anda.

d.      Pusatkan pandangan mata kanan anda pada tanda positif (+), selanjutnya secara perlahan-lahan dekatkan gambar gambar tersebut ke bagian muka anda dengan pandangan mata kanan anda tetap terfokus pada tanda (+) tersebut.

e.       Pada jarak berapa dari mata anda tanda bundaran hitam (●) pada gambar tersebut tidak tampak dalam pandangan mata anda?

f.       Catat hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, tabel pengamatan di bagian akhir modul ini.

2.      Bintik Buta 2

a.       Perhatikan Gambar 7.13 B

b.      Tutup mata kiri dengan jari tangan anda, dan dengan mata kanan anda, pandanglah tanda positif (+) secara tajam, jarak gambar mulai dengan 60 cm dari mata anda.

c.       Secara perlahan-lahan, dekatkanlah gambar tersebut ke arah muka anda, sementara pandangan anda tetap tertuju pada tanda (+).

d.      Pada jarak berapa dari mata, garis pendek tampak menghilang dari pandangan anda?

e.       Lanjutkan gerakan gambar 7.13 B tersebut, selanjutnya pada jarak berapa garis pendek tersebut terlihat kembali? Apa yang anda lihat antara garis panjang dengan garis pendek?

f.       Catat hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, tabel ..., di bagian akhir modul ini.


 

E.     HASILPENGAMATAN

Tabel

Hasil Pengamatan Bintik Buta 1

No

Jarak gambar A dari mata Anda

Dengan fokus pada tanda positif (+) maka tanda bundaran hitam

Ket

1

60 cm

Tampak Jelas

PANDANGAN MATA

2

59 cm

Tampak Jelas

 

3

58 cm

Tampak Jelas

 

4

57 cm

Tampak Jelas

 

5

56 cm

Tampak Jelas

 

6

55 cm

Tampak Jelas

 

  7

54 cm

Tampak Jelas

 

8

53 cm

Tampak Jelas

 

9

52 cm

Tampak Jelas

 

10

51 cm

Tampak Jelas

 

11

50 cm

Tampak Jelas

 

12

49 cm

Tampak Jelas

 

13

48 cm

Tampak Jelas

 

14

47 cm

Tampak Jelas

 

15

46 cm

Tampak Jelas

 

16

45 cm

Tampak Jelas

 

17

44 cm

Tampak menghilang

 

18

43 cm

Tampak Jelas

 

19

42 cm

Tampak Jelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel

Hasil Pengamatan Bintik Buta 2

No

Jarak gambar A dari mata Anda

Dengan fokus pada tanda positif (+) maka :

Garis pendek

Garis pendek tampak menyatu dengan garis panjang*)

1

60 cm

Tampak Jelas

 

2

59 cm

Tampak Jelas

 

3

58 cm

Tampak Jelas

 

4

57 cm

Tampak Jelas

 

5

56 cm

Tampak Jelas

 

6

55 cm

Tampak Jelas

 

7

54 cm

Tampak Jelas

 

8

53 cm

Tampak Jelas

 

9

52 cm

Tampak Jelas

 

10

51 cm

Tampak Jelas

 

11

50 cm

Tampak Jelas

 

12

49 cm

Tampak Jelas

 

13

48 cm

Tampak Jelas

 

14

47 cm

 

      *) Beri tanda () jika tanda garis pendek menyatu dengan garis panjang

 

F.     PERTANYAAN-PERTANYAAN

1.      Pada percobaan bintik buta (1), mengapa tanda (●) menghilang dari pandangan Anda pada jarak tertentu?

2.      Pada percobaan bintik buta (2) mengapa kedua garis (pendek dan panjang ) tampak menyatu? Pada jarak beberapa dari mata anda? Jelaskan mengapa hal itu terjadi!

Jawaban :

1.      Karena pada percobaan (1), mata terfokuskan pada tanda (+) sehingga semakin dekat pada jarak pandang tertentu tanda (●) semakin tidak tampak.

2.      Pada percobaan bintik buta (2), antara garis panjang dan garis pendek tampak menyatu pada jarak tertentu, karena focus mata sangat tertuju  pada (+). kemudian pada jarak dekat garis panjang dan garis pendek tampak kembali seperti semula.

G.    PEMBAHASAN

Pada percobaan bintik buta ke-1 di bagian  A dari jarak 60 cm hingga 45 cm tanda titik   (●) masih terlihat jelas, namun pada jarak 44 cm tanda (●) sudah tidak terlihat karena pandangan mata terfokus pada tanda ( + ). Inilah yang dimaksud dengan bintik buta pada mata.

 

H.  KESIMPULAN

Jarak bintik buta pada mata kanan kiri manusia rata-rata adalah sama. Benda tidak terlihat pada jarak tertentu, karena pandangan mata terfokus pada satu titik, sehingga pada titik pandang yang lain terlihat kabur atau bahkan tidak terlihat.

 

I.       DAFTAR PUSTAKA

I Made Padri (2000). Petunjuk Praktikum Konsep Dasar IPA I, Modul 5. Jakarta : Universitas Terbuka

Al Maryanto, dkk, (2000). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. Yogyakarta : FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Resnick, R, Halliday, D, Krane, K.S, (1992), Fisika Dasar I (Terjemah Silaban). Jakarta : Erlangga.

Soejito & Sustini, Euis. (1993). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar, Jakarta. Depdikbud

Sumardjono, dkk. (2000). Fisika Dasar I. Universitas Negeri malangTim penyusun Kamus Besar Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa. (1995). Kamus Besar Indonesia Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka, Depdikbud.

Kimbal JW. (1983). Biology. 5th Ed. Masschusetts : Addison-Wesley Publ. Co

Mackean, DG (1988). Experimental Work in Biology. London : Combined Ed. John Murray Ltd.

Martin, J. (2002). Biology. 2nd Ed. New York : Cambridge University Press

 

J.      KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN                

Pada percobaan bintik buta 1 dan 2 saya merasa kesulitan saat mengukur jarak untuk menentukan dimana titik buta berada, pada awalnya selalu berubah-ubah, sehingga harus mengulangi beberapa kali percobaan baru bisa mendapatkan hasil yang benar.

 

 

 

K.    FOTO/VIDEOPRAKTIKUM

(Isikan foto-foto/link   video   berseri hasil praktikum minimal   memuat   3   kegiatan yaitu pendahuluan, proses dan hasil. Untuk jumlah foto berseri boleh lebih dari 3)

 

 

 

                         

 

        

 

 

 

 

 

 

TahapAwal /Pembukaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deskripsifoto/video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses Kegiatan

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

Deskripsifoto/video

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEGIATAN PRAKTIKUM II :PERCOBAAN IRIS (PUPIL) MATA

JUDUL PERCOBAAN

Percobaan Iris (Pupil) Mata

 

A.    TUJUAN PERCOBAAN

Ø Untuk mengetahui reaksi pupil mata manusia pada cahaya redup dan terang

Ø Mengetahui reaksi pupil mata kucing pada cahaya redup dan terang

 

B.     ALAT DAN BAHAN

1.      Lilin

2.      Korek api

3.      Senter

4.      Kucing

5.      Tabel pengamatan

6.      Alat tulis

 

C.    LANDASAN TEORI

Mata merupakan salah satu organ tubuh kita yang sangat penting. Mata dapat kita ibaratkan sebagai sebuah kamera, dimana untuk mendapatkan gambar yang baik diperlukan adanya cahaya, diafragma untuk mengatur pencahayaan, dan fokus untuk memusatkan gambar agar terlihat dengan jelas. Seperti halnya kamera, untuk dapat melihat dengan jelas, mata kita perlu melakukan hal yang sama, yaitu perlu adanya cahaya, disaring dengan adanya iris yang terlihat dari membesar atau mengecilnya pupil mata, serta difokuskan dengan adanya akomodasi lensa. Denga demikian kita dapat melihat sekitar dengan baik. Berdasarkan teori (Martin, 2002). Perjalanan cahaya (bayangan benda) melalui mata, dapat di simpulkn bahwa pada retina terdapat lokasi di mana sel kerucut jauh lebih banyak daripada sel batang yang disebut sebagai fovea (bintik kuning). Selain itu terdapat suatu titik di mana retina tersebut tidak mempunyai sel batang maupun sel kerucut, dan juka bayangan bendamengenainya, maka mata kita

 

D.    PROSEDUR PERCOBAAN

Isilah lembar kerja sesuai dengan petunjuk!

1.      Iris (pupil) Mata pada manusia

a.       Mintalah teman anda untuk bekerja berpasangan

b.      Masuklah ke dalam suatu ruangan yang teduh (cahaya redup).

c.       Mintalah teman anda untuk duduk berhadapan, kemudian suruhlah menutup mata dengan kedua tangannya, ambil dan nyalakan lilin lebih kurang 10 cm dari mata kawan anda tersebut. Selanjutnya mintalah kawan anda untuk membuka mata kiri. Selanjutnya amati pupil matanya dengan cermat dan gambarkan hasilnya.

d.      Matikan lilin dan suruhlah kawan anda membuka mata kanan, kemudian perhatikan pula bagaimana bentuk dan keadaan pupil mata teman anda tersebut dengan cermat dan gambaran hasilnya. Tuangkan hasil pengamatan anda pada lembar kerja.

 

2.      Iris (pupil) Mata pada Kucing

a.       Ambillah seekor kucing, dan bawalah ke ruangan yang teduh.

b.      Amati pupil mata kucing tersebut, selanjutnya gambarkan hasil pengamatan anda.

c.       Ambillah sebuah senter, kemudian sorotkan senter tersebut ke mata kucing! Coba anda perhatikan pupil mata kucing tersebut, baik bentuk maupun ukurannya. Selanjutnya gambarlah hasil pengamatan anda. Tuangkan setiap hasil pengamatan abda dalam tabel pada Lembar Kerja.

 

E.     HASILPENGAMATAN

 

 

 

 


A.    Bentuk pupil ketika lilin dinyalakan

 

 

 

 


B.     Pupil mata ketika lilin dipadamkan

Gambar Bentuk pupil mata manusia ketika melihat dalam keadaan cahaya terang dan cahaya redup.

 

F.     PERTANYAAN-PERTANYAAN

1.      Iris (pupil) mata

a.       Dari hasil pengamatan anda tersebut, mana yang lebih besar, apakah  pupil mata ketika lilin dinyalakan ataukah ketika lilin dipadamkan? Jelaskan

b.      Apa fungsi pupil mata tersebut bagi penglihatan? Jelaskan!

2.      Iris (pupil) mata pada kucing

a.       Dari hasil pengamatan anda tersebut, bagaimana bentuk pupil mata kucing ketika di dalam  ruangan yang agak gelap? Mengapa demikian? Jelaskan!

b.      Bagaimana bentuk pupil mata kucing ketika disorot dengan senter? Jelaskan mengapa hal itu terjadi!

Jawaban :

1.      a). pada percobaan ketika lilin nyalakan pupil pada mata manusia terlihat lebih kecil, sedangkan ketika lilin di padamkan pupil mata terlihat lebih besar.

b). Fungsi pupil adalah untuk mengatur berapa banyak cahaya yang masuk  ke dalam mata.

                           2.   a). Bentuk pupil mata kucing pada ruangan yang agak gelap terlihat

                                 lebih besar, karena intensitas cahaya rendah. dan kembali mengecil

                                 pada tempat yang terang karena intensitas tinggi.

    b).Pada saat mata kucing mendapat cahaya yang lebih terang, sistem bekerjaberlawanan untuk melindungi retina dan itu bisa membuat pupil mata kucing mengecil dan berubah menjadi  garis tipis.

 

PEMBAHASAN

1.      Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk oleh iris, yang dapat mengecil dan membesar, tergantung pada besarnya sinar cahaya atau intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata.

2.      Pupil dapat melebar pada tempat yang gelap atau redup (intensitas cahaya rendah) dan mengecil pada tempat yang terang (intensitas cahaya tinggi).

3.      Refleks pupil adalah peristiwa mengecil dan membesarnya pupil karena diberikan rangsangan cahaya, baik intensitasnya tinggi ataupun rendah.

 

 

 

 

 

G.    KESIMPULAN

1.      Pupil mata kiri yang terkena cahaya senter dengan intensitas tinggi secara tiba-tiba langsung mengecil dengan cepat begitu juga dengan iris mata akan mendekat dengan cepat. Untuk mata sebelah kanan, bagian pupilnya mengecil perlahan dan iris mendekat dengan lambat.

2.      Pupil adalah bagian dari iris mata. Iris akan mendekati pupil jika sinar cahaya yang masuk terlalu terang dan berlaku sebaliknya, iris akan menjauhi pupil jika sinar cahaya yang masuk terlalu redup. Apabila mata tidak siap saat terken sinar cahaya maka pupil akan mengecil secara langsung. kalau dalam kondisi siap maka pupil akan mengecil secara  perlahan.

 

H.    DAFTAR PUSTAKA

I Made Padri (2000). Petunjuk Praktikum Konsep Dasar IPA I, Modul 5. Jakarta : Universitas Terbuka

Al Maryanto, dkk, (2000). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar II. Yogyakarta : FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Resnick, R, Halliday, D, Krane, K.S, (1992), Fisika Dasar I (Terjemah Silaban). Jakarta : Erlangga.

Soejito & Sustini, Euis. (1993). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar, Jakarta. Depdikbud

Sumardjono, dkk. (2000). Fisika Dasar I. Universitas Negeri malangTim penyusun Kamus Besar Pusat Pembinaan dan pengembangan Bahasa. (1995). Kamus Besar Indonesia Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka, Depdikbud.

Kimbal JW. (1983). Biology. 5th Ed. Masschusetts : Addison-Wesley Publ. Co

Mackean, DG (1988). Experimental Work in Biology. London : Combined Ed. John Murray Ltd.

Martin, J. (2002). Biology. 2nd Ed. New York : Cambridge University Press

 

I.       KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN

Sebaiknya percobaan dilakukan sekali, karena melakuka percobaan berulang-ulang dapat menyebabkan mata lelah dan perih. Dan saat percobaan menggunakan kucing, sebaiknya kucing peliharaan sendiri, karena jika menggunakan kucing liar akan kesulitan dalam pengambilan gambar untuk kebutuhan dokumentasi.


 

J.      FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

(Isikan foto-foto/link   video   berseri hasil praktikum minimal   memuat   3   kegiatan yaitu pendahuluan, proses dan hasil. Untuk jumlah foto berseri boleh lebih dari 3)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TahapAwal /Pembukaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deskripsifoto/video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Proses Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deskripsifoto/video

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TahapAkhir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deskripsifoto/video

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407