Modul 4 Pembelajaran Matematika di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4406
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MODUL 4
BILANGAN RASIONAL DAN DESIMAL
Kegiatan Belajar 1
![]()
Bentuk 𝑝 disebut pecahan. Pada bentuk 𝑝 , p disebut pembilang (numerator) dan q disebut
𝑞 𝑞
penyebut (denumerator)
Bilangan-bilangan yang ditulis
dalam bentuk pecahan, 𝑝 disebut bilangan rasional. Dengan
𝑞
perluasan bilangan ini secara nyata
dapat ditunjukkan bahwa
:
3 : 2 = 3, 7
2
: 3 =
7 35
![]()
, 35 : 8 =
3 8
Dalam Kaitannya
dengan pecahan, terdapat
definisi :
Definisi 4.1
Pecahan adalah suatu lambang yang memuat pasangan
berurutan bilangan-bilangan bulat
p dan q
(q ≠ 0), di tulis
dengan 𝑝, untuk menyatakan nilai x
yang memenuhi hubungan p : q = x.
𝑞
Definis 4.2
![]()
![]()
![]()
Pecahan 𝑝 sama dengan pecahan 𝑟, ditulis 𝑝 = 𝑟, jika dan hanya jika ps = qr
𝑞 𝑠 𝑞 𝑠
Definis 4.3
Bilangan rasional ada bilangan yang dapat
dinyatakan sebagai pecahan 𝑝 yang mana p da q
𝑞
adalah bilangan-bilangan bulat dan q ≠ 0
Definis 4.4
Jika faktor persekutuan
terbesar (FPB) dari p dan q sama
dengan 1, (p,q) = 1, maka pecahan 𝑝
𝑞
disebut dengan
pecahan sederhana.
![]()
![]()
![]()
Pecahan 2, 3, 10 dan 23 adalah pecahan-pecahan yang sederhana sebab FPB dari pembilang
dan
3 4 23 31
penyebut masing-masing sama dengan 1.
Definis 4.5
![]()
𝑝 =
𝑝 𝑥 𝑟 untuk semua bilangan bulat p, q ≠
0
𝑞 𝑞 𝑥 𝑟
OPERASI BILANGAN
RASIONAL
Definis 4.6 (operasi Penjumlahan dan pengurangan Bilangan
Rasional
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Jika 𝑝 dan 𝑟 adalah sebaranga dan bilangan rasional,
maka 𝑝 + 𝑟 = 𝑝𝑠+𝑞𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑝
− 𝑟
= 𝑝𝑠−𝑞𝑟
𝑞 𝑠
𝑞 𝑠
𝑞𝑠
𝑞 𝑠
𝑞𝑠
Definis 4.7 (operasi perkalian
dan pembagian bilangan
rasional)
![]()
Jika 𝑝 dan 𝑟 adalah sebarang dua bilangan rasional,
𝑞
maka: 𝑝 .
𝑞
𝑠
𝑟 =
𝑞
𝑝𝑟
![]()
𝑞𝑠
𝑝
![]()
dan 𝑞 =
![]()
𝑠
𝑝𝑠
![]()
𝑟
𝑞𝑟
URUTAN BILANANGAN RASIONAL
Definisi 4.8
![]()
Jika 𝑝 dan 𝑟 = adalah sebarang dua bilangan rasional yang penyebutnya positif, yaitu (q > 0 dan s
𝑞 𝑠
(![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
> 0), maka 𝑝 sama dengan
𝑟 atau 𝑝
= 𝑟)
jika dan hanya jika ps = qr, dan 𝑝 kurang dari 𝑟, atau
𝑞
𝑝 𝑟
𝑠 𝑞 𝑠
𝑞 𝑠
![]()
( <
𝑞 𝑠
) jika dan hanya jika ps < qr.
Kegiatan Belajar 2
Kesulitan Belajar
dan Pembelajaran Bilangan
Rasional
Beberapa kesulitan
Siswa dan cara meniadakan kesulitan itu dapat diuraikan sebagai berikut :
1.

,
Siswa kurang tahu makna dari pecahan 𝟏 , 𝟐
|
, |
𝟐 𝟑
dan 𝟑
𝟒
2.
Siswa kurang memahami perkalian
bilangan asli dengan pecahan
3.
Siswa mengalami
kesulitan dalam memahami
pecahan-pecahan yang senilai.
4.
Siswa Mengalami Kesulitan dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan
.
5.
![]()
![]()
Siswa mengalami kesulitan
untuk mencari hasil pembagian
misalnya 𝟏 𝟏, 𝟏 𝟏 dan 1𝟏
𝟐
6.
Siswa Mengalami Kesulitan
untuk mencari hasil pembagian, misalnya
: 𝟏 ,
𝟐
𝟑
𝟐:
𝟏 , 𝟑:
𝟑
𝟒
𝟏 dan
𝟒
𝟒: 𝟏 dan seterusnya
𝟓
7.
Siswa Mengalami
Kesulitan untuk mencari hasil pembagian, misalnya
: 𝟐 ,
𝟑
𝟏 𝟑
𝟒
, 𝟐
𝟑 dan
𝟑
𝟑: 𝟑 dan seterusnya
𝟒
8.

Siswa Mengalami Kesulitan untuk
mencari hasil pembagian, dalam bentuk 𝟑 : 𝟐 dan
![]()
𝟐 : 𝟐
𝟒 𝟑
𝟑 𝟖
9.

Siswa Mengalami Kesulitan untuk mencari hasil pembagian, dalam bentuk 𝟐 : 𝟑
𝟓 𝟒
10.

Siswa Mengalami Kesulitan untuk mencari hasil
pembagian, sembarang pecahan 𝒑 : 𝒓
𝒒 𝒔
11.



Siswa mengalami kesulitan untuk mencari
penjumlahan 𝒑 + 𝒓 dan pengurangan 𝒑 − 𝒓
𝒒 𝒔 𝒒 𝒔
Kegiatan Belajar 3
Perluasan Nilai Tempat Desimal
Kata
decimal berasal dari Bahasa Latin decem yang artinya sepuluh. Penggunaan
sepuluh diduga dipengaruhi oleh
jumlah jari tangan kiri dan tangan kanan (atau kaki kiri dan kaki kanan).
Sistem numerasi decimal adalah
sistem numerasi yang berbasis sepuluh, artinya 10 dipakai sebagai acuan pokok dalam melambangkan dan menyebut bilangan. Sistem ini berasal
dari sistem Hindu
– Arab.
Beberapa sifat
numerasi Hindu-Arab atau decimal
adalah :
1.
Menggunakan 10 lambang
yang disebut angka (digit), yaitu 0,
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
2.
Lambang bilangan dari 0 sampai
dengan 9 mempunyai lambang yang sama dengan
lambang-lambang angka.
3.
Bilangan-bilangan yang lebih dari 9
angka dinyatakan sebagai suku-suku penjumlahan
perpangkatan dari 10.
4.
Bersifat adiktif.
5.
Bersifat posisional.
Penulisan bilangan dalam bentuk posisional, misalnya 12,
345, 4978 dan 56192, disebut dalam bentuk baku (stadar form) dan penulisan bilanga
yang dinyatakan sebagai
suku-suku penjumlahan perpangkatan 10 disebut dalam bentuk
panjang (expended form)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar