Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 8.2 KEMAGNETAN | PGSD BI UT PDGK4107

 

LEMBAR KERJA

PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD



KEMAGNETAN

PERCOBAAN 1 BENTUK MEDAN MAGNET

 

A.    TUJUAN                              

Menunjukkan bentuk medan magnet sebuah magnet batang dengan serbuk-serbuk besi

 

B.     ALAT DAN BAHAN

1.      Karton Putih 1 Lembar

2.      Magnet batang 1 Buah

3.      Serbuk serbuk besi secukupnya

 

C.    LANDASAN TEORI

Kata magnet berasal dari “Magnesia” tempat dimana orang perttama kali menemukan sebuah batu bermuatan yang dikenal sebagai magnet alami. Orang Cina mungkin merupakan yang pertama menggunakan batu bermuatan ini sebagai kompas (petunjuk arah) baik didarat maupun di laut

Sekarang orang telah dapat membuat magnet besi baja, bel listrik dan telepon, penggunaan electromagnet (magnet listrik) yang menghasilkan magnet kuat adalah untuk mengangkat barang-barang rongsokkan dari bahan logam yang sangat berat.

Sebuah magnet selalu mempunyai kutub Utara dan Kutub Selatan, dimana sebuah magnet dapat mengerjakan gaya pada magnet lainnya.Kutub-kutub sejenis tolak menolak sedangkan kutub-kutub yang tidak sejenis akan Tarik menarik.

 

D.    PROSEDUR PERCOBAAN

1.      Letakkan sebuah magnet batang di atas meja

2.      Peganglah selembar karon putih di atas magnet tersebut.

3.      Taburlah sebuk-serbuk besi secara merata di atas karton kemudian ketuklah karton itu secara perlahan beberapa kali

4.      Amatilah dan gambarkan pola-pola yang dibentuk sebuk-serbuk besi itu

5.      Membuat kesimpulan tentang medan magnet

 

E.     HASIL PENGAMATAN

Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa medan magnet paling kuat adalah di sekitar kutub magnet yang ditunjukan oleh rapatnya garis-garis yang dibentuk oleh pasir besi. Sedangkan pada bagian tengah magnet memiliki medan magnet yang kurang kuat yang ditunjukan dengan renggangnya garis-garis yang dibentuk oleh pasir besi.

 

F.     PERTANYAAN

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan medan magnet?

2.      Apakah sebuah magnet selalu memiliki kutub utara dan kutub selatan? Berikan penjelasan

3.      Jelaskan 3 macam aturan untuk melukis garis garis medan magnetic

4.      Gambarlah garis-garis medan magnet dari pasangan magnet batang berikut

Description: C:\Users\SDN SIDOTENTREM 1\Pictures\Capture.JPG
 

 

 

 

 

 

 

 


G.    JAWABAN PERTANYAAN

1. Medan magnet adalah daerah yang masih merasakan adanya gaya magnet.

2. Sebuah magnet selalu memiliki kutup utara dan kutub selatan karena ini merupakan asas piranti yang dikenal dengan kompas, jarum kompas adalah sebuah magnet yang ditopang pada pusat beratnya sehingga dapat bergerak bebas. Maka salah satu ujungnya selalu menunjuk kea rah utara dan ujung yang lain kearah selatan.

3. Aturan untuk melukis garis-garis medan magnet

   a. aturan tangan kanan tentang arah medan magnet yang melakukan gaya pada partikel bermuatan positif yang sedang bergerak dengan kecepatan V, jika partikel mempunyai muatan negatif, maka gaya mempunyai arah berlawanan.

   b. besar B didefisinisikan dalam F, I, Q dan V.

 

H.    PEMBAHASAN

1.      Medan magnet merupakan medan gaya yang berada di sekitar benda magnetik atau di sekitar benda konduktor berarus.

2.      Sebuah magnet selalu mempunyai kutub utara dan kutub selatan dimana sebuah magnet dapat mengerjakan gaya pada magnet lainnya.

3.      Tiga macam  aturan melukis garis -garis  medan magnetik

1)      Garis garis gaya magnetik tidak pernah berpotongan.

2)      Garis garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub Utara dan masuk ke kutub selatan

3)      Tempat dengan garis garis gaya rapat menyatakan Medan magnetik kuat, sebaliknya   dengan garis garis gaya tentang menyatakan Medan magnetik lemah.

 

 

I.       KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1.   Medan magnet dapat menghasilkan arus listrik dan arus listrik dapat mengasilkan medan magnet

2.   Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat lemahnya medan magnet diantara nya, arus, hambatan, jenis inti dan jumlah lilitan pada kumparan.

 

 

J.      DAFTAR PUSTAKA

Ground,Kirby.( 1993) Longman A-Level Physics. Essex: Longman  Group UK Limited.

             Roger.M.(1991). A-Level Physics. Chestenham: Stanley Thornes Publisher Limited.

 Young. H.D (1992). University Physics, 8th Edition. Addison-Wesley Publishing Company,Inc

 

K.    KESULITAN YANG ALAMI: SARAN DAN MASUKAN

1.      Sebaiknya peserta praktikan lebih memahami teori dari praktikum ini.

 

2.      Hendaknya praktikan lebih teliti saat melakukan percoban.

 

 

 

 

 

L.       FOTO PRAKTIKUM

Description: C:\Users\SDN SIDOTENTREM 1\Downloads\pola medan magnet.png Description: C:\Users\SDN SIDOTENTREM 1\Downloads\images.jpg
 

 

 

 

 

 

 

 

 


PERCOBAAN 2 MENGAMATI GEJALA MEDAN MAGNET

 

A.  TUJUAN

Untuk menjelaskan pengaruh arus listrik terhadap medan magnet.

 

B.  LANDASAN TEORI

Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang menyebabkan sebuah muatan yang bergerak di sekitarnya mengalami suatu gaya. Medan magnet tidak dapat dilihat, namun dapat dijelaskan dengan mengamati pengaruh magnet pada benda lain, misalnya pada serbuk besi.

Garis-garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet.

Garis-garis gaya magnetik tidak pernah saling berpotongan dengan garis-garis gaya magnetik lain yang berasal dari magnet yang sama.

Daerah yang garis-garis gaya magnetiknya rapat menunjukkan medan magnetik yang kuat, sedangkan daerah yang garis-garis gaya magnetiknya kurang rapat menunjukkan medan magnetik yang lemah. 

Arah medan magnetik dari sebuah kawat yang dialiri arus listrik dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan Oersted. Arah arus listrik ditunjukkan dengan ibu jari dan garis gaya magnetik ditunjukkan dengan keempat jari tangan. Medan magnetik yang dihasilkan oleh sebuah kawat penghantar sangatlah lemah, untuk menghasilkan medan magnetik yang cukup kuat dapat digunakan kumparan berarus listrik. Kumparan bersifat sebagai magnet yang kuat ini disebut sebagai elektromagnet. Elektromagnet memiliki sifat kemagnetan sementara. Jika arus listrik diputuskan, sifat kemagnetannya segera hilang. 

Kumparan berarus listrik dapat menghasilkan medan magnetik yang kuat karena setiap lilitan pada kumparan menghasilkan medan magnetik yang akan diperkuat oleh lilitan lainnya. Semakin banyak lilitan suatu kumparan, medan magnetik yang dihasilkannya semakin besar. Pola garis gaya magnetik yang dihasilkan oleh kumparan yang .dialiri arus listrik.

Untuk menentukan kutub magnet pada kumparan berarus listrik, digunakan aturan genggaman tangan kanan. Kutub utara ditunjukkan oleh arah ibu jari, arah arus pada kumparan sama dengan arah genggaman keempat jari.

 

C.  ALAT DAN BAHAN

1. Kabel secukupnya

2. Baterai 1,5 volt 4 buah

3. Bola lampu 2,5 volt-3,6 volt / 0,007 A

4. Kompas

5. Kumparan tipis

D.  CARA KERJA

1.      Oval: xSusunlah peralatan seperti seperti gambar di bawah ini. Dalam keadaan saklar S terbuka, letakan penghantar atas kompas pada posisi sejajar.

 

 

 


2.      Alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar S (arus mengalir jika lampu menyala).

a.    Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?

b.    Ke mana arah jarum kompas menyimpang? (ke kiri atau ke kanan)? Jelaskan!

3.      Buka saklar S, balik polaritas baterai, kemudian alirkan kembali arus listrik melalui penghantar dengan menutup saklar.

a.    Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?

b.    Ke mana arah jarum kompas menyimpang?

4.      Dari percobaan langkah (2) dan (3) buatlah kesimpulan!

5.      Lakukan langkah (1), (2), (3) tetapi dengan memakai 4 baterai yang dirangkai seri. Dan berdasarkan percobaan tersebut jawablah pertanyaan dibawah ini.


 

 

E.     HASIL PENGAMATAN

No

Jenis rangkaian

Keadaan saklar

Jarum kompas menyimpang

Arah simpangan kompas

Terbuka

Tertutup

Ya

Tidak

Kanan

Kiri

1

Seri 2 baterai

2

Seri 2 baterai

3

Seri 2 baterai (polaritas baterai dibalik)

4

Seri 4 baterai

5

Seri 4 baterai

 

F.     PEMBAHASAN

Berdasarkan data di atas, pada penggunaan 2 baterai dalam keadaan saklar (S) terbuka, kami letakkan penghantar di atas kompas pada posisi sejajar kemudian kami alirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar  (S), ternyata jarum kompas menyimpang ke kanan. Kemudian kami membuka saklar (S) dan membalik polaritas baterai, kemudian mengalirkan arus listrik melalui penghantar dengan menutup saklar (S) dan ternyata jarum kompas menyimpang karena ada arus listrik yang mengalir. Langkah terakhir, batu baterai diganti menjadi 4 buah, dan ternyata jarum kompas mengalami penyimpangan yang cukup besar. Hal ini membuktikan bahwa makin besar aliran listrik, makin besar pula gaya magnet yang terjadi.

 

G.    PERTANYAAN DAN JAWABAN

 

1.      Jika baterai dirangkai 4 buah, apakah penyimpangan jarum kompas lebih besar/lebih kecil? Jelaskan!

Jawab : Penyimpangan jarum kompas lebih besar jika menggunakan 4 baterai, karena arus listrik juga cukup besar. Sehingga gaya magnetik yang ditimbulkan makin besar pula.

 

2.      Dari pengamatan Anda, jika arus (I) yang dialirkan pada rangkaian lebih besar, apakah induksi magnet (B) yang terjadi lebih besar? Jelaskan!

Jawab : Jika arus (I) yang dialirkan pada rangkaian lebih besar, maka induksi magnet (B) titik besar  karena arus listrik menghasilkan medan magnetik dan medan magnetik melakukan gaya pada arus listrik.

Makin cepat medan magnetik berubah, makin besar juga induksinya.

 

3.      Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan medan magnet!

Jawab : Makin besar arus dan makin dekat dengannya arus itu, maka makin kuat medan magnetiknya dan gaya pada arus listrik dalam medan magnetik sama dengan besar gaya pada elemen arus (I)   sepanjang A1 ketika berada dalam medan magnetik.

 

4.      a. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, bagaimana penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar/lebih kecil). Jelaskan!

b. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarum kompas, bagaimana penyimpangan jarum? (menyimpang lebih besar/lebih kecil). Jelaskan!

Jawab :

a. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih dekat ke jarum kompas, maka penyimpangan jarum lebih besar kaena makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya yang ditimbulkan oleh magnet.

b. Jika kawat penghantar ditempatkan lebih jauh ke jarumj kompas, maka penyimpangan jarum lebih kecil karena makin jauh jarak benda ke magnet, maka makin lemah gaya yang ditimbulkan.

 

5. Dari jawaban perntanyaan (4) jelaskan hubungan antara induksi magnet (B) dengan jarak antara kompas ke penghantar.

Jawab : Hubungan antara induksi magnet dengan jarak antara kompas ke penghantar makin dekat jarak benda ke magnet, maka makin kuat gaya induksi magnet dan makin jauh jarak benda ke magnet, maka makin lemah induksi magnetnya.

 

H.    KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet dan medan magnetik melakukan gaya pada arus listrik. Perubahan medan magnet dapat menghasilkan arus listrik.

I.       FOTO PRAKTIKUM

Description: C:\Users\SDN SIDOTENTREM 1\Downloads\gamb2.png

 

 

PERCOBAAN 3 MENGAMATI SIFAT- SIFAT MAGNET

A.  TUJUAN       

Untuk menjelasakan sifat-sifat magnet

 

B.   ALAT DAN BAHAN

1.         Magnet batang 2 buah

2.           Statis

3.           Benang secukupnya

4.           Benda-benda yang dapat di Tarik magnet (misalnya besi, alumunium,kaca,dan    seng )

 

C.    LANDASAN TEORI

Magnet adalah sebuah material yang memiliki kemampuan menarik besi atau baja (dan material berjenis logam lainnya ). Magnet dapat dibedakan menjadi magnet alam dan magnet buatan. Magnet alam sesungguhnya telah dikenal orang sejak dahulu, terutama di kalangan  orang-orang Magnesia yang beranggapan bahwa batu magnet yang di temukan tersebut memiliki kekuatan yang supranatural. Magnet yang digunakan oleh bangsa Yunani dan Cina disebut sebagai magnet alam karena magnet tersebut ada tanpa proses pembuatan. Selain itu, juga ditemukan secara alami magnet bumi termasuk magnet alam.
Magnet buatan adalahmegnet yang sengaja dibuat oleeh manusia. Magnet buatan dapat dibuat dari besi, baja, atau bahan campuran logam lainnya. Bentuk magnet buatan yang biasa ditemukan yaitu magnet yang bentuk batang, magnet silinder, magnet jarum, magnet ladam (tapal kuda).

 

 

D.    PROSEDUR PERCOBAAN

1.      Beri tanda S untuk kutub selatan dan U untuk kutub utara pada kedua magnet batang yang tersedia

2.      Description: C:\Users\SDN SIDOTENTREM 1\Pictures\Capturem.JPGGantunglah salah satu magnet dengan menggunakan benang pada statis

 

 

 

 

 

 

3.      Dekatkan kutub selatan magnet kedua yang dipegang kekutub selatan magnet batang yang tergantung secara perlahan lahan,amati apa yang terjadi pada magnet  batang yang digantung

4.      Dekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub selatan magnet batang yang digantung secara perlahan-lahan,amati apa terjadi pada magnet batang yang digantung

5.      Dekatkan kutub selatan magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung,amati apa yang terjadi

6.      Dekatkan kutub utara magnet yang dipegang pada kutub utara magnet yang digantung amati gambar apa yang terjadi

 

E.     PENGAMATAN

       Magnet memiliki beberapa sifat antara lain:

1.     Memiliki gaya tarik.

2.    Memiliki dua buah kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

3.    Kutub senama tolak menolak.

4.    Kutub tidak senama tarik menarik.

5.    Memiliki gaya yang dapat menembus benda tertentu.

6.    Magnet dapat menarik benda-benda tertentu.

 

F.   PERTANYAAN

1.    Jelaskan Sisfat Sifat Magnet!

2.    Jelaskan apa yang dimaksud dengan dipol magnet!

3.    Apabila sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mungkinkah bagian kecil magnet tersebut hanya memiliki sebuah kutub? Jelaskan!

4.    Dari hasil percobaan yang anda lakukan, berilah kesimpulan tentang sifat-sifat magnet!

 

G. JAWABAN PERTANYAAN

1.Sifat-sifat magnet

    a. Mempunyai dua ujung yang disebut kutub-kutub magnet, yang merupakan 

        bagian-bagian magnet yang mempunyai kemagnetan paling kuat.

    b. Salah satu ujung magnet selalu menunjuk ke utara dan magnet lain menunjuk

        ke selatan.

    c. Dua magnet yang saling didekatkan akan melakukan gaya satu sama lain.

        - Gaya tolak-menolak, akan terjadi apabila kutub-kutub yang didekatkan

           sejenis (kutub utara dengan kutub utara, kutub selatan dengan kutub

           selatan).

        - Gaya tarik-menarik akan terjadi jika kutub-kutub magnet yang didekatkan

           berlawanan jenis (kutub utara dengan kutub selatan).

 

2. Dipol magnet adalah magnet selalu mempunyai 2 kutub

 

3. Jika sebuah magnet dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, maka 

    bagian kecil magnet tersebut tetap mempunyai 2 buah kutub, karena hal ini

    merupakan asas piranti (kompas). Setiap magnet apapun bentuknya pasti

    mempunyai 2 kutub yaitu kutup utara dan kutub selatan.

 

4. Berdasarkan percobaan kami, sifat-sifat magnet adalah

    a. Jika kedua kutub magnet yang sejenis di dekatkan maka magnet tersebut akan

        saling menjauhi (tolak-menolak)

    b. Jika kutub-kutub magnet yang berlawanan (berbeda kutubnya atau tidak

        sejenis) didekatkan maka magnet tersebut akan tarik-menarik (mendekat).

 

 

H.  PEMBAHASAN

1.      Magnet hanya menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet meski berada dalam jangkauannya.

2.      Gaya magnet dapat menembus benda.

3.      Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.

4.      Apabila kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, kedua kutub akan saling tolak menolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling tarik-menarik.

5.      Medan magnet akan membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin rapat jika didekatkan dengan magnet.

6.      Sifat kemagnetan dapat melemah atau hilang karena hal tertentu, seperti sering jatuh, terbakar, atau lainnya.

 

 

I.     KESIMPULAN

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kutub-kutub magnet sejenis akan tolak menolak,sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak sejenis akan Tarik menarik.

 

 

 

 

J.    DAFTAR PUSTAKA

Ground,Kirby.( 1993) Longman A-Level Physics. Essex: Longman Group UK Limited.

             Roger.M.(1991). A-Level Physics. Chestenham: Stanley Thornes Publisher Limited.

 Young. H.D (1992). University Physics, 8th Edition. Addison-Wesley Publishing Company,Inc

 

K. KESULITAN YANG ALAMI: SARAN DAN MASUKAN

1.      Sebaiknya peserta praktikan lebih memahami teori dari praktikum ini.

2.      Hendaknya praktikan lebih teliti saat melakukan percoban.



 

L.  FOTO

 

 

 

 

 

 

 


PERCOBAAN 4:  CARA MEMBUAT MAGNET

 

A.  TUJUAN

Dapat membuat magnet dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan magnet induksi.

 

B.  LANDASAN TEORI

Sebelum dibuat menjadi magnet, besi dapat diberi bentuk seperti yang kita kehendaki . Bentuk magnet seperti batang disebut magnet batang. Magnet dapat pula berbentuk bulat pipih, berbentuk seperti cincin, atau huruf U, bahkan magnet dapat berbentuk seperti coklat marbel yang bulat dan berwarna warni.

1. Cara Membuat Magnet dengan Cara Menggosok

Magnet dapat dibuat dengan cara digosok. Sebatang baja dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan sebuah batang magnet pada baja tersebut. Menggosokkannya harus dengan teratur dalam satu arah dan dilakukan berulang-ulang. Baja akan menjadi magnet permanen. Artinya setelah selesai penggosokkan, batang baja akan menjadi magnet. Untuk menentukan bagian kutub utara (U) dan kutub selatan (S) baja tersebut. Bila yang digunakan untuk menggosok adalah kutub utara (U) magnet, maka tempat mulai menggosoknya akan menjadi kutub utara (U), dan ujung batang lainnya menjadi kutub selatan (S). Sebaliknya, bila yang dipakai menggosok adalah ujung kutub selatan (S) magnet, maka tempat mulai penggosokkan akan menjadi kutub selatan (S).

2. Cara Membuat Magnet dengan Cara Induksi

Magnet dapat dibuat dengan cara induksi magnet. Menginduksikan magnet ialah memberikan sifat magnet kepada besi atau baja tanpa disentuhkan kepadanya. Caranya adalah dengan mendekatkan sebatang besi atau baja ke magnet batang yang kuat. Ujung besi yang dekat ke salah satu kutub magnet memperoleh kutub yang berlawanan dengan kutub magnet itu. Misalnya, kutub selatan magnet batang didekatkan pada ujung A batang besi (misalnya paku), maka ujung A menjadi kutub utara, sedangkan ujung B menjadi kutub selatan. Jika ujung B dicelupkan ke dalam serbuk besi, maka ada serbuk besi yang melekat pada paku. Kekuatan magnet hasil induksi sangat lemah, sehingga bila magnet batang dijauhkan dari paku, serbuk besi akan jatuh kembali.

3. Cara Membuat Magnet dengan Dialiri Arus Listrik

Sebuah magnet dapat dibuat dengan menggunakan arus listrik. Adapun caranya dengan melilitkan kawat penghantar pada batang paku di sekelilingnya.
Kemudian, ujung-ujung kawat dihubungkan dengan baterai sehingga arusnya mengalir melalui lilitan kawat tadi. Magnet yang dihasilkan disebut elektromagnet.
Magnet yang dibuat dengan cara ini akan hilang sifat magnetnya jika aliran listrik dihilangkan. Sifat magnet pada suatu benda juga dapat dihilangkan melalui proses pemukulan, pemanasan,dan mengalirkan arus bolak balik pada benda. 
Ketiga perlakuan ini menghilangkan sifat magnet karena akan membuat atom-atom dalam magnet bergetar dan merubah arah atom, sehingga sifat magnetiknya hilang.

http://www.pelajaransekolah.net/2016/01/3-cara-membuat-magnet-dengan-cara-menggosok-induksi-dan-dialiri-arus-listrik.html

 

C.  ALAT DAN BAHAN

1.      Klip kertas 3-5  buah.

2.      Magnet batang 1 buah.

3.      Kabel kecil berukuran 1 m 5 buah.

4.      Baterai 1,5 volt 4 buah.

5.      Paku besi 4 buah.

6.      Isolasi secukupnya.

 

D.  CARA KERJA

Anda dapat menciptakan magnet buatan melalui 3 cara, yaitu dengan cara gesekan, elektromagnetik, dan dara magnet indukdi.

1)   Membuat magnet melalui gesekan

a)    Siapkan sebuah paku besi yang bukan magnet, lalu dekatkan ujung paku tersebut pada beberapa klip kertas. Amati apakah paku tersebut dapat menarik klip kertas?

b)   Geseklah paku besi pada sebuah magnet batang dalam satu arah saja secara berulang ulang kkira-kira 10 detik lamanya. Dekatkan batang paku besi yang telah digosok pada beberapa klip. Amati apa yang terjadi pada klip!

c)    Lakukan hal yang sama seperti pada nomor 2, tetapi dalam waktu yang lebih lama, misalnya 40 detik. Amati apa yag terjadi pada klip!

2)   Membuat magnet dengan cara elektromagnetik

a)    Rangkailah alat seperti pada gambar. Amatilah, apakah paku menjadi magnet atau tidak? Mengapa demikian?

b)   Tutuplah saklar S, lalu dekatkan sebuah paku yang lain pada paku yang diteliti kumparan. Amatilah apakah paku tersebut sudah menjadi magnet? Jelaskan!

c)    Lakukanlah hal yang sama pada nomor a dan nomor b, tetapi dengan cara mengurangi jumlah lilitan kumparan pada paku. Amatilah apakah kemagnetan yang terjadi pada paku makin besar atau makin kecil? Beri penjelasan!

d)   Lakukan hal yang sama pada nomor c, tetapi dengan cara menambah lilitan kumparan pada paku!

3)   Membuat magnet dengan cara induksi.

a)    Peganglah sebuah magnet batang disalah satu kutubnya, sedangkan kutub yang lain menjadi pusat bumi.

b)   Dekatkan sebuah klip tepat diujung salah satu kutub magnet batang. Amati apa yang terjadi!

c)    Dekatkan lagi sebuah klip kedua tepat di ujung klip yang pertama. Amati apa yang terjadi

d)   Lakukan hal yang sama pada nomor b dan nomor c hingga menggunakan klip sebanyak 4 buah. Amati apa yang terjadi!


 

 

E.  HASIL PENGAMATAN

1. Membuat magnet melalui gesekan (paku digesekkan dengan salah satu kutub   magnet)

Bahan Percobaan

Sebelum digesekkan

Setelah digesekkan (10 detik)

Setelah digesekkan (40 detik)

Paku besi dan klip kertas

Belum ada magnet, paku tidak dapat menarik klip kertas

Paku besi dapat menarik klip kertas namun lemah

Paku besi dapat menarik klip kertas lebih kuat

 

1.    Membuat magnet dengan cara Elektromagnetik

Berdasarkan rangkaian di atas, ternyata paku tidak bisa menjadi magnet karena saklar dalam keadaan terbuka, sehingga arus listrik tidak dapat mengalir. Saklar ditutup, lalu kami mendekatkan sebuah paku yang lain pada paku yang dililiti kumparan, ternyata paku tersebut telah menjadi magnet karena saklar telah tertutup sehingga arus listrik dapat mengalir.

Kami mengurangi jumlah lilitan kumparan pada paku, ternyata kemagnetan pada paku makin kecil karena jumlah lilitan kumparan berkurang, sehingga arus listrik juga ikut berkurang.

Kami menambah jumlah lilitan kumparan pada paku, ternyata kemagnetan pada paku makin besar karena jumlah lilitan kumparan bertambah banyak, sehingga arus listrik juga bertambah kuat.

 

2.    Membuat magnet dengan  cara induksi

Kami pegang sebuah magnet batang disalah satu kutubnya, sedangkan kutub yang lain menjadi pusat bumi.

Kami dekatkan sebuah klip tepat di ujung salah satu kutub magnet batang, ternyata klip tepat di ujung tadi melekat/menempel pada magnet batang.

Lalu kami dekatkan lagi sebuah klip kedua tepat di ujung klip yang pertama, ternyata klip kedua menempel pada klip pertama.

Selanjutnya kami dekatkan lagi sebuah klip ketiga di ujung klip kedua, ternyata klip ketiga menempel di ujung klip kedua, serta klip ke empat dapat menempel pada ujung klip ketiga.

 

 


 

 

F.   PEMBAHASAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, bahwa magnet dapat dibuat melalui gesekan yaitu dengan menggesek-gesekan benda pada magnet. Pada percobaan diatas paku besi digosokkan pada magnet selama 10 detik dapat menarik klip kertas dengan lemah, sedangkan digosok selama 40 detik dapat menarik klip kertas dengan kuat.

Selanjutnya, magnet dapat dibuat dengan elektromagnetik yaitu dengan mengaliri arus listrik. Pada percobaan diatas sebuah paku yang dililiti kawat tembaga kemudian dialiri arus listrik (baterai). Semakin banyak lilitan, semakin besar pula arus listriknya sehingga gaya magnetnya menjadi kuat, tetapi apabila saklar dilepas maka gaya magnetnya akan hilang, hal ini karena sifat magnet bersifat sementara.

Kemudian membuat magnet dengan cara induksi yaitu dengan cara mendekatkan benda ke magnet. Sebuah klip kertas pertama didekatkan pada ujung magnet kumudian klip kertas kedua didekatkan pada ujung klip kertas pertama, begitu seterusnya hingga klip kertas keempat.

 

G. JAWABAN PERTANYAAN

     1. Jelaskan cara membuat magnet!

        Jawab :

1. Dengan cara digesek-gesekkan (gosokan)

2. Dengan cara elektromagnetik (aliran listrik)

3. Dengan cara induksi.

2. Jelaskan faktor apakah yang dapat mempengaruhi kekuatan magnet!

         Jawab :

1. Jarak magnet terhadap benda magnetik.

2. Besar kecilnya arus listrik.

3. Ketebalan yang menjdi penghalang antara magnet dan benda magnetis

4. Waktu; lama tidaknya gesekan.

5. Jumlah lilitan kumparan.

3. Jelaskan hubungan antara kuat magnet dengan jumlah lilitan kumparan dan arus listrik!

         Jawab :

Hubungan antara kuat magnet dengan jumlah lilitan kumparan dan arus listrik adalah :Makin banyak jumlah lilitan kumparan, maka makin besar arus listrik yang mengalir sehingga kekuatan magnet makin besar pula. Jadi banyaknya jumlah lilitan kumparan sangat mempengaruhi terhadap kekuatan magnet.


H. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa magnet dapat dibuat dengan 3 cara yaitu: dengan gesekan, dengan elektromagnetik, dengan induksi.

 

J.      FOTO PRAKTIKUM

 

                    

 

 

 

 

GESEKAN

 

 

 

 

ELEKTROMAGNETIK

 

 

 

 

 

CARA INDUKSI

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407