Praktikum IPA di SD | Lembar Kerja 1. 3 PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP l PGSD BI UT PDGK4107
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LEMBAR KERJA
PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN,
DAN
PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK
HIDUP
1.
Pertumbuhan dan
Perkembangan Tumbuhan
Laporan Praktikum
Pertumbuhan dan
Perkembangan Kacang Tanah
A.
Tujuan
Mengamati pertumbuhan dan perkecambahan kacang tanah.
B. Alat
dan Bahan
a.
Biji Kacang Tanah 6 buah
b.
Botol/gelas plastik 2 buah
c.
Kertas saring secukupnya
d.
Kertas label secukupnya
e.
Gunting 1 buah
C. Landasan
Teori
Pertumbuhan
merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah
besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan
mitosis, dan bersifat irreversiabel artinya organisme yang tumbuh tidak akan
kembali ke bentuk semula. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya
pembelahan mitosis. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi
antara faktor-faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, seperti sifat
genetika yang ada dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan.
Perkembangan
adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur-angsur dari
kompleksitas rendah ke kompleksitas tinggi dan terjadi
diferensiasi.Perkembangan dapat dinyatakan melalui berbagai cara mulai dari
bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total perkembangan tanaman. Pada tanaman, aktifitas perkembangan
yang vital ini banyak tumpang tindih. Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan
ujung batang mendahului morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang
terjadi oleh karena pembesaran sel-sel setelah morfogenesis dan diferensiasi
berlangsung.
D. Prosedur Percobaan
1. Merendam
biji kacang tanah
dalam air semalaman.
2. Melipat
keras saring sehingga lebarnya setinggi dasar sampai leher botol/gelas plastik. Bila perlu potonglah
kelebihannya.
3. Menggulung
kertas saring tersebut dan masukkan ke dalam botol/gelas plastik sehingga
menempel pada dinding botol bagian dalam.
Cara
memasang kertas saring dalam botol selai
4. Menyisipkan
6 biji kacang tanah
pada botol/gelas plastik.
Tambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah (kira-kira 1/10
nya).
5. Menyimpan
sediaan di tempat terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung selama 2
minggu. Jika air tampak berkurang (kertas saring mongering) menambahkan air
secukupnya sehingga kertas saring tetap basah tetapi permukaan air tidak
merendam biji.
6. Mengamati
perkecambahan dan pertumbuhan biji-biji tumbuhan dari sediaan tersebut. Mencatat
kapan biji kacang tanah
mulai berkecambah, mengamati bagaimana akar, batang dan daun tumbuh. Memasukkan
hasilnya ke dalam lembar kerja.
E.
Hasil
Pengamatan
Tabel
Data Hasil Pengamatan Pertumbuahn dan Perkecambahan Biji Kacang Tanah
|
Hari ke |
Gambar Pertumbuhan kecambah kacang
merah |
Panjang (cm) |
Keterangan |
|
|
Akar |
Batang |
|||
|
0 |
|
0 |
0 |
Belum tumbuh |
|
1 |
|
3 |
0 |
Tumbuh akar |
|
2 |
|
3,5 |
1 |
Mulai tumbuh batang |
|
3 |
|
4 |
3 |
Akar & batang mulai tumbuh |
|
4 |
|
6 |
4 |
Kulit biji pecah |
|
5 |
|
6,2 |
8 |
Kulit biji lepas |
|
6 |
|
6,3 |
12 |
Tumbuh dau kecil |
|
7 |
|
6,4 |
15 |
Biji mulai terbuka |
|
8 |
|
6,8 |
18 |
Akar banyak & batang menjadi tegak |
|
9 |
|
7 |
23 |
Daun bertambah |
|
10 |
|
7,4 |
27 |
Akar makin panjang |
|
11 |
|
7,7 |
29 |
Daun bertambah banyak |
|
12 |
|
7,8 |
31 |
Daun lebar & batang tinggi |
|
13 |
|
7,9 |
34 |
Batang bertambah |
|
14 |
|
8 |
34,5 |
Batang semakin tinggi |
F.
Pertanyaan
1.
Pada hari ke berapa
akar kecambah kacang tanah mulai tumbuh?
ü Akar kecambah kacang merah mulai tumbuh pada hari
pertama setelah direndam seharian dengan panjang 3 mm
2.
Perhatikan
arah pertumbuhan akar setiap kecambah tersebut. Adakah yang arah pertumbuhannya
ke atas? Mengapa demikian?
ü Tidak ada akar yang tumbuh ke atas karena akar bertugas
mencari sumber nutrisi yang berada di bawah.
G. Pembahasan
Berdasarkan hasil praktikum dapat
diketahui bahwa pada minggu pertama terdapat perubahan. Pada umur 1 hari panjang akar 3 mm dan bertambah panjang hingga hari ke-14,
begitu juga batangnya hingga mencapai panjang 34,5 mm. Hal itu dikarenakan sel
terus membelah. Selain akar dan batang, daun yang semula hanya 1 helai juga
semakin hari semakin bertambah banyak.
H. Kesimpulan
ü Berdasarkan
hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat kita simpulkan bahwa
pertumbuhan dan perkembangan organisme merupakan hasil dari pembelahan sel.
ü Proses
pertumbuhan dan perkembangan kacang merah dari waktu ke waktu mengalami
perubahan tumbuh tidak hanya tingginya saja, tetapi juga diameter akar serta
batang. Pada daunnya juga mengalami bertambahan dan semakin lebar ukurannya.
ü Pertumbuhan
dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor dari luar maupun dari dalam. Faktor dari
luar yaitu cahaya matahari, suhu, dan udara. Sedangkan factor dari dalam berupa
hormon.
I. Lampiran
Foto
2.
Pertumbuhan dan
Perkembangan Hewan
Laporan Pengamatan Pertumbuhan
Dan
Perkembangan Lalat Buah (Drosophila Sp)
A. Tujuan
1. Mengamati
pertumbuhan dan perkembangan lalat buah (Drosophila sp) dari telur
sampai imago (dewasa).
2. Mengetahui
lamanya siklus hidup lalat buah.
B. Alat
dan Bahan
1. Plastik
transparan pembungkus ukuran besar 1 buah
2. Botol
selai 3 buah
3. Pisang
ambon secukupnya
4. Tape
ketela pohon secukupnya
5. Sendok
makan 1 buah
6. Kertas
saring secukupnya
7. Lalat
buah ± 20 ekor
C. Landasan Teori
Drospilla
sp atau lalat buah adalah lalat yang biasanya menghinggapi buah yang sudah
busuk. Lalat buah mempunyai kontruksi modular, yaitu suatu segmen abdomen.
Seperti hewan simestris bilateral lainnya, drospilla mempunyai poros anterior
dan posterior (kepala-ekor). Pada drospilla, determinan sitoplasmik yang sudah
ada didalam telur memberi informasi posisional unutk penempatan kedua poros
bahkan sebelum fertilisasi. Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis
sempurna yaitu: telur-larva instar I-larva instar II-larva instar
III-pupa-imago. Faktor yang mempengaruhi siklus hidup drospilla adalah suhu
lingkungan, ketersediaan makanan, tingkat kepadatan botol pemeliharaan,
intensitas cahaya.
D. Prosedur Percobaan
1. Membuat
medium lalat buah
Untuk
setiap botol selai diperlukan ± 2 sendok makan penuh medium. Jadi untuk
percobaan ini diperlukan ± 6 sendok makan penuh medium. Dengan demikian anda
dapat memeperkirakan banyaknya medium yang akan dibuat. Cara membuat medium
lalat buah ikutilah prosedur berikut.
a. Sediakan
alat penumbuk/blender jika ada, pastikan alat-alat tersebut dalam keadaan
bersih.
b. Haluskan
pisang ambon yang sudah ranum dan tape ketela pohon dengan perbandingan 6
pisang : 1 tape menggunakan penumbuk/blender
c. Sesudah
medium tercampur rata dan halus, masukkan ke dalam botol selai, masing-masing 2
sendok makan dan ratakanlah
d. Masukkan
kertas saring steril atau kertas tissue
yang sudah anda lipat kedalam setiap botol selai
2. Menangkap
lalat buah
a. Persiapkan
botol selai dan tutupnya serta kantong plastik besar
b. Pergilah
ke tempat dimana terdapat tong sampah/tumpukan sampah
c. Setelah
sampai di tempat sampah, kembangkanlah kantong plastik besar dengan mulut
plastik terbuka lebar dan anda pegang pada pangkalnya kemudian arahkan mulut
tong sampah terbuka dan buatlah kejutan dengan cara memukul atau
mengguncang-guncangkan tong sampah.
d. Biasanya
lalat buah akan terbang dan akan terperangkap ke dalam kantong plastik dengna
cara sehingga beberapa ekor lalat buah sekarang terperangkap dalam kantong
plastik.
3. Mengkultur
lalat buah
a. Masukan
lalat buah yang terperangkap dalam plastik tadi dengan hati-hati ke dalam botol
kultur, pekerjaan ini agak sulit dan mintalah bantuan teman. Jika anda
kesulitan biuslah lalat buah yang ada dalam plastik tersebut dengan
ether/chloroform yang dimasukkan ke dalam botol kultur lebih kurang ekor lalat
buah. Hati-hati jangan sampai terendam atau terkena medium. Jadi sebaiknya
diletakkan di atas kertas saring. Biasanya dalam waktu kurang 5 menit lalat
buah akan siuman
b. Sebelum
lalat buah siuman tutuplah botol kultur dengan plastik dan ikatlah dengan karet
gelang.
c. Tusuk-tusuklah
tutup plastik dengan jarum pentul agar ventilasinya baik.
d. Tempatkanlah
botol kultur di tempat yang teduh dan aman.
e. Amatilah
biarkan tiap pagi dan sore hari secara teratur. Misalnya setiap jam 08.00 dan
jam 18.00. pengamatan meliputi kapan timbul telur, larva, pupa, pupa berubah
warna, dan keluarnya lalat dewasa (imago). Tuangkanlah hasil pengamatan anda
pada lembar kerja (Tabel 1).
E. Hasil
Pengamatan
Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan
Perkembangan Lalat Buah
Laporan Praktikum Pertumbuhan dan
Perkembangan Hewan (Praktikum IPA di SD)
|
Hari ke- |
Waktu pengamatan |
Kejadian / Perubahan |
|
0 |
14 april 2021 |
Tubuh drosphila sp berwarna kuning
kecoklatan |
|
1 |
15 April 2021 |
Mulai bertelur |
|
2 |
16 april 2021 |
Telur menetas
menjadi larva |
|
3 |
17 April 2021 |
Larva mulai aktif (mengeliat – geliat) |
|
4 |
18 April 2021 |
Hampir menyerupai pupa |
|
5 |
19 Arpil 2021 |
Sudah menjadi pupa |
|
6 |
20 April 2021 |
Pupa diam tidak bergerak |
|
7 |
21 April 2021 |
Sudah menjadi pupa |
|
8 |
22 April 2021 |
Pupa pecah dan keluar bentuk drosphila
sp berukuran kecil |
|
9 |
23 April 2021 |
Sudah menjadi drosphila sp dewasa dan
siap dilepaskan |
F. Pertanyaan
1. Pada
hari ke berapa lalat buah meletakkan telur-telurnya?
ü Lalat
buah mulai meletakkan telurnya pada hari kedua
2. Pada
hari ke berapa pupa dan lalat dewasa terjadi?
ü Larva
berubah menjadi pupa saat hari ke-empat dan berubah menjadi lalat dewasa saat
hari kesembilan
G. Pembahasan
Pengamatan
dilakukan pada hari ke-0 sampai ke-9. Setiap hari diamati satu kali yaitu pagi hari.
Pada hari ke-0 sampai ke-1 bentuknya masih lalat dan belum berkembangbiak. Hari
kedua lalat mulai bertelur. Hari ketiga dan keempat telur berubah menjadi larva
yang mirip seperti belatung. Setelah menjadi larva, dihari ketiga mulai aktif
bergerak dan hari keempat bentuknya hamper menyerupai pupa. Dihari kelima dan
keenam larva tersebut sudah berubah menjadi pupa. Pupa tersebut pecah saat hari
ketujuh dan kedelapan. Dari pecahan pupa tadi maka keluarlah bentuk seperti
drosphila tetapi ukurannya kecil. Dihari kesembilan berubah menjadi drosphila
sp dewasa dan siap utuk dilepaskan.
H. Kesimpulan
Tahapan
fase daur hidup drosphila sp yaitu telur à larva à
pupa à
lalat muda à
lalat dewasa
I. Lampiran
Foto
|
1.
1. Percobaan dimulai, lalat buah dimasukan dan
bertelur. Saya menggunakan media pembusukan yakni potongan buah papaya. Dan lalat yang saya
masukkan ke wadah hanya 3 ekor) |
|
2. Beberapa hari tampak tidak ada tanda kehidupan,
dan di hari berikutnya telur menetas
menjadi larva (seperti belatung) yang bergerak tanpa kaki melainkan
menggunakan perut. |
|
2.
3. Larva bergerak lambat muncul kaki-kaki kecil,
menjadi coklat, dan menghitam, kemudian menjadi pupa yang diam. |
|
3. 4. Pupa berubah perlahan muncul
sayap, hari berikutnya sudah menjadi lalat muda (drosphila sp yang baru). Lalat muda tersebut juga sudah
dapat terbang. Di hari berikutnya berkembang menjadi lalat dewasa, dan
siap dilepaskan. |
3. Perkembangbiakan
Tumbuhan
Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan
(Strukur bunga)
A.
Tujuan
Tujuan pada percobaan ini adalah Mengamati struktur
bunga
B.
Alat dan Bahan
1.
Loup (kaca pembesar) 1 buah.
2.
Pinset 1 buah.
3.
Pisau/silet 1 buah.
4.
Bunga kembang sepatu 1 buah (bisa diganti dengan
bunga lain yang ada di daerah anda).
C. Prosedur
Percobaan
1.
Amatilah bagian-bagian bunga dengan tanpa
merusaknya, perhatikan bagian kelopak, mahkota, benang sari, putik, dan dasar
bunganya.
2.
Gambarlah hasil pengamatan dan lengkapi
keterangan gambar.
3.
Amatilah bagian kelopaknya. Catatlah
bentuk dan warna kelopak yang diamati.
4.
Amati pula mahkota bunganya. Catat bentuk
dan warnanya.
5.
Untuk mengamati benang sari, Anda harus
menyiingkirkan bagian mahkota bunga. Hitunglah jumlah benang sari yang ada.
Apakah benang sari melekat pada mahkota bunga? Catat hasil pengamatan Anda.
Dengan menggunakan kaca pembesar amati bagian kepala sari (anthera). Apakah
anda melihat adanya serbuk sari yang bentuknya mirip debu pada kepala sari?
6.
Amatilah bagian putik yang biasanya terletak
di bagian tengah bunga. Catatlah bagaimana bentuk putik bunga tersebut.
Perhatikan bagian ovarium, tangkai putik dan kepala putiknya.
7.
Buatlah gambar struktur putik, meliputi
ovarium, tangkai putik dan kepala putik.
D.
Hasil Pengamatan
Morfologi Bunga Sepatu
Sayatan Vertikal Bunga Sepatu
E. Pertanyaan
1.
Berapa buah mahkota bunga sepatu yang Anda amati?
ü Ada 3
mahkota bunga sepatu yang saya amati
2.
Apa fungsi benang
sari dan putik? Jelaskan!
ü Fungsi benang sari ialah sebagai alat kelamin
jantan pada bunga. Benang sari berfungsi untuk membuahi sel kelamin betina bunga yang
kemudian disebut penyerbukan.
ü
Fungsi
dari putik adalah sebagai alat kelamin betina pada bunga. Setelah terjadi
penyerbukan pada putik, hasil penyerbukan bisa menjadi bakal buah atau tidak menjadi
bakal buah (jika pada bunga).
F.
Pembahasan
Struktur
Bunga
1.
Kelopak
bunga, merupakan bagian bunga paling besar, berwarna hijau. Fungsinya untuk
melindungi bunga sepatu saat kuncup. Bentuknya panjang dan ujungnya lancip.
2.
Mahkota
bunga, merupakan bagian bunga yang terletak di dalam kelopak bunga, besar dan
indah, tersusun bertumpuk-tumpuk. Mahkota berbentuk bundar dan lebar, berwarna
merah. Mahkota bunga untuk menarik serangga agar datang menghisap madu dan
membantu proses penyerbukan.
3.
Benang
sari, merupakan bagian dari bunga yang terletak di mahkota bunga. Benang sari berbentuk
panjang dan kecil, yang diujungnya terdapat kepala sari. Berwarna merah
kekuningan, berfungsi sebagai alat perkembangbiakan jantan. Benang sari tidak
melekat pada mahkota bunga, dan terdapat serbuk sari pada kepala sari.
4.
Putik,
merupakan bagian dari bunga yang terdapat di dalam mahkota bunga. Bentuknya
bundar berwarna merah, dan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan betina.
5.
Bunga
disayat secara vertikal
6.
Saat
disayat secara vertikal, terdapat ovarium (bakal buah), yang nantinya akan
berkembang menjadi buah. Selain ovarium juga terdapat ovulum (bakal biji), yang
berisi gamet betina yang setelah dibuahi gamet jantan akan berkembang menjadi
embrio. Ovulum melekat pada dinding ovarium melalui sebuah tangkai.
G.
Kesimpulan
Bunga sepatu memiliki struktur bunga lengkap, tapi tidak
bisa melakukan perkembangan secara generative. Hal ini disebabkan letak putik
berada diatas benang sari, sehingga sulit terjaid penyerbukan dan pembuahan.
Bunga sepatu dikembangbiakkan dengan cara vegetative buatan, yaitu stek batang
dan mencangkok.
H. Foto/Dokumentasi
Ket:
bunga sepatu yang saya foto dan saya ambil sebagai sampel praktikum
3.
Perkembangbiakan Aseksual (vegetatif) Alami
A.
Tujuan
Mengidentifikasi tumbuhan yang melakukan
perkembangbiakan secara vegetatif alami
B.
Alat dan Bahan
1).
Alat–alat
tulis dan lembar pengamatan.
2).
Tumbuhan
yang ada di sekitar anda.
3).
Cangkul
kecil atau sekop.
C.
Landasan Teori
Perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan adalah
perkembangbiakan yang mengandalkan bagian dari tubuh tumbuhan tanpa proses
perkawinan. Cara berkembang biak ini menghasilkan tumbuhan baru yang terbentuk
pada tubuh tumbuhan induk. Perkembangbiakan vegetative alami dapat terjadi
melalui akar tinggal, tunas, umbel lapis, umbi akar, dan sebagainya.
D.
Prosedur Percobaan
1).
Persiapkan
alat dan bahan yang diperlukan.
2).
Pergilah
ke kebun yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.
3).
Carilah
jenis-jenis tanaman yang melakukan perkembangbiakan vegetatif alami ( misalnya:
dengan cara bertunas, akar rimpang, geragih, dan umbi )
4).
Galihlah
tanaman, jika Anda ingin menyakinkan umbi atau akar rimpang.
5).
Gambarlah
morfologi tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan vegetatif alami tuangkan
hasilnya pada lembar kerja (Tabel 1.12) di bagian akhir modul ini.
E. Hasil
Pengamatan
Tabel 1.12
Perkembangan Aseksual Alami Pada
Tumbuhan
|
No |
Nama tumbuhan dan jenis perkembangbiakan aseksual |
Gambar tumbuhan dengan perkembangbiakan aseksual |
|
1 |
Tunas (Pisang)
|
|
|
2 |
Akar tinggal (Rhizoma Sereh) |
|
|
3 |
Umbi
akar (Singkong)
|
|
|
4 |
Stolon atau Geragih (Tanaman Strawberry) |
|
|
5 |
Tunas Adventive
(Cocor bebek) |
|
F.
Pertanyaan-Pertanyaan
1.
Sebutkan ciri – ciri perkembangbiakan secara
vegetatif?
ü Ciri- ciriya yaitu hanya
memiliki induk, tidak terjadi fertilasi, sifat keturunannya sama dengan sifat
induknya, dan cepat tumbuh
2.
Apa yang kamu ketahui tentang umbi akar ?
ü Umbi akar adalah akar yang
membesar yang menggelembung dalam tanah.
3.
Sebutkan contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan aseksual
ü Pisang, singkong, stroberi,
jahe, lengkuas, sereh, bawang merah
G. Pembahasan
1. Tunas, tumbuh dari batang yang terdapat di dalam
tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya. Tunas
tidak bergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas akan terus
tumbuh.
2. Akar tinggal, merupakan batang yang seluruhnya berada
dan tumbuh menjalar di permukaan tanah. Tunas tumbuh di setiap buku-buku kara
tinggal.
3. Umbi akar, merupakan akar yang membesar yang berisi
cadangan makanan. Jika ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh
tunas.
4. Stolon atau Geragih, merupakan batang yang tumbuh
mendatar dipermukaan tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang
menyentuh tanah, kemudian membelok keatas. Pada bagian yang menyentuh tanah
akan tumbuh tunas yang berakar dan berdaun.
5. Tunas adventive adalah daun yang dapat memunculkan tunas,
yang nantinya akan menjadi tumbuhan baru.
H. Kesimpulan
Dalam
perkembangbiakan vegetatif alamai pada tumbuhan ada 8 (delapan) macam.
Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui 4 (empat) macam perkembangbiakan
vegetatif alami, yaitu melalui tunas,
akar tinggal, umbi akar, stolon (geragih), tunas adventif (cocor bebek). Sedangkan 4 (empat)
macam lainnya yang tidak terdapat dalam contoh penelitian adalah umbi batang
(kentang, bengkuang), umbi lapis (bawang merah), spora (lumut, paku, suplir).
5. Perkembangbiakan Aseksual (vegetatif) buatan pada
tumbuhan
Perkembangbiakan
pada tanaman selain dengan vegetatif alami juga dapat melalui perkembangbiakan
dengan bantuan dari manusia (vegetatif buatan). Vegetatif adalah cara tumbuhan berkembang biak yang
tidak melalui proses perkawinan.
Vegetatif
buatan adalah perkembangbiakan dengan bantuan manusia. Tanaman yang biasa diperbanyak
dengan cara vegetatif buatan adalah tanaman yang memiliki kambium.
Kambium adalah
lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan
bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium ditemukan pada
batang dan akar.
A. Tujuan
Terampil
melakukan perkembangbiakan vegetatif buatan dengan cara menyambung, okulasi, setek, merunduk dan mencangkok.
B. Alat
dan Bahan
1).
Gunting
2).
Pisau
tajam
3).
Tanah
Gambur dan humus
4).
Plastik
5).
Tanaman
untuk keperluan perkembangbiakan
vegetatif buatan
6).
Vaselin
C. Landasan
Teori
Menempel atau dikenal
juga dengan sebutan okulasi adalah cara menghasilkan tanaman baru dengan
menempelkan tunas muda pada ranting atau batang tanaman induk. Tujuan dari okulasi adalah menggabungkan
dua sifat tanaman yang berbeda dari dua jenis tanaman. Hal inilah yang
pada akhirnya membuat kita mendapatkan satu tanaman yang memiliki gabungan
sifat.
Menyambung (mengenten) adalah menyambung pucuk tanaman dengan batang tanaman lain. Perkembang
biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau
ketela pohon demi mendapatkan kualitas hasil yang baik.
Mencangkok adalah
teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media
tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Keuntungan pembibitan dengan sistem
cangkok yaitu produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman
induknya.
Setek adalah perkembangbiakan pada tumbuhan dengan cara menanamkan
potongan atau bagian dari tumbuhan.
Bagian tumbuhan yang dapat ditanam berupa batang, tangkai, atau daun.
Merunduk (layering) adalahsalah satu bentuk perkembangbiakan vegetatif
buatan pada tumbuhan bercabang panjang dengan cara merundukkannya ke tanah agar
batang tanaman yang merunduk dapat berkembang biak.
D. Prosedur
Percobaan
1.
Menempel
a. Tentukan jenis tanaman yang ditempel, misalnya mangga
simanalagi atau kamboja
b. Tentukan pula jenis tanaman yang masih muda dengan
diameter batang 1 cm (sebesar jari kelingking) dan berasal dari biji serta
mempunyai sifat batang yang kuat untuk dijadikan batang bawah
c. Buat torehan persegi panjang dengan ukuran 1,5 x 2 cm
pada batang bawah
d. Ambil kulit yang berisi mata tunas dari ranting
tanamam yang ditempel, dengan ukuran yang sama dengan torehan pada batang
e. Tempelkan kulit bertunas pada batang bawah dan ikat
dengn rafia/plastik dan tutuplah celah-celah yang ada dengan vaselin
f. Setelah tunas baru tumbuh, bukalah tali
pengikatnyamdan potonglah bagian atas tanaman bawah
2.
Menyambung
a.
Batang
bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Daunnya disisakan
satuata dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah
ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung.
b.
Entres
dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Daun dan
cabang dikupir labih kurang 1,5 cm dari sumbu entres. Kemudian pangkan entres
diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.
c.
Entres
kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah, kemudian diikat dengan
tali rafia.
d.
Untuk
menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik.
e.
Untuk
menjaga kelengesan tanah, sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan
penyiraman.
f.
Setelah
selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan
tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. Bila
tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka.(Tetapi kita belum bisa lihat hasilnya karena pengamatan
kita baru 10 hari ).
3.
Menyangkok
a. Pilihlah salah satu pohon yang akan dicangkok. Kemudian pilih salah satu cabang
pohon yang sudah agak tua,batang yang dipilih haruslah Batang yang lurus
b. Buatlah sayatan
melingkar sepanjang 10cm kemudian kupas kulitnya.
c. Hilangkan bagian
kambiumnya dengan cara mengerik bagian yangdirasakan berlendir.
d. Tutup sayatan
tersebut dengan tanah yang subur. Bungkus tanah tadidengan sabut kelapa atau
plastik. Kemudian ikat pada kedua bagian ujungnya.
e. Siramlah cangkokan
secara teratur.
f. Setelah kurang
lebih 3 Minggu amati pertumbuhan akar dari ujung plastik.
g. Jika sudah tumbuh
akar yang banyak, potong lah cangkokkan tersebut.
h. Tanam hasil
cangkokkan pada tanah yang subur dan cukup mendapat
cahaya matahari.
E. Hasil
Pengamatan
1.
Menempel (Okulasi)
Tabel 1.13
Menempel
(okulasi)
|
No |
Kondisi tempelan hari ke |
|
0 |
Belum ada perkembangan |
|
1 |
Belum ada perkembangan |
|
2 |
Belum ada perkembangan |
|
3 |
Belum ada perkembangan |
|
4 |
Belum ada perkembangan |
|
5 |
Cabang tanaman mulai berwarna hijau |
|
6 |
Cabang tanaman mulai berwarna hijau |
|
7 |
Cabang tanaman semakin berwarna hijau |
|
8 |
Tunas mulai tumbuh |
|
9 |
Tunas mulai tumbuh |
|
10 |
Tunas semakin terlihat dan plastik/tali boleh di buka |
2.
Menyambung
Tabel 1.14
Menyambung (Enten)
|
No. |
Kondisi Tempelan Hari
Ke- |
|
1 |
Belum ada
perkembangan |
|
2 |
Belum ada
perkembangan |
|
3 |
Belum ada
perkembangan |
|
4 |
Belum ada
perkembangan |
|
5 |
Belum ada
perkembangan |
|
6 |
Belum ada
perkembangan |
|
7 |
Belum ada
perkembangan |
|
8 |
Mulai tumbuh tunas kecil |
|
9 |
Masih tumbuh tunas kecil |
|
10 |
Masih tumbuh tunas kecil |
3. Mencangkok
Tabel 1.15.
Mencangkok
|
No |
Kondisi
tempelan hari ke : |
|
1 |
Belum ada perkembangan |
|
2 |
Belum ada perkembangan |
|
3 |
Belum ada perkembangan |
|
4 |
Belum ada perkembangan |
|
5 |
Belum ada perkembangan |
|
6 |
Belum ada perkembangan |
|
7 |
Belum ada perkembangan |
|
14 - 21 |
Cangkokkan mulai terlihat menyatu |
F. Pertanyaan
1.
Mengapa
pada celah-celah tempelan pada percobaan okulasi sebaiknya diolesi dengan
vaselin? Jelaskan!
ü Agar
tidak terkena tangan atau
kotoran, tidak mengalami pembusukan karena terlalu banyak udara yang masuk
2.
Mengapa
setelah mata tunas tumbuh menjadi tunas, tanaman bawah harus dipotong?
ü Karena
tanaman bawah merupakan kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama
penyakit dan udara luar
3.
Pada
hari keberapa tunas-tunas batang yang disambung pada percobaan menyambung
(enten) mengalami pertumbuhan?
ü
Tunas-tunas
mulai tumbuh adalah pada hari 8
4.
Pada
hari ke berapa sambungan tersebut sudah menyatu dengan kuat?
ü
Kita
lihat dari pengamatan bahwa sambungan batang pohon akan terlihat semakin kuat
pada hari ke 30-35
5.
Pada
percobaan mencangkok, setelah cambium dikerok, sebaiknya sayatan dikeringkan
selama 6-12 jam. Apa tijuan Perlakuan tersebut?
ü Agar
kambium tetap kering
6.
Pada
hari ke berapa akar cangkokan yang Anda kerjakan mulai tumbuh dan pada hari ke
berapa perakaran tersebut sudah cukup banyak dan siap disemaikan?
ü
Pada hari ke 30 – 35 mulai tumbuh akar
cangkokkan dan pada hari 60 – 70 akar sudah siap disemaikan
G. Pembahasan
1.
Okulasi/Menempel
Okulasi/menempel
adalah salah satu cara perkembangbiakan vegetatif dengan cara
menghasilkan tanaman baru dengan menempelkan tunas muda pada ranting atau
batang tanaman induk dengan tujuan mendapatkan sifat tanaman yang lebih baik
dari tanaman induk. Kelebihan dari perkembangbiakan dengan okulasi adalah
produktivitas tanaman akan lebih tinggi dan penyiapan benih tanaman lebih
singkat. Berdasarkan data diatas hasil dari okulasi bisadilihat pada hari ke 7
(seminggu)setelah okulasi dilakukan, jika berhasil tunas pada tanaman yang kita
tempel akan tumbuh sesuai keinginan kita.Agar tidak terjadi kegagalan, dibawah
ini adalah persyaratan tanaman yang akan diokulasi
1.
Kedua tanaman yang akan diokulasi masih satu family ataupun genus.
2. Batang memiliki
perakaran yang kokoh dan kuat.
3. Sedang tidak terserang
penyakit atau hama.
4. Ranting atau cabang
berbentuk buat atau silindris.
2. Menyambung /
Mengenten
Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada
tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat
yang baik. Mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara mengenten atau menyambung
bertujuan untuk menggabungkan dua tanaman agar mendapatkan tanaman baru yang
mutunya lebih baik. Berbeda dengan metode menempel yang menggabungkan kulit
yang mengandung mata tunas, mengenten adalah penggabungan batang dengan cabang
tanaman lain yang buahnya sudah diketahui berkualitas baik. Caranya, batang induk
disambungkan dengan cabang tanaman yang sudah diketahui memiliki hasil
baik.Cara ini memberi keuntungan karena menanam tanaman dengan biji, benih yang
tumbuh belum tentu memiliki sifat yang sama dengan induknya. Contoh tumbuhan yang dapat ditanam dengan
cara menambung Misalnya, tomat dan terung yang sekeluarga, atau tomat dan
kentang yang beda spesies. Mengenten juga bisa dilakukan untuk pohon durian
yang lama tumbuh disambungkan ke tanaman yang cepat tumbuh. Cara ini juga bisa
dilakukan pada tumbuhan kopi, pohon mangga, dan ketela pohon.
Salah satu teknik
menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung celah.
Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut:
a. Batang
bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Daunnya disisakan
satuata dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah
ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung.
b. Entres
dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Daun dan
cabang dikupir labih kurang 1,5 cm dari sumbu entres. Kemudian pangkan entres
diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.
c. Entres
kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah, kemudian diikat dengan
tali rafia.
d. Untuk
menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik.
e. Untuk
menjaga kelengesan tanah, sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan
penyiraman.
f. Setelah
selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan
tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. Bila
tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka. (Tetapi kita belum bisa lihat hasilnya karena pengamatan
kita baru 10 hari ).
3. Mencangkok
Teknik
mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan
pencangkokkan ini terdapat babarapa kelemahan antara lain : praktikum atau
pencangkok harus memiliki keahlian dalam
pencangkokkan ini, kegiatan pencangkokkan pada pohon yang telah tinggi sukar
dilakukan karena untuk mencangkok harus lebih dahulu memanjat. Selain itu
karena kegiatan pencangkokan ini menggunakan cabang tanaman yang nantinya
dipotong, maka terlalu boros dalam penggunaan bahan tanam ( batang yang untuk
dicangkok ). Untuk cangkokan umumnya digunakan cabang orthotrof yang tidak
terlalu tua maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau kecoklat = coklatan. Bahan untuk pembungkus
cangkokan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk membungkus
tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokan dapat berhasil dengan baik, dengan waktu yang relatif cepat
dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni diganti dengan plastik.
Mediun
perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut. Lumut yang digunakan
sebagai media tanam mempunyai sifat selain antiseptic juga dapat menehan
kandungan air yang cukup tinggi,sehingga dalam pelaksanaan pencangkokkan tidak
perlu terlalu sering disiram air. Mengenai kulit bagian atas yang diiris
sebaiknya dioles dengan Rootone F
yang berguna untuk mempercepat
dan memperbanyak keluarnya akar.
H. Kesimpulan
Setiap
tumbuhan memiliki ciri – ciri makhluk hidup diantaranya berkembangbiak, tetapi
diantara kesamaan tersebut banyak sekali perbedaannya, dalam pembahasan kali
ini dibahas masalah perkembangbiakan terdiri dari dua macam yaitu vegetative dan generative, tapi
kali ini kita hanya membahas perkembangbiakan vegetative, sedangkan vegetative terbagi lagi menjadi dua seperti yang kita
bahas sebelumnya yaitu vegetatif
alami dan sekarang yaitu vegetative buatan, dalam perkembangbiakan
vegetative buatan tumbuhan atau tanaman memiliki berbagai cara untuk
berkembangbiak diantaranya mencangkok, menempel, dan menyambung. Biasanya kegiatan ini banyak digunakan oleh
petani untuk memperbanyak hasil panen.
I. Dokumentasi
a.
Ket: Saya berjalan-jalan
meneliti tumbuhan kamboja yang diokulasi. Bunga adenium (Kamboja Jepang) merah
dan putih dikawinkan dengan cara okulasi, menjadikan kembangnya berwarna
campuran merah-putih.
b. Menyambung
Ket:
berikut adalah cara menyambung bibit pohon mangga. Bagian bawah adalah yang
unggul lingkungan, bagian atas sebaiknya unggul produksi.
c. Mencangkok
Pohon Alpukat
Ket: mencangkok adalah dengan mengelupas kulit batang
kemudian menutupnya dengan media tanah sehingga tumbuh akar baru.
J. DAFTAR
PUSTAKA
Maman Rumanta, dkk.2014. Praktikum
IPA di SD. Tangerang Selatan:Universitas Terbuka
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar