Modul 12 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Gambar
  Modul 12 Merancang Kegiatan Pembelajaran Kb. 2 Metode Mengajar dan Prosedur Pembelajaran A.       Metode Mengajar Metode mengajar adalah suatu cara yang dilakukan guru untuk menciptakan hubungan antara guru (kegiatan mengajar) dan siswa (kegiatan belajar). Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menunjang optimalisasi kegiatan mengajar guru dan kegiatan belajara siswa. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menimbulkan dan memudahkansiswa belajar. Empat metode yang seringkali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah : 1.        Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode atau cara mengajar denga penyajian materi yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasansecara lisan ole guru kepada siswa. 2.        Metode Tanya awab Metode tanya jawab adalah suatu cara atau metode penyajian bahan pelajaran melalui berbgai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. 3. ...

Modul 6 Pembelajaran Matematika di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4406

 


MODUL 6

LUAS DAN VOLUME BANGUN RUANG

 

 

KEGIATAN BELAJAR 1

Luas dan Volume Kubus, Balok, Prisma, dan Tabung

A.   LUAS DAERAH PERMUKAAN KUBUS

Dalam melengkapi pembelajaran pemahaman bangun ruang, tentu saja kita dapat mempersoalkan pembelajaran tentang luas permukaannya. Sedangkan yang dimaksud dengan luas daerah permukaan (surface) bangun ruang adalah jumlah luas aderah seluruh permukaannya, yaitu luas daeerah bidang sisi-sisinya. Luas daerah permukaan kubus atau balok adalah jumlah luas daerah semua bidang sisi dari kubus atau balok tersebut . jika a menyatakan ukuran panjang rusuk kubus dan L menyatakan luas permukaan kubus, maka L= 6a

 

B.   LUAS DAERAH PERMUKAAN BALOK

Luas daerah permukaan balok sama dengan luas daerah seluruh isi balok yang dapat dipandang sebagai jumlah luas daerah bidang alas dan bidang atas ditambah dengan jumlah daerah semua sisi tegaknya. Hal tersebut berarti :

 

Jumlah luas daerah bidang alas dan bidang atas          = 2 pl cm2 Jumlah luas daerah sama sisi tegak                                                                    = (2 pt + 2 lt) cm2

Luas daerah permukaan balok                              = luas daerah seluruh bidang sisi

Balok                                                                          = (2 pl + 2 pt + 2 lt) cm2

= 2 (pl + pt + lt) cm2

Luas daerah permukaan balok = luas daerah bidang-bidang sisi balok = dua kali jumlah hasil kali sepasang-sepasang rusuk utamanya yang berlainan.

 

C.   LUAS DAERAH PERMUKAAN PRISMA

Luas daerah permukaan prisma adalah luas daerah bidang-bidang sisi prisma tersebut, yaitu luas daerah alas + luas daerah atas + jumlah luas daerah sisi- sisi yang lain.

 

D.   LUAS DAERAH PERMUKAAN TABUNG

Luas daerah permukaan tabung adalah luas daerah lingkaran atas + luas daerah lingkaran alas + luas daerah persegi panjang (bidang lengkung/ bidang tegak/selimut) atau 2 r (r + t) dengan r jari-jari lingkaran π alas dan t tinggi tabung tersebut. Jarring-jaring tabung ini terdiri dari tiga rangkaian bangun datar, yaitu dua buah lingkaran berjari-jari r dan sebuah persegi panjang dengan ukuran panjang 2 πr (panjang keliling lingkaran atas atau alas) dan lebarnya adalah t (tinggi tabung).


Selanjutnya luas daerah jarring-jaring tersebut adalah

Luas daerah lingkaran atas            : π r2 Luas daerah lingkaran atas                                   : π r2 Luas daerah persegi panjang                               : 2 π r t

 

E.   VOLUME

Volume adalah suatu ungkapan yang menyatakan “besarnya” suatu bangun ruang. Besarnya suatu bangun ruang dapat diungkapkan bila ada bangun ruang yang lebih kecil yang dijadikan patokan yang disebut satuan volume (volume satuan). Dengan patokan berupa satuan volume (biasanya 1 cm3).

Patokan satuan volume yang dipakai sebagai ukuran suatu bangun ruang biasanya berupa bangun ruang yang lebih kecil. Biasanya untuk menentukan volume suatu bangun kita lakukan dengan membandingkan bangun ruang tersebut dengan bangun ruang yang lebih kecil. Kita dapat menggunakan bangun ruang apapu sebagai patokan satuan volume, misalnya kubus kecil, batu bata atau kelereng dan sebagainya.

 

F.    VOLUME BALOK

Volume balok = p x l x t (p = panjang, l = lebar, t = tinggi)

 

 

G.   VALUME KUBUS

Volume kubus = a3 (a = rusuk kubus)

 

 

H.   VOLUME PRISMA

Volume prisma = L x t (L = luas alas dan t = tinggi)

 

 

I.      VOLUME TABUNG

Volume   tabung   = π r2 t     (r    =    jari-jari    lingkaran   alas/atas,    t    =    tinggi, π =

 

22

3,14 =      7


 

KEGIATAN BELAJAR 2

Luas dan Volume Limas, Kerucut, dan Bola

 

 

A.   LUAS PERMUKAAN LIMAS

Luas daerah suatu permukaan bangun ruang merupakan luas daerah bidang- bidang sisi bangun ruang tersebut.

Luas permukaan limas = luas daerah alas + luas daerah seluruh permukaan sisi tegaknya.

 

B.   LUAS PERMUKAAN KERUCUT

Luas permukaan kerucut = luas daerah bidang lengkung = luas daerah alas

 

 

C.   LUAS PERMUKAAN BOLA

Luas permukaan bola = 4 π r2

(R=jari-jari bola)

 

 

D.   VOLUME LIMAS

Volume suatu bangun ruang adalah “besarnya” bangun ruang tersebut.

1


Volume limas =


2       luas alas x tinggi


 

 

 

E.   VOLUME KERUCUT

1                                                 1


Volume kerucut =


3        x luas alas x tinggi =


3        π R2 t


 

(R = jari-jari lingkaran alas, t = tinggi kerucut).

 

 


F.    VOLUME BOLA

 

Volume bola =


4

3          R3 (R = jari-jari bola).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul 9 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 10 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4502

Modul 7 Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus | Resume/Ringkasan/ Rangkuman Modul PGSD BI UT PDGK4407