Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 1. 3 PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP l PGSD BI UT PDGK4107

 


LEMBAR KERJA

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN

PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

          

1.        Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Laporan Praktikum 

Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Tanah

 

A.       Tujuan

       Mengamati pertumbuhan dan perkecambahan kacang tanah.

 

B.       Alat dan Bahan

a.       Biji Kacang Tanah 6 buah

b.      Botol/gelas plastik 2 buah

c.       Kertas saring secukupnya

d.      Kertas label secukupnya

e.       Gunting 1 buah

 

C.       Landasan Teori

Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis, dan bersifat irreversiabel artinya organisme yang tumbuh tidak akan kembali ke bentuk semula. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor-faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, seperti sifat genetika yang ada dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan.

Perkembangan adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur-angsur dari kompleksitas rendah ke kompleksitas tinggi dan terjadi diferensiasi.Perkembangan dapat dinyatakan melalui berbagai cara mulai dari bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total perkembangan tanaman. Pada tanaman, aktifitas perkembangan yang vital ini banyak tumpang tindih. Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang mendahului morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi oleh karena pembesaran sel-sel setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung.

 

D.       Prosedur Percobaan

 

1.    Merendam biji kacang tanah dalam air semalaman.

2.    Melipat keras saring sehingga lebarnya setinggi dasar sampai leher botol/gelas plastik. Bila perlu potonglah kelebihannya.

3.    Menggulung kertas saring tersebut dan masukkan ke dalam botol/gelas plastik sehingga menempel pada dinding botol bagian dalam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Cara memasang kertas saring dalam botol selai

 

4.    Menyisipkan 6 biji kacang tanah pada botol/gelas plastik. Tambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah (kira-kira 1/10 nya).

5.    Menyimpan sediaan di tempat terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung selama 2 minggu. Jika air tampak berkurang (kertas saring mongering) menambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah tetapi permukaan air tidak merendam biji.

6.    Mengamati perkecambahan dan pertumbuhan biji-biji tumbuhan dari sediaan tersebut. Mencatat kapan biji kacang tanah mulai berkecambah, mengamati bagaimana akar, batang dan daun tumbuh. Memasukkan hasilnya ke dalam lembar kerja.

 

E.       Hasil Pengamatan

 

Tabel Data Hasil Pengamatan Pertumbuahn dan Perkecambahan Biji Kacang Tanah

Hari ke

Gambar Pertumbuhan kecambah kacang merah

Panjang (cm)

Keterangan

Akar

Batang

0

 

0

0

Belum tumbuh

1

 

3

0

Tumbuh akar

2

 

3,5

1

Mulai tumbuh batang

3

 

4

3

Akar & batang mulai tumbuh

4

 

6

4

Kulit biji pecah

5

 

6,2

8

Kulit biji lepas

6

 

6,3

12

Tumbuh dau kecil

7

 

6,4

15

Biji mulai terbuka

8

 

6,8

18

Akar banyak & batang menjadi tegak

9

 

7

23

Daun bertambah

10

 

7,4

27

Akar makin panjang

11

 

7,7

29

Daun bertambah banyak

12

 

7,8

31

Daun lebar & batang tinggi

13

 

7,9

34

Batang bertambah

14

 

8

34,5

Batang semakin tinggi

 

F.        Pertanyaan

1.    Pada hari ke berapa akar kecambah kacang tanah mulai tumbuh?

ü  Akar kecambah kacang merah mulai tumbuh pada hari pertama setelah direndam seharian dengan panjang 3 mm

2.    Perhatikan arah pertumbuhan akar setiap kecambah tersebut. Adakah yang arah pertumbuhannya ke atas? Mengapa demikian?

ü  Tidak ada akar yang tumbuh ke atas karena akar bertugas mencari sumber nutrisi yang berada di bawah.

G.      Pembahasan

     Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa pada minggu pertama terdapat perubahan.  Pada umur 1 hari panjang akar  3 mm dan bertambah panjang hingga hari ke-14, begitu juga batangnya hingga mencapai panjang 34,5 mm. Hal itu dikarenakan sel terus membelah. Selain akar dan batang, daun yang semula hanya 1 helai juga semakin hari semakin bertambah banyak.

 

 

H.        Kesimpulan

ü  Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat kita simpulkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan organisme merupakan hasil dari pembelahan sel.

ü  Proses pertumbuhan dan perkembangan kacang merah dari waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh tidak hanya tingginya saja, tetapi juga diameter akar serta batang. Pada daunnya juga mengalami bertambahan dan semakin lebar ukurannya.

ü  Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor dari luar maupun dari dalam. Faktor dari luar yaitu cahaya matahari, suhu, dan udara. Sedangkan factor dari dalam berupa hormon.

 

I.       Lampiran Foto

 

 


          


2.        Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan

 

Laporan Pengamatan Pertumbuhan

Dan Perkembangan Lalat Buah (Drosophila Sp)

A.    Tujuan

1.    Mengamati pertumbuhan dan perkembangan lalat buah (Drosophila sp) dari telur sampai imago (dewasa).

2.    Mengetahui lamanya siklus hidup lalat buah.

 

B.     Alat dan Bahan

1.    Plastik transparan pembungkus ukuran besar 1 buah

2.    Botol selai 3 buah

3.    Pisang ambon secukupnya

4.    Tape ketela pohon secukupnya

5.    Sendok makan 1 buah

6.    Kertas saring secukupnya

7.    Lalat buah ± 20 ekor

 

C.    Landasan Teori

Drospilla sp atau lalat buah adalah lalat yang biasanya menghinggapi buah yang sudah busuk. Lalat buah mempunyai kontruksi modular, yaitu suatu segmen abdomen. Seperti hewan simestris bilateral lainnya, drospilla mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor). Pada drospilla, determinan sitoplasmik yang sudah ada didalam telur memberi informasi posisional unutk penempatan kedua poros bahkan sebelum fertilisasi. Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna yaitu: telur-larva instar I-larva instar II-larva instar III-pupa-imago. Faktor yang mempengaruhi siklus hidup drospilla adalah suhu lingkungan, ketersediaan makanan, tingkat kepadatan botol pemeliharaan, intensitas cahaya.

 

D.    Prosedur Percobaan

1.    Membuat medium lalat buah

Untuk setiap botol selai diperlukan ± 2 sendok makan penuh medium. Jadi untuk percobaan ini diperlukan ± 6 sendok makan penuh medium. Dengan demikian anda dapat memeperkirakan banyaknya medium yang akan dibuat. Cara membuat medium lalat buah ikutilah prosedur berikut.

a.    Sediakan alat penumbuk/blender jika ada, pastikan alat-alat tersebut dalam keadaan bersih.

b.    Haluskan pisang ambon yang sudah ranum dan tape ketela pohon dengan perbandingan 6 pisang : 1 tape menggunakan penumbuk/blender

c.    Sesudah medium tercampur rata dan halus, masukkan ke dalam botol selai, masing-masing 2 sendok makan dan ratakanlah

d.   Masukkan kertas  saring steril atau kertas tissue yang sudah anda lipat kedalam setiap botol selai

 

2.    Menangkap lalat buah

a.    Persiapkan botol selai dan tutupnya serta kantong plastik besar

b.    Pergilah ke tempat dimana terdapat tong sampah/tumpukan sampah

c.    Setelah sampai di tempat sampah, kembangkanlah kantong plastik besar dengan mulut plastik terbuka lebar dan anda pegang pada pangkalnya kemudian arahkan mulut tong sampah terbuka dan buatlah kejutan dengan cara memukul atau mengguncang-guncangkan tong sampah.

d.   Biasanya lalat buah akan terbang dan akan terperangkap ke dalam kantong plastik dengna cara sehingga beberapa ekor lalat buah sekarang terperangkap dalam kantong plastik.

 

3.    Mengkultur lalat buah

a.    Masukan lalat buah yang terperangkap dalam plastik tadi dengan hati-hati ke dalam botol kultur, pekerjaan ini agak sulit dan mintalah bantuan teman. Jika anda kesulitan biuslah lalat buah yang ada dalam plastik tersebut dengan ether/chloroform yang dimasukkan ke dalam botol kultur lebih kurang ekor lalat buah. Hati-hati jangan sampai terendam atau terkena medium. Jadi sebaiknya diletakkan di atas kertas saring. Biasanya dalam waktu kurang 5 menit lalat buah akan siuman

b.    Sebelum lalat buah siuman tutuplah botol kultur dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang.

c.    Tusuk-tusuklah tutup plastik dengan jarum pentul agar ventilasinya baik.

d.   Tempatkanlah botol kultur di tempat yang teduh dan aman.

e.    Amatilah biarkan tiap pagi dan sore hari secara teratur. Misalnya setiap jam 08.00 dan jam 18.00. pengamatan meliputi kapan timbul telur, larva, pupa, pupa berubah warna, dan keluarnya lalat dewasa (imago). Tuangkanlah hasil pengamatan anda pada lembar kerja (Tabel 1).

 

E.     Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Lalat Buah

Laporan Praktikum Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan (Praktikum IPA di SD)

Hari ke-

Waktu pengamatan

Kejadian / Perubahan

0

14 april 2021

Tubuh drosphila sp berwarna kuning kecoklatan

1

15 April 2021

Mulai bertelur

2

16 april 2021

Telur menetas menjadi larva

3

17 April 2021

Larva mulai aktif (mengeliat – geliat)

4

18 April 2021

Hampir menyerupai pupa

5

19 Arpil 2021

Sudah menjadi pupa

6

20 April 2021

Pupa diam tidak bergerak

7

21 April 2021

Sudah menjadi pupa

8

22 April 2021

Pupa pecah dan keluar bentuk drosphila sp berukuran kecil

9

23 April 2021

Sudah menjadi drosphila sp dewasa dan siap dilepaskan

 

F.     Pertanyaan

1.    Pada hari ke berapa lalat buah meletakkan telur-telurnya?

ü  Lalat buah mulai meletakkan telurnya pada hari kedua

2.    Pada hari ke berapa pupa dan lalat dewasa terjadi?

ü  Larva berubah menjadi pupa saat hari ke-empat dan berubah menjadi lalat dewasa saat hari kesembilan

 

 

 

 

G.    Pembahasan

 

Pengamatan dilakukan pada hari ke-0 sampai ke-9. Setiap hari diamati satu kali yaitu pagi hari. Pada hari ke-0 sampai ke-1 bentuknya masih lalat dan belum berkembangbiak. Hari kedua lalat mulai bertelur. Hari ketiga dan keempat telur berubah menjadi larva yang mirip seperti belatung. Setelah menjadi larva, dihari ketiga mulai aktif bergerak dan hari keempat bentuknya hamper menyerupai pupa. Dihari kelima dan keenam larva tersebut sudah berubah menjadi pupa. Pupa tersebut pecah saat hari ketujuh dan kedelapan. Dari pecahan pupa tadi maka keluarlah bentuk seperti drosphila tetapi ukurannya kecil. Dihari kesembilan berubah menjadi drosphila sp dewasa dan siap utuk dilepaskan.

 

H.    Kesimpulan

Tahapan fase daur hidup drosphila sp yaitu telur à larva à pupa à lalat muda à lalat dewasa

 

I.       Lampiran Foto

 


                    

 

 

 

 

1.        1. Percobaan dimulai, lalat buah dimasukan dan bertelur. Saya menggunakan media pembusukan yakni  potongan buah papaya. Dan lalat yang saya masukkan ke wadah  hanya  3 ekor)

2. Beberapa hari tampak tidak ada tanda kehidupan, dan di hari berikutnya  telur menetas menjadi larva (seperti belatung) yang bergerak tanpa kaki melainkan menggunakan perut.

 


                                                                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.        3. Larva bergerak lambat muncul kaki-kaki kecil, menjadi coklat, dan menghitam, kemudian menjadi pupa yang diam.

3.       4. Pupa berubah perlahan muncul sayap, hari berikutnya sudah menjadi lalat muda  (drosphila sp yang baru). Lalat muda tersebut juga sudah dapat terbang. Di hari berikutnya berkembang menjadi lalat dewasa, dan siap dilepaskan.

 

 



3.      Perkembangbiakan Tumbuhan

Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan (Strukur bunga)

A.    Tujuan 

Tujuan pada percobaan ini adalah Mengamati struktur bunga

 

B.     Alat dan Bahan

1.    Loup (kaca pembesar) 1 buah.

2.    Pinset 1 buah.

3.    Pisau/silet 1 buah.

4.    Bunga kembang sepatu 1 buah (bisa diganti dengan bunga lain yang ada di daerah anda).

 

C.    Prosedur Percobaan

1.    Amatilah bagian-bagian bunga dengan tanpa merusaknya, perhatikan bagian kelopak, mahkota, benang sari, putik, dan dasar bunganya.

2.    Gambarlah hasil pengamatan dan lengkapi keterangan gambar.

3.    Amatilah bagian kelopaknya. Catatlah bentuk dan warna kelopak yang diamati.

4.    Amati pula mahkota bunganya. Catat bentuk dan warnanya.

5.    Untuk mengamati benang sari, Anda harus menyiingkirkan bagian mahkota bunga. Hitunglah jumlah benang sari yang ada. Apakah benang sari melekat pada mahkota bunga? Catat hasil pengamatan Anda. Dengan menggunakan kaca pembesar amati bagian kepala sari (anthera). Apakah anda melihat adanya serbuk sari yang bentuknya mirip debu pada kepala sari?

6.    Amatilah bagian putik yang biasanya terletak di bagian tengah bunga. Catatlah bagaimana bentuk putik bunga tersebut. Perhatikan bagian ovarium, tangkai putik dan kepala putiknya.

7.    Buatlah gambar struktur putik, meliputi ovarium, tangkai putik dan kepala putik.

 

D.    Hasil Pengamatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Morfologi Bunga Sepatu

                                            

 

 

Sayatan Vertikal Bunga Sepatu

                                                              

 

E.     Pertanyaan

1.    Berapa buah mahkota bunga sepatu yang Anda amati?

ü  Ada 3 mahkota bunga sepatu yang saya amati

2.    Apa fungsi benang sari dan putik? Jelaskan!

ü  Fungsi benang sari ialah sebagai alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari berfungsi untuk membuahi sel kelamin betina bunga yang kemudian disebut penyerbukan.

ü  Fungsi dari putik adalah sebagai alat kelamin betina pada bunga. Setelah terjadi penyerbukan pada putik, hasil penyerbukan bisa menjadi bakal buah atau tidak menjadi bakal buah (jika pada bunga).

 

F.     Pembahasan

Struktur Bunga

1.      Kelopak bunga, merupakan bagian bunga paling besar, berwarna hijau. Fungsinya untuk melindungi bunga sepatu saat kuncup. Bentuknya panjang dan ujungnya lancip.

2.      Mahkota bunga, merupakan bagian bunga yang terletak di dalam kelopak bunga, besar dan indah, tersusun bertumpuk-tumpuk. Mahkota berbentuk bundar dan lebar, berwarna merah. Mahkota bunga untuk menarik serangga agar datang menghisap madu dan membantu proses penyerbukan.

3.      Benang sari, merupakan bagian dari bunga yang terletak di mahkota bunga. Benang sari berbentuk panjang dan kecil, yang diujungnya terdapat kepala sari. Berwarna merah kekuningan, berfungsi sebagai alat perkembangbiakan jantan. Benang sari tidak melekat pada mahkota bunga, dan terdapat serbuk sari pada kepala sari.

4.      Putik, merupakan bagian dari bunga yang terdapat di dalam mahkota bunga. Bentuknya bundar berwarna merah, dan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan betina.

5.      Bunga disayat secara vertikal

6.      Saat disayat secara vertikal, terdapat ovarium (bakal buah), yang nantinya akan berkembang menjadi buah. Selain ovarium juga terdapat ovulum (bakal biji), yang berisi gamet betina yang setelah dibuahi gamet jantan akan berkembang menjadi embrio. Ovulum melekat pada dinding ovarium melalui sebuah tangkai.

 

G.    Kesimpulan

Bunga sepatu memiliki struktur bunga lengkap, tapi tidak bisa melakukan perkembangan secara generative. Hal ini disebabkan letak putik berada diatas benang sari, sehingga sulit terjaid penyerbukan dan pembuahan. Bunga sepatu dikembangbiakkan dengan cara vegetative buatan, yaitu stek batang dan mencangkok.

 

H.    Foto/Dokumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Ket: bunga sepatu yang saya foto dan saya ambil sebagai sampel praktikum


                             

3.      Perkembangbiakan Aseksual (vegetatif) Alami

A.    Tujuan

Mengidentifikasi tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan secara vegetatif alami

 

B.     Alat dan Bahan

1).    Alat–alat tulis dan lembar pengamatan.

2).    Tumbuhan yang ada di sekitar anda.

3).    Cangkul kecil atau sekop.

 

C.    Landasan Teori

Perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan adalah perkembangbiakan yang mengandalkan bagian dari tubuh tumbuhan tanpa proses perkawinan. Cara berkembang biak ini menghasilkan tumbuhan baru yang terbentuk pada tubuh tumbuhan induk. Perkembangbiakan vegetative alami dapat terjadi melalui akar tinggal, tunas, umbel lapis, umbi akar, dan sebagainya.

 

D.    Prosedur Percobaan

1).    Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2).    Pergilah ke kebun yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.

3).    Carilah jenis-jenis tanaman yang melakukan perkembangbiakan vegetatif alami ( misalnya: dengan cara bertunas, akar rimpang, geragih, dan umbi )

4).    Galihlah tanaman, jika Anda ingin menyakinkan umbi atau akar rimpang.

5).    Gambarlah morfologi tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan vegetatif alami tuangkan hasilnya pada lembar kerja (Tabel 1.12) di bagian akhir modul ini.

 

E.     Hasil Pengamatan

Tabel 1.12

Perkembangan Aseksual Alami Pada Tumbuhan

 

No

Nama tumbuhan dan jenis perkembangbiakan aseksual

Gambar tumbuhan dengan perkembangbiakan aseksual

1

Tunas

(Pisang)

 

 

2

Akar tinggal (Rhizoma

Sereh)

3

Umbi akar

(Singkong)

 

 

 

 

 

4

Stolon atau Geragih

(Tanaman Strawberry)

 

 

5

Tunas Adventive

(Cocor bebek)

 

 

 

 

F.     Pertanyaan-Pertanyaan

1.      Sebutkan ciri – ciri perkembangbiakan secara vegetatif?

ü  Ciri- ciriya yaitu hanya memiliki induk, tidak terjadi fertilasi, sifat keturunannya sama dengan sifat induknya, dan cepat tumbuh

2.      Apa yang kamu ketahui tentang umbi akar ?

ü  Umbi akar adalah akar yang membesar yang menggelembung dalam tanah.

3.      Sebutkan contoh tumbuhan yang berkembangbiak  dengan aseksual

ü  Pisang, singkong, stroberi, jahe, lengkuas, sereh, bawang merah

 

G.    Pembahasan

1.      Tunas, tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya. Tunas tidak bergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas akan terus tumbuh.

2.      Akar tinggal, merupakan batang yang seluruhnya berada dan tumbuh menjalar di permukaan tanah. Tunas tumbuh di setiap buku-buku kara tinggal.

3.      Umbi akar, merupakan akar yang membesar yang berisi cadangan makanan. Jika ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas.

4.      Stolon atau Geragih, merupakan batang yang tumbuh mendatar dipermukaan tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanah, kemudian membelok keatas. Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh tunas yang berakar dan berdaun.

5.      Tunas adventive adalah daun yang dapat memunculkan tunas, yang nantinya akan menjadi tumbuhan baru.

 

H.    Kesimpulan

Dalam perkembangbiakan vegetatif alamai pada tumbuhan ada 8 (delapan) macam. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui 4 (empat) macam perkembangbiakan vegetatif alami, yaitu  melalui tunas, akar tinggal, umbi akar, stolon (geragih), tunas adventif (cocor bebek). Sedangkan 4 (empat) macam lainnya yang tidak terdapat dalam contoh penelitian adalah umbi batang (kentang, bengkuang), umbi lapis (bawang merah), spora (lumut, paku, suplir).

 


 

5. Perkembangbiakan Aseksual (vegetatif) buatan pada tumbuhan

Perkembangbiakan pada tanaman selain dengan vegetatif alami juga dapat melalui perkembangbiakan dengan bantuan dari manusia (vegetatif buatan). Vegetatif  adalah cara tumbuhan berkembang biak yang tidak melalui proses perkawinan. Vegetatif buatan adalah perkembangbiakan dengan bantuan manusia. Tanaman yang biasa diperbanyak dengan cara vegetatif buatan adalah tanaman yang memiliki kambium.

Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium ditemukan pada batang dan akar.

 

A.    Tujuan

Terampil melakukan perkembangbiakan vegetatif buatan dengan cara menyambung, okulasi, setek, merunduk dan mencangkok.

 

B.     Alat dan Bahan

1).    Gunting

2).    Pisau tajam

3).    Tanah Gambur dan humus

4).    Plastik

5).    Tanaman untuk keperluan perkembangbiakan vegetatif buatan

6).    Vaselin

 

C.    Landasan Teori

Menempel atau dikenal juga dengan sebutan okulasi adalah cara menghasilkan tanaman baru dengan menempelkan tunas muda pada ranting atau batang tanaman induk. Tujuan dari okulasi adalah menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda dari dua jenis tanaman.  Hal inilah yang pada akhirnya membuat kita mendapatkan satu tanaman yang memiliki gabungan sifat.

Menyambung (mengenten) adalah menyambung pucuk tanaman dengan batang tanaman lain. Perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas hasil yang baik.

Mencangkok adalah teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Keuntungan pembibitan dengan sistem cangkok yaitu produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya.

Setek adalah perkembangbiakan pada tumbuhan dengan cara menanamkan potongan  atau bagian dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dapat ditanam berupa batang, tangkai, atau daun.

Merunduk (layering) adalahsalah satu bentuk perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan bercabang panjang dengan cara merundukkannya ke tanah agar batang tanaman yang merunduk dapat berkembang biak.

 

 

D.    Prosedur Percobaan

1.      Menempel

a.       Tentukan jenis tanaman yang ditempel, misalnya mangga simanalagi atau kamboja

b.      Tentukan pula jenis tanaman yang masih muda dengan diameter batang 1 cm (sebesar jari kelingking) dan berasal dari biji serta mempunyai sifat batang yang kuat untuk dijadikan batang bawah

c.       Buat torehan persegi panjang dengan ukuran 1,5 x 2 cm pada batang bawah

d.      Ambil kulit yang berisi mata tunas dari ranting tanamam yang ditempel, dengan ukuran yang sama dengan torehan pada batang

e.       Tempelkan kulit bertunas pada batang bawah dan ikat dengn rafia/plastik dan tutuplah celah-celah yang ada dengan vaselin

f.       Setelah tunas baru tumbuh, bukalah tali pengikatnyamdan potonglah bagian atas tanaman bawah

 

2.      Menyambung

a.       Batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Daunnya disisakan satuata dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung.

b.      Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Daun dan cabang dikupir labih kurang 1,5 cm dari sumbu entres. Kemudian pangkan entres diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.

c.       Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah, kemudian diikat dengan tali rafia.

d.      Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik.

e.       Untuk menjaga kelengesan tanah, sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan penyiraman.

f.       Setelah selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. Bila tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka.(Tetapi kita belum bisa lihat hasilnya karena pengamatan kita baru 10 hari ).

 

3.      Menyangkok

a.       Pilihlah salah satu pohon yang akan dicangkok. Kemudian pilih salah satu cabang pohon yang sudah agak tua,batang yang dipilih haruslah Batang yang lurus

b.      Buatlah sayatan melingkar sepanjang 10cm kemudian kupas kulitnya.

c.       Hilangkan bagian kambiumnya dengan cara mengerik bagian yangdirasakan  berlendir.

d.      Tutup sayatan tersebut dengan tanah yang subur. Bungkus tanah tadidengan sabut kelapa atau plastik. Kemudian ikat pada kedua bagian ujungnya.

e.       Siramlah cangkokan secara teratur.

f.       Setelah kurang lebih 3 Minggu amati pertumbuhan akar dari ujung plastik.

g.      Jika sudah tumbuh akar yang banyak, potong lah cangkokkan tersebut.

h.      Tanam hasil cangkokkan pada tanah yang subur dan cukup mendapat

  cahaya matahari.

 

E.     Hasil Pengamatan

1.         Menempel (Okulasi)

Tabel 1.13

Menempel (okulasi)

No

Kondisi tempelan hari ke

0

Belum ada perkembangan

1

Belum ada perkembangan

2

Belum ada perkembangan

3

Belum ada perkembangan

4

Belum ada perkembangan

5

Cabang tanaman mulai berwarna hijau

6

Cabang tanaman mulai berwarna hijau

7

Cabang tanaman semakin berwarna hijau

8

Tunas mulai tumbuh

9

Tunas mulai tumbuh

10

Tunas semakin terlihat dan plastik/tali boleh di buka

 

2.         Menyambung

Tabel 1.14

Menyambung (Enten)

No.

Kondisi Tempelan Hari Ke-

1

Belum ada perkembangan

2

Belum ada perkembangan

3

Belum ada perkembangan

4

Belum ada perkembangan

5

Belum ada perkembangan

6

Belum ada perkembangan

7

Belum ada perkembangan

8

Mulai tumbuh tunas kecil

9

Masih tumbuh tunas kecil

10

Masih tumbuh tunas kecil

 

 

3.      Mencangkok

Tabel 1.15.

Mencangkok

No

Kondisi tempelan hari ke :

1

Belum ada perkembangan

2

Belum ada perkembangan

3

Belum ada perkembangan

4

Belum ada perkembangan

5

Belum ada perkembangan

6

Belum ada perkembangan

7

Belum ada perkembangan

14 - 21

Cangkokkan mulai terlihat menyatu

 

 

F.     Pertanyaan

1.      Mengapa pada celah-celah tempelan pada percobaan okulasi sebaiknya diolesi dengan vaselin? Jelaskan!

ü  Agar tidak terkena tangan atau kotoran, tidak mengalami pembusukan karena terlalu banyak udara yang masuk

2.      Mengapa setelah mata tunas tumbuh menjadi tunas, tanaman bawah harus dipotong?

ü  Karena tanaman bawah merupakan kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar

3.      Pada hari keberapa tunas-tunas batang yang disambung pada percobaan menyambung (enten) mengalami pertumbuhan?

ü  Tunas-tunas mulai tumbuh adalah pada hari 8

4.      Pada hari ke berapa sambungan tersebut sudah menyatu dengan kuat?

ü  Kita lihat dari pengamatan bahwa sambungan batang pohon akan terlihat semakin kuat pada hari ke 30-35

5.      Pada percobaan mencangkok, setelah cambium dikerok, sebaiknya sayatan dikeringkan selama 6-12 jam. Apa tijuan Perlakuan tersebut?

ü  Agar kambium tetap kering

6.      Pada hari ke berapa akar cangkokan yang Anda kerjakan mulai tumbuh dan pada hari ke berapa perakaran tersebut sudah cukup banyak dan siap disemaikan?

ü  Pada hari ke 30 – 35 mulai tumbuh akar cangkokkan dan pada hari 60 – 70 akar sudah siap disemaikan

 

G.    Pembahasan

1.    Okulasi/Menempel

Okulasi/menempel adalah salah satu cara perkembangbiakan vegetatif dengan cara menghasilkan tanaman baru dengan menempelkan tunas muda pada ranting atau batang tanaman induk dengan tujuan mendapatkan sifat tanaman yang lebih baik dari tanaman induk. Kelebihan dari perkembangbiakan dengan okulasi adalah produktivitas tanaman akan lebih tinggi dan penyiapan benih tanaman lebih singkat. Berdasarkan data diatas hasil dari okulasi bisadilihat pada hari ke 7 (seminggu)setelah okulasi dilakukan, jika berhasil tunas pada tanaman yang kita tempel akan tumbuh sesuai keinginan kita.Agar tidak terjadi kegagalan, dibawah ini adalah persyaratan tanaman yang akan diokulasi

1.    Kedua tanaman yang akan diokulasi masih satu family ataupun genus.

2.    Batang memiliki perakaran yang kokoh dan kuat.

3.    Sedang tidak terserang penyakit atau hama.

4.    Ranting atau cabang berbentuk buat atau silindris.

 

 

2.    Menyambung / Mengenten

Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat yang baik. Mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara mengenten atau menyambung bertujuan untuk menggabungkan dua tanaman agar mendapatkan tanaman baru yang mutunya lebih baik. Berbeda dengan metode menempel yang menggabungkan kulit yang mengandung mata tunas, mengenten adalah penggabungan batang dengan cabang tanaman lain yang buahnya sudah diketahui berkualitas baik. Caranya, batang induk disambungkan dengan cabang tanaman yang sudah diketahui memiliki hasil baik.Cara ini memberi keuntungan karena menanam tanaman dengan biji, benih yang tumbuh belum tentu memiliki sifat yang sama dengan induknya. Contoh tumbuhan yang dapat ditanam dengan cara menambung Misalnya, tomat dan terung yang sekeluarga, atau tomat dan kentang yang beda spesies. Mengenten juga bisa dilakukan untuk pohon durian yang lama tumbuh disambungkan ke tanaman yang cepat tumbuh. Cara ini juga bisa dilakukan pada tumbuhan kopi, pohon mangga, dan ketela pohon.

 

Salah satu teknik menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung celah. Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut:

a.    Batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Daunnya disisakan satuata dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung.

b.    Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Daun dan cabang dikupir labih kurang 1,5 cm dari sumbu entres. Kemudian pangkan entres diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.

c.    Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah, kemudian diikat dengan tali rafia.

d.   Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik.

e.    Untuk menjaga kelengesan tanah, sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan penyiraman.

f.     Setelah selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. Bila tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka. (Tetapi kita belum bisa lihat hasilnya karena pengamatan kita baru 10 hari ).

 

3.    Mencangkok

Teknik mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan pencangkokkan ini terdapat babarapa kelemahan antara lain : praktikum atau pencangkok harus  memiliki keahlian dalam pencangkokkan ini, kegiatan pencangkokkan pada pohon yang telah tinggi sukar dilakukan karena untuk mencangkok harus lebih dahulu memanjat. Selain itu karena kegiatan pencangkokan ini menggunakan cabang tanaman yang nantinya dipotong, maka terlalu boros dalam penggunaan bahan tanam ( batang yang untuk dicangkok ). Untuk cangkokan umumnya digunakan cabang orthotrof yang tidak terlalu tua maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau  kecoklat = coklatan. Bahan untuk pembungkus cangkokan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk membungkus tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokan dapat berhasil  dengan baik, dengan waktu yang relatif cepat dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni diganti dengan plastik.

Mediun perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut. Lumut yang digunakan sebagai media tanam mempunyai sifat selain antiseptic juga dapat menehan kandungan air yang cukup tinggi,sehingga dalam pelaksanaan pencangkokkan tidak perlu terlalu sering disiram air. Mengenai kulit bagian atas yang diiris sebaiknya dioles dengan Rootone F  yang  berguna untuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar.

 

 

H.    Kesimpulan

Setiap tumbuhan memiliki ciri – ciri makhluk hidup diantaranya berkembangbiak, tetapi diantara kesamaan tersebut banyak sekali perbedaannya, dalam pembahasan kali ini dibahas masalah perkembangbiakan terdiri dari dua macam yaitu vegetative dan generative, tapi kali ini kita hanya membahas perkembangbiakan vegetative, sedangkan vegetative terbagi lagi menjadi dua seperti yang kita bahas sebelumnya yaitu vegetatif alami dan sekarang yaitu  vegetative buatan, dalam perkembangbiakan vegetative buatan tumbuhan atau tanaman memiliki berbagai cara untuk berkembangbiak diantaranya mencangkok, menempel, dan menyambung.  Biasanya kegiatan ini banyak digunakan oleh petani untuk memperbanyak hasil panen.

 

 

I.       Dokumentasi

 

a.      Okulasi

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ket: Saya berjalan-jalan meneliti tumbuhan kamboja yang diokulasi. Bunga adenium (Kamboja Jepang) merah dan putih dikawinkan dengan cara okulasi, menjadikan kembangnya berwarna campuran merah-putih.

 

 

b.      Menyambung

 


                                                                      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ket: berikut adalah cara menyambung bibit pohon mangga. Bagian bawah adalah yang unggul lingkungan, bagian atas sebaiknya unggul produksi.

c.       Mencangkok Pohon Alpukat

             

 

 

 

 

 

 

 

 

Ket: mencangkok adalah dengan mengelupas kulit batang kemudian menutupnya dengan media tanah sehingga tumbuh akar baru.

 

J.      DAFTAR PUSTAKA

 

 

Maman Rumanta, dkk.2014.  Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan:Universitas Terbuka

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407