Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 8.2 KEMAGNETAN | PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD
KEMAGNETAN
![]()
PERCOBAAN 1 BENTUK MEDAN MAGNET
A.
TUJUAN
Menunjukkan bentuk medan magnet sebuah magnet batang
dengan serbuk-serbuk besi
B.
ALAT DAN BAHAN
1.
Karton Putih 1
Lembar
2.
Magnet batang 1
Buah
3.
Serbuk serbuk
besi secukupnya
C.
LANDASAN TEORI
Kata magnet berasal dari “Magnesia” tempat dimana
orang perttama kali menemukan sebuah batu bermuatan yang dikenal sebagai magnet
alami. Orang Cina mungkin merupakan yang pertama menggunakan batu bermuatan ini
sebagai kompas (petunjuk arah) baik didarat maupun di laut
Sekarang orang telah dapat
membuat magnet besi baja, bel listrik dan telepon, penggunaan electromagnet
(magnet listrik) yang menghasilkan magnet kuat adalah untuk mengangkat
barang-barang rongsokkan dari bahan logam yang sangat berat.
Sebuah magnet selalu
mempunyai kutub Utara dan Kutub Selatan, dimana sebuah magnet dapat mengerjakan
gaya pada magnet lainnya.Kutub-kutub sejenis tolak menolak sedangkan
kutub-kutub yang tidak sejenis akan Tarik menarik.
D. PROSEDUR
PERCOBAAN
1.
Letakkan sebuah
magnet batang di atas meja
2.
Peganglah
selembar karon putih di atas magnet tersebut.
3.
Taburlah
sebuk-serbuk besi secara merata di atas karton kemudian ketuklah karton itu
secara perlahan beberapa kali
4.
Amatilah dan
gambarkan pola-pola yang dibentuk sebuk-serbuk besi itu
5.
Membuat
kesimpulan tentang medan magnet
E. HASIL
PENGAMATAN
Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa medan magnet paling kuat adalah di sekitar kutub magnet yang ditunjukan
oleh rapatnya garis-garis yang dibentuk oleh pasir besi. Sedangkan pada bagian
tengah magnet memiliki medan magnet yang kurang kuat yang ditunjukan dengan
renggangnya garis-garis yang dibentuk oleh pasir besi.
F. PERTANYAAN
1.
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan medan magnet?
2.
Apakah sebuah
magnet selalu memiliki kutub utara dan kutub selatan? Berikan penjelasan
3.
Jelaskan 3 macam
aturan untuk melukis garis garis medan magnetic
4.
Gambarlah
garis-garis medan magnet dari pasangan magnet batang berikut

G. JAWABAN
PERTANYAAN
1.
Medan magnet adalah daerah yang masih merasakan adanya gaya magnet.
2.
Sebuah magnet selalu memiliki kutup utara dan kutub selatan karena ini
merupakan asas piranti yang dikenal dengan kompas, jarum kompas adalah sebuah
magnet yang ditopang pada pusat beratnya sehingga dapat bergerak bebas. Maka
salah satu ujungnya selalu menunjuk kea rah utara dan ujung yang lain kearah
selatan.
3.
Aturan untuk melukis garis-garis medan magnet
a. aturan tangan kanan tentang arah medan
magnet yang melakukan gaya pada partikel bermuatan positif yang sedang bergerak
dengan kecepatan V, jika partikel mempunyai muatan negatif, maka gaya mempunyai
arah berlawanan.
b. besar B didefisinisikan dalam F, I, Q
dan V.
H.
PEMBAHASAN
1.
Medan magnet merupakan medan gaya yang berada di sekitar
benda magnetik atau di sekitar benda konduktor berarus.
2.
Sebuah magnet
selalu mempunyai kutub utara dan kutub selatan dimana sebuah magnet dapat
mengerjakan gaya pada magnet lainnya.
3. Tiga macam aturan melukis garis -garis medan magnetik
1)
Garis garis
gaya magnetik tidak pernah berpotongan.
2)
Garis garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub
Utara dan masuk ke kutub selatan
3)
Tempat dengan garis garis gaya rapat menyatakan
Medan magnetik kuat, sebaliknya dengan garis garis gaya tentang menyatakan Medan magnetik
lemah.
I. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Medan magnet dapat menghasilkan arus listrik dan arus
listrik dapat mengasilkan medan magnet
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat lemahnya medan
magnet diantara nya, arus, hambatan, jenis inti dan jumlah lilitan pada
kumparan.
J. DAFTAR
PUSTAKA
Ground,Kirby.( 1993) Longman A-Level Physics.
Essex: Longman Group UK Limited.
Roger.M.(1991). A-Level Physics. Chestenham: Stanley Thornes
Publisher Limited.
Young. H.D (1992). University Physics,
8th Edition. Addison-Wesley Publishing Company,Inc
K. KESULITAN
YANG ALAMI: SARAN DAN MASUKAN
1. Sebaiknya peserta praktikan lebih memahami teori dari praktikum ini.
2. Hendaknya
praktikan lebih teliti saat melakukan percoban.
L. FOTO PRAKTIKUM


PERCOBAAN 2 MENGAMATI GEJALA MEDAN MAGNET
A. TUJUAN
Untuk menjelaskan pengaruh arus listrik terhadap medan
magnet.
B. LANDASAN
TEORI
Medan magnet adalah daerah di sekitar
magnet yang menyebabkan sebuah muatan yang bergerak di sekitarnya mengalami
suatu gaya. Medan magnet tidak dapat dilihat, namun dapat dijelaskan dengan
mengamati pengaruh magnet pada benda lain, misalnya pada serbuk besi.
Garis-garis gaya magnetik selalu keluar
dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet.
Garis-garis gaya magnetik tidak pernah
saling berpotongan dengan garis-garis gaya magnetik lain yang berasal dari
magnet yang sama.
Daerah yang garis-garis gaya magnetiknya
rapat menunjukkan medan magnetik yang kuat, sedangkan daerah yang garis-garis
gaya magnetiknya kurang rapat menunjukkan medan magnetik yang lemah.
Arah medan magnetik dari sebuah kawat
yang dialiri arus listrik dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan
kanan Oersted. Arah arus listrik ditunjukkan dengan ibu jari dan garis gaya
magnetik ditunjukkan dengan keempat jari tangan. Medan magnetik yang dihasilkan
oleh sebuah kawat penghantar sangatlah lemah, untuk menghasilkan medan magnetik
yang cukup kuat dapat digunakan kumparan berarus listrik. Kumparan bersifat
sebagai magnet yang kuat ini disebut sebagai elektromagnet. Elektromagnet
memiliki sifat kemagnetan sementara. Jika arus listrik diputuskan, sifat kemagnetannya
segera hilang.
Kumparan berarus listrik dapat
menghasilkan medan magnetik yang kuat karena setiap lilitan pada kumparan
menghasilkan medan magnetik yang akan diperkuat oleh lilitan lainnya. Semakin
banyak lilitan suatu kumparan, medan magnetik yang dihasilkannya semakin besar.
Pola garis gaya magnetik yang dihasilkan oleh kumparan yang .dialiri arus
listrik.
Untuk menentukan kutub magnet pada
kumparan berarus listrik, digunakan aturan genggaman tangan kanan. Kutub utara
ditunjukkan oleh arah ibu jari, arah arus pada kumparan sama dengan arah
genggaman keempat jari.
C. ALAT
DAN BAHAN
1. Kabel secukupnya
2. Baterai 1,5 volt 4 buah
3. Bola lampu 2,5 volt-3,6 volt / 0,007 A
4. Kompas
5. Kumparan tipis
D. CARA
KERJA
1.
![]()
Susunlah peralatan seperti seperti gambar di bawah
ini. Dalam keadaan saklar S terbuka, letakan penghantar atas kompas pada posisi
sejajar.

2.
Alirkan
arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar S (arus mengalir jika
lampu menyala).
a.
Apakah
jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?
b.
Ke
mana arah jarum kompas menyimpang? (ke kiri atau ke kanan)? Jelaskan!
3.
Buka
saklar S, balik polaritas baterai, kemudian alirkan kembali arus listrik
melalui penghantar dengan menutup saklar.
a.
Apakah
jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?
b.
Ke
mana arah jarum kompas menyimpang?
4.
Dari
percobaan langkah (2) dan (3) buatlah kesimpulan!
5.
Lakukan
langkah (1), (2), (3) tetapi dengan memakai 4 baterai yang dirangkai seri. Dan
berdasarkan percobaan tersebut jawablah pertanyaan dibawah ini.
E. HASIL
PENGAMATAN
|
No |
Jenis rangkaian |
Keadaan
saklar |
Jarum kompas
menyimpang |
Arah simpangan
kompas |
|||
|
Terbuka |
Tertutup |
Ya |
Tidak |
Kanan |
Kiri |
||
|
1 |
Seri 2 baterai |
√ |
√ |
||||
|
2 |
Seri 2 baterai |
√ |
√ |
√ |
|||
|
3 |
Seri 2 baterai
(polaritas baterai dibalik) |
√ |
√ |
||||
|
4 |
Seri 4 baterai |
√ |
√ |
||||
|
5 |
Seri 4 baterai |
√ |
√ |
√ |
|||
F.
PEMBAHASAN
Berdasarkan data di atas, pada penggunaan 2 baterai
dalam keadaan saklar (S) terbuka, kami letakkan penghantar di atas kompas pada
posisi sejajar kemudian kami alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan
menutup saklar (S), ternyata jarum kompas menyimpang ke kanan.
Kemudian kami membuka saklar (S) dan membalik polaritas baterai, kemudian
mengalirkan arus listrik melalui penghantar dengan menutup saklar (S) dan
ternyata jarum kompas menyimpang karena ada arus listrik yang mengalir. Langkah
terakhir, batu baterai diganti menjadi 4 buah, dan ternyata jarum kompas
mengalami penyimpangan yang cukup besar. Hal ini membuktikan bahwa
makin besar aliran listrik, makin besar pula gaya magnet yang
terjadi.
G.
PERTANYAAN DAN JAWABAN
1.
Jika baterai dirangkai 4 buah, apakah penyimpangan
jarum kompas lebih besar/lebih kecil? Jelaskan!
Jawab : Penyimpangan
jarum kompas lebih besar jika menggunakan 4 baterai, karena arus listrik juga
cukup besar. Sehingga gaya magnetik yang ditimbulkan makin besar
pula.
2.
Dari pengamatan Anda, jika arus (I) yang dialirkan pada
rangkaian lebih besar, apakah induksi magnet (B) yang terjadi lebih besar?
Jelaskan!
Jawab : Jika arus (I) yang dialirkan pada rangkaian lebih
besar, maka induksi magnet (B) titik besar karena arus listrik
menghasilkan medan magnetik dan medan magnetik
melakukan gaya pada arus listrik.
Makin
cepat medan magnetik berubah, makin besar juga induksinya.
3.
Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan medan
magnet!
Jawab : Makin besar arus dan makin dekat dengannya arus itu,
maka makin kuat medan magnetiknya dan gaya pada arus listrik
dalam medan magnetik sama dengan besar gaya pada elemen
arus (I) sepanjang A1 ketika berada dalam medan magnetik.
4.
a. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke
jarum kompas, bagaimana penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar/lebih
kecil). Jelaskan!
b. Jika kawat penghantar
ditempatkan lebih jauh ke jarum kompas, bagaimana penyimpangan jarum?
(menyimpang lebih besar/lebih kecil). Jelaskan!
Jawab :
a.
Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, maka
penyimpangan jarum lebih besar kaena makin dekat jarak benda ke magnet, maka
makin kuat gaya yang ditimbulkan oleh magnet.
b.
Jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarumj kompas, maka
penyimpangan jarum lebih kecil karena makin jauh jarak benda ke
magnet, maka makin lemah gaya yang ditimbulkan.
5. Dari jawaban perntanyaan (4) jelaskan hubungan antara
induksi magnet (B) dengan jarak antara kompas ke penghantar.
Jawab :
Hubungan antara induksi magnet dengan jarak antara kompas ke penghantar makin
dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya induksi
magnet dan makin jauh jarak benda ke magnet, maka makin lemah induksi
magnetnya.
H. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan diatas, dapat disimpulkan
bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet
dan medan magnetik melakukan gaya pada arus listrik.
Perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik.
I.
FOTO PRAKTIKUM

PERCOBAAN 3 MENGAMATI SIFAT- SIFAT MAGNET
A. TUJUAN
Untuk menjelasakan sifat-sifat magnet
B. ALAT DAN
BAHAN
1.
Magnet batang 2
buah
2.
Statis
3.
Benang
secukupnya
4.
Benda-benda yang
dapat di Tarik magnet (misalnya besi, alumunium,kaca,dan seng )
C. LANDASAN
TEORI
Magnet adalah sebuah material yang memiliki
kemampuan menarik besi atau baja (dan material berjenis logam lainnya ). Magnet
dapat dibedakan menjadi magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam sesungguhnya telah dikenal orang
sejak dahulu, terutama di kalangan orang-orang Magnesia yang beranggapan
bahwa batu magnet yang di temukan tersebut memiliki kekuatan yang supranatural.
Magnet yang digunakan oleh bangsa Yunani dan Cina disebut sebagai magnet alam
karena magnet tersebut ada tanpa proses pembuatan. Selain itu, juga ditemukan
secara alami magnet bumi termasuk magnet alam.
Magnet buatan adalahmegnet yang sengaja dibuat
oleeh manusia. Magnet buatan dapat dibuat dari besi, baja, atau bahan campuran
logam lainnya. Bentuk magnet buatan yang biasa ditemukan yaitu magnet yang bentuk
batang, magnet silinder, magnet jarum, magnet ladam (tapal kuda).
D. PROSEDUR PERCOBAAN
1.
Beri tanda S
untuk kutub selatan dan U untuk kutub utara pada kedua magnet batang yang
tersedia
2.
Gantunglah salah satu magnet dengan menggunakan benang
pada statis
3.
Dekatkan kutub
selatan magnet kedua yang dipegang kekutub selatan magnet batang yang
tergantung secara perlahan lahan,amati apa yang terjadi pada magnet batang yang digantung
4.
Dekatkan kutub
utara magnet yang dipegang pada kutub selatan magnet batang yang digantung
secara perlahan-lahan,amati apa terjadi pada magnet batang yang digantung
5.
Dekatkan kutub
selatan magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung,amati apa
yang terjadi
6.
Dekatkan kutub
utara magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung amati gambar
apa yang terjadi
E.
PENGAMATAN
Magnet
memiliki beberapa sifat antara lain:
1. Memiliki gaya tarik.
2. Memiliki dua buah kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.
3. Kutub senama tolak menolak.
4. Kutub tidak senama tarik menarik.
5. Memiliki gaya yang dapat menembus benda tertentu.
6. Magnet dapat menarik benda-benda tertentu.
F. PERTANYAAN
1.
Jelaskan Sisfat
Sifat Magnet!
2.
Jelaskan apa
yang dimaksud dengan dipol magnet!
3.
Apabila sebuah
magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mungkinkah bagian kecil
magnet tersebut hanya memiliki sebuah kutub? Jelaskan!
4.
Dari hasil
percobaan yang anda lakukan, berilah kesimpulan tentang sifat-sifat magnet!
G. JAWABAN
PERTANYAAN
1.Sifat-sifat magnet
a. Mempunyai
dua ujung yang disebut kutub-kutub magnet, yang merupakan
bagian-bagian magnet yang mempunyai kemagnetan paling kuat.
b. Salah
satu ujung magnet selalu menunjuk ke utara dan magnet lain menunjuk
ke
selatan.
c. Dua
magnet yang saling didekatkan akan melakukan gaya satu sama lain.
- Gaya
tolak-menolak, akan terjadi apabila kutub-kutub yang didekatkan
sejenis (kutub utara dengan kutub utara, kutub selatan dengan kutub
selatan).
- Gaya
tarik-menarik akan terjadi jika kutub-kutub magnet yang didekatkan
berlawanan jenis (kutub utara dengan kutub selatan).
2. Dipol magnet adalah magnet selalu mempunyai 2 kutub
3. Jika sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian
yang lebih kecil, maka
bagian kecil
magnet tersebut tetap mempunyai 2 buah kutub, karena hal ini
merupakan
asas piranti (kompas). Setiap magnet apapun bentuknya pasti
mempunyai 2
kutub yaitu kutup utara dan kutub selatan.
4. Berdasarkan percobaan kami, sifat-sifat magnet adalah
a. Jika
kedua kutub magnet yang sejenis di dekatkan maka magnet tersebut akan
saling
menjauhi (tolak-menolak)
b. Jika
kutub-kutub magnet yang berlawanan (berbeda kutubnya atau tidak
sejenis)
didekatkan maka magnet tersebut akan tarik-menarik (mendekat).
H. PEMBAHASAN
1.
Magnet hanya menarik
benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua jenis benda bisa ditarik
oleh magnet meski berada dalam jangkauannya.
2.
Gaya magnet dapat
menembus benda.
3.
Magnet mempunyai dua
kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
4.
Apabila kutub magnet
yang sejenis didekatkan satu sama lain, kedua kutub akan saling tolak menolak.
Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling tarik-menarik.
5.
Medan magnet akan
membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin rapat jika didekatkan dengan
magnet.
6.
Sifat kemagnetan dapat
melemah atau hilang karena hal tertentu, seperti sering jatuh, terbakar, atau
lainnya.
I. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa kutub-kutub magnet sejenis akan tolak menolak,sedangkan
kutub-kutub magnet yang tidak sejenis akan Tarik menarik.
J. DAFTAR
PUSTAKA
Ground,Kirby.( 1993) Longman A-Level Physics. Essex: Longman
Group UK Limited.
Roger.M.(1991). A-Level
Physics. Chestenham: Stanley Thornes Publisher Limited.
Young. H.D
(1992). University Physics, 8th Edition. Addison-Wesley
Publishing Company,Inc
K. KESULITAN
YANG ALAMI: SARAN DAN MASUKAN
1. Sebaiknya peserta praktikan lebih memahami teori dari praktikum ini.
2. Hendaknya
praktikan lebih teliti saat melakukan percoban.
L. FOTO

PERCOBAAN 4: CARA MEMBUAT MAGNET
A. TUJUAN
Dapat membuat magnet
dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan magnet induksi.
B. LANDASAN
TEORI
Sebelum dibuat menjadi magnet, besi dapat diberi
bentuk seperti yang kita kehendaki . Bentuk magnet seperti batang disebut magnet batang. Magnet dapat pula
berbentuk bulat pipih, berbentuk seperti
cincin, atau huruf U, bahkan magnet dapat berbentuk seperti coklat marbel yang
bulat dan berwarna warni.
1. Cara Membuat Magnet dengan Cara Menggosok
Magnet dapat dibuat dengan cara digosok. Sebatang baja
dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan sebuah batang magnet pada
baja tersebut. Menggosokkannya harus dengan teratur dalam satu arah dan
dilakukan berulang-ulang. Baja akan menjadi magnet
permanen. Artinya setelah selesai penggosokkan, batang baja akan menjadi
magnet. Untuk menentukan bagian kutub utara (U) dan kutub selatan (S) baja
tersebut. Bila yang digunakan untuk menggosok adalah kutub utara (U) magnet,
maka tempat mulai menggosoknya akan menjadi kutub utara (U), dan ujung batang
lainnya menjadi kutub selatan (S). Sebaliknya, bila yang dipakai menggosok
adalah ujung kutub selatan (S) magnet, maka tempat mulai penggosokkan akan menjadi
kutub selatan (S).
2. Cara Membuat Magnet dengan Cara Induksi
Magnet dapat dibuat dengan cara induksi magnet.
Menginduksikan magnet ialah memberikan sifat magnet kepada besi atau baja tanpa
disentuhkan kepadanya. Caranya adalah dengan mendekatkan sebatang besi atau
baja ke magnet batang yang kuat. Ujung
besi yang dekat ke salah satu kutub magnet memperoleh kutub yang berlawanan
dengan kutub magnet itu. Misalnya, kutub selatan magnet batang didekatkan pada
ujung A batang besi (misalnya paku), maka ujung A menjadi kutub utara,
sedangkan ujung B menjadi kutub selatan. Jika ujung B dicelupkan ke dalam serbuk besi, maka ada
serbuk besi yang melekat pada paku. Kekuatan magnet hasil induksi sangat lemah,
sehingga bila magnet batang dijauhkan dari paku, serbuk besi akan jatuh
kembali.
3. Cara Membuat Magnet
dengan Dialiri Arus Listrik
Sebuah magnet dapat dibuat dengan menggunakan arus
listrik. Adapun caranya dengan melilitkan kawat penghantar pada batang paku di
sekelilingnya.
Kemudian, ujung-ujung kawat dihubungkan dengan
baterai sehingga arusnya mengalir melalui lilitan kawat tadi. Magnet yang
dihasilkan disebut elektromagnet.
Magnet yang dibuat dengan cara ini akan hilang
sifat magnetnya jika aliran listrik dihilangkan. Sifat magnet pada suatu benda
juga dapat dihilangkan melalui proses pemukulan, pemanasan,dan mengalirkan arus bolak
balik pada benda.
Ketiga perlakuan ini menghilangkan sifat magnet
karena akan membuat atom-atom dalam magnet bergetar dan merubah arah atom,
sehingga sifat magnetiknya hilang.
C. ALAT
DAN BAHAN
1.
Klip
kertas 3-5 buah.
2.
Magnet
batang 1 buah.
3.
Kabel
kecil berukuran 1 m 5 buah.
4.
Baterai
1,5 volt 4 buah.
5.
Paku
besi 4 buah.
6.
Isolasi
secukupnya.
D. CARA
KERJA
Anda dapat menciptakan magnet buatan melalui 3 cara,
yaitu dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan dara magnet indukdi.
1) Membuat magnet melalui gesekan
a) Siapkan sebuah paku besi yang bukan magnet, lalu
dekatkan ujung paku tersebut pada beberapa klip kertas. Amati apakah paku
tersebut dapat menarik klip kertas?
b) Geseklah paku besi pada sebuah magnet batang dalam
satu arah saja secara berulang ulang kkira-kira 10 detik lamanya. Dekatkan
batang paku besi yang telah digosok pada beberapa klip. Amati apa yang terjadi
pada klip!
c) Lakukan hal yang sama seperti pada nomor 2, tetapi
dalam waktu yang lebih lama, misalnya 40 detik. Amati apa yag terjadi pada klip!
2) Membuat magnet dengan cara elektromagnetik
a) Rangkailah alat seperti pada gambar. Amatilah, apakah
paku menjadi magnet atau tidak? Mengapa demikian?
b) Tutuplah saklar S, lalu dekatkan sebuah paku yang lain
pada paku yang diteliti kumparan. Amatilah apakah paku tersebut sudah menjadi
magnet? Jelaskan!
c) Lakukanlah hal yang sama pada nomor a dan nomor b,
tetapi dengan cara mengurangi jumlah lilitan kumparan pada paku. Amatilah
apakah kemagnetan yang terjadi pada paku makin besar atau makin kecil? Beri
penjelasan!
d) Lakukan hal yang sama pada nomor c, tetapi dengan cara
menambah lilitan kumparan pada paku!
3) Membuat magnet dengan cara induksi.
a) Peganglah sebuah magnet batang disalah satu kutubnya,
sedangkan kutub yang lain menjadi pusat bumi.
b) Dekatkan sebuah klip tepat diujung salah satu kutub
magnet batang. Amati apa yang terjadi!
c) Dekatkan lagi sebuah klip kedua tepat di ujung klip
yang pertama. Amati apa yang terjadi
d) Lakukan hal yang sama pada nomor b dan nomor c hingga
menggunakan klip sebanyak 4 buah. Amati apa yang terjadi!
E. HASIL
PENGAMATAN
1. Membuat magnet melalui gesekan (paku
digesekkan dengan salah satu kutub magnet)
|
Bahan Percobaan |
Sebelum digesekkan |
Setelah digesekkan (10 detik) |
Setelah digesekkan (40 detik) |
|
Paku besi dan
klip kertas |
Belum ada magnet,
paku tidak dapat menarik klip kertas |
Paku besi dapat
menarik klip kertas namun lemah |
Paku besi dapat
menarik klip kertas lebih kuat |
1.
Membuat magnet dengan cara Elektromagnetik
Berdasarkan
rangkaian di atas, ternyata paku tidak bisa menjadi magnet karena saklar dalam
keadaan terbuka, sehingga arus listrik tidak dapat mengalir. Saklar ditutup,
lalu kami mendekatkan sebuah paku yang lain pada paku yang dililiti kumparan,
ternyata paku tersebut telah menjadi magnet karena saklar telah tertutup
sehingga arus listrik dapat mengalir.
Kami
mengurangi jumlah lilitan kumparan pada paku, ternyata kemagnetan pada paku
makin kecil karena jumlah lilitan kumparan berkurang, sehingga arus listrik
juga ikut berkurang.
Kami
menambah jumlah lilitan kumparan pada paku, ternyata kemagnetan pada paku makin
besar karena jumlah lilitan kumparan bertambah banyak, sehingga arus listrik
juga bertambah kuat.
2.
Membuat magnet dengan cara induksi
Kami
pegang sebuah magnet batang disalah satu kutubnya, sedangkan kutub yang lain
menjadi pusat bumi.
Kami
dekatkan sebuah klip tepat di ujung salah satu kutub magnet batang, ternyata
klip tepat di ujung tadi melekat/menempel pada magnet batang.
Lalu
kami dekatkan lagi sebuah klip kedua tepat di ujung klip yang pertama, ternyata
klip kedua menempel pada klip pertama.
Selanjutnya
kami dekatkan lagi sebuah klip ketiga di ujung klip kedua, ternyata klip ketiga
menempel di ujung klip kedua, serta klip ke empat dapat menempel pada ujung
klip ketiga.
F. PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan,
bahwa magnet dapat dibuat melalui gesekan yaitu dengan menggesek-gesekan benda
pada magnet. Pada percobaan diatas paku besi digosokkan pada magnet selama 10
detik dapat menarik klip kertas dengan lemah, sedangkan digosok selama 40 detik
dapat menarik klip kertas dengan kuat.
Selanjutnya, magnet dapat dibuat dengan
elektromagnetik yaitu dengan mengaliri arus listrik. Pada percobaan diatas
sebuah paku yang dililiti kawat tembaga kemudian dialiri arus listrik
(baterai). Semakin banyak lilitan, semakin besar pula arus listriknya sehingga
gaya magnetnya menjadi kuat, tetapi apabila saklar dilepas maka gaya magnetnya
akan hilang, hal ini karena sifat magnet bersifat sementara.
Kemudian membuat magnet dengan cara induksi
yaitu dengan cara mendekatkan benda ke magnet. Sebuah klip kertas pertama
didekatkan pada ujung magnet kumudian klip kertas kedua didekatkan pada ujung
klip kertas pertama, begitu seterusnya hingga klip kertas keempat.
G. JAWABAN PERTANYAAN
1. Jelaskan cara
membuat magnet!
Jawab
:
1. Dengan cara digesek-gesekkan (gosokan)
2. Dengan cara elektromagnetik (aliran listrik)
3. Dengan cara induksi.
2. Jelaskan faktor apakah yang dapat
mempengaruhi kekuatan magnet!
Jawab
:
1. Jarak magnet terhadap benda magnetik.
2. Besar kecilnya arus listrik.
3. Ketebalan yang menjdi penghalang
antara magnet dan benda magnetis
4. Waktu; lama tidaknya gesekan.
5. Jumlah lilitan kumparan.
3. Jelaskan hubungan antara kuat magnet dengan jumlah lilitan
kumparan dan arus listrik!
Jawab :
Hubungan antara kuat magnet dengan jumlah
lilitan kumparan dan arus listrik adalah :Makin banyak jumlah lilitan kumparan,
maka makin besar arus listrik yang mengalir sehingga kekuatan magnet makin
besar pula. Jadi banyaknya jumlah lilitan kumparan sangat mempengaruhi terhadap
kekuatan magnet.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan diatas, dapat
disimpulkan bahwa magnet dapat dibuat dengan 3 cara yaitu: dengan gesekan,
dengan elektromagnetik, dengan induksi.
J. FOTO
PRAKTIKUM
|
GESEKAN |
|
|
ELEKTROMAGNETIK |
|
|
CARA INDUKSI |
|
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya



Komentar
Posting Komentar